Anda di halaman 1dari 15

Skorring

KELOMPOK :

 Syaffira putri afifah


1610711002  Kris Prihatin 1610711020
 Nedya asnurianti 1610711003  Ulfa Aeni 1610711021
 Puspita Lestari 1610711008  Lilis Sari 1610711022
 Astie rina awliya 1610711010  Lycia Dwi 1610711025
 Luigisha augusti 1610711012  Hervina 1610711026
 Risma Awalia 1610711017
Rencana Tindakan Keperawatan

Setelah merumuskan diagnosis keperawatan maka perlu dibuat perencanaan


intervensi keperawatan dan aktivitas keperawatan. Tujuan perencanaan adalah
untuk mengurangi, menghilangkan dan mencegah masalah keperawatan
keluarga. Tahapan perencanaan keperawatan adalah penentuan prioritas
diagnosis keperawatan, penetapan sasaran (goal) dan tujuan (objectif), penetapan
kriteria evaluasi dan merumuskan intervensi keperawatan.
1. Menetapkan Prioritas Masalah

Menetapkan prioritas masalah atau diagnosa keperawatan keluarga adalah dengan proses
skoring yang menggunakan skala yang telah dirumuskan oleh Bailon dan Maglaya (1978). Proses
skoringnya dilakukan pada setiap diagnosis keperawatan kelarga yang telah ditetapkan, adalah
sebagai berikut:

 Tentukan skornya sesuai dengan kriteria yang dibuat perawat.

 Selanjutnya skor dibagi dengan skor tertinggi dan kalikan dengan bobot:

skor yang diperoleh

skor tertinggi x bobot

 Jumlahkan skor untuk semua kriteria (skor maksimum sama dengan jumlah bobot yaitu 5)
Tabel 5.1 Skala untuk Menentukan Prioritas Asuhan Keperawatan Keluarga
(Bailon dan Maglaya, 1978)
No Kriteria Skor Bobot
1 Sifat masalah 1
Skala: Aktual 3
Resiko 2
Keadaan sejahtera 1

2 Kemungkinan masalah dapat diubah 2


Skala: Mudah 2
Sebagian 1
Tidak dapat 0

3 Potensial masalah untuk dicegah 1


Skala: Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1

4 Menonjolnya masalah 1
Skala:
 Masalah dirasakan dan harus segera ditangani 2
 Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani 1
 Masalah tidak dirasakan 0
Dalam menentukan prioritas perawat harus
memperhatikan faktor – faktor yang
mempengaruhi yaitu:
a. Kriteria pertama, yaitu sifat masalah, skor yang tinggi diberikan
pada masalah actual karena yang pertama memerlukan tindakan
segera dan biasanya disadari dan dirasakan oleh keluarga.

b. Kriteria kedua perlu diperhatikan:

1) Pengetahuan yang ada sekarang, teknologi, dan tindakan


untuk menangani masalah.

2) Sumber daya keluarga: fisik, keuangan, tenaga.

3) Sumber daya perawat: pengetahuan, keterampilan dan waktu.

