Anda di halaman 1dari 20

Bahan Kontruksi Kimia

“POLIMER”
Oleh :
Kelompok 3
Anggota : 1. Beryl Kholif
Arrahman
2. Raden Ayu Wilda A.
3. Ridho Tri Julian
Dosen Pembimbing : Ir. Hj. Elina
Margaretty, M.Si
TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
(2015)
APA ITU POLIMER?

ialah rangkaian atom yang panjang dan


berulang-ulang dan dihasilkan dari
sambungan beberapa molekul lain yang
dinamakan monomer
APA ITU MONOMER?

sebarang zat yang dapat dikonversi menjadi


suatu polimer.
STRUKTUR SIFAT POLIMER
1. Pertumbuhan rantai polimer bersifat acak.
2. Dalam satu bahan polimer dimungkinkan
terdapat 2 daerah
3. Rantai polimer yang keras dapat saling
mendekati dengan jarak yang lebih pendek
dibandingkan dengan rantai polimer yang
bercabang.
4. Polimer dengan kesatuan yang teratur dengan
gaya antaraksi yang tinggi akan memiliki
kekristalan dan gaya tegang.
PENGGOLONGAN POLIMER
1. Penggolongan Primer berdasarkan asalnya
1. Polimer alami
2. Polimer sintetis
2. Penggolongan polimer berdasarkan jenis
monomernya
1. Homopolimer
2. Kopolimer
3. Penggolongan polimer berdasarkan sifatnya
terhadap panas
1. Polimer termoplas
2. Polimer termosting
4. Penggolongan polimer berdasarkan aplikasinya
1. Polimer komersial
2. Polimer teknik
3. Polimer dengan tujuan khusus
PENGGOLONGAN POLIMER
1. Penggolongan Primer berdasarkan asalnya
1. Polimer alami
No Polimer Monomer Polimerisasi Contoh
1. Pati/amilum Glukosa Kondensasi Biji-bijian, akar umbi
2. Selulosa Glukosa Kondensasi Sayur, Kayu, Kapas
3. Protein Asam amino Kondensasi Susu, Daging, Telur, Wol, Sutera
4. Asam nukleat Nukleotida Kondensasi Molekul DNA dan RNA (sel)
5. Karet alam Isoprena Adisi Getah pohon karet

2. Polimer sintetis
No Polimer Monomer Terdapat pada
1. Polietena Etena Kantung, kabel plastik
2. Polipropena Propena Tali, karung, botol plastik
3. PVC Vinil klorida Pipa paralon, pelapis lantai
4. Polivinil alcohol Vinil alcohol Bak air
5. Teflon Tetrafluroetena Wajan atau panci anti lengket
Pipa rekam magnetik, kain atau
6. Dakron Metil tereftalat dan etilene glikol tekstil (wol sintetis)
Asam adipat dan heksametilena
7. Nilon diamin Tekstil
8. Polibutadiena Butadiena Ban motor
9. Poliester Ester dan etilena glikol Ban mobil
10. Melamin Fenol frmaldehida Piring dan gelas melamin
Metoksi benzena dan alcohol
11. Epoksi resin sekunder Penyalut cat (cat epoksi)
PENGGOLONGAN POLIMER
2. Penggolongan polimer berdasarkan jenis monomernya

1. Homopolimer
=> Homopolimer adalah polimer yang monomernya sejenis. Contohnya,
selulosa dan protein.
contoh : (-P-P-P-P-P-P-P-P-)n

2. Kopolimer
 Kopolimer atau disebut juga heteropolimer adalah polimer yang
monomernya tidak sejenis
Contoh : (-P-S-S-P-P-S-S-S-P-S-P-)
PENGGOLONGAN POLIMER
3. Penggolongan polimer berdasarkan sifatnya terhadap
panas

1. Polimer termoplas
=> Polimer termoplas adalah polimer yang tidak tahan panas. Polimer
tersebut apabila dipanaskan akan meleleh (melunak), dan dapat
dilebur untuk dicetak kembali (didaur ulang). Contohnya polietilene,
polipropilena, dan PVC.

2. Polimer termosting
=> Polimer termosting adalah polimer yang tahan panas. Polimer
tersebut apabila dipanaskan tidak akan meleleh (sukar melunak), dan
sukar didaur ulang. Contohnya melamin dan bakelit.
PENGGOLONGAN POLIMER
4. Penggolongan polimer berdasarkan aplikasinya
1. Polimer komersial 3. Polimer dengan tujuan
khusus
Contoh: alat-alat kesehatan
seperti termometer/
timbangan.

2. Polimer teknik
KONSEP STRESS DAN STRAIN

Grafik stress strain Kurva sistematik stress–strain untuk


polimer plastik
DEFORMASI POLIMER
adalah perubahan bentuk atau ukuran objek yang terjadi
karena adanya gaya pada material tersebut. Deformasi
dapat berupa hasil dari gaya tarik, tekan, geser, atau torsi
(memutar). Deformasi sering digambarkan sebagai
strain.

