Anda di halaman 1dari 31

AUDITING

STANDAR AUDIT 402


STANDAR AUDIT 450
STANDAR AUDIT 500
Oktavia Dwi Nur D. N. 12030118220017
Ayu Siti Wahyuningsih 12030118220028
Budiman 12030118220030
Sigit Setiyanto 12030118220031
STANDAR AUDIT 402
PERTIMBANGAN AUDIT TERKAIT
DENGAN ENTITAS YANG
MENGGUNAKAN SUATU ORGANISASI
JASA
RUANG LINGKUP
SA 402 mengatur tentang Jasa yang diberikan oleh organisasi
tanggung jawab auditor jasa akan relevan pada audit apabila
pengguna untuk memperoleh relevan terhadap pelaporan keuangan
bukti audit yang cukup dan jika jasa tersebut berdampak terhadap
tepat ketika suatu entitas salah satu diantara berikut:
pengguna memanfaatkan jasa
dari satu atau lebih organisasi • Golongan transaksi dalam entitas
jasa pemakai
• Prosedur dalam IT maupun sistem
manual
• Catatan akuntansi yang terkait
• Sistem informasi entitas pemakai
• Proses pelaporan keuangan
• Pengendalian terhadap entri jurnal
Penerapan SA ini dianjurkan untuk entitas selain
emiten dan berlaku efektif pada tanggal 1 Januari
2013 (Emiten) atau 1 Januari 2014 (Entitas Selain
Emiten)

TUJUAN
• Untuk memperoleh pemahaman tentang sifat dan signifikansi jasa
yang disediakan oleh organisasi jasa dan dampaknya terhadap
pengendalian internal entitas pemakai yang relevan dengan audit
yang cukup untuk mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan
penyajian material
• Untuk merancang dan melaksanakan prosedur audit sebagai respons
terhadap risiko tersebut
PEMAHAMAN TENTANG JASA YANG
DISEDIAKAN OLEH ORGANISASI JASA TERMASUK
PENGENDALIAN

Auditor pengguna harus memperoleh pemahaman tentang bagaimana entitas memanfaatkan jasa organisasi jasa
dalam kegiatan operasi entitas termasuk:

Sifat jasa, signifikansi jasa bagi Sifat dan materialitas transaksi


01 entitas pengguna dan dampak
02 yang diproses atau akun-akun
terhadap pengendalian internal keuangan yang dipengaruhi
oleh organisasi jasa

Interaksi antara aktivitas Sifat hubungan antara entitas


03 organisasi jasa dan aktivitas
04 pengguna dan organisasi jasa
entitas pengguna
Mendapatkan pemahaman pengendalian internal

Auditor mengevaluasi rancangan dan implementasi pengendalian entitas pengguna yang berkaitan
dengan jasa yang diberikan oleh organisasi jasa termasuk pengendalian

Jika auditor pengguna tidak mampu memperoleh pemahaman yang cukup dari entitas, auditor harus
memperoleh pemahaman dari satu atau beberapa prosedur audit

Menghubungi
Memperoleh laporan organisasi jasa untuk Mengunjungi organisasi Menggunakan auditor
tipe 1 atau tipe 2 memperoleh informasi jasa lain
spesifik
Respons Terhadap Risiko Yang Telah Dinilai Atas Kesalahan
Penyajian Material Laporan Tipe 1 dan Tipe 2 Yang Tidak
Memasukkan Jasa Organisasi Subjasa

Dalam merespons risiko yang telah dinilai berdasarkan SA 330, auditor harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

Menentukan apakah kecukupan Melaksanakan prosedur audit


01 dan ketepatan bukti audit tentang
02 lebih lanjut untuk memperoleh
asersi laporan keuangan yang bukti audit yang cukup dan
relevan dari catatan yang ada di tepat atau menggunakan
tangan entitas pengguna, dan auditor lain untuk melaksanakan
jika tidak prosedur tersebut
Jika penilaian risiko atas pengendalian organisasi jasa telah beroperasi
secara efektif, auditor harus memperoleh bukti audit mengenai
efektivitas operasi pengendalian dari satu atau beberapa prosedur
berikut:
Pengujian Pengendalian
• Memperoleh laporan tipe 2, jika tersedia,
• Melaksanakan pengujian pegendalian yang tepat di organisasi jasa
• Menggunakan auditor lain untuk melaksanakan pengujian
pengendalian

