Anda di halaman 1dari 44

KELOMPOK 2

1. FADHIL AKBAR 1711312003


2. PUTRI RAHMADANI 1711311011
3. SITI RAHMA 1711312023
4. TIKA NELSYA PUTRI 1711313035
HIPERTENSI GRAVIDARUM

keadaan dengan tekanan darah diastolik


minimal 90mmHg atau tekanan sistolik minimal
140mmHg, atau kenaikan tekanan diastolik
minimal 15 mmHg atau kenaikan tekanan
sistolik minimal 30mmHg. Tekanan darah harus
diukur paling sedikit 2 kali dengan selang waktu
4 jam.
PENYEBAB
•Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih
besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita
Faktor hipertensi.
keturunan

•Misalnya seperti umu ( jika umur bertambah maka TD meningkat ), jenis


kelamin (laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan ) dan rasa (rasa kulit hitam
Ciri lebih banyak daripada kulit putih)
perserorangan

•Seperti sering mengkonsumsi garam yang tinggi (melebihi dari 30gr),


kegemukan atau makan berlebihan, stress dan pengaruh lain misalnya
Kebiasaan merokok, minum alkohol , obat-obatan (ephedrine, prednison dan epineprin).
Hidup

•Pada lanjut usia penyebab perubahan tekanan darah adalah karna adanya
aterosklerosis, hilangnya elastisitas pembuluh darah, menurunnya distensi dan
Usia daya regang pembuluh darah.
TANDA & GEJALA

Tekanan darah Jika hipertensi


absolut 140/90 kronik, maka
dengan kenaikan tekanan darah akan
meningkat sebelum
tekanan darah
usia kehamilan 20
30mmHg untuk minggu atau sudah
sistolik atau 15 mempunyai
mmHg untuk keadaan hipertensi
diastolik. sebelum hamil.

Kejang ( antara
lain penyebab
kejang adalah
Nyeri kepala epilepsi, malaria,
trauma kepala,
meningitis,
ensefalitis, dll)
KLASIFIKASI

Kehamilan Kehamilan
Hipertensi
yang yang Hipertensi
secara
menyebabkan memperburuk sementara
kebetulan
hipertensi hipertensi
PENALATAKSANAAN MEDIS DAN KEPERAWATAN
Umum
 Segera lakukan penilaian terhadap keadaan umum
termasuk tanda vital ( nadi, tekanan darah dan
pernafasan ) sambil mencari riwayat penyakit
sekarang dan terdahulu pasien atau keluarganya.
 Jika ibu tidak sadar atau kejang, segera lakukan
pertolongan pertama kegawatdaruratan segera
hindari trauma atau jatuh, periksa dan bebaskan
jalan nafas, baringkan pada sisi kiri, ukur suhu, beri
oksigen 4-6 liter/menit, pasang infus dan segera
lakukan rujukan ke RS.
 Sedangkan jika dibagian medisnya bisa diberikan
obat antihipertensi untuk mengurangi tekanan darah
ibu.
 Mengalirkan ringer laktat agar kekentalan darah ibu
menurun.
 Khusus
 Pembatasan kalori, cairan dan garam tidak terbukti
untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan, bahkan
dapat berbahaya bagi janin.
 Deteksi dini dan penanganan ibu hamil dengan faktor
faktor risiko sangat penting pada penanganan hpertensi
dalam kehamilan dan pencegahan kejang.
 Kunjungan ulang dan follow up teratur dan konseling
yang jelas kapan pasien harus kembali
 Suami dan anggota keluarga diberi konseling tentang
tanda-tanda hipertensi dalam kehamilan dan perlunya
dukungan sosial atau moral kepada ibu hamil.
 Hipertensi karna kehamilan tanpa proteinuria, maka
lakukan pemantauan tekanan darah, urin (cek
proteinuria), jika tekanan darah meningkat,kondisi janin
memburuk atau terjadi pertumbuhan janin terhambat.
Segera lakukan tujukan ke RS, beritahu pasien dan
keluarga tentang tanda bahaya dan gejaa
preeklampsia/eklampsia.
ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian
a. Anamnesa
 Identitas umum ibu

