Anda di halaman 1dari 26

Perbandingan RAS dengan

Behcet Disease

OLEH:
MEGAWATI ANNISA
14D112008

RSGM GUSTI HASAN AMAN


BANJARMASIN
Definisi RAS

 Recurrent aphthous stomatitis (RAS) adalah


ulserasi pada rongga mulut yang
menimbulkan rasa sakit, dan terjadi pada
interval waktu beberapa hari atau lebih
dari 2-3 bulan

(Apriasari Maharani 2013)


Etiologi RAS

 Penyebab stomatitis apthosa rekuren masih belum


jelas tetapi ada beberapa faktor dalam setiap
individu yang dapat memicu terjadinya RAS.
 Banyak faktor yang diketahui mempengaruhi
munculnya RAS seperti faktor genetik, alergen
makanan, kekurangan nutrisi, siklus haid, stres
psikologis dan ansietas, dan rokok.

(Apriasari Maharani 2013)


Klasifikasi RAS

a. Minor recurrent aphthous stomatitis


b. Major recurrent aphthous stomatitis
c. Herpetiform recurrent aphthous stomatitis

(Ramayanti, 2007)
Type of RAS

Character Minor Mayor hipertiform

Jumlah ulcer 1-5 1-3 5-20 (up to 100)

Ukuran ulcer <10 >10 1-2


(mm)

Durasi 7-14 hari 2 minggu – 3 7-14 hari


bulan

Heal with No Yes No


scarring

Site Mukosa non Mukosa Mukosa non-


keratin terutama berkeratin dan keratin
mukosa labial non-berkeratin khususnya pada
dan bukal, pada terutama pada dasar mulut dan
dorsum dan palatum lunak ventral lidah
lateral lidah
Faktor resiko RAS

Lokal: trauma
merokok
Mikrobial: bakteri: helicobacter pylori
Sistemik: Behcet disease

Nutrisi: defisiensi besi, asam folat, zink


defisiensi vitamin B1, B2, B6,
dan B12
Genetik: HLA halotype
Alergi: food sensitivity

Akintoye SO, Greenberg MS. 2014


 Behcet disease (BD) merupakan kondisi inflamasi
sistemik yang dapat bermanifestasi klinis sebagai
apthosis oral

 Sering terjadi kekeliruan dalam penentuan diagnosis


RAS dan BD sebagai akibat manifestasi klinis yang
mirip

(Abdollahi BS, Davatchi F, Chams-Davatchi C et al. 2016; Kokturk A.


2012)
Etiologi Behcet Disease

•Etiologi belum diketahui.


•Diduga terkait dengan penyakit
multisistemik berupa proses inflamasi
yang tidak diketahui etiologinya

(Kokturk A. 2012; Tan ST, Gunawan L, Reginata G. 2016)


Etiologi Behcet Disease

• Berhubungan dengan faktor predisposisi


genetik pada gen HLA-B51  mayoritas
ditemukan pada populasi yang berasal dari
sekitar daerah jalur sutera (silk route)

(Jagdish RN, Robrts JM. 2017;Kokturk A. 2012)


Epidemiologi

Behcet disease RAS

• Terutama pada negara • Terjadi pada 20%


yang berbatasan dengan populasi umum diseluruh
rute jalur sutera seperti dunia dan berhubungan
Cina, Jepang, Korea, Irak, dengan genetik familial
Iran dan Turki anak dari orang tua
• Prevalensi tertinggi adalah dengan RAS (+) berisiko
turki (80-370/100.000) hingga 90%
• Prevalensi terendah yaitu
Amerika Utara dan eropa • Sering terjadi pada anak-
bagian utara 0,64 anak prevalensi 39%
kaus/100.000)
(Akintoye SO, Greenberg MS. 2014)
(Jagdish RN, Robrts JM. 2017)
Patogenesis

Behcet disease RAS

• Penelitian menunjukkan
• BD diduga disebabkan oleh bahwa RAS terjadi oleh sebab
Reaksi autoimunitas yang kerusakan sel epitel yang
diperantarai mutasi gen disebabkan oleh berbagai
HLA-B-51 faktor

• Mutasi tersebut dapat • Beberapa mekanisme


disebabkan berbagai faktor: berhubungan patogenesis
- Reaksi silang bakteri RAS :
- Hiperkoagulabilitas - def. Nutrisi : def. zat besi,
- Sirkulasi imun komplek zink, vit B12
- Faktor stress
(Mazzocoli G. 2014) (Akintoye SO, Greenberg MS. 2014)
Patogenesis

Behcet disease RAS

• Mutasi gen tersebut


- Faktor genetik : gen RAS,
menyebabkan HLA-A2, HLA-B5,HLA-
disfungsi endotel B12, HLA-B44, HLA-B51
sistemik yang
diinduksi oleh sel T - Reaksi alergi : susu, keju,
gandum
limfosit vaskulitis,
oral ulcer, genital - Trauma lokal : merokok,
ulcer, artrhitis, uveitis,
dll
(Mazzocoli G. 2014) (Akintoye SO, Greenberg MS. 2014)
Patogenesis Behcet Disease
Faktor Faktor Mutasi gen HLA- Disfungsi
predisposisi pencetus B51reaktivitas sel endotel
(gen HLA-B51) (reaksi silang T limfosit pada vaskular
bakteri dll) endotel

Sitokin mensitesa: Superoksida Hiperfungsi


Degenerasi neutrofil dan
• TNF α Jaringan Kemotaksis
respon
• IL 1 β dan IL 8 Enzim lisosom autoimun

HSP 60 Tubuh Autoimun Penurunan


Keradangan dianggap (sel sehat epitel dan
sebagai antigen dilisiskan) keratin

Manifestasi klinis
(vaskulitis, oral
Sari Liza M. 2008 ulcer, arhtritis, dll)
Patogenesis RAS

