Anda di halaman 1dari 31

1

TERJADINYA API DAN PRINSIP PEMADAMAN

. .

2
8 TINDAKAN DALAM 1. Pemilihan bahan struktur dan pengisi yang
PERENCANAAN “FIRE non combustible(tahan api). Pengertian
“tahan api” adalah bahan yang tahan tidak
.
PROTECTION” terbakar selama 3 jam, sehingga selama itu
dpt dilakukan upaya-2 penyelamatan dan
pengatasan thd kebakaran.
2. Mengurangi sesedikit mungkin bahan-2 yg
PERATURAN MENTERI mudah terbakar, terutama pada bagian-2 yg
PEKERJAAN UMUM sensitif atau berhub. dgn suhu tinggi,
NOMOR : 26/PRT/M/2008 misalnya dapur, ruang mesin, genset dsb.
TANGGAL 30 DESEMBER 2008 3. Upaya sistem instalasi listrik yang
TENTANG memenuhi syarat, penempatan pemutus arus/
PERSYARATAN TEKNIS sekering pda daerah2 sensitif, pemakaian
SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN bhn2 & perlengk listrik yng memenuhi
PADA standard (SPLN, PUIL, dll)
BANGUNAN GEDUNG DAN 4. Perlindungan tehadap petir dgn perencanaan
LINGKUNGAN instalasi dan perlengkapan penangkal petir
(lightning protection) yang memenuhi
syarat.
Pdf 311 halamam

3
4
.
5. Perlunya sarana deteksi dini dengan menggunakan
alarm tanda bahaya (alarm system).
6. Perlunya perlengkapan “automatic sprinkler system”
(ASS).Sistem ini merupakan sarana deteksi sekaligus
upaya pengatasan terhadap kebakaran.
7. Perlengkapan Fire Hydrant untuk sarana pemadam
kebakaran secara umum.
8. Perlunya perencanaan “emergency exit” (sarana
evakuasi darurat).

5
1. Pemilihan bahan . Combustible Non-combustible
struktur dan pengisi materials... materials..
yang non • .
combustible(tahan api). Petrol Stone
Pengertian “tahan api” LPG
CNG
Water
Iron
adalah bahan yang Wood Steel
tahan tidak terbakar Coal Gold
Paper Silver
selama 3 jam, sehingga Dry leaves Calcium carbonate
selama itu dpt dilakukan Biogas Glucose
Cotton Calcium hydroxide
upaya-2 penyelamatan Methanol Carbon dioxide
dan pengatasan thd
kebakaran.

6
2. Mengurangi sesedikit mungkin bahan-2 yg mudah terbakar,
terutama pada bagian-2 yg sensitif atau berhub. dgn suhu
tinggi, misalnya dapur, ruang mesin, genset dsb.
Pedoman Penyimpanan
 Semua penyimpanan harus berjarak paling kurang 1 m dari
panel listrik. Pada sebagian situasi darurat, panel tersebut
perlu diakses dengan cepat.
 Jaga jarak paling kurang 1 m dari permukaan panas, saluran air,
pemanas, dan perkakas lampu.
 Dilarang menyimpan bahan mudah menyala di ruang mekanis.
 Dilarang menyimpan di lorong-lorong sempit dan tangga
bangunan. Lorong yang semrawut akan menghambat evakuasi
jika terjadi keadaan darurat. Goo
 Penyimpanan tidak boleh melebihi bidang 0,45 m di bawah
sprinkler head (penyiram air) atau detektor asap. Penyimpanan
yang melanggar bidang ini dapat menghalangi sprinkler head
menyiram ruangan secara penuh apabila terjadi kebakaran.
.
3.Upaya sistem instalasi listrik yang memenuhi
syarat, penempatan pemutus arus/ sekering pda
daerah2 sensitif, pemakaian bhn2 & perlengk
listrik yng memenuhi standard (SPLN, PUIL,
dll)
4.Perlindungan tehadap petir dgn perencanaan
instalasi dan perlengkapan penangkal petir
(lightning protection) yang memenuhi syarat.

8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31