Anda di halaman 1dari 18

TINDAKAN KHUSUS PADA

PATOLOGI ANTENATAL
KELOMPOK 4

 LILIAN MEUTIA
 LARA CLAUDYA
 YOLA FITRIA
 NATASHA IRMAYUNI
SKRINING RESIKO
KARTU SKOR POEDJI ROCHJATI

Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR) adalah kartu


skor yang digunakan sebagai alat skrining antenatal
berbasis keluarga untuk menemukan faktor risiko
ibu hamil, yang selanjutnya mempermudah
pengenalan kondisi untuk mencegah terjadi
komplikasi obstetrik pada saat persalinan.KSPR
disusun dengan fforma kombinasi antara checklist
dari kondisi ibu hamil / faktor risiko dengan sistem
skor
FUNGSI KSPR
Melakukan skrining deteksi dini ibu hamil risikotinggi

Memantau kondisi ibu dan janin selamakehamilan

Memberi pedoman penyuluhan untuk persalinan aman


berencana (Komunikasi InformasiEdukasi/KIE).

Mencatat dan melaporkan keadaan kehamilan,


persalinan,nifas

Audit maternal perinatal (AMP0


Menurut Poedji Rochyati dkk.Mengemukakan kriteria KRT sebagai

RESIKO

Kehamilan Risiko Kehamilan Risiko


Rendah (KRR) Tinggi (KRT)
dengan jumlah dengan jumlah
skor 2 skor 6-10

Kehamilan Risiko
Sangat Tinggi
(KRST) dengan
jumlah skor ≥ 12
BATASAN RESIKO

 Ada Potensi Gawat Obstetri / APGO


 Ada Gawat Obstetri / AGO
 Ada Gawat Darurat Obstetri / AGDO
CONTOH KSPR
Ultrsonografi (USG)

Ultrsonografi (USG) adalah pemeriksaan dengan


menggunakan ultrasonik (gelombang suara) yang di
pancarkan oleh transduser.Ultrasonografi (USG) ini juga
merupakan transmisi gelombang bunyi frekuensi tinggi
yang berenergi rendah melewati suatu medium, seperti
cairan atau jaringan.
JENIS USG

USG 2 DIMENSI USG 3 DIMENSI

USG 4 DIMENSI USG DOPPLER


Pemeriksaan laboratorium awal pada antenatal
yang umum dilakukan
 Pap Smear
 Kultur GC/CT
 Hb/Ht
 Skrining antibodi (uji coombss tidak langsung)
 Golongan darah / faktor Rh
 Sifilis
 HIV
 Hepatitis B
 Titer rubella
 Urinalis
 Tes mantoux (tes tuberkulin)
 Elektroforesis Hb
 Titer antibodi varisela
Sistem Rujukan
 Rujukan Menurut tata hubungan

Rujukan eksternal Rujukan internal

 Menurut ruang lingkup pelayanan

Rujukan medik Rujukan kesehatan


Cara merujuk
 Menentukan kegawat daruratan pasien
 Menentukan tempat rujukan

ALUR MERUJUK

1. DARI KADER (PUSKESMAS, RUMAH SAKIT,


PONDOK BERSALIN)
2. DARI POSYANDU
KOLABORASI MANAJEMEN
MEDIS

Kolaborasi adalah hubungan saling berbagi tanggung


jawab (kerjasama) dengan rekan sejawat atau tenaga kesehatan
lainnya dalam memberi asuhan pada pasien dalam
praktiknya,kolaborasi dilakukan dengan mendiskusikan
diagnosis pasien serta bekerjasama dalam penatalaksanaaan
dan pemberian asuhan.masing –masing tenaga kesehatan dapat
saling berkonsultasi dengan tatap muka langsung atau melalui
alat komunikasi lainnya dan tidak perlu hadir ketika tindakan
dilakukan.petugas kesehatan yang ditugaskan menangani
pasien bertanggung jawab terhadap keseluruhan
penatalaksanaan asuhan
:
Pelayanan kolaborasi/kerjasama terdiri dari

 Menerapkan manajemen keperawatan pada setiap asuhan


keperawatan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan
klien dan keluarga .
 Memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil resiko
tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatan yang
memerlukan tindakan kolaborasi.
 Memberikan asuhan keperawatan pada ibu dalam masa
persalinan dan pertolongan pertama pada kegawatan yang
memerlukan tindakan kolaborasi.
 Memberikan asuhan keperawatan pada ibu dalam masa
nifas dan pertolongan pertama pada kegawatan yang
memerlukan tindakan kolaborasi.
 Memberikan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir dan
pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan
tindakan kolaborasi.
 Memberikan asuhan keperawatan pada balita resiko tinggi
dan pertolongan pertama pada kegawatan yang
memerlukan tindakan kolaborasi
Kolaborasi dalam praktik
keperawatan
 Dalam praktik playanan keperawatan pelayanan
kolaborasi adalah asuhan keperawatan yang di berikan
kepada klien dengan tanggung jawab bersama semua
pemberi playanan yang terlibat.misalnya:
bidan,dokter,atau tenaga kesehatan profesional
lainya.perawat merupakan anggota tim.perawat
menyakini bahwa dalam memberi asuhan harus tetap
menjaga,mendukung, dan menghargai proses fisiologis
manusia.rujukan yang efektif di lakukan untuk
menjamin kesejahteraan ibu dan bayinya . Perawat juga
bekerjasama dalam mengembangkan kemitraan dengan
anggota kesehatan lainya. Dalam melaksanakan
tugasnya, keperawatan melakukan kolaborasi,konsultasi,
dan perujukan sesuai dengan kondisi pasien,
kewenangan dan kemampuanya.
THANK YOU