Anda di halaman 1dari 65

GIZI

Oleh :
Yasmin Nabila Ramadhani
SCOPH CIMSA-BEM KM FK UNAND
Pre Test
• https://testmoz.com/2011672

• Nama – Pre Test


Apa Pos Gizi?
POS GIZI

Pengertian :
adalah tempat berkumpulnya balita kurang gizi dan
orangtua/pengasuh untuk belajar mempraktikkan
perilaku unik positif yang telah terbukti dapat
mempertahankan status gizi

Tujuan Pos Gizi :


1. untuk pemulihan anak gizi kurang (meningkatkan
berat badan anak minimal 200 – 400 gram atau
mengikuti garis pertumbuhan normalnya di KMS
dalam 1 - 3 putaran pos gizi)
2. untuk mempraktekkan prilaku baru.
POS GIZI
Sasaran dan peserta :
• balita dengan berat badan dibawah pita kuning pada KMS
• didampingi orang tua atau pengasuh
• jumlah 8 – 12 orang balita.
Waktu :
selama 10 hari berturut-turut, satu minggu setelah
penimbangan di Posyandu dengan waktu dalam satu
hari kurang lebih dua jam.
Tempat :
ditentukan bersama oleh masyarakat yang disepakati
oleh kader dan orang tua balita
TAHAPAN POS GIZI
A. PERSIAPAN

1. Menyusun rencana/kegiatan kalender


pos gizi
2. Menentukan dan mendaftarkan
peserta pos gizi sesuai kriteria
3. Membuat absensi kehadiran peserta
pos gizi
4. Menyusun menu
TAHAPAN POS GIZI
B. PELAKSANAAN
1. Penimbangan BB (hari 1 & hari 10) dengan kader yang sama
2. Absen kehadiran , anak yg mengisi kehadiran pada tabel yang
sudah disediakan.
3. Menyerahkan sumbangan bahan makanan
Kader yang bertugas menerima sumbangan bahan makanan
peserta dan dicatat.
4. Praktek memasak
5. Praktek makan bersama
6.Pemantauan pola makan
7. Pratik perilaku kebersihan diri/ kesehatan
8. Bermain dengan anak
9. Pesan kesehatan
Kelulusan Peserta

 kenaikan BB 200 – 400 gr atau sesuai umur. Setelah mengikuti pos gizi
putaran 1. anak tsb akan dipantau pertumbuhannya sampai 3 bulan ke
depan, demikian juga untuk putaran ke 2 dan ke 3 akan dikuti terus
sampai 3 bulan ke depan.
Adanya perilaku baru yang menjadi kebiasaan, perilaku sebelum dan
sesudah mengikuti pos gizi.
Peserta yang tidak lulus dalam 3 putaran pos gizi, diperiksa
kesehatannya di Posyandu oleh tenaga medis, apakah ada /tidak
penyakit penyerta dan dianjurkan terus menjadi peserta pos gizi
Anak harus mengulang apabila anak kurang gizi berdasarkan KMS
anak dengan BGM atau pada pita/garis kuning, kenaikan BB kurang dari
200-400 gram sesuai umur .
Peserta yang telah lulus tetapi status gizinya kembali memburuk
(BGM)
Kegiatan PosGizi
Kegiatan Pos Gizi
rehabilitasi dan Perubahan nyata yang
pendidikan gizi 12 hr , terlihat pada anak, dengan
kunjungan rumah o/ kader
disertai metode “belajar
sambil bekerja”,
menghasilkan terjadinya
peningkatan kepercayaan diri
dan ketrampilan pengasuh
dalam perilaku-perilaku
pemberian makan,
pengasuhan anak,
kebersihan, dan perawatan
kesehatan.
Pendekatan Pos Gizi
Para Kader :
1. Ibu balita/pengasuh anak-anak kurang gizi
mempraktekkan berbagai perilaku baru dalam hal
memasak, pemberian makan, kebersihan dan
pengasuhan anak yang telah terbukti berhasil dalam
merehabilitasi anak-anak yang kurang gizi
2. secara aktif melibatkan ibu dan anak dalam proses
rehabilitasi dan pembelajaran dalam situasi rumah
yang nyaman dan bekerja agar keluarga-keluarga
tersebut dapat mempertahankan status gizi anak
yang sudah baik di rumah
Pendekatan Pos Gizi

3. Perubahan perilaku dan memberdayakan para


ibu balita/pengasuh untuk bertanggungjawab
terhadap rehabilitasi gizi anak-anak mereka
dengan menggunakan pengetahuan dan
sumber daya lokal
4. Setelah pemberian makanan tambahan
berkalori tinggi selama dua minggu, anak-
anak menjadi lebih bertenaga dan nafsu
makan merekapun bertambah
Perilaku dan Kebiasaan menguntungkan
yang dipromosikan oleh Pos Gizi