 Riwayat kesehatan sekarang

 Riwayat kesehatan Dahulu

 Riwayat Kesehatan Keluarga

 Riwayat Obstetri

b. Pemeriksaan fisik
 Tekanan darah,nadi, suhu, nafas,wajah, mata, bibir,
hidung,mulut, thorax, payudara,abdomen,
ekstremitas atas dan bawah
Pemeriksaan Penunjang
 Pemeriksaan laboratorium
a) Pemeriksaan darah lengkap dengan hapusan darah
1) Penurunan hemoglobin (nilai rujukan atau kadar normal untuk wanita
hamil adalah 12-14 gr%)
2) Hematokrit meningkat (nilai rujukan 37-43 vol%)
3) Trombosit menurun (nilai rujukan 150-450 ribu/mm3

b) Urinalisis
Untuk menentukan apakah ibu hamil dengan hipertensi tersebut
mengalami proteinuria atau tidak. Biasanya pada ibu hipertensi ringan
tidak ditemukan protein dalam urin.

c) Pemeriksaan fungsi hati


1) Bilirubin meningkat (N=< 1 mg/ dl)
2) LDH (Laktat dehidrogenase) meningkat
3) Aspartat aminomtransferase (AST) > 60 ul.
4) Serum glutamat pirufat transaminase (SGPT) meningkat (N: 15-45 u/ml).
5) Serum glutamat oxaloacetic trasaminase (SGOT) meningkat (N: < 31 u/l).
6) Total protein serum normal (N: 6,7-8,7 g/dl).

d) Tes kimia darah Asam urat meningkat (N: 2,4-2,7 mg/ dl).
 Radiologi
a) Ultrasonografi : bisa ditemukan retardasi pertumbuhan janin
intrauterus, pernapasan intrauterus lambat, aktivitas janin
lambat, dan volume cairan ketuban sedikit
b) Kardiotografi : Diketahui denyut jantung janin lemah

 Data sosial ekonomi


Hipertensi pada ibu hamil biasanya lebih banyak terjadi pada
wanita dengan golongan ekonomi rendah, karena mereka kurang
mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan juga
melakukan perawatan antenatal yang teratur.

 Data Psikologis
Biasanya ibu yang mengalami hipertensi dalam kehamilan
berada dalam kondisi yang labil dan mudah marah, ibu merasa
khawatir akan keadaan dirinya dan keadaan janin dalam
kandungannya, dia takut anaknya nanti lahir cacat ataupun
meninggal dunia, sehingga ia takut untuk melahirkan
(Prawihardjo, 2013).
ANALISIS JURNAL

Kasus :
Seorang ibu hamil bernama N y. X berusia 38 tahun
dengan usia kehamilan 16 minggu datang kerumah
sakit dengan keluhan nyeri kepala dan pusing,
wajah pucat, waktu pengisian kapiler darah 4 detik
dan kondisi lemas serta edema (+). Setelah di ukur
didapatkan TTV, TD = 150/110mmHg, Nadi : 98x /
menit, Pernafasan : 24x/menit, Suhu : 35,5oC.
Asuhan Keperawatan apakah yang dapat dilakukan
pada Ny. X ?
DIAGNOSA NOC NIC
KEPERAWATAN

Ketidakefektifan perfusi NOC : NIC :


jaringan perifer b/d 1. Perfusi jaringan perifer - Perawatan peredaran darah
Hipertensi 2. Management Cairan : Insufisiensi arteri
1. Kaji secara komprehensif
DO : Kriteria hasil : sirkulasi perifer (misalnya
- TD : 150/100 mmHg 1. TTV dalam batas normal mengukur denyut nada
- Nadi : 98x/menit 2. Warna kulit normal perifer, kapiler refiil, warna
- Suhu : 35,5oC 3. Suhu kulit hangat dan suhu)
- Pernafasan : 24x/menit 4. Tekanan darah turun 2. Evaluasi nadi perifer dan
- Edema (+) 5. Kapiler refill normal edema
- Pucat pasi 6. Tidak adanya edema 3. Memberikan obat
- Kapiler refil 4s antihipertensi,
antiplatelet/antikoagulan
DS : jika diperlukan
- Merasa pusing, lemas, dan 4. Monitor status cairan masuk
sakit kepala termasuk asupan dan
keluaran
5. Mempertahankan hidrasi
yang adekuat untuk
menurunkan kekentalan
darah
- Managemen Cairan
1. Monitor berat badan harian
pasien
2. Monitor TTV pasien
HIPERTENSI GESTASIONAL