Auditor menetukan apakah penyediaan bukti audit telah cukup dan


tepat tentang efektivitas pengendalian untuk mendukung penilaian risiko
auditor dengan :
• Mengevaluasi deskripsi, rancangan dan efektivitas operasi
pengendalian pada suatu periode Penggunaan Laporan Tipe 2
• Menentukan pengendalian pelengkap entitas yang diidentfikasi Sebagai Bukti Audit Bahwa
• relevan dengan entitas pengguna dan memperoleh pemahaman Pengendalian Di Organisasi
rancangan, implementasi dan menguji efektivitas pengendalian
• Mengevaluasi kecukupan periode waktu pengujian dan waktu
Jasa Beroperasi Secara
pelaksanaan pengujian pengendalian Efektif
KECURANGAN, KETIDAKPATUHAN TERHADAP PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN DAN KESALAHAN PENYAJIAN
YANG TIDAK DIKOREKSI BERKAITAN DENGAN AKTIVITAS
DI ORGANISASI JASA

Auditor meminta keterangan manajemen entitas apakah organisasi jasa telah melaporkan kepada
entitas atau apakah entitas menyadari adanya kecurangan, ketidakpatuhan peraturan perundang-
undangan atau kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi yang mempengaruhi laporan keuangan

Auditor mengevaluasi bagaimana hal-hal tersebut memengaruhi sifat, saat dan luas prosedur audit
lebih lanjut termasuk dampak terhadap kesimpulan dan laporan auditor pengguna
Pelaporan Auditor
Auditor harus memodifikasi opini berdasarkan SA 705 “Modifikasi
Terhadap Opini Dalam Laporan Auditor Independen” jika auditor
1 tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat tentang
jasa yang diberikan

Auditor pengguna tidak boleh mengacu ke pekerjaan auditor jasa


dalam laporan auditor pengguna yang berisi opini tanpa
2 modifikasian kecuali jika diwajibkan oleh peraturan
perundang-udangan.

Jika pengacuan tersebut diwajibkan oleh peraturan perundang-


undangan, laporan auditor pengguna harus menujukkan bahwa
3 pengacuan tersebut tidak mengurangi tanggung jawab auditor t
erhadap opini audit.
STANDAR AUDIT 450
PENGEVALUASIAN ATAS KESALAHAN
PENYAJIAN YANG DIIDENTIFIKASI
SELAMA AUDIT
RUANG LINGKUP

SA 450 berkaitan dengan tanggung jawab auditor


untuk mengevaluasi dampak kesalahan penyajian yang
diidentifikasi dalam audit dan kesalahan penyajian
yang tidak dikoreksi terhadap laporan keuangan
SA ini berlaku efektif untuk audit atas laporan
keuangan untuk periode yang dimulai pada atau
setelah tanggal 1 Januari 2013 (untuk Emiten) atau 1
Januari 2014 (untuk entitas selain Emiten), penerapan
dini dianjurkan untuk entitas selain Emiten

TUJUAN

• Untuk mengevaluasi dampak kesalahan penyajian yang diidentifikasi


atas audit

• Untuk mengevaluasi dampak kesalahan penyajian yang tidak


dikoreksi, jika ada, terhadap laporan keuangan
DEFINISI
Kesalahan Penyajian Yang Tidak
Kesalahan Penyajian
Dikoreksi
• Suatu perbedaan antara jumlah, • Kesalahan penyajian yang telah
klasifikasi, penyajian atau dikumpulkan oleh auditor selama
pengungkapan suatu unsur audit dan belum dikoreksi
laporan keuangan yang dilaporkan
dengan jumlah, klasifikasi,
penyajian, atau pengungkapan
yang diisyaratkan agar penyajian
unsur tersebut sesuai dengan
kerangka pelaporan keuangan
yang berlaku
KETENTUAN BESERTA MATERI PENERAPAN SA 450

A. Pengumpulan Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi


B. Pertimbangan atas Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi Selama Audit Berlangsung
C. Komunikasi dan Koreksi atas Kesalahan Penyajian
D. Representasi Tertulis
E. Dokumentasi
PENGUMPULAN KESALAHAN PENYAJIAN YANG
DI IDENTIFIKASI

Auditor harus mengumpulkan kesalahan penyajian yang diidentifikasi selama audit selain kesalahan
penyajian yang secara jelas tidak penting. Kesalahan penyajian dapat merupakan hasil dari :

