Anda di halaman 1dari 33

KABINET MASA

LIBERAL
C

Oleh Geody, Juanita, Maiza/XI-2


LATAR
BELAKANG

KABINET KABINET
1
DJUANDA NATSIR
8 2

KABINET
SASTROAMIDJOJO II
7 AGENDA 3 KABINET
SUKIMAN

6 4
KABINET
BURHANUDDIN 5 KABINET
HARAHAP WILOPO
KABINET
SASTROAMIDJOJO I
LATAR BELAKANG
• Setelah RIS dibubarkan (1950), Indonesia melaksanakan
demokrasi parlementer-liberal yang disebut Masa
Demokrasi Liberal
• Demokrasi liberal adalah sistem politik yang menganut
kebebasan individu
• Pertama kali dikemukakan pada abad pencerahan
oleh penggagas teori kontrak sosial seperti Thomas
Hobbes dan John Locke
• Dipimpin oleh Masyumi
• PNI sebagai oposisi
• Pendukung
• Sri Sultan Hamengkubuwono IX
• Mr. Asaat
• Mr. Moh Roem

KABINET
• Ir. Djoeanda
• Dr. Sumitro Djojohadikusuma

NATSIR
6 September 1950 – 21 Maret 1951
PROGRAM

Menggiatkan usaha
keamanan dan ketentraman
Berlangsung perundingan
Mencapai konsolidasi dan
menyempurnakan susunan antara Indonesia dan
pemerintahan Belanda untuk pertama
Menyempurnakan organisasi kalinya mengenai masalah
angkatan perang
Irian Barat
Mengembangkan dan
memperkuat ekonomi rakyat
Memperjuangkan penyelesaian
masalah Irian Barat HASIL
• Upaya memperjuangkan masalah Irian Barat
dengan Belanda mengalami jalan buntu
• Terjadi pemberontakan hampir di seluruh
wilayah Indonesia, seperti :
• gerakan DI/TII
• Gerakan Andi Azis
• Gerakan APRA
• Gerakan RMS
K
E
J
A • Adanya mosi tidak percaya dari PNI menyangkut pencabutan
Peraturan Pemerintah mengenai DPRD dan DPRDS

T • PNI menganggap peraturan pemerintah No. 39 tahun 1950


mengenai DPRD terlalu menguntungkan Masyumi

U • Disetujui parlemen sehingga Natsir harus mengembalikan


mandatnya kepada presiden
H
A
N
• Soekarno menunjuk Sartono (ketua PNI)
menjadi formatur KABINET
SUKIMAN
• Sartono membuat kabinet koalisi antara PNI
dan Masyumi, tetapi gagal
• Sartono mengembalikan mandatnya kepada
presiden setelah 23 hari (28 Maret - 18 April
1951) 27 April 1951-3 April 1952
• Presiden Sukiman Wirosandjojo dari Masyumi
Djojosukarto sebagai formatur
• Mereka membentuk kabinet antara Masyumi,
PNI, dan partai-partai kecil
Mengusahakan kemakmuran rakyat dan
PROGRAM memperbaharui hokum agrarian agar sesuai
kepentiingan petani

Menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan


memasuka Irian Barat ke dalam wilayah RI
secepatnya
Menjamin keamanan
Mempercepat persiapan pemiihan umum
dan ketentraman

Tidak terlalu berarti sebab programnya melanjutkan


program Natsir
Adanya pertukaran nota keuangan antara menteri
luar negeri Indonesia Soebardjo dengan duta besar
Amerika Serikat Merle Cochran

K
A E

L N
Masalah Irian Barat belum Adanya krisis moral yang ditandai
teratasi dengan adanya korupsi

A D
Hubungan Sukiman dan militer
kurang baik
K
E
J
A • Muncul pertentangan dari Masyumi dan PNI atas
tindakan Sukiman sehingga mereka menarik