Hipertensi gestasional adalah tekanan darah


tinggi yang terjadi saat hamil. Hipertensi
gestasional biasanya muncul setelah usia
kehamilan 20 minggu / 3 bulan / trimester
III tanpa disertai proteinuria , dan setelah
melahirkan hipertensi ini bisa hilang. Biasanya
hipertensi gestasional dialami oleh ibu yang
sebelum hamil tidak menderita tekanan darah
tinggi.
PENYEBAB
1. Faktor maternal
 Usia maternal
Usia yang aman kehamilan dan persalinan adalah usia 20-30 tahun. Komplikais
Maternal pada wanita hamil dan melahirkan pada usia di bawah 20 tahun ternyata 2-5
kali lebih tinggi pada kematian maternal yang terjadi pada usia 20-29 tahun.
Dampak usia yang kurang dapat berdampak pada komplikasi selama
kehamilan. Setiap remaja primigravida mempunyai risiko yang lebih besar mengalami
hipertensi dalam kehamilan dan meningkat lagi saat usia diatas 35 tahun.
 Primigravida
Sekitar 85% hipertensi dalam kehamilan terjadi pada kehamilan pertama. Jika
ditinjau dari kejadian hipertensi dalam kehamilan, graviditas paling aman adalah
kehamilan kedua sampai ketiga
 Riwayat keluarga
Terdapat peranan genetik pada hipertensi dalam kehamilan. Hal tersebut dapat
terjadi karena terdapat riwayat keluarga dengan hipertensi dalam kehamilan.
 Gangguan ginjal
Penyakit ginjal seperti gagal ginjal akut yang diderita pada ibu hamil dapat
menyebabkan hipertensi dalam kehamilan. Hal tersebut berhubungan dengan
kerusakan glomerulus yang menimbulkan gangguan filtrasi dan vasokonstriksi
pembuluh darah.

2. Faktor kehamilan
Faktor kehamilan seperti kehamilan bayi kembar dimana memiliki resiko 3 kali lebih
sering
TANDA & GEJALA

Hipertensi gestasional didapat pada wanita dengan


tekanan darah > 140/90 mmHg atau lebih untuk
pertama kali selama kehamilan tetapi belum
mengalami proteinuria. Hipertensi gestasional disebut
transien hipertensi apabila tidak terjadi preeklampsi
dan tekanan darah kembali normal dalam 12 minggu
postpartum. Dalam klasifikasi ini, diagnosis akhir
bahwa yang bersangkutan tidak mengalami
preeklampsi hanya dapat dibuat saat postpartum.
Namun perlu diketahui bahwa wanita dengan
hipertensi gestasional dapat memeperlihatkan tanda-
tanda lain yang berkaitan dengan preeklampsia,
misalanya nyeri kepala, nyeri epigastrium atau
trombositopenia yang akan mempengaruhi
penatalaksanaan.
PENATALAKSANAAN MEDIS

 Pemeriksaan antenatal care yang teratur


 Cukup isitrahat dengan tidur malam sekurang-
kurangnya 8-10 jam dan tidur siang sedikitnya 2 jam,
 Kurangi pekerjaan rumah tangga dan hindari situasi
yang mencetuskan stress
 Memberitahu ibu beberapa cara mengatasi pusing,
yaitu : makan teratur dan bergizi seimbang,
mengatur pola makan yang sehat seperti rendah
garam, rendah kolesterol, dan rendah hidrat arang
serta meningkatkankan konsumsi buah-buahan dan
sayur-sayuran.
 Memberitahu ibu tanda bahayakehamilan seperti
perdarahan pervaginam, sakit kepala yang hebat,
penglihatan kabur, rasa nyeri yang hebat di bagian
bawah perut, bengkak pada wajah, tangan dankaki,
dan pergerakan janin berkurang.
Analisa Jurnal

 Judul jurnal : Asuhan Kebidanan pada Ny. E dengan Hipertensi


Gestasional
 Sumber : 2018 Yulrina Stikes Hang Tuah Pekanbaru
 Intervensi jurnal : 1. Memberitahu Ibu hamil cara mengatasi pusing
2. Menyarankan ibu menghindari makanan asin
secara berlebihan
3. Memberitahu ibu hamil tanda bahaya
kehamilan

