Anda di halaman 1dari 8

STRUKTUR MOLEKUL

1. Teori Domain Elektron


Struktur molekul merupakan gambaran tentang susunan atom-atom dalam molekul.
Teori domain pasangan electron memberikan gambaran struktur molekul
berdasarkan susunan ruang pasangan electron disekitar atom pusat baik pasangan
electron ikatan maupun pasangan electron bebas.
Menurut teori domain pasangan electron:
• Setiap pasangan elektorn pada kulit terluar menempati ruang tertentu yang
disebut domain.
• Ikatan rangkap menempati satu domain, karena pasangan elektorn pada ikatan
rangkap berada pada daerah atau ruang yang sama diantara dua atom yang
berikatan
• Pasangan electron bebas dan pasangan electron ikatan rangkap menempati
ruang lebih besar dibandingkan ruang yang ditempati pasangan electron ikatan
tunggal
• Setiap pasangan electron saling tolak menplak satu sama lain dengan urutan
kekuatan tolakan: PEB-PEB > PEI-PEB > PEI-PEI.
• Setiap domain pasangan electron mengambil tempat sedemikian rupa sehingga
tolakkan diantara pasangan electron sekecil mungkin
• Bentuk molekul ditentukan oleh pasangan electron ikatan.
Contoh struktur molekul menurut tinjauan teori
domain pasangan electron:

Molekul PEB PEI Struktur Molekul

2 2 Planar bentuk V
H2O

Linier
XeF2 2 3
Molekul PEB PEI Struktur Molekul

NH3 1 3
Piramida Segitiga

IF3 2 3 Planar Bentuk T

CH4 0 4 Tetrahedron
Molekul PEB PEI Struktur Molekul

SF4 1 4
Bidang Empat

XeF4
2 4 Segiempat Planar

PCl5 0 5 Bipiramida
Trigonal
Molekul PEB PEI Struktur Molekul

IF5 1 5
Segiempat Piramida

SF6
0 6 Oktahedral
B. Konsep Hibridisasi

Secara lebih tepat struktur molekul di tentukan berdasarkan konsep hibridisasi.


Hibridisadi di ajukan, di antaranya untuk menjelaskan fakta pembentukan ikatan pada molekul CH4.
Atom 6C dengan konfigurasi :
↑↓ ↑↓ ↑ ↑
1𝑠 2𝑠 2𝑝𝑥 2𝑝𝑦 2𝑝𝑧
Seharusnya hanya bisa membentuk 2 ikatan kovalen tetapi faktanya atom 6C dapat
membentuk ikatan kovalen dengan atom H dan kekuatan semua ikatan C-H tersebut adalah sama.
Oleh karena itu, di ajukan bahwa salah satu elektron dari orbital 2s melakukan promosi atau eksitasi ke
orbital 2p sehingga konfigurasinya menjadi :
↑↓ ↑ ↑ ↑ ↑
1𝑠 2𝑠 2𝑝𝑥 2𝑝𝑦 2𝑝𝑧
Dengan konfigurasi seperti di atas, atom C memang dapat membentuk 4 ikatan kovalen
tetapi kekuatannya akan berbeda karena energi elektron di orbital p > orbital s.
Oleh karena itu harus terjadi pencampuran orbital s dan p hingga di hasilkan orbital-orbital berbeda
tingkat energy dalam suatu atom untuk menghasilkan sejumlah orbital dengan tingkat energi sama.
Inilah yang dinamakan hibridisasi.
beberapa ketentuan terkait hibridisasi, yaitu :
1. Hanya orbital-orbital yang memiliki tingkat energy tinggi berkedatan yang dapat
bercampur menghasilkan orbital hybrid yang baik.
2. Jumlah orbital hybrid yang di hasilkan sama dengan banyaknya orbital yang bercampur
3. Orbital hibrid diberi lambing atau symbol sesuai dengan jenis dan jumlah orbital yang
bercampur.
Contoh : Orbital hibrid sp berjumlah 2 sebagai hasil hibridisasi 1 orbital s dengan 1 orbital p.
4. Orbital hibrid memiliki tingkat energi diantara tingkat energi orbital-orbital yang atom yang
bercampur. Urutan tingkat energi orbital hibrid : sp <sp2< sp3 < dsp2< d2sp3
5. Dalam hibridisasi yang bercampur adalah sejumlah orbital bukan sejumlah elektron
Tabel Tipe orbital hibrid, jumlah orbital hibrid dan orientasi orbital hibrid contoh senyawa
yang atom pusat melakukan tipe hibridisasi yang sesuai.

No Tipe Orbital hibrid Jumlah orbital hibrid Orientasi orbital hibrid Contoh senyawanya

1 sp 2 Linear BeCl2

2 sp2 3 Segitiga samasisi BF3

3 sp3 4 Tetrahedral CH4,NH3, H2O

4 dsp2 4 Segi empat planar K2[Ni(CN)]

5 dsp3 ( dxy-y2 ) 5 Segi empat pirammida PF5, IF3

6 dsp3 (dz2) 5 Trigonal bipiramida PCl5. IF3

7 d2sp3 6 Oktahedral SF6