Anda di halaman 1dari 43

Stefanny Abigail – 1721001

Harris Harianto – 1721003


Fernando Stevenli – 1721010
Renold Djiulian - 1721026
 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dimana
AMDAL ini berisikan kajian mengenai dampak besar dan
penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan
pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha
dan/atau kegiatan di Indonesia.
 AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang
diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap
lingkungan hidup di sekitarnya.
 AMDAL bermanfaat untuk menjamin suatu usaha atau
kegiatan pembangunan agar layak secara lingkungan.
 Dengan AMDAL, suatu rencana usaha dan/atau kegiatan
pembangunan diharapkan dapat meminimalkan
kemungkinan dampak negatif terhadap lingkungan hidup,
dan mengembangkan dampak positif, sehingga sumber daya
alam dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
 Terdiri dari :
 Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup
(KA - ANDAL)
 Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
 Dokumen Rencana Michelangelo Lingkungan Hidup (RKL)
 Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
 Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah.
 Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan
lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
 Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari
rencana usaha dan/atau kegiatan.
 Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan
dan pemantauan lingkungan hidup.
 Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang
ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan.
 PT. Kideco merupakan perusahaan tambang batu bara yang
berada di Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur.
 Penambangan Batubara dilakukan dengan sistem tambang
terbuka “Open-PIT”, dengan menggunakan peralatan seperti
excavator/backhoe sebagai alat gali muat dan dump truck
sebagai alat angkut.
 Kegiatan diawali pembersihan lahan (land clearing) dengan
menggunakan bulldozer dan atau excavator kecil, peledakan
tanah penutup dan atau pemindahan tanah penutup,
pembersihan Batubara, pemuatan dan pengangkutan Batubara
menuju ROM Stockpile.
 Dokumen Lingkungan/Izin Lingkungan
 Kegiatan operasi penambangan KIDECO didukung dokumen
AMDAL dengan persetujuan Bupati Paser No. 660.1/11/BLH/2009,
dokumen Studi Kelayakan dengan persetujuan Direktur Jenderal
Mineral, Batubara dan Panas Bumi melalui SK No.
3078/31.02/DBM/2009, serta memiliki dokumen perijinan
lingkungan lainnya meliputi izin pembuangan air limbah, izin TPS
limbah B3 dan izin pengoperasian incinerator.
 Hasil kinerja pengelolalaan air limbah termasuk konservasi air
diatas PT. Kideco Jaya Agung dapat menurunkan beban
pencemaran air limbah yang dibuang ke sungai sebagaimana
disajikan dalam tabel dibawah.

No. Parameter Tahun Beban Outlet (ton)

1. TSS 2009 4.131.826,721


2. TSS 2010 1.221.049,76

3. TSS 2011 1.097.009,47


4. TSS 2012 382.010,28
 Ket : 92.08% limbah B3 yang diserahkan ke pihak ke tiga
yang memiliki izin, 5.11% limbah B3 dimanfaatkan sesuai
izin, 1.58% limbah B3 diolah dengan incenerator berizin dan
1.23% limbah B3 masih tersimpan di TPS. Secara umum 100%
limbah B3 dikelola sesuai dengan peraturan yang berlaku
dan persyaratan dalam izin
 Evaluasi aspek Pengendalian Kerusakan Lingkungan meliputi
2 (dua) aspek yaitu aspek manajemen dan aspek teknis. Hasil
penilaian untuk semua lokasi memperoleh nilai total > 80,
sehingga masuk kategori TAAT terhadap kriteria kerusakan
lahan, Rincian sebagai berikut :
 K1 (Perencanaan);
 K2 (Kontiniuitas)

 Aspek Teknis :
 K3 (Potensi Longsor)
 K4 (Pengendalian batuan potensi asam)
 K5 (Indikasi Erosi)
 K6 (Kebencanaan)
 Untuk kegiatan yang menuju pelaksanaan Pasca Tambang PT.
Kideco Jaya Agung adalah sebagai berikut:
 Membangun fasilitas pembibitan (nursery) dilahan seluas 2 ha
 Kapasitas produksi nursery sebesar 30.000 bibit/bulan, jenis bibit
yang sudah ditanam 46 jenis, termasuk jenis lokal
 Kapasitas produksi ini dapat menunjang rencana reklamasi lahan
bekas tambang seluas 300 ha/tahun, sedangkan target revegetasi
PT. KJA sebesar 200-250 ha/tahun.
 Telah membuat percontohan untuk pemanfaatan lahan Pasca
Tambang di lokasi “integreted farm”, perkebunan, pertanian,
perikanan dan perternakan.