Kasus :
Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif observasional
dengan pendekatan Continuity of care diberikan pada ibu hamil Ny.
E di BPM Dince Safrina, Amd.Keb, SST Jl. Limbungan, Kelurahan
Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru dari 17-29
Maret 2017. Subyeknya Ny. E Umur 29 tahun G4P3A0.Tekanan
darah 140/90 mmHg, Pernafasan 24 x/i, Nadi 79 x/i, Suhu 36,5 ˚c,
sklera tidak ikterik, konjugtiva tidak pucat. BB sebelum hamil 65 kg,
BB sekarang 75 kg, Tinggi Badan 152 cm, HPHT 01-08-2016, UK 32
minggu 5 hari, TP 08-04-2017.
ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Pengumpulan data
1) Anamnesa
a) Identitas klien
b) Riwayat kesehatan sekarang :
c) Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu : tidak adanya indikasi hipertensi sebelumnya
d) Riwayat kesehatan yang lalu :
e) Riwayat Kesehatan Keluarga
f) Riwayat Perkawinan
g) Riwayat Obstetri
b. Pemeriksaan Fisik
a) Umum : TTV, Head to toe
b) Khusus
(1) Tinggi fundus uteri
(2) Posisi dan persentasi janin
(3) Panggul dan janin lahir
(4) Denyut jantung janin

c. Pemeriksaan Penunjang
 MC. Donald : 33cm
 DJJ : 146x/i

d. Pemeriksaan laboratorium :
 Protein urine :(-)
 Hb : 11 gr/dl Glukosa : (-)
NANDA NOC NIC

Defisiensi pengetahuan b.d 1. Knowledge : disease Teaching : disease Process


1. gambarkan tanda dan gejala yang
kurang sumber pengetahuan process
bisa muncul pada penyakit
2. Knowledge : health
2. jelaskan patologi dari penyakit
Behavior
dan berhubungan dengan anatomi
Kriteria hasil : dan fisiologi dengan cara cepat
1. Pasien mengetahui 3. diskusi perubahan gaya hidup
pendidikan kesehatan yang mungkin diperlukan pada
pasien
sebelum melahirkan dari
4. eksplorasi kemungkinan sumber
skala tidak ada
atau dukungan dengan cara yang
pengetahuan ke tepat
pengetahuan banyak
2. Pasien mampu
menjelaskan kembali apa
yang dijelaskan perawat
HIPERTENSI PREEKLAMPSIA

Preeklamsia merupakan perkembangan hipertensi gestasional yang


ditandai dengan gangguan pada gingal, yang dibuktikan dengan
awitan proteinuria (kennedy & beky B 2014).

Preeklamsia merupakan suatu penyakit vasospastic yang


melibatkan banyak system dan ditandai dengan hemokonsentrasi,
hipertensi dan proteinuria dan atau edema (Bobak dkk,2012)

Jadi dapat disimpulkan bahwa preeklamsia merupakan


perkembangan hipertensi gestasional yang merupakan suatu
penyakit vasospastik yang ditandai dengan hipertensi, proteinuria
dan atau edema generalisata yang muncul sejak minggu ke 20
kehamilan sampai minggu ke 6 setelah melahirkan
PENYEBAB

Faktor predisposisi
 Ibu berusia muda yang hamil pertama kali.
 Ibu berusia muda dan mengalami kehamilan kedua tetapi
dengan suami yang berbeda.
 Wanita yang pasangannya pernah memiliki anak dengan
wanita lain yang mengalami preeklampsia saat khamilan
anak tersebut.
 Ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi kronis atau
penyakit ginjal (hipertensi pembuluh darah ginjal, sindrom
nefrotik, penyakit ginjal polikistik pada orang dewasa).
 Ibu yang mengalami kehamilan kembar.
 Ibu hamil yang menderita diabetes.
 Ibu hamil yang memiliki riwayat preeklampsia.
 Ibu hamil dan kulit hitam dan berusia lebih dari 35 tahun.
 Aantibodi antifosfolipid ).
TANDA & GEJALA

Preeklampsia Ringan
 Tekanan Darah telah mencapai 140/90 mmHg
atau lebih tetapi kurang dari 160/110 mmHg
pada dua waktu yang berbeda dengan interval 4
jam
 Proteinuria tercatat mencapai 1+ atau sekitar
300mg dalam spesismen urine 24 jam.
 Kenaikan berat badan lebih dari 2,26 kg/minggu
selama trimester kedua atau lebih 0,9 kg/minggu
selama trimester ketiga
 Edema ringan diseluruh tubuh.
Preeklampsia Berat
 Tekanan darah sistolik 160 mmHg atau lebih atau
tekanan darah diastolik 110 mmHg atau lebih.
 Proteinuria menetap 2+ atau lebih ( 500mg/24 jam)
 Pengeluaran urine menurun hingga kurang dari 50
ml dalam 24 jam.
 Sakit kepala berat.
 Masalah penglihatan (skotoma ataupenglihatan
kabur).
 Trombositopenia.
 Nyeri epigastri.
 Mual atau muntah.
 Peningkatan enzim hati ALT atau AST.
 Iritabilitas, gelisah atau takut.
 Edema paru disertai gawat napas.
PENATALAKSANAAN MEDIS
1. Preeklampsia Ringan ( Perawatan di rumah)
 Evaluasi dua kali seminggu, pada saat di rumah sakit atau klinik panatu
tekanan darah, fungsi ginjal dan hati serta trombosit
 Anjurkan untuk beristirahat dalam posisi miring selama 2 hingga 3
jamtanpa gangguan minimal dua kali sehari
 Pastikan ibu dan keluarga mengetahui dan mampu melaporkan tanda
kondisi yang memburuk.

