Anda di halaman 1dari 29

ASUHAN KEPERAWATAN

DENGUE HAEMORAGIK FEVER

PADA TN.L RUANG DAHLIA RSUD

ABDUL RIVAI
World Health Organization (WHO) memperkirakan terdapat 20 juta

kasus DHF terjadi setiap tahun, memerlukan 500 ribu rumah sakit dan

penelitian memperkirakan terdapat 2,5 milyar penduduk hidup dipusat

kota didaerah tropis, bertempat tinggal diarea yang secara potensial

berisiko terhadap penularan penyakit tersebut.

Dengan semakin meningkatnya kasus DHF dari tahun ketahun, maka

kita perlu meningkatkan pemberian asuhan keperawatan secara

optimal.
Tujuan Umum

Untuk memperoleh gambaran dan pengalaman langsung


dalam memberikan asuhan keperawatn pada klien dengan
Dengue Haemorragic Fever (DHF)

Tujuan Khusus

Mendapatkan gambaran tentang pengkajian, merumuskan


masalah keperawatan , merencanakan dan melaksanakan
tindakan keperawatan, evaluasi dan Dokumentasi
Definisi
Penyakit Dengue adalah infeksi akut yang disebabkan
oleh arbovirus (arthropodbornvirus ) dan ditularkan
melalui gigitan nyamuk Aedes ( Aedes albopictus dan
Aedes aegypti ). ( Ngastiyah, hal 341 )
Etiologi
Penyebab DHF adalah virus dengue yang di bawa oleh
nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit
ini disebabkan oleh virus dengue yang termasuk
dalam kelompok arbovirus golongan B

*
Patway
Pengkajian
1.Identitas
Nama Pasien : TN.L

Umur : 26 Tahun

Suku/Bangsa : Buton

Agama : Islam

Pendidikan : Tidak tamat SD

Pekerjaan : Buruh

Alamat : L Kacamatan Sambaliung


Keluhan Utama

Pada saat pengkajian Pasien mengeluhkan Sakit Kepala.

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien Tn. L berusia 26 tahun dengan keluhan sakit kepala, badan terasa

panas dingin,kulit terasa hangat,tampak merah dan muka tampak pucat

pasien dirawat di rumah sakit sejak 1 hari yang lalu tepatnya pada tanggal 05

Agustus 2019,3 hari sebelum masuk rumah sakit pasien sudah mengalami

demam. Pada saat pengkajian (06 Agustus 2019) klien mengeluhkan sakit

kepala dan badan panas dingin yang mengganggu aktivitas.Kondisi pasien

saat ini dalam keadaan sadar.


Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien tidak pernah dirawat dirumah sakit


sebelumnya,

Riwayat Penyakit Keluarga

Anggota keluarga dan orang tua klien tidak ada


yang mempunyai penyakit menurun seperti
(Diabetes dan Hipertensi) atau penyakit seperti
yang diderita saat ini
Data Subjektif:
Pasien mengatakan sakit kepala pada saat istirahat nyeri
datang,terasa berat dan tertindih dengan skala 5,badan terasa
panas dingin dan juga belum mandi sejak masuk rumah sakit.
Data Objektif:
Ekspresi wajah pasien tampak meringis memegang daerah
sakit kepala,Kuku terlihat panjang dan kotor,kulit terasa
hangatubuh pasien terlihat kotor dan tampak tidak
terawatMuka pasien tampak pucatPasien tampak cemas dan
gelisahTanda-tanda VitalTekanan Darah : 100/70 mmHgSuhu
41,6 C Nadi 90 kali/menit Pernapasan 20 kali/menitT : Hilang
timbul kurang lebih 5 menit

*
Hipertermia berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh

Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan gejala penyakit

Anseitas berhubungan dengan kurang terpapar informasi

Defisit perawatan diri berhubungan dengan penurunan motivasi/minat

Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi

*
(Manajemen Hipertermia) I.15506

Observasi

1.1 Monitor suhu tubuh

Terapeutik

1.2 Basaahi dan kipasi permukaan tubuh

1.3 Berikan cairan oral

1.4 Ganti linen setiap hari atau lebih sering jika mengalami Hiperhidrosis (keringt berlebih)

Edukasi

1.5 Anjurkan tirah baring

Kolaborasi

1.6 Kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit intravena

1.7 Monitor tanda-tanda vital


1.8 Kolaborasi dalam pemberian anlgetik ( Sanmol 3x500mg)

*
Manajemen nyeri

(I. 08238)

Observasi

2.1 Identifikasi skala nyeri

2.2 Identifikasi factor yang memperberat dan memperingan nyeri

Terapeutik

2.3 Berikan teknik non farmakologis untuk mengurangi ras nyeri (musik)

2.4 Kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri

Edukasi

2.5 Ajarkan teknik nonfarmakologis (nafas dalam)

Kolaborasi

*
2.6Kolaborasi pemberian analgetik
Reduksi Ansietas

(I.09314)

Observasi

3.1 Identifikasi saat tingkat ansietas berubah

Identifikasi kemampuan mengambil keputusan

Terapeutik

3.4 Motivasi mengidentifikasi situasi yang memicu kecemasan

Edukasi

3.5 Anjurkan keluarga tetap bersama pasien

*
Edukasi Pengetahuan

12383)

Observasi

4.1 Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi

Terapeutik

4.2 Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan

4.3 Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan

4.4 Berikan kesempatan untuk bertanya

Edukasi

4.5 Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan

*
Dukungan Perawatn Diri : Mandi

(I.11352)