Kebiasaan-kebiasaan yang
bermanfaat harus ditinjau
berdasarkan konteks
budaya masyarakat dimana
Pos Gizi itu dilaksanakan.
Kebiasaan pemberian makan ,
kebiasaan baik:
makan anak ≥ 6 bulan :
1. Variasi makanan dalam porsi kecil setiap hari
sebagai MP Air Susu Ibu (MP-ASI)
2. Pemberian makan secara aktif
3. Pemberian makan selama sakit dan
penyembuhan,
4. Menangani anak yang memiliki selera makan
yang rendah.
Kebiasaan pengasuhan
. Interaksi positif antara anak dan pengasuh utama dan
pengganti membantu perkembangan emosi dan psikologis
anak.
• sering melakukan interaksi lisan dengan anak,
• memberikan dan menunjukkan perhatian dan kasih sayang
pada anak,
• adanya pembagian tugas agar pengawasan dan pengasuhan
anak berjalan baik,
• partisipasi aktif ayah dalam pengasuhan anak.

merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan anak


yang normal namun seringkali terabaikan.
Kebiasaan kebersihan

kebersihan tubuh, makanan, dan


lingkungan berperan penting dalam
memelihara kesehatan anak serta
mencegah penyakit-penyakit diare dan
infeksi kecacingan

CPTS
Kebiasaan mendapatkan pelayanan
kesehatan
• selain memberikan Imunisasi lengkap seb
ultah I , pengobatan penyakit pada masa
kanak-kanak dan mendapatkan bantuan
profesional pada waktu yang tepat sangat
berperan penting dalam menjaga kesehatan
anak.
MTBS
( 16 KUNCI DARI 4 POINT )
Evaluasi

 Evaluasi harian : setelah pos gizi berakhir


kader mendiskusikan tentang kegiatan hari itu
Evaluasi bulanan : membahas hasil
kunjungan rumah oleh kader untuk melihat
perilaku unik yang diterapkan dirumah oleh
orang tua/pengasuh.
Evaluasi 3 bulanan : di tingkat posyandu oleh
komite, tenaga kesehatan dan kader.
Evaluasi 6 bulanan ; di tingkat RW dalam
pertemuan RW dengan lintas program dihadiri
oleh komite, kader,Toma, Toga, nakes ,
kelompok masyarakat dan pemerintahan
kelurahan membahas permasalahan pos gizi.
 Kunjungan rumah
Pengetahuan Gizi Dasar
Pendahuluan
 Ilmu gizi timbul sbg jawaban atas permasalahan yang ada
dibidang makanan dlm hubungannya dgn kesehatan spt
penyakit beri-beri, scorbut (sariawan), dll
 Penelitian lebih lanjut menyebutkan bahwa penyebab
masalah tsb adalah kekurangan unsur tertentu dalam
makanan yang selanjutnya disebut zat gizi
 Kekurangan zat gizi dapat menyebabkan anemia Fe, Kurang
Energi Protein, kurang Vit A, GAKY, dll
 Penemuan ttg gizi terus berlanjut dgn ditemukannya unsur
yang lebih spesifik baik fisik maupun kimia, misal : penemuan
vitamin, mineral, dll
 Ilmu gizi sangat berperan dalam program kesehatan, karena
saling terkait satu sama lain
Beberapa istilah penting
ILMU GIZI (NUTRITION SCIENCE) adalah
Ilmu yang mempelajari segala sesuatu ttg
makanan dalam hubungannya dgn
kesehatan yg optimal.
Gizi berasal dari bhs Arab “Ghidzai” yg
berarti Makanan
Ilmu Gizi selain berkaitan dgn makanan,
juga berkaitan dgn tubuh manusia.
ZAT GIZI (NUTRIENTS) adalah ikatan kimia yg
diperlukan tubuh utk melakukan fungsinya,
yaitu : menghasilkan energi, membangun &
memelihara jaringan, serta mengatur proses-
proses kehidupan.
MAKANAN  Bahan selain obat yg
mengandung zat-zat gizi dan berguna bila
dimasukkan kedalam tubuh.
• Pangan : istilah umum untuk semua
bahan yang dapat dijadikan makanan
• Bahan Makanan : makanan dalam
keadaan mentah
• Status Gizi : keadaan tubuh sebagai
akibat konsumsi makanan dan
penggunaan zat-zat gizi oleh tubuh
Makanan Seimbang
 Makanan yang mengandung semua zat gizi
yang diperlukan tubuh dalam jumlah
seimbang.
 Tidak ada satu jenis bahan makanan yang
mengandung semua zat gizi yang
diperlukan tubuh manusia.
 Aneka ragam makanan akan saling
melengkapi dan menutupi kekurangannya.
Pertumbuhan
GIZI SEIMBANG
DIPERLUKAN UNTUK