2. Preeklampsia Ringan (Perawatan di rumah sakit )


 Jika memungkinkan , lakukan hospitalisasi untuk mengevaluasi kondisi
janin dan ibu
 Jika cukup bulan atau mendekati cukup bulan lakukan induksi
persalinan
 Penatalaksanaan kurang dari usia gestasi 37 minggu masih
diperdebatkan , dan beberapa mendukung hospitalisasi serta lainnya
tirah baring di rumah. Untuk panatalaksan di rumah, evaluasi dua kali
seminggu di rumah sakit atau klinik dan hospitalisasi bila kondisi
berubah
 Tirah baring , terutama miring kiri untuk meningkatkan aliran balik
vena dan memperbaiki perfisi ginjal dan plasenta.
 Diet seeimbang dengan kandungan protein sedang hingga tinggi (80
sampai 100g/hari) untuk mengganti kehilangan protein di dalam urine.
 Pantau tekanan darah, fungsi ginjal dan hatiserta trombosit.

 Pemberian aspirin 85 mg/ hari untuk mencegah preeklampsia berat


masih diperdebatkan, dan manfaat dari penanganan tersebut masih
diteliti.
3. Preeklampsia Berat
 Hidralazin, labetol, atau nipedifin untuk
mempertahankan tekanan darah antara
140/90 dan 150/100, sehingga menjaga
aliran darah uterus dan plasenta
 MgSO4 IV untuk mencegah konvulsi..

 Ciptakan lingkungan yang tenang dengan


menghindari stimulasi.
 Sediakan kalsium glukonat jika terjadi
toksikasi magnesium.
 Penggantian cairan dan elektrolit bila
diindikasikan pemeriksaan laboratorium.
ANALISIS JURNAL
 Judul Jurnal: Studi Kasus Manajemen Asuhan Kebidanan PadaIbu
HamilNy.C.N Dengan PreeklamsiaBerat DiRuangBersalin Badan
Layanan Umum Rumah Sakit UmumPusat Prof. Dr. R.D.Kandou
Manado

 Kasus:
Ny.C.N.G3P2A0,39tahun,hamil34-35minggu ,janin intrauterine
tunggal hidup,letak kepala punggung kanan dengan Preeklamsia
Berat(PEB) dan ditangani secara aktif,keadaan ibu cukup
baik,tekanan darah170/110mmHg,88x/menit,suhu badan36,5 oC,
Respirasi24x/menit

Intervensi Jurnal :
 pemberianterapidanobat dengancara oral
 berikan MgSO4 disuntikkan di bokong sebelah kanan sesuai
dengan kolaborasi dokter
 pemasangan kateter urine,
 ibuharus dietrendahgaram,lemakserta karbohidrat dan tinggiprotein
 Pengkajian
 Anamnesa :
 Identitas umum ibu, seperti : nama, tempat tinggal/umur,
pendidikan, suku bangsa, pekerjaan, agama dan alamat
rumah
 Data Riwayat Kesehatan

Sakit kepala sejak tigahariyanglalu,pusing,oedemapada


bagian ekstremitas bawah sejak 1 hari yanglalu

Pemeriksaan Fisik
Head to toe
DIAGNOSA NOC NIC
KEPERAWATAN

Ketidakefektifan perfusi NOC NIC :


jaringan perifer b/d Kriteria hasil : 1. Kaji secara komprehensif
Hipertensi 1. TD normal sirkulasi perifer (misalnya
DO : 2. Nadi Normal mengukur denyut nada
- TD : 170/110 mmHg 3. Suhu 36C perifer, kapiler refiil, warna
- Nadi : 88x/menit 4. Edema Berkurang dan suhu)
- Suhu : 36,5oC 2. Memberikan obat secara
- Pernafasan : 24x/menit oral
- Edema (+) 3. Memberikan MgSO4
DS : 4. Memberikan penjelasan
- Sakit Kepala tentang keadaan
kehamilannya
5. Memberikan penjelasan
tentang asupan makanan
yang sesuai kebutuhan ibu
hamil
- Managemen Cairan
1. Monitor berat badan harian
pasien
2. Monitor TTV pasien
3. Kaji luuasnya edema
EKLAMPSIA