Observasi

5.1 Monitor kebersihan tubuh

Terapeutik

5.2 Sediakan peralatan mandi

5.3 Sediakan lingkungan yang aman dan nyaman

5.4 Fasilitasi mandi sesuai kebutuhan

5.5 Pertahankan kebiasaan kebersihan diri

Edukasi

*
5.6 Jelaskan manfaat mandi dan dampak tidak mandi terhadap kesehatan
BHSP,melakukan pengkajian

1.1 Monitor suhu tubuh

1.2 Membasahi dan kipasi permukaan tubuh

1.3 Memberikan cairan oral

1.5 Menganjurkan tirah baring

1.8 Memberikan anlgetik ( Sanmol 3x500mg)

2.1 Mengidentifikasi skala nyeri

2.3 Mengajarkan teknik non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (musik)
Mengidentifikasi kemampuan untuk mengambil keputusan

3.2 Menganjurkan keluarga tetap berasama pasien

4.1 Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima

informasi

4.2 Menyediakan materi dan media pendidikan kesehatan


4.3. Menjadwalkan pendidikan kesehatan sesuai
kesepakatan
S :pasien mengatakan badan masih terasa panas

O : KU Sedang

Tanda-tanda Vital

TD : 100/70 mmHg

N : 90 kali /menit

R : 20 kal/menit

T : 39,3 ˚c

A : Masalah Hipertermia belum teratasi


P : Lanjutkan Intervensi 1.1 1.2 1.3 1.4 1.8
S : Pasein mengatakan sakit kepala berkurang

O : skala 2

A : Masalah gangguan rasa nyaman teratasi

P : Intervensi dihentikan
S : Pasien telah mampu mengambil keputusan dan telah

mwemahami situasi yang membuat dirinya ansietas

O : Pasien tampak tenaang

A : Masalah ansietas telah teratasi

P : Intervensi dihentikan
S : Pasien mengatakan siap menjadi ibu muda

O : Pasien Tampak senang dengan kehamilanya

A : Masalah Teratasi

P : Intervensi dihentikan

*
Diagnosa keperawatan hipertermia bisa terjadi karena

suhu tubuh meningkat diatas rentang normal. suatu

keadaan dimana suhu tubuh melebihi titik set,yang biasanya

diakibatkan oleh kondisi tubuh atau eksternal yang

menciptakan lebih banyak panas yang dapat dikeluarkan

oleh tubuh seperti sengatan panas,kejang atau

hipertiroidisme
Gangguan rasa nyaman terjadi pada pasien Tn.L
karena terjadinya perasaan kurang senang,lega dan
sempurna dalam dimensi
fisik,psikospiritual,lingkungan dan sosial. Gangguan
rasa nyaman adalah mengungkapkan
kenyamanan/rasa nyaman adalah suatu keadaan telah
terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yaitu
kebutuhan akan ketentraman (suatu kepuasan yang
meningkatkan penampilan sehari-hari),kelegaan
(kebutuhan telah terpenuhi), dan transenden (
keadaan tentang sesuatu yang melebihi masalah dan
nyeri.
Bagi Rumah Sakit
1. Pengkajian dapat terdokumentasi dengan baik dan
faktor predisposisi pada pasien dengan Susp DHF
dikaji, karena faktor predisposisi dapat

mengindikasikan penyebab dari Susp DHF

2. Diharapkan agar perawat ruangan lebih teliti


dalam menganalisa masalah keperawatan yang
akan ditegakkan sesuai dengan kondisi pasien dan
masalah keperawatan
3. Diharapkan agar perawat ruangan dapat menyesuaikan
intervensi berdasarkan kondisi pasien, fasilitas dan
sarana yang ada, serta hendaknya mengikutsertakan
pasien dan keluarga dalam perencanaan keperawatan.

4. Diharapkan agar perawat ruangan dapat melanjutkan


intervensi yang belum tercapai serta berkolaborasi
dengan Tim medis dan petugas kesehatah lain

5. Pada tahap evaluasi keperawatan, sebaiknya


dilaksanakan setiap hari oleh perawat ruangan setelah
tindakan keperawatan
Untuk melakukan pengkajian hendaknya meningkatkan kemampuan

interpersonal dan mempersiapakan sarana dan prasarana penunjang

Dalam membandingkan teori dan praktek keperawatan harus melihat

kondisi, situasi dan kebutuhan klien pada saat melakukan perawatan

faktor penghambat yang terdapat dikeluarga merupakan hal wajar &

merupakan sarana bagi seorang perawat keluarga dalam melakukan

pembelajaran dlm mengatasi masalah keluarga yang beraneka macam & unik

Dalam menentukan solusi terhadap masalah yang menjadi penghambat

penulis dlm melakukan implementasi terhadap keluarga, harus

*
menyesuaikan dgn keadaan / kondisi & situasi serta selaras dgn kemampuan

keluarga.
* Nurarif Huda Amin dan Kusuma Hardhi, 2013. aplikasi asuhan
keperawatanberdasarkan NANDA NIC-NOC Edisi Revisi jilid 1. Media Action
publishing : yogyakarta .
* Depkes RI. 2015.Demam Berdarah Biasanya Mulai Meningkat di Januari.
Diakses: 12 Mei 2015.www.depkes.go.id.
* PPNI (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan
Indikator Diagnostik, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

* PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan


Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.

* PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria


Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.