1. Suatu ketidakakuratan dalam pengumpulan atau pengolahan data yang digunakan untuk
menyusun laporan keuangan
2. Suatu penghilangan jumlah atau pengungkapan
3. Suatu estimasi akuntansi yang tidak tepat yang timbul dari kealpaan, atau penafsiran suatu
fakta yang secara jelas salah, dan Pertimbangan manajemen tentang estimasi akuntansi yang
3
oleh auditor dipertimbangkan tidak masuk akal atau pemilihan dan penerapan kebijakan
akuntansi yang oleh auditor dipertimbangkan tidak tepat.
PERTIMBANGAN ATAS KESALAHAN PENYAJIAN YANG DI
IDENTIFIKASI SELAMA AUDIT BERLANGSUNG

Auditor harus menentukan apakah strategi audit dan rencana audit secara keseluruhan perlu
direvisi jika:

01 Sifat kesalahan penyajian yang 02 Agregasi kesalahan


diidentifikasi dan keadaan penyajian yang dikumpulkan
keterjadiannya menunjukkan selama audit mendekati
bahwa kesalahan penyajian lain materialitas yang ditentukan
ada, jika diagregrasikan dengan berdasarkan SA 320
kesalahan penyajian yang telah
dikumpulkan selama audit,
dapat menjadi material
KOMUNIKASI DAN KOREKSI ATAS KESALAHAN
PENYAJIAN
• Auditor harus mengkomunikasikan secara tepat waktu semua kesalahan penyajian yang
dikumpulkan selama audit dengan tingkat manajemen yang tepat, kecuali jika dilarang oleh peraturan
perundang-undangan. Auditor harus meminta manajemen untuk mengoreksi kesalahan penyajian
tersebut

• Auditor harus menentukan apakah kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi adalah material, secara
individual atau secara agregasi maka auditor harus mempertimbangkan:
a) Ukuran dan sifat kesalahan penyajian tersebut baik dalam hubungannya dengan golongan
transaksi, saldo akun,atau pengungkapan tertentu dan laporan keuangan secara keseluruhan
dan kondisi tertentu tentang terjadinya kesalahan penyajian tersebut.
a) Dampak kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi yang berkaitan dengan periode lalu atas
golongan transaksi, saldo akun, atau pengungkapan yang relevan, serta laporan keuangan se
cara keseluruhan.
REPRESENTASI TERTULIS

Auditor harus meminta suatu representasi tertulis dari manajemen dan, jika relevan,
pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola apakah mereka yakin bahwa dampak
kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi adalah tidak material, secara individual dan
agregasi, terhadap laporan keuangan secara keseluruhan
DOKUMENTASI

Batas dari jumlah kesalahan penyajian yang dipandang


1 tidak penting

Semua kesalahan penyajian yang diakumulasi selama audit


2 dan apakah kesalahan penyajian tersebut telah dikoreksi

Kesimpulan auditor tentang apakah kesalahan penyajian yang


3 tidak dikoreksi tersebut adalah material, secara individual atau
agregasi, dan dasar kesimpulannya
STANDAR AUDIT 500

BUKTI AUDIT
CONTENT

Bukti Audit Yang Informasi Yang Pemilihan Unsur Inkonsistensi Atas


Cukup Dan Tepat Digunakan Sebagai Untuk Pengujian Ketidakandalan Bukti
Bukti Audit Dalam Memperoleh Audit
Bukti Audit
RUANG LINGKUP

Standar Audit 500 menjelaskan tentang hal yang merupakan


1 bukti audit dan tanggung jawab auditor dalam memperoleh
bukti sebagai basis opini yang di keluarkan

SA ini berlaku untuk semua bukti audit yang diperoleh sel


2 ama pelaksanaan audit
SA ini berlaku efektif untuk audit atas laporan
keuangan untuk periode yang dimulai pada atau
setelah tanggal 1 Januari 2013 (untuk Emiten) atau 1
Januari 2014 (untuk entitas selain Emiten), penerapan
dini dianjurkan untuk entitas selain Emiten

TUJUAN

• Tujuan auditor adalah untuk merancang dan melaksanakan prosedur


audit sedemikian rupa untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan
tepat untuk dapat menarik kesimpulan memadai sebagai basis opini
auditor
BUKTI AUDIT YANG CUKUP DAN TEPAT