T
dukungannya

• DPR akhirnya menggugat Sukiman dan Sukiman


U mengembalikan mandatnya kepada presiden

H
A
N
KABINET
WILOPO
3 April 1952 - 3 Juni1953

• Zaken kabinet, kabinet yang terdiri


dari para pakar yang ahli di
bidangnya • Dipimpin oleh Mr. Wilopo (PNI)
• Mendapat dukungan dari PNI,
Masyumi, dan PSI
PROGRAM

Dalam negeri
• Menyelenggarakan pemilihan umum
(konstituante, DPR, dan DPRD)
• Meningkatkan kemakmuran rakyat
• Meningkatkan pendidikan rakyat
• Pemulihan keamanan Tidak ada hasil
yang cukup
signifikan
Luar negeri
• Penyelesaian masalah Indonesia-Belanda
• Pengembalian Irian Barat ke Indonesia
• Menjalankan politik luar negri bebas aktif
KENDALA
• Peristiwa 17 Oktober 1952
• Munculnya peristiwa Tanjung Morawa mengenai
persoalan tanah perkebunan di Sumatra Timur
• Terjadi defisit kas negara karena penerimaan
negara berkurang banyak karena hasil panen
menurun
• Muncul gerakan separatisme dan sikap
provinsialisme yang mengancam keutuhan negara
• Adanya kondisi krisis ekonomi karena jatuhnya
harga barang-barang ekspor
K
E
J Muncul mosi tidak
A percaya dari Serikat
T Tani Indonesia akibat
U peristiwa Tanjung
H Morawa
A
N
• Kabinet koalisi antara PNI dan NU
• Terbentuk 2 bulan setelah Kabinet Wilopo
mundur dengan Mr. Sostroamidjojo sebagi
Perdana Menteri
• Masyumi menjadi partai oposisi

ALI
SASTROAMI-
DJOJO I
31 Juli 1953 - 21 Agustus 1955
Meningkatkan keamanan
dan kemakmuran serta PROGRAM Pelaksanaan politik bebas
aktif dan peninjauan kembali
segera menyelenggarakan persetujuan KMB
pemilu
Pembebasan Irian Penyelesaian pertikaian politik
Barat secepatnya

Persiapan pemilihan umum


untuk memilih anggota
Menyelenggarakan Konferensi
parlemen pada 29 September
Asia-Afrika 1955
1955
• Menghadapi masalah keamanan di daerah yang

K
belum juga terselesaikan

E N • Persatuan ulama seluruh aceh menuntut aceh


sebagai provinsi

DA
Keadaan ekonomi memburuk, ●
maraknya korupsi, dan inflasi
• Peristiwa 27 Juni 1955

LA
Memudarnya kepercayaan ●

rakyat terhadap
pemerintah
Munculnya konflik antara PNI ●

dan NU
K
E
J Nu menarik dukungan dan
A menterinya dari kabinet
sehingga keretakan dalam
T kabinet memaksa Ali
U mengembalikan mandatnya
kepada presiden
H
A
N
BURHANUDDIN
HARAHAP
• Burhanuddin harahap berasal dari
Masyumi
• PNI membentuk partai oposisi
12 Agustus 1955 – 3 Maret 1956
Mengembalikan kewibawaan pemerintah

Melaksanakan pemilihan umum menurut


rencana

Masalah desentralisasi, inflasi, dan


PROGRAM pemberantasan korupsi

Perjuangan pengembalian Irian Barat

Politik kerja sama Asia-Afrika berdasarkan politik luar


negeri bebas aktif
Penyelenggaraan pemilu pertama yang demokratis
pada 29 September 1955 (memilih anggota DPR)
dan 15 Desember 1955 (memilih konstituante)