Perkembangan

Kecerdasan

Pemeliharaan
kesehatan

Aktivitas dan
Lain-lain
ZAT GIZI & MANFAATNYA

Zat Gizi Makro Zat Gizi Mikro

Karbohidrat Lemak Protein Air Vitamin Mineral

Bahan Bakar Bahan Pembangun Bahan Pengatur


PERAN GIZI SEIMBANG DALAM
DAUR KEHIDUPAN
1. TAHAP DALAM KANDUNGAN  JAMINAN
KESELAMATAN IBU & JANIN DALAM PROSES KEHAMILAN
DAN PERSALINAN
2. TAHAP BALITA  JAMINAN PERTUMBUHAN &
KELANGSUNGAN HIDUP BALITA YG OPTIMAL
3. TAHAP USIA SEKOLAH & REMAJA  JAMINAN
PERTUMBUHAN & PRESTASI BELAJAR YANG OPTIMAL
4. TAHAP DEWASA & USIA KERJA  JAMINAN UTK
KEGIATAN PRODUKTIF & REPRODUKTIF
5. TAHAP LANSIA  JAMINAN KEHIDUPAN SEHAT DAN
BAHAGIA BAGI LANSIA
GIZI SEIMBANG

MENU/ KEBUTUHAN
HIDANGAN zat gizi
MAK. POKOK
LAUK UMUR
SAYUR JENIS KELAMIN
KONDISI FISIK
BUAH
AKTIFITAS
AIR Dlsb.

GIZI TIDAK SEIMBANG


GIZI TIDAK SEIMBANG

KEBUTUHAN
TUBUH
MAKANAN (zat gizi)
(ZAT GIZI)
MAKANAN KEBUTUHAN
(ZAT GIZI) TUBUH
(zat gizi)
GIZI SALAH
KURANG GIZI
GIZI SALAH
GIZI LEBIH

26/08/2019 27
Ketidakseimbangan gizi yang diterapkan dalam
menu sehari-hari, berakibat pada:

1. Penyakit Kurang Gizi


2. Kelebihan Gizi, yang menjadi kegemukan dan
kegemukan merupakan salah satu faktor risiko
kolesterol darah tinggi yang menjurus ke
penyakit jantung koroner.
AKIBAT GIZI TIDAK SEIMBANG,

• Kurang Energi & Protein


• Anemia Gizi Besi
• Gangguan Kurang Yodium
• Kurang Vitamin A
• Kurang Zat Gizi Mikro (Zinc)
• Kegemukan & Obesitas
• Penyakit Degeneratif
DAMPAK KURANG GIZI

Gizi kurang & Gizi cukup & sehat


infeksi

“Otak Kosong” bersifat permanen Anak cerdas


Tak terpulihkan dan produktif

MUTU RENDAH MUTU SDM TINGGI

BEBAN ASET
30
Sumber : FKM UI & Unicef, 2002
100 milyar sel
Satu sel berhubungan 100 triliun
dengan 10.000 sel sambungan
lainnya

Protein, vitamin dan mikromineral


(Zink, Selenium, Yod, Tembaga,
Besi) Asam lemak
essensial
AA, DHA, OMEGA
3,5,9
PESAN GIZI SEIMBANG
PILAR 1 PILAR 2 PILAR 3 PILAR 4
MENGONSUMSI MEMBIASAKAN MELAKUKAN MEMPERTAHAN
PANGAN PERILAKU HIDUP AKTIVITAS FISIK KAN DAN
BERANEKA RAGAM BERSIH MEMANTAU
BERAT BADAN
NORMAL

Alasan
1. Pilar 1 -> Tidak ada satu jenispun pangan yang mempunyai kandungan zat gizi yang
lengkap kecuali ASI untuk bayi 0-6 bulan
2. Pilar 2 -> Adanya hubungan timbal balik antara infeksi dan status gizi
3. Pilar 3 -> Aktivitas fisik memperlancar sistem metabolisme di dalam tubuh
4. Pilar 4 -> Merupakan salah satu indikator bahwa telah terjadi keseimbangan zat gizi di
Direktorat Bina Gizi 2014
dalam tubuh
PEDOMAN GIZI SEIMBANG
- Permenkes No 41 Tahun 2014 -
10 PESAN GIZI SEIMBANG
TUMPENG
1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
GIZI SEIMBANG
2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang
mengandung protein tinggi
4. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan
pokok
5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak
6. Biasakan sarapan
7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
10.Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan
BB normal