 Eklampsia didefinisikan sebagai awitan aktifitas


kejang atau koma pada ibu hamil yang berdiagnosis
hipertensi gestasional atau preeklampsia, tanpa
riwayat patologis neulogi sebelumnya (kenned & besty
B 2014).
 Eklampsia ialah terjadinya konvulsi atau koma pada
pasien disertai tanda dan gejala preeklampsia tanpa
didahului gangguan neurologis. (Bobak dkk, 2012).
 Eklampisa merupakan perburukan dari bentuk
preeklampsia yang lebih berat yaitu dapat kejang
seluruh tubuh dan koma
Penyebab
 Eklampsia menggambarkan perburukan
preeklampsia disertai penurunan fungsi yang
cepat pada beberapa organ dan sistem

Patofisiologi
 Eklampsia merupakan perburukan dari bentuk
preeklampsia yang lebih berat , yaitu dapat terjadi
kejang seluruh tubuh atau koma. Kejang dapat
terjadi ketika terdapat muatan listrik berlebihan
yang tidak sinkron padaneuron dalam sistem saraf
pusat
TANDA & GEJALA

- Adanya kejadia konvulsi yang melibatkan hal


berikut :
 Kedutan awal pada otot wajah.

 Gangguan kontraksi otot dengan mengepalkan


tangan dan menggerakangigi dan kemudian relax.
 Pernapasan yang berhenti dan kemudian mulai
lagi dengan napas yang dalam, berat dan berbunyi.
 Koma yang dapat berlanjut dan berlangsung
selama 2 sampai 3 menit hingga beberapa jam.
- Tidak ditemukan kemungkinan etiologi kejang yang
lain
PENATALAKSANAAN MEDIS
 Segera Pastikan Kesejahteraan Ibu
 Masukan alat jalan napas melalui mulut atau penekanan
lidah yang dibalut untuk memperkecil lidah tergigit dan
memastikan jalan napas yang paten
 Mulai penghisapan orofaring begitu dapat dipastikan pasen
tidak akan menggigit
 Kendalikan pasen dengan lembut untukmencegah trauma
tulang atau jaringan linak
 Berikan oksigen
 Kendalikan kejang :
-Magnesium sulfat diberikan dengan dosis muatan 4 – 6 g IV
diikuti oleh infus IV 1,5 – 2 g/jam , untuk mencapai kadar
terapeutik 4,8 – 8,4 mg/dl
-Jika kejang terjadi lagi > 20 menit, pertimbangkan
pemberian diazepam 5 – 10 mg IV atau amobarbital sampai
250mg
 Kendalikan hipertensi biasanya dimulai hanya untuk
diastolik >110 dan dengan target diastolik 90 -100
ANALISIS JURNAL
 Judul Jurnal : EKLAMPSIA POSTPARTUM: SEBUAH
TINJAUAN KASUS
 Sumber : Bagian Obstetrik dan Genikologi Fakultas
Kedokteran Unsyiah/RSUD dr.Zainoel Abidin Banda Aceh
Mahasiswa Kepanitraan Klinik Senior Departemen Obstetrik dan
Genikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Bada
Aceh
 Kasus :
Seorang wanita hamil G3P2A0 usia37 tahun datang keInstalasi
GawatDarurat RumahSakit Umum dr. Zainoel Abidin
BandaAcehdengan keluhan perut mulas, HPHT4/5/2015,usia
kehamilan diketahui39-40 minggu, TTP 8/2/2016. Ibu
merasakan mules sejak 10 jam sebelum masuk rumah
sakit,disertai keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir.
Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah200/110mmHg,
denyut nadi 110dpm, laju nafas 22x/i, serta proteinuria +3
 Intervensi Jurnal :
Pemberiananti kejang Magnesiumsulfat(MgSO4) dan Obat anti
hipertensi
DIAGNOSA NOC NIC
KEPERAWATAN
Ketidakefektifan perfusi NOC : NIC :
jaringan perifer b/d Kriteria hasil : 1. Kaji secara komprehensif
Hipertensi 1. Bayi lahir normal sirkulasi perifer (misalnya
DO : 2. TD : 190/110mmHg mengukur denyut nada
- TD : 200/110 mmHg 3. Kejang teratasi perifer, kapiler refiil,
- Nadi : 110x/menit warna dan suhu)
- Pernafasan : 22x/menit 2. Evaluasi nadi perifer dan
DS : edema
- Mules 3. Memberikan obat
antihipertensi,
antiplatelet/antikoagulan
jika diperlukan
4. Monitor status cairan
masuk termasuk asupan
dan keluaran
- Managemen Cairan
1. Monitor berat badan
harian pasien
2. Monitor TTV pasien
HELLP SYNDROME