Perjuangan diplomasi menyelesaikan masalah Irian


Barat dengan pebubaran Uni Indonesia-Belanda

Pemberantasan korupsi yg dilakukan oleh polisi


militer

Terbinanya hubungan antara angkatan darat


dengan Kabinet Burhanuddin

Menyelesaikan masalah peristiwa 27 Juni 1955


dengan mengangkat kolonel A.H. Nasution sebagai
kepala staf angkatan darat pada tanggal 28
Oktober 1955
K
E
N Banyaknya mutasi dalam
lingkungan pemerintahan
D dianggap menimbulkan
A ketidaktenangan

L
A
K
E
J • Dengan berakhirnya pemilu, maka tugas Kabinet
Burhanuddin dianggap selesai
A
• Pemilu tidak menghasilkan dukungan yang
T cukup terhadap kabinet sehingga kabinet
jatuh
U • 3 Maret 1956 Kabinet Burhanuddin
H mengembalikan mandatnya kepada
presiden
A
N
SASTROAMI
DJOJO II
20 Maret 1956 – 4 Maret 1957

• Ali kembali diserahi


mandat
• Koalisi antara Masyumi,
PNI, dan NU
Perjuangan pengembalian
1 Irian Barat Mewujudkan perubahan ekonomi

Pembentukan daerah-
5 kolonial menjadi ekonomi nasional
berdasarkan kepentingan rakyat
daerah otonomi dan
2 mempercepat terbentuknya 6 Pembatalan KMB
anggota-anggota DPRD Pemulihan keamanan dan ketertiban,
pembangunan lima tahun, dan
Mengusahakan perbaikan 7 menjalankan politik luar negeri bebas
3 nasib kaum buruh dan
aktif
pegawai
Menyehatkan perimbangan
8 Melaksanakan keputusan KAA
4 keuangan negara
PROGRAM
(Rencana Pembangunan
Lima Tahun)

1 Dianggap sebagai titik tolak dari periode planning and


investment
2 Hasilnya adalah pembatalan seluruh perjanjian KMB.
K 1 Berkobarnya semangat anti-Cina di masyarakat D
Muncul pergolakan/kekacauan di daerah yang
2 mengarah pada gerakan sparatisme

Memuncaknya krisis di berbagai daerah karena


A
E 3 pemerintah pusat dianggap mengabaikan
pembangunan di daerahnya

4
Pembatalan KMB oleh presiden menimbulkan
masalah mengenai nasib modal pengusaha L
Belanda di Indonesia

N 5 Timbulnya perpecahan antara Masyumi dan PNI

A
Mundurnya sejumlah menteri dari
Masyumi membuat kabinet hasil
Pemilu I ini jatuh dan menyerahkan
mandatnya pada presiden
KABINET
DJUANDA
9 April 1957 – 10 Juli 1959

• Presiden Soekarno menunjuk dirinya menjadi


pembentuk kabinet yang bernama kabinet • Ir. Djuanda sebagai perdana menteri
Karya • Zaken kabinet
• Programnya yang disebut Panca Karya
Membentuk Dewan Nasional Mengatur kembali batas perairan
nasional Indonesia melalui Deklarasi
Djuanda
Normalisasi keadaan Republik Indonesia
Terbentuknya Dewan Nasional
Melancarkan pelaksanaan Pembatalan KMB

Mengadakan Musyawarah Nasional


Perjuangan pengembalian Irian Barat
Diadakan Musyawarah Nasional
Mempergiat dan mempercepat proses Pembangunan untuk mengatasi
pembangunan masalah krisis dalam negeri
Kegagalan menghadapi pergolakan di daerah
sebab pergolakan di daerah semakin meningkat

KENDALA

Terjadi peristiwa Cikini, yaitu peristiwa Keadaan ekonomi dan keuangan


percobaan pembunuhan terhadap yang semakin buruk sehingga
Presiden Soekarno di depan Perguruan program pemerintah sulit
Cikini dilaksanakan
K
E
J
A • Berakhir saat presiden Soekarno
T mengeluarkan Dekrit Presiden
tanggal 5 Juli 1959
U • Mulai Demokrasi Terpimpin
H
A
N
TERIMA
KASIH