Anda di halaman 1dari 51

PSIKIATRI

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


GEJALA MANIA
DEPRESI

• Gejala utama:  Gejala lainnya:


1. afek depresif, 1. konsentrasi menurun,
2. harga diri & kepercayaan diri
2. hilang minat &
berkurang,
kegembiraan, 3. rasa bersalah & tidak berguna
3. mudah lelah & yang tidak beralasan,
menurunnya 4. merasa masa depan suram &
aktivitas. pesimistis,
5. gagasan atau perbuatan
membahayakan diri atau bunuh
diri,
6. tidur terganggu,
7. perubahan nafsu makan (naik
atau turun).

PPDGJ
DEPRESI
 Episode depresif ringan: 2 gejala utama + 2
gejala lain > 2 minggu

 Episode depresif sedang: 2 gejala utama + 3


gejala lain, >2 minggu.

 Episode depresif berat: 3 gejala utama + 4


gejala lain > 2 minggu. Jika gejala amat berat &
awitannya cepat, diagnosis boleh ditegakkan
meski kurang dari 2 minggu.

 Episode depresif berat dengan gejala


psikotik: episode depresif berat + waham,
halusinasi, atau stupor depresif.
PPDGJ
DEPRESI
 Kombinasi psikoterapi & farmakoterapi adalah
terapi paling efektif.

 The different antidepressant class adverse effect


profiles make the SSRIs more tolerable than the
TCAs  SSRI is commonly used as first line drug for
major depression.
BABY BLUE SYNDROME VS DEPRESI POST
PARTUM VS PSIKOTIK POST PARTUM

 Baby Blues syndrom :


Mood depresif < 2 minggu

 Depresi post partum :


Mood depresif > 2 minggu

 Psikotik
post partum :
Gejala psikotik post partum
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
BIPOLAR, SIKLOTIMIA, DEPRESI
 Bipolar I (Gangguan bipolar episode kini manik)
 Minimal satu episode manik, baik dengan maupun tanpa
episode depresi mayor
 Tata laksana: lithium
 Bipolar II (Gangguan bipolar episode kini depresi)
 Minimal satu episode hipomania dan minimal satu episode
depresi mayor, tidak boleh ada episode mania
 Tata laksana: lithium + antidepresan
 Siklotimia
 Beberapa episode hipomania dan beberapa episode depresi
minor dalam 2 tahun terakhir
 Tata laksana: lithium + quetiapine
 Beda depresi mayor dan minor?
 Pada depresi mayor, aktivitas dan fungsi sehari-hari
sangat terganggu
SKIZOAFEKTIF
 Suatu hendaya berat terhadap proses pikir
sesorang, ditandai adanya :
 halusinasi,
 waham,
 Penarikan diri dari kehidupan sosial.
 Gangguan mood, baik mania maupun depresi.
 Onset >4 minggu

Therapi : Antipsikotik + anti mania (episode mania)+


antidepresan (episode depresi)
GANGGUAN MENTAL ORGANIK
 Gangguan mental organik: gangguan mental
yang berkaitan dengan penyakit/gangguan
sistemik atau otak yang dapat didiagnosis
tersendiri.
 Gambaran utama:
 Gangguan fungsi kognitif: daya ingat, daya pikir,
daya belajar
 Gangguan sensorium: kesadaran & perhatian
 Sindrom dengan manifestasi yang menonjol dalam
bidang: persepsi (halusinasi), isi pikir (waham),
suasana perasaan.