4) Sumber daya lingkungan: fasilitas, organisasi, dan lingkungan


1) Kepelikan dari masalah yang perawat perlu menilai persepsi
c. Kriteria ketig

d. Kriteria keemp
berhubungan dengan penyakit atau bagaimana keluarga melihat
atau masalah. masalah kesehatan tersebut.
2) Lamanya masalah yang Penyusunan prioritas diagnose
berhubungan dengan jangka keperawatan didasarkan pada
waktu. diagnose keperawatan yang
3) Tindakan yang sedang dijalankan mempunyai skor tertinggi dan
atau yang tepat untuk disusun berurutan sampai dengan
memperbaiki masalah. diagnose yang mempunyai skor
4) Adanya kelompok “high risk” terendah.
atau kelompok yang sangat peka
menambah potensi untuk
mencegah masalah.
J. Analisis Data
Symptom etiologi problem
DO : Bila kecapean TN. S Ketidakmampuan keluarga untuk Nyeri akut (Tn. S)
Nampak menahan nyeri mengenal mengenai masalah
DS : Pasien mangatakan jika kesehatan yang meliputi
kecapekan, pinggangnya pengertian, tanda dan gejala,
terasa sakit dan menjalar factor penyebab dan yang
sampai ke kaki kiri. Lalu mempengaruhinya serta persepsi
biasanya cukup dikerik pada keluarga terhadap masalah.
paha dan pinggul
Skala nyeri : 5
DO : pasien sudah usia, Ketidakmampuan keluarga Risiko cedera pada lansia (Ny.
penglihatan dan pendengaran untuk mengenal masalah M)
menurun, jalan dengan hati- kesehatan anggota keluarga
hati.
DS : pasien mengatakan
penglihatan dan pendengaran
menurun, serta takut jatuh.
DO : pasien belum dapat Ketidakmampuan keluarga Risiko cedera pada balita
berjalan, masih merangkak, untuk mengenal masalah (An. A)
suka memegang barang- kesehatan anggota keluarga
barang yang di bawah atau
yang diatas, tampak agresif.
DS : ibu dan nenek balita
mengatakan bahwa balita
sering merangkak kemana-
mana, suka memegang
barang-barang di bawah
atau diatas, banyak gerak.
DO : Keluarga tampak sering Ketidakmampuan keluarga dalam
tiduran dan berkumpul di ruang mengambil keputusan mengenai
tamu. tindakan yang tepat atas kecemasan
DS : keluarga mengaku masih atau trauma yang dirasakan
sedikit cemas dan keluarga tidak
dapat berada di dalam rumah
dengan nyaman dan tenang.
Keluarga tetap waspada dengan
adanya gempa susulan yang
datangnya kapan saja dan tiada di
sangka-sangka.
1. Nyeri akut pada Tn.S pada keluarga Tn.S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga untuk mengenal
masalah kesehatan anggota keluarga.

No Kriteria Penghitungan Skor Pembenaran


1. Sifat masalah 3/3 x 1 = 3/3 3/3 = 1 Masalah sudah terjadi
Skala :
Aktual
2. Kemungkinan ½x2=1 1 Kebiasaan klien yang dapat
masalah dapat mendorong kekambuhan akan
diubah. terulang kembali saat klien
Skala : merasakan dalam keadaan sehat .
Sebagian
3. Potensial 2/3 x 1 = 2/3 2/3 Sumber – sumber dan tindakan
masalah untuk yang mencegah kekambuhan dapat
dicegah. dijangkau oleh klien .
Skala :
Cukup
4. Menonjolnya 0/2 x1 = 0 0 Kebiasaan dalam mengatasi
masalah masalah yang sederhana
Skala : menyebabkan masalah tidak
Masalah tidak diangap serius oleh klien dan
dirasakan keluarga .
Jumlah 2/ 2/3
1. Nyeri akut pada Tn.S pada keluarga Tn.S berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga untuk mengenal
masalah kesehatan anggota keluarga.

No Kriteria Penghitungan Skor Pembenaran


1. Sifat masalah 3/3 x 1 = 3/3 3/3 = 1 Masalah sudah terjadi
Skala :
Aktual
2. Kemungkinan ½x2=1 1 Kebiasaan klien yang dapat
masalah dapat mendorong kekambuhan akan
diubah. terulang kembali saat klien
Skala : merasakan dalam keadaan sehat .
Sebagian
3. Potensial 2/3 x 1 = 2/3 2/3 Sumber – sumber dan tindakan
masalah untuk yang mencegah kekambuhan dapat
dicegah. dijangkau oleh klien .
Skala :
Cukup
4. Menonjolnya 0/2 x1 = 0 0 Kebiasaan dalam mengatasi
masalah masalah yang sederhana
Skala : menyebabkan masalah tidak
Masalah tidak diangap serius oleh klien dan
dirasakan keluarga .
Jumlah 2/ 2/3