 Fraktur Polimer  Deformasi dan Mekanisme


 Karakteristik Mekanik untuk Memperkuat Polimer
Lainnya  Deformasi Polimer
- Dampak Kekuatan Semikristal
- Fatigue  Deformasi Elastomer
- Tear Strength and hardness  Kristalisasi
POLIMER TERMOPLASTIK
Polimer termoplastik adalah polimer yang mempunyai sifat tidak tahan
terhadap panas. Jika polimer jenis ini dipanaskan, maka akan menjadi
lunak dan didinginkan akan mengeras.

Polimer termoplastik memiliki sifat – sifat khusus sebagai berikut:


Berat molekul kecil
Tidak tahan terhadap panas
Jika dipanaskan akan melunak
Jika didinginkan akan mengeras
Mudah untuk diregangkan
Fleksibel
Titik leleh rendah
Dapat dibentuk ulang (daur ulang)
Mudah larut dalam pelarut yang sesuai
CONTOH TERMOPLASTIK DAN
PENGGUNAAN
1. POLYPROPYLENE (PP)
=> merupakan polimer kristalin yang dihasilkan dari proses polimerisasi gas propilena.
2. POLYSTIRENE
=> adalah hasil polimerisasi dari monomer-monomer stirena, dimana monomer stirena- nya didapat dari
hasil proses dehidroge nisasi dari etil benzene (dengan bantuan katalis), sedangkan etil benzene-nya
sendiri merupakan hasil reaksi antara etilena dengan benzene (dengan bantuan katalis).
3. ACRYLONITRILE BUTADIENE STYRENE (ABS)
=> termasuk kelompok engineering thermoplastic yang berisi 3 monomer pembentuk.
4. POLYVINYL CHLORIDE (PVC)
=> merupakan hasil polimerisasi monomer vinil klorida dengan bantuan katalis
5. POLYACETAL ATAU POLYOXYMETHYLENE (POM)
=> salah satu engineering plastic yang penting yang banyak digunakan di bidang teletronik, bangunan dan
sector alat-alat tehnik.
6. POLI KARNONAT
=> engineering plastic yang dibuat dari reaksi kondensasi bisphenol A dengan fosgen (phosgene) dalam
media alkali
7. POLIAMIDA (TAILOR)
=> merupakan istilah yang digunakan terhadap poliamida yang mempunyai sifat-sifat dapat dibentuk
serat, film dan plastic.
8. POLYETHYLENE PEREPHTALATE (PET)
=> dibuat dari glikol (EG) dan terephtalic acid (TPA) atau dimetyl ester atau asam terepthalat (DMT).
POLIMER TERMOSETTING
Polimer termosetting adalah polimer yang mempunyai
sifat tahan terhadap panas. Jika polimer ini dipanaskan,
maka tidak dapat meleleh.

Sifat polimer termosetting sebagai berikut.


• Keras dan kaku (tidak fleksibel)
• Jika dipanaskan akan mengeras
• Tidak dapat dibentuk ulang (sukar didaur ulang)
• Tidak dapat larut dalam pelarut apapun
• Jika dipanaskan akan meleleh
• Tahan terhadap asam basa
• Mempunyai ikatan silang antarrantai molekul
REAKSI PEMBENTUKAN
POLIMER

Polimerisasi merupakan suatu reaksi


pembentukan polimer dari monomernya. Dua
jenis utama dari reaksi polimerisasi adalah
polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.
PROSES PEMBUATAN POLIMER
1. Polimer Adisi
adalah perkaitan langsung
antar monomer
berdasarkan reaksi adisi.
Polimerisasi adisi terjadi
pada monomer yang
mempunyai ikatan rangkap
dua. Polimerisasi dapat
berlangsung dengan
bantuan katalisator.
PROSES PEMBUATAN POLIMER
2. Polimer Kondensasi
terjadi dari reaksi antara
gugus fungsi pada monomer
yang sama atau monomer
yang berbeda.
Pada reaksi semacam ini,
tiap monomer harus
mempunyai dua gugus
fungsional sehingga dapat
menambahkan pada tiap
ujung ke unit lainnya dari
rantai tersebut
BAHAN TAMBAH (ADITIF)
 Penstabil (Stabillizer)
=> berfungsi untuk mempertahankan produk plastik
dari kerusakan, baik selama proses, dalam
penyimpanan maupun aplikasi produk
 UV stabilizer
=> berfungsi mencegah kerusakan barang plastic
akibat pengaruh sinar matahari
Antioksidan
=> berfungsi mencegah atau mengurangi
kerusakan produk plastk karena pengaruh oksidasi
yang dapat menyebabkan pemutusan rantai polimer
PEWARNA ( COLORANT )
Bahan pewarna berfungsi untuk meningkatkan
penampilan dan memperbaiki sifat tertentu dari
bahan plastik
Colorant dapat
diklasifikasikan dalam 2 jenis,
yaitu :
- Dyes
- Pigmen
TERIMA KASIH