PPDGJ
GEJALA PSIKOTIK
No Symptom Keterangan
1. Derealisasi suatu perasaan subjektif bahwa lingkungan
adalah aneh atau tidak nyata; suatu perasaan
tentang perubahan realistik.
2. Depersonalisasi suatu perasaan subjektif merasa tidak nyata,
aneh atau tidak mengenali diri sendiri.
3. Inkoherensi Pembicaraan membingungkan karena
melompat dari 1 topik ke topik lainnya.
4. Delusi elusi atau Waham adalah suatu keyakinan yang
dipegang secara kuat namun tidak akurat, yang
terus ada walaupun bukti menunjukkan hal
tersebut tidak benar
5. Halusinasi Halusinasi adalah terjadinya persepsi dalam
kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata
terhadap indera.
UKMPPD FKUNMAL BATCH 4 2017
JENIS WAHAM
WAHAM CIRI
KEBESARAN/GRANDI keyakinan atau kepercayaan, biasanya psikotik sifatnya,
OSITY bahwa dirinya adalah orang yang sangat kuat, sangat
berkuasa atau sangat besar.
BIZARRE Keyakinan yang mustahil, aneh tidak dapat dimegerti

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


bukan berasal dari pengalama hidup.
NON- BIZZARE Keyakinan yang salah dan gigih dipertahankan , tapi
dapat diterima pada budaya tertentu.
KENDALI keyakinan yang keliru bahwa keinginan, pikiran, atau
perasaannya dikendalikan oleh kekuatan dari luar.
Termasuk di dalamnya: thought of withdrawal, thought
of broadcasting, thought of insertion.
EROTOMANIA keyakinan yang keliru, biasanya pada wanita, merasa
yakin bahwa seseorang sangat mencintainya
NIHILISTIK perasaan yang keliru bahwa diri dan lingkungannya atau
dunia tidak ada atau menuju kiamat.
KEJAR/PERSECUTOR mengira bahwa dirinya adalah korban dari usaha untuk
Y melukainya, atau yang mendorong agar dia gagal dalam
tindakannya.
SKIZOFRENIA – GEJALA KLINIS,
DIAGNOSIS
 Gejala positif  Diagnosis (PPDGJ)
 Halusinasi: auditori, (harus ada 1 gejala
visual, somatik, berikut, >1 bulan)
olfaktori, gustatori a. Tought echo: thought
 Delusi: bizarre, non- insertion, thought
bizarre withdrawal, thought
 Disorganisasi: broadcasting
tangensial, b. Delusion of
sirkumstansial, control/influence/passi
derailment, neologisme, vity/perception
word salad, flight of idea c. Halusinasi auditorik
 Gejala Negatif d. Waham
 Affective symptoms,
 Cognitive dysfunction
SKIZOFRENIA – PATOGENESIS (TEORI
DOPAMIN)
 Jaras dopamin di otak  Skizofrenia terjadi karena
 Jaras mesolimbik- ketidakseimbangan
mesokortikal  aktivitas dopamin di otak
berhubungan dengan  Gejala + karena ↑
tingkah laku aktivitas dopamin di jaras
 Jaras nigrostriatal  mesolimbik
koordinasi gerakan sadar  Gejala - karena ↓
 Jaras tuberonfundibular aktivitas dopamin di jaras
 menghambat sekresi mesokortikal
prolaktin
 Jaras medullary
periventrikular 
berhubungan dengan
kebiasaan makan
 Jaras incertohypotalamic
 belum diketahui
fungsinya
JENIS SKIZOFRENIA (DSM IV)
DIAGNOSA CIRI
Skizofrenia Gangguan isi pikir, waham, halusinasi, minimal
1 bulan
Psikotik akut Gejala psikotik < 4 minggu
Skizofrenia Paranoid Skizofrenia dengan waham kendali, kejar,

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


kebesaran, Thought of echo
Skizofrenia Hebefrenik 15-25 tahun, afek tidak wajar, perilaku tidak
dapat diramalkan, senyum sendiri
Skizofrenia Simpleks Gejala negatif yang khas skizofrenia (apatis,
bicara jarang, afek tumpul/tidak wajar) tanpa
didahului halusinasi/waham/gejala psikotik lain.
Disertai perubahan perilaku pribadi yang
bermakna (tidak berbuat sesuatu, tanpa tujuan
hidup, penarikan diri).
Skizofrenia Katatonik stupor, rigid, gaduh, fleksibilitas cerea
Skizofrenia Residual Gejala negatif menonjol, ada riwayat psikotik di
masa lalu yang memenuhi skizofrenia
Skizofrenia tak terinci Tidak khas ada hany 1 jenis skizofrenia
ANTIPSIKOTIK