HELLP syndrome merupakan suatu kerusakan


multisistem dengan tanda-tanda : hemolisis,
peningkatan enzim hati, dan trombositopenia
yang diakibatkan disfungsi endotel sistemik.
Keadaan ini merupakan salah satu komplikasi
dari preeklamsia dengan faktor risiko partus
preterm, hambatan pertumbuhan janin.

H : Hemolysis
EL : Elevated Liver Enzyme
LP : Low Platelet Count
PENYEBAB
 Iskemia Plasenta.
Peningkatan deportasi sel tropoblast yang menyebabkan kegagalan
invasi ke arteri spiralis dan akan mengakibatkan iskemia pada plasenta.
 Mal Adaptasi Imun.
Terjadinya mal adaptasi imun dapat menyebabkan dangkalnya invasi sel
tropoblast pada arteri spiralis, dan terjadinya disfungsi endotel di picu
oleh pembentukkan setokin, enzim proteolitik, dan radikal bebas.
 Genetik Inpreting.
Terjadinya preeklampsia dan eklampsia mungkin didasarkan pada gen
resesif tunggal atau gen dominan dengan penetrasi yang tidak sempurna.
Penetrasi mungkin tergantung pada genotip janin.
 Perbandingan VLDL (Very Low Density Lipoprotein) dan TxPA (Toxicity
Preventing Activity).
Sebagai kompensasi untuk peningkatan energi selama kehamilan, asam
lemak non- esterifikasi akan dimobilisasi. Pada wanita hamil dengan
kadar albumin yang rendah, pengangkatan kelebihan asam lemak non-
esterifikasi dari jaringan lemak kedalam hepar akan menurunkan
aktifitas antitoksin albumin sampai pada titik dimana VLDL
terekspresikan. Jika kadar VLDL melebihi TxPA maka efek toksik dari
VLDL akan muncul.
TANDA & GEJALA

Pasien sindrom HELLP dapat


mempunyai gejala dan tanda yang
sangat bervariasi, dari yang
bernilai diagnostik sampai semua
gejala dan tanda pada pasien
preeklampsi-eklampsi yang tidak
menderita sindrom HELLP.

Sibai (1990) menyatakan bahwa


pasien biasanya muncul dengan
keluhan nyeri epigastrium atau
nyeri perut kanan atas (90%),
beberapa mengeluh mual dan
muntah (50%), yang lain bergejala
seperti infeksi virus. Sebagian
besar pasien (90%) mempunyai
riwayat malaise selama beberapa
hari sebelum timbul tanda lain.
KLASIFIKASI
1. Klasifikasi pertama berdasarkan jumlah kelainan yang ada.\
Dalam sistem ini, pasien diklasifikasikan sebagai sindrom HELLP parsial
(mempunyai satu atau dua kelainan) atau sindrom HELLP total (ketiga
kelainan ada). Wanita dengan ketiga kelainan lebih berisiko menderita
komplikasi seperti DIC, dibandingkan dengan wanita dengan sindrom
HELLP parsial. Konsekuensinya pasien sindrom HELLP total seharusnya
dipertimbangkan untuk bersalin dalam 48 jam, sebaliknya yang parsial
dapat diterapi konservatif.