Faktor pencetus
Faktor predisposisi (trauma lokal, Reaksi faktor
(gen HLA, gen RAS) infeksi, stress, predisposisi+
defisiensi nutrisi) pencetus

Manifestasi klinis Kerusakan epitel

Akintoye SO, Greenberg


MS. 2014
Manifestasi klinis

Behcet disease RAS

Manifestasi lokal oral


• Lesi bulat/oval, nyeri, • Sensasi terbakar 2-48 jam
dtutupi oleh jaringan sebelum ulkus
nekrotik yang kekuningan,
dikelilingi oleh reaksi • Tipikal ulkus : berbentuk bulat
inflamasi lokal, seperti dengan batas jelas dikelilingi
areola merah. Lesi kadang eritema dan ditutupi oleh
berbentuk herpetiformis pseudomembran kekuningan
(Akintoye SO, Greenberg MS. 2014)
(Abdollahi BS, Davatchi F, Chams-
Davatchi C et al. 2016)
Manifestasi klinis Behcet Disease

 Manifestasi sistemik
• Ulkus genital, uveitis, dan lesi pada kulit

(Abdollahi BS, Davatchi F, Chams-Davatchi C et al. 2016)


Manifestasi Klinis

Behcet Disease RAS


Diagnosis

Behcet disease RAS

Kriteria diagnosis • Anamnesis


 Riwayat keluarga
berdasar pada :  Frekuensi dan durasi keluhan
International Study  Jumlah dan letak lesi
 Ada/tidak faktor pencetus
Group for Behçet’s  Ada/tidak lesi sistemik terkait
Disease dan • Pemeriksaan klinis
International criteria  Lesi oval/bulat dengan halo
for Behcet Disease eritem diutupi oleh lapisan
fibromembranosa kekuningan
(ICBD)
tarakij B, Gazal G, Maweri SA et al.
2015
(Jagdish RN, Robrts. 2017)
Kriteria diagnosis Behcet Disease

Ambrose NL, Haskard DO. Differential diagnosis and management


of Behçet syndrome. Nat. Rev. Rheumatol. 9, 79–89 (2013)

Jagdish RN, Robrts JM. 2017


Kriteria diagnosis Behcet Disease

Jagdish RN, Robrts JM. 2017


Tes pemeriksaan RAS

Tes pemeriksaan pada pasien RAS

Hemoglobin and full blood count

ESR/CRP

Serum B12

Serum/red cell follate

*ESR: Erythrocyte sedimentation rate, CRP: C-reactive protein


Terapi

Behcet disease RAS

• Terapi disesuaikan dengan


Terapi pada behcet faktor pencetus penyakit
disease disesuaikan
• Lini terapi secara umum :
dengan luas dan letak  Agen topikal : gel/krim
lesi (sistemik/lokal) dexamucobase 3-4 x/hari
 Moutwhases : chlorhexidine
 Sistemik : pada lesi berat dan
berulang 
cholcisin/prednisolon

(Jagdish RN, Robrts JM. 2017)


(Tarakij B, Gazal G, Maweri SA et al.
2015)
Terapi bahcet disease
Jagdish RN, Robrts JM. Behçet’s disease. Clinical medicine. 17(1), 71–7 (2017)

1. Oral 2. TNF α inhibitor


- Azathioprin - infliximab
- Mycophenolate mofetil - adalimumab
- Methorexate - etanercept
- Tacrolimus - certolizumab
- Ciclosporin - rituximab
- Sulfasalazine - interferon α
- Dapsone - alemtuzumab
- Thalidomide (exceptional use)
- Colchicine
- Prednisolone
TERIMA
KASIH
Daftar Pustaka

1. Abdollahi BS, Davatchi F, Chams-Davatchi C et al. Difference between Behcet’s


Disease Oral Aphthosis and Idiopathic Recurrent Aphthous Stomatitis. Journal of
Dentistry and Oral Biology.2016
2. Apriasari Maharani Laillyza . Kumpulan Kasus Penyakit Mulut Seri 1.
Penerbit : Salemba Medika; 2013. p.55-63
3. Jagdish RN, Robrts JM. Behçet’s disease. Clinical medicine. 17(1), 71–7. 2017
4. Sari ML, Setyawati T. Manifestasi Behcet Disease yang Parah dan Komplikasi
Perawatannya dalam Rongga Mulut. Indonesian Journal of Dentistry.2008
5. Akintoye SO, Greenberg MS. Recurrent Aphthous Stomatitis. Dent Clin North Am.
2014 April ; 58(2): 281–297
6. Mazzocoli G. Behcet syndrome: from pathogenesis to novel therapies. Clin Exp Med.
2014
7. Tarakij B, Gazal G, Maweri SA et al. Guideline for the Diagnosis and Treatment of
Recurrent Aphthous Stomatitis for Dental Practitioners . Journal of International Oral
Health 2015; 7(5):74-8
8. Konturk K. clinical and phatologycal manifestation with differential diagnosis in
behcet’s disease. Phatology research international. 9;2-9:2012
9. Tan ST, Gunawan L, Reginata G. Manifestasi klinis sindrom behcet. CDK-245.
43(10);756-9:2016
5. Tarakij B, Gazal G, Maweri SA et al. Guideline for
the Diagnosis and Treatment of Recurrent Aphthous
Stomatitis for Dental Practitioners . Journal of
International Oral Health 2015; 7(5):74-80
6. Konturk K. clinical and phatologycal manifestation
with differential diagnosis in behcet’s disease.
Phatology research international. 9;2-9:2012
7. Tan ST, Gunawan L, Reginata G. Manifestasi klinis
sindrom behcet. CDK-245. 43(10);756-9:2016