 Antipsikotik typical, contoh: HALOPERIDOL 2-

UKMPPD FKUNMAL BATCH 4 2017


3x 0.5-5 mg, chlorpromazin (efektif u/ gejala
positif saja)

 Antipsikotik atypical, contoh: RISPERIDONE 2-4


mg/hari, clozapin (efektif u/ gejala negatif dan
positif skizofrenia)
EFEK SAMPING OBAT ANTIPSIKOTIK

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


TATALAKSANA ESO ANTIPSIKOTIK

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


NEUROLEPTIC MALIGNANT
SYNDROME

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
TATALAKSANA NMS
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
TATALAKSANA DEFINITIF NMS
Gangguan cemas Ansietas berlebih terus menerus disertai ketegangan motorik
menyeluruh (gemetar, sulit berdiam diri, dan sakit kepala), hiperaktivitas
otonomik (sesak napas, berkeringat, palpitasi, & gangguan
gastrointestinal), kewaspadaan mental (iritabilita). Penyebab tidak
jelas. Pasien memiliki rasa khawatir pada sesuatu yang tidak
beralasan.

Gangguan panik Serangan ansietas yang intens & akut disertai perasaan akan datangnya
kejadian menakutkan. Tanda utama: serangan panik yang tidak diduga
tanpa adanya stimulus.

Fobia Rasa takut yang kuat dan persisten terhadap suatu objek atau situasi,
antara lain: hewan, bencana, ketinggian, penyakit, cedera, dan kematian.

Terapi Cemas menyeluruh : SSRI


Terapi Panic Attack : Diazepam (akut),
SSRI (kontroler)
POST TRAUMA STRESS DISORDER
 Gejala cemas akibat suatu kejadian traumatik
(Flashback)
 gejala berlangsung >1 bulan

 Bila gejala < 1 bulan : Stress akut

 Tata laksana gangguan stres pasca trauma dan


reaksi stres akut
 Nonfarmakologis: cognitive behavioral therapy (CBT)
dan eye movement desensitization therapy (EMDR)
 Farmakologis: SSRI
GANGGUAN PENYESUAIAN
 Ada stressor yang jelas
 Akibat perubahan kondisi / adaptasi (misal :
pindah kantor, baru naik jabatan)

 Tata laksana: psikoterapi, benzodiazepine,


antidepresan
ANSIETAS FOBIK
 Agorafobia
 Kecemasan timbul ketika berada di tempat atau situasi di mana
meyelamatkan diri sulit dilakukan (atau memalukan) atau tidak
tersedia pertolongan pada saat terjadi serangan panik.
 Situasi tersebut mencakup berada di luar rumah seorang diri, di
keramaian, atau bepergian dengan bus, kereta, atau mobil.

 Fobia Sosial
 Rasa takut yang berlebihan akan dipermalukan atau melakukan
hal yang memalukan pada berbagai situasi sosial, seperti bicara
di depan umum, berkemih di toilet umum, atau makan di tempat
umum.

 Fobia Khas
 Rasa takut yang kuat dan persisten terhadap suatu objek atau
situasi, antara lain: hewan, bencana, ketinggian, penyakit,
cedera, dan kematian.