26/08/2019 33
Mengapa?
• Tidak ada satu jenispun pangan
Pilar 1 yang mempunyai kandungan zat
Mengon-
gizi yang lengkap kecuali ASI
sumsi untuk bayi 0-6 bulan
pangan
beraneka
ragam • Beragam saja tidak cukup :
– Proporsi seimbang sesuai
kebutuhan tubuh
– Dalam jumlah yang cukup
(moderate), tidak terlalu banyak
atau terlalu sedikit
– Dilakukan secara teratur
Direktorat Bina Gizi 2014
Mengapa?
Pilar 2
Membiasaka
n Perilaku
Hidup Bersih Infeksi Status Gizi

Direktorat Bina Gizi 2014


Mengapa?
Pilar 3
Melakukan
Aktivitas • Menyeimbangkan antara
Fisik asupan dan pengeluaran zat
(termasuk
OR)
gizi utama sumber Energi

• Aktivitas fisik memperlancar


sistem metabolisme di dalam
tubuh

Direktorat Bina Gizi 2014


Mengapa?
Pilar 4
Memperta
hankan dan
Memantau • Merupakan salah satu
Berat indikator bahwa telah terjadi
Badan
Normal keseimbangan zat gizi di
dalam tubuh

Direktorat Bina Gizi 2014


b. PIRING MAKANKU,
PORSI SEKALI MAKAN

Direktorat Bina Gizi 2014


26/08/2019 39
1 Porsi Sayuran = 100 gram
Mengandung:
5 gr KH, 1 gr Protein, 25 Kalori

Untuk sayur yang isinya 2 macam sayuran, diperkirakan masing-


masing sayur sekitar 50 gr, jadi per sajian diperkirakan 100 gr
26/08/2019 40
1 Porsi Buah = berbeda-beda tergantung jenis buahnya
Mengandung: 12 gr KH 50 Kalori

1 p apel malang = 1 bh sdg = 75 gr


1 p pisang = 1 buah kecil = 50 gr 1 p jambu air = 2 bh besar = 110 gr

1 p belimbing = 1 bh besar = 140 gr 1 p duku = 16 buah duku = 80 gr


1 p semangka = 2 bh besar = 180 gr

26/08/2019 1 p sawo = 1 buah sedang= 55 gram 1 p mangga = ¾ buah sedang atau ½ buah besar = 90 gram 41
Makanan Seimbang
 Makanan yang mengandung semua zat gizi
yang diperlukan tubuh dalam jumlah
seimbang.
 Tidak ada satu jenis bahan makanan yang
mengandung semua zat gizi yang
diperlukan tubuh manusia.
 Aneka ragam makanan akan saling
melengkapi dan menutupi kekurangannya.
PERAN GIZI SEIMBANG DALAM
DAUR KEHIDUPAN
1. TAHAP DALAM KANDUNGAN  JAMINAN
KESELAMATAN IBU & JANIN DALAM PROSES KEHAMILAN
DAN PERSALINAN
2. TAHAP BALITA  JAMINAN PERTUMBUHAN &
KELANGSUNGAN HIDUP BALITA YG OPTIMAL
3. TAHAP USIA SEKOLAH & REMAJA  JAMINAN
PERTUMBUHAN & PRESTASI BELAJAR YANG OPTIMAL
4. TAHAP DEWASA & USIA KERJA  JAMINAN UTK
KEGIATAN PRODUKTIF & REPRODUKTIF
5. TAHAP LANSIA  JAMINAN KEHIDUPAN SEHAT DAN
BAHAGIA BAGI LANSIA
Ketidakseimbangan gizi yang diterapkan dalam
menu sehari-hari, berakibat pada:

1. Penyakit Kurang Gizi


2. Kelebihan Gizi, yang menjadi kegemukan dan
kegemukan merupakan salah satu faktor risiko
kolesterol darah tinggi yang menjurus ke
penyakit jantung koroner.
AKIBAT GIZI TIDAK SEIMBANG,

• Kurang Energi & Protein


• Anemia Gizi Besi
• Gangguan Kurang Yodium
• Kurang Vitamin A
• Kurang Zat Gizi Mikro (Zinc)
• Kegemukan & Obesitas
• Penyakit Degeneratif
PENUTUP
Implementasi prilaku GIZI
SEIMBANG pada seluruh lapisan
masyarakat diharapkan dapat
meningkatkan perbaikan status gizi
masyarakat, yang pada akhirnya
dapat mewujudkan BANGSA SEHAT
BERPRESTASI.
Direktorat Bina Gizi 2014
Post Tset
• https://testmoz.com/2011672

• Nama – Post Test