2. Klasifikasi kedua HELLP syndrome menurut klasifikasi Mississippi


berdasar kadar trombosit darah terdiri dari :
* Kelas1
Kadar trombosit : ≤ 50.000/ml LDH ≥ 600 IU/l
AST dan/atau ALT ≥ 40 IU/l
* Kelas2
Kadar trombosit > 50.000 ≤ 100.000/ml LDH ≥ 600 IU/l
AST dan/atau ALT ≥ 40 IU/l
*Klas3
Kadar trombosit > 100.000 ≤ 150.000/ml LDH ≥ 600 IU/l
AST dan/atau ALT ≥ 40 IU/l
PENATALAKSANAAN
 a. Tirah baring (istirahat di rumah maupun di rumah sakit
sangat dianjurkan)
 b. Hospitalisasi (tenaga dan peralat khusus mungkin
dibutuhkan)
 c. Tranfusi darah (untuk anemia berat dan platelet yang rendah)
 d. Pemberian magnesium sulfat (untuk mencegah seizure)
 e. Obat-obatan antihipertensi (untuk menurunkan tekanan
darah)
 f. Monitor fetus (untuk mengevaluasi kesehatan fetus)
 g. Tes laboratorium untuk fungsi hati, urin dan darah (sebagai
sinyal bila Sindrom HELLP semakin memburuk)
 h. Obat-obatan seperti kortikosteroid yang dapat membantu
maturasi paru-paru janin (paru-paru imatur adalah masalah
utama bayi prematur)
 i. Rujukan (bila Sindrom HELLP semakin memburuk dan
membahayakan
 keselamatan ibu atau bayi, secepatnya harus dirujuk)
ANALISA JURNAL

 Judul Journal : A life-saving therapy in Class I


HELLP syndrome: Therapeutic plasma exchange
 Sumber : 2014 Published by Elsevier Ltd
 Intervensi dari journal : Prtukaran Plasma darah
(Plasmapheresis)
 Diagnosa utama : Ketidak Efektifan Perfusi
Jaringan d.a perubahan tekanan
darah/bd.Hipertensi
1) PENGKAJIAN

A. Anamnesa :
a. Nama, umur, agama, pendidikan, pekerjaan, status
perkawinan, berapa kali nikah, dan berapa lama.
b. Riwayat kehamilan sekarang : kehamilan yang ke
berapa, sudah pernah melakukan ANC, terjadi
peningkatan tensi, oedema, pusing, nyeri epigastrium,
mual muntah, dan penglihatan kabur.
c. Riwayat kesehatan ibu sebelumnya : penyakit jantung,
ginjal, HT, paru.
d. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu :
adakah hipertensi atau preeklampsi.
e. Riwayat kesehatan keluarga : adakah keluarga yang
menderita penyakit jantung, ginjal, HT, dan gemmeli.
f. Pola pemenuhan nutrisi.
g. Pola istirahat.
h. Psiko-sosial- spiritual :emosi yang tidak stabil dapat
menyebabkan kecemasan.
B. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi : oedema, yang tidak hilang dalam kurun waktu
24 jam.
b. Palpasi : untuk mengetahui TFU, letak janin, lokasi
oedema dengan menekan bagian tertentu dari tubuh.
c. Auskultasi : mendengarkan DJJ untuk mengetahui adanya
fetal distress, kelainan jantung, dan paru padaibu.
d. Perkusi : untuk mengetahui reflek patela sebagai syarat
pemberian Mg SO4.

C. Pemeriksaan penunjang
a. Tanda vital yang diukur 2 kali dengan interval 6 jam.
b. Laboratorium : proteinuri dengan kateter atau midstream
(biasanya meningkat hingga 0,3 gr/lt atau + 1 sampai + 2
pada skala kualitatif), kadar hematokrit menurun, berat jenis
urine meningkat, serum kreatinin meningkat, uric acid > 7
mg/100 ml.
c. USG : untuk medeteksi keadaan kehamilan, dan plasenta.
d. NST :untuk menilai kesejahteraan janin.
NANDA NOC NIC

Ketidak Efektifan Perfusi  Circulation Status  Kaji secara


Jaringan d.a perubahan  Tissue perfusion: perifer komprehensif sirkulasi
tekanan Setelah dilaksanakan askep perifer
darah/bd.Hipertensi selama .... diharapkan  Evaluasi nadi perifer
ketidakseimbangan perfusi dan edema
jaringan perifer teratasi  Elevasi anggota badan
dengan kriteria hasil : 200 ataulebih
o TTV dalam batas  Ubah posisi pasien
normal setiap 2 jam
o Warna kulit normal  Dorong latihan ROM
o Suhu kulit hangat sebelum bedrest
o Kekuatan fungsi  Monitor laboratorium
otot (Hb, hmt)
o Nilai laboratorium  Kolaborasi pemberian
dalam batas normal anti platelet atau anti
perdarahan
 Kaji TTV
THANKS
YOU