PPDGJ
ANSIETAS
 Acrophobia fear of heights
 Agoraphobia fear of open places
 Ailurophobia fear of cats
 Hydrophobia fear of water
 Claustrophobia fear of closed spaces
 Cynophobia fear of dogs
 Mysophobia fear of dirt and germs
 Pyrophobia fear of fire
 Xenophobia fear of strangers

 Tatalaksana : Terapi Desensitisasi

Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry


OBSESI COMPULSIVE DISORDER
DIAGNOSIS:
 Pikiran obsesi

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


 perilaku kompulsi (cuci tangan, mandi berulang-
ulang),
 keraguan patologis,

 pikiran atau dorongan yang mendesak berulang-


ulang
TATALAKSANA:
 1ST line : SSRI

 Modifikasi lingkungan
UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017
GANGGUAN SOMATOFORM

Diagnosis Karakteristik
Gangguan somatisasi Banyak keluhan fisik (4 tempat nyeri, 2 GI tract, 1
seksual, 1 pseudoneurologis).
Hipokondriasis Keyakinan ada penyakit fisik.

Disfungsi otonomik Bangkitan otonomik: palpitasi, berkeringat,


somatoform tremor, flushing.

Nyeri somatoform Nyeri menetap yang tidak terjelaskan.

PPDGJ
Diagnosa Ciri
Hipokondrias Pasien yakin mengidap 1 penyakit tertentu-biasanya
is penyakit berat. Ex. Kanker, jantung koroner, atau
diagnosis lain yang bisa didapatkan dari situs pencarian
online
g. Konversi Manifestasi defisit neurologis saat ada dibawah tekanan

UKMPPD FKUNMAL BATCH 3 2017


psikologis (ex. Tentara yang tangannya mendadak lumpuh
di tengah baku tembak)
g. somatisasi Gejala yang dirasakan terus menerus tanpa ada penyakit
yang mendasari. Melibatkan lebih dari 3 sist organ.
g. disosiatif Pemisahan diri pasien dengan identitasnya. (ex.
Transdisosiasi (kesurupan), Fugue disosiatif (melakukan
perjalanan jauh dan melmbuat identitas baru), Amnesia
disosiatif (melupakan identitas)
Malingering Secara sengaja berpura-pura sakit untuk mendapat
keuntungan tertentu . Bukan gangguan kejiwaan.
Factitious Impuls untuk berpura-pura sakit walaupun tidak ada
disorder/ keuntungan (selain mendapat perhatian keluarga dan
Munchausen’ tenaga medis). Merupakan gangguan kejiwaan
s
SLEEP DISORDER
 DSM-IV-TR divides primary sleep disorders into:
 Dyssomnias: disorders of quantity or timing of sleep
 Insomnia
 Hypersomnia

 Parasomnias: abnormal behaviors during sleep or the


transition between sleep and wakefulness.
 Sleep walking , night terror, nightmare

Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry


SLEEP DISORDER
 Insomnia is difficulty initiating or maintaining sleep.
It is the most common sleep complaint and may be
transient or persistent.
 Primary insomnia is commonly treated with
benzodiazepines.

Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry


INSOMNIA
 According to severity: • According to form
 Mild: almost every night, of presentation:
minimum impairment of
quality of life (QoL) – Sleep onset/early
 Moderate: every night,
insomnia (difficulty
moderate impairment falling asleep)
QoL with symptoms – Sleep
(irritability, anxiety, maintenance/middle
fatigue) insomnia (waking
 Severe: every night, frequently)
moderate impairment – End of sleep/late
QoL with more severe
symptoms of irritability,
insomnia (waking
anxiety, fatigue too early)
INSOMNIA
 Parasomnia: istilah umum untuk semua gangguan
saat tidur
 Early insomnia: susah memulai tidur.
 Middle insomnia: mudah terbangun di malam hari
(berkali-kali) saat tidur
 Late insomnia: biasanya tidak sulit tidur, tp akan
terbangun dini hari (lama tidur <6,5 jam)
 Somnabulisme: berjalan dalam tidur
 Nightmare : mimpi buruk tanpa diikuti gerakan
motorik. Pasien masih mampus mengingat mimpi
 Night terror : mimpi buruk diikuti gerakan motorik,
pasien bisa terbangun saat tidur dan takut untuk
tidur kembali. Tidak bisa mengingat mimpi
 Hipersomnia :
mengantuk yang berlebihan meskipun
kuantitas tidur sudah cukup
 Narkolepsi :

Tertidur secara mendadak tanpa kantuk


NO GANGGUAN KETERANGAN

1. EROTOMANIA Waham bahwa dirinya dicintai oleh seseorang


(umumnya tokoh idola)

2. PYROMANIA Memiliki impuls untuk membakar benda-benda


disekitarnya tanpa alasan yang dapat diterima
akal.