Kecukupan bukti audit adalah ukuran kuantitas bukti audit. Kuantitas bukti audit
yang dibutuhkan, dipengaruhi oleh penilaian auditor atas risiko kesalahan penyajian
yang material (makin tinggi risiko maka makin banyak bukti audit yang dibutuhkan,
begitu juga sebaliknya)

Ketepatan merupakan ukuran kualitas bukti audit yang mencakup relevansi


dan keandalan bukti audit yang mendukung auditor untuk merumuskan
opininya. Keandalan bukti audit dipengaruhi oleh sumber dan sifatnya, serta
bergantung pada masing-masing kondisi bukti audit yang diperoleh

Sumber bukti audit:


• Internal perusahaan (catatan akuntansi, notulen rapat, representasi
manajemen)
• Eksternal/sumber independen dari entitas (konfirmasi pihak ketiga,
laporan analis, dan data pembanding)
BUKTI AUDIT YANG CUKUP DAN TEPAT

Bukti audit untuk menarik kesimpulan memadai sebagai basis opini


01 auditor dapat diperoleh dengan melaksanakan:
• Prosedur Penilaian Risiko
• Prosedur Audit Lanjutan (Pengujian Pengendalian dan
Prosedur Substantif)

Prosedur audit
berdasarkan
SA 500 yang dapat
digunakan sebagai
pelaksanaan prosedur,
antara lain:
INFORMASI YANG DIGUNAKAN SEBAGAI
BUKTI AUDIT

Kualitas semua bukti audit dipengaruhi oleh relevansi dan


keandalan basis informasi yang digunakan

Relevansi berkaitan dengan hubungan logis dengan


tujuan prosedur audit dan jika relevan, dengan asersi
yang dipertimbangkan. Relevansi informasi yang
digunakan sebagai bukti audit mungkin dipengaruhi
oleh arah pengujian
INFORMASI YANG DIGUNAKAN SEBAGAI
BUKTI AUDIT
Keandalan informasi yang
digunakan sebagai bukti
audit dipengaruhi oleh • Keandalan bukti audit meningkat ketika bukti audit diperoleh dari
sumber independen luar entitas
sumberbukti tersebut, dan • Bukti audit yang diperoleh secara langung lebih dapat diandalakn
sifatnya serta kondisi saat daripada yang tidak lansgung
bukti tersebut diperoleh, • Bukti audit dalam bentuk dokumen, kertas, data elektronik atau
termasuk pengendalian media lainnya, lebih dapat diandalkan daripada diperoleh secara
lisan
dalam penyusunan dan • Bukti audit yang diperoleh dari dokumen asli lebih dapat diandalkan
pemeliharaan, jika relevan. dibandingkan dengan bukti audit yang diperoleh dari fotokopi atau
Oleh karena itu, generalisasi faksimili atau dokumen yang telah difilmkan, diubah dalam bentuk
digital, atau diubah dalam bentuk elektronik, yang keandalannya
mengenai keandalan bergantung pada pengendalian atas penyusunan dan
berbagai macam bukti audit pemeliharaannya
masih tergantung pada
pengecualian penting
PEMILIHAN UNSUR UNTUK PENGUJIAN DALAM
MEMPEROLEH BUKTI AUDIT

Unsur-Unsur Spesifik
Semua Unsur
Auditor dapat memutuskan A • Unsur-unsur kunci yang
bernilai tinggi
memeriksa seluruh populasi
unsur yang membentuk • Semua unsur yang
suatu golongan transaksi memiliki nilai diatas jumlah
atau saldo akun (atau suatu
strata dalam populasi B tertentu
• Unsur-unsur untuk
tersebut) merupakan memperoleh informasi
metode yang paling cocok • Sampling Audit
Inkonsistensi atau Keraguan atas Ketidakandalan
Bukti Audit

Jika:
• Bukti audit yang diperoleh dari suatu sumber bertentangan dengan bukti audit
yang diperoleh dari sumber lain; atau
• Auditr memiliki keraguan atas keandalan informasi yang digunakan sebagai
bukti audit, maka auditor harus menentukan modifikasi atau tambahan
prosedur audit yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan
mempertimbangkan dampakya, jika ada, terhadap aspek lain audit.
THANK
YOU

Anda mungkin juga menyukai