3. TRIKOTILOMAN Memiliki impuls untuk mencabut rambut.


IA

4. KLEPTOMANIA Memiliki impuls untuk mencuri

5. PICA Memiliki impuls untuk memakan material yang


bukan makanan tanpa sebab jelas (ex. Memakan
batu, bata, pasir)
GANGGUAN KEPRIBADIAN
Gangguan kepribadian kluster A  Histrionik: emosi berlebihan,
 Paranoid: sangat curiga terhadap mencari perhatian, seduktif
orang lain berlebihan
 Schizoid: tidak tertarik dengan  Narsisistik: preokupasi dengan citra
hubungan sosial, lebih senang diri, merasa diri paling hebat,
menyendiri, tertutup, emosi dingin, merendahkan orang lain
tidak peduli
 Skizotipal : menyukai hal-hal aneh Gangguan kepribadian kluster C
 Avoidant: menghindari hubungan
Gangguan kepribadian kluster B sosial karena takut tidak diterima
 Antisosial: tidak peduli, bahkan  Dependen: bergantung pada orang
cenderung melanggar hak-hak lain untuk kebutuhan fisik dan emosi
orang lain mereka
 Borderline: impulsivitas dan  Obsesif-kompulsif:/ anankastik :
instabilitas dalam hal afek, terpaku pada keteraturan dan
hubungan sosial, dan pandangan kesempurnaan
terhadap diri sendiri (labil)
GANGGUAN SEKSUAL
 Transvestisme  Mendapatkan kepuasan seksual
dengan menggunakan pakaian jenis kelamin
lawannya
 Gangguan identitas kelamin  bila seorang laki-
laki ingin menjadi perempuan atau sebaliknya
 Gangguan preferensi seksual  istilah umum
untuk ketertarikan seksual terhadap hal-hal yang
sesungguhnya tidak memiliki nilai seksual
 Fetishisme  gairah seksual dipicu oleh benda
tertentu
 Autoginefilia  kepuasan seksual didapat saat
membayangkan diri menjadi lawan jenis
GANGGUAN SEKSUAL
 Ekshibisionisme  kepuasan seksual dengan
memperlihatkan alat kelamin
 Sadisme  kepuasaan seksual dengan menyiksa
pasangan secara fisik atau mental
 Masokisme  kepuasaan seksual dengan disiksa
secara fisik atau mental
 Troilism  kepuasan seksual dengan melihat
pasangannya melakukan hubungan seksual dengan
orang lain
 Voyeurisme  kepuasan seksual dengan
mengintip, tanpa keinginan melakukan hubungan
seksual
 Froteurisme  kepuasan seksual dengan
menggesekkan kelamin
SEXUAL DYSFUNCTION
 Sexual desire disorders
 Hypoactive Sexual Desire Disorder (HSDD);
 Persistently or recurrently deficient (or absent) sexual
fantasies and desire for sexual activity
 Sexual Aversion Disorder (SAD)
 Persistent or recurrent extreme aversion to, and
avoidance of, all (or almost all) genital sexual contact
with a sexual partner.
 Sexual arousal disorders
 Female Sexual Arousal Disorder (FSAD)
 Persistent or recurrent inability to attain, or to maintain
until completion of the sexual activity, an adequate
lubrication-swelling response of sexual excitement.
 Male Erectile Disorder
 Persistent or recurrent inability to attain, or to maintain
until completion of the sexual activity, an adequate
erection.

Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry


SEXUAL DYSFUNCTION
 Orgasmic disorders
 Female Orgasmic Disorder (Inhibited Female Orgasm)
 Male Orgasmic Disorder (Inhibited Male Orgasm):
sometimes called inhibited orgasm or retarded ejaculation, a man
achieves ejaculation during coitus with great difficulty
 Premature Ejaculation
 Sexual pain disorders
 Dyspareunia: recurrent or persistent genital pain associated with
sexual intercourse.
 Vaginismus: involuntary muscle constriction of the outer third of
the vagina that interferes with penile insertion and intercourse.
 Sexual dysfunction due to general medical condition
 Substance-Induced Sexual Dysfunction
 With impaired desire/With impaired arousal/With impaired
orgasm/With sexual pain/With onset during intoxication

Kaplan & Sadock synopsis of psychiatry


GANGGUAN MAKAN

Diagnosis Karakteristik
Bulimia Kriteria diagnosis harus memenuhi ketiga hal ini:
nervosa 1. Preokupasi menetap untuk makan
2. Pasien melawan efek kegemukan (merangsang
muntah, pencahar, puasa, obat-obatan penekan nafsu
makan)
3. Rasa takut yang berlebihan akan kegemukan &
mengatur beratnya di bawah berat badan yang sehat.
Anoreksia Kriteria diagnosis harus memenuhi semua hal ini:
nervosa 1. Berat badan dipertahankan < 15% di bawah normal
2. Ada usaha mengurangi berat (muntah, pencahar,
olahraga, obat penekan nafsu makan)
3. Terdapat distorsi body image
4. Adanya gangguan endokrin yang meluas (amenorea,
peningkatan GH, kortisol.
5. Jika terjadi pada masa prepubertas, maka pubertas
dapat tertunda.
KLASIFIKASI RETARDASI MENTL (DSM
IV-TR)
Retardasi Mental Berat Sekali
IQ dibawah 20 atau 25. Sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang
terkena retardasi mental.
Sudah tampak sejak anak lahir, biasanya tidak dapat belajar
berjalan, berbicara atau memahami.

Retardasi Mental Berat


IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Sebanyak 4 % dari orang yang
terkena retardasi mental.

Retardasi Mental Sedang


IQ sekitar 35-40 sampai 50-55. Sekitar 10 % dari orang yang
terkena retardasi mental.

Retardasi Mental Ringan


IQ sekitar 50-55 sampai 70. Sekitar 85 % dari orang yang
terkena retardasi mental.
UKMPPD FKUNMAL BATCH 4 2017
KRITERIA DIAGNOSIS AUTISME
(PPDGJ)
1. Abnormalitas perkembangan sdh terlihat usia
< 3 thn (min 1)
- Kemampuan BAHASA reseptif & ekspresif dlm
kom sosial
- Perkembangan kelekatan sosial selektif
- Kemampuan gunakan mainan sesuai
fungsi/main pura2
2. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial
3. Abnormalitas secara kualitatif dalam
komunikasi
4. Perilaku berulang (sterotipi) serta minat yg
terbatas
SUBSTANCES-RELATED DISORDERS (1)
Alcohol & CNS Depressant Psychostimulants: Cocaine & Amphetamines

Intoxication Witdrawal Intoxication Witdrawal

• Disinhibition (eg, • Anxiety or • Stimulation (euphoria, • Depression


inappropriate sexual or psychomotor agitation hypervigilance, (dysphoria)
aggressive behavior, • Tremor anxiety, tension, • Psychomotor
impaired judgment, • Craving anger, impaired retardation
mood lability) • Autonomic judgment) • Fatigue (increased
• Somnolence, stupor, hyperactivity (eg, • Psychomotor agitation need for sleep)
or coma tachycardia, (stereotyped • Increased appetite
• Impaired attention or hypertension, behaviors, • Craving
memory Slurred sweating, dyskinesias,
speech hyperthermia, dystonias)
• Incoordination arrhythmia) • Energy (decreased
• Unsteady gait • Insomnia need for sleep)
• Nystagmus • Sensory distortions or • Anorexia (nausea or
hallucinations (eg, vomiting, weight loss)
transient visual, tactile, • Autonomic arousal
or auditory) (tachycardia,
• Nausea or vomiting hypertension, pupillary
• Seizures dilation, perspiration or
• Delirium chills)
• Chest pain, cardiac
arrhythmias,
respiratory depression
• Confusion
SUBSTANCES-RELATED DISORDERS (2)

Opioid Cannabis

Intoxication Witdrawal Intoxication Witdrawal


• Activation or "rush" • Depressed mood and • Euphoria, drowsiness, None
(early or with low anxiety or sedation
dosages) and • Dysphoria • Sensation of slowed
sedation/apathy or • Craving time
"nod" (late or with high • Piloerection ("goose • Auditory or visual
dosages) flesh") distortions,
• Euphoria or dysphoria • Lacrimation or dissociation
• Feelings of warmth, rhinorrhea • Impaired judgment,
facial flushing, or • Hyperalgia, joint and motor coordination,
itching muscle aches attention, or memory
• Impaired judgment, • Diarrhea and • Slowed reaction time
attention, or memory gastrointestinal • Conjunctival injection
• Analgesia cramping, nausea, or • Tachycardia
• Constipation vomiting • Increased appetite
• Pupillary constriction • Pupillary dilation and • Anxiety, acute panic
• Drowsiness photophobia reactions, paranoia,
• Respiratory • Insomnia illusions, or agitation
depression, areflexia, • Autonomic
hypotension, hyperactivity (eg,
tachycardia tachypnea,
• Apnea, cyanosis, hyperreflexia,
coma tachycardia,
hypertension,
sweating,
hyperthermia)
• Yawning
SUBSTANCES-RELATED DISORDERS (3)
Hallucinogen

Intoxication Witdrawal

• Marked anxiety or None


depression
• Perceptual changes
(eg, intense
perceptions,
depersonalization,
derealization, illusions,
hallucinations,
synesthesias)
• Thought disorders (eg,
ideas of reference,
paranoia, impaired
reality testing)
• Impaired judgment
• Autonomic arousal
(eg, pupillary dilation,
tachycardia, sweating,
palpitations, blurring of
vision, tremors,
incoordination)
INTOKSIKASI

 Alkohol
 Somnolen, Perilaku agresif, bicara meracau, gangguan memori,
gangguan keseimbangan, buta mendadak nistagmus
 Therapy : Etanol.
 Cannabis/marijuana
 Mata merah, sensasi slow motion, nafsu makan bertambah,
halusinasi dan ilusi, paranoid
 Therapy : Benzodiazepin
 Opioid
 Euforia, depresi napas, badan hangat, facial flush Analgesia
Konstipasi, pupil miosis (pin point pupil), hipotensi, takikardi,
analgesi.
 Therapi : Nalokson
 Stimulant (amphetamin dan coccaine)
 Euforia, kelebihan energi, anger, tachycardia, hipertensi, dilatasi
pupil,
 Therapy : Benzodiazepin.
SUBSTANCES-RELATED DISORDERS -
TATALAKSANA
WITHDRAWAL
 Alcohol withdrawal syndrome
 Gejala: cemas, tremor, insomnia, keringat dingin,
disorientasi, kejang
 Tata laksana: benzodiazepine, thiamin
 Sedative-hypnotic withdrawal syndrome
 Gejala: mirip alcohol withdrawal
 Tata laksana: penurunan dosis perlahan
 Opioid withdrawal
 Gejala: mirip flu berat, nyeri sendi, tidak ada penurunan
kesadaran
 Tata laksana: metadon atau buprenorfin
 Stimulant withdrawal
 Gejala: depresi, hipersomnia, lapar, retardasi psikomotor
 Tatalaksana : jarang dibutuhkan, anti anxietas