Anda di halaman 1dari 31

TOP TEN DISEASE

JUNI 2019

DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF)

Oleh:
Erwin Maurits Riwu, S.Ked
Pembimbing:
dr. Mariam Mauko, Sp.PD

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


SMF/BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM
RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2019
PENDAHULUAN (1)
 Demam Berdarah Dengue: Penyakit infeksi virus
dengue  Demam, nyeri otot dan atau nyeri sendi ,
leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan
diatesis hemoragik.
 DBD : Perembesan plasma  hemokonsentrasi
(↑hematokrit) atau penumpukan cairan di rongga tubuh.
PENDAHULUAN (1)
 2017: Penurunan yang signifikan jumlah kasus DBD di AS
yaitu dari 2.177.171 (2016)  584.263 kasus ( 2017) 
pengurangan sebesar 73%.
 Kasus DBD pada 2013 :
• Angka Insiden: 45,85 per 100.000 penduduk atau
112.511 kasus,
 Kasus DBD pada 2014:
• Angka Insiden: 5,17 per 100.000 penduduk atau 13.031
kasus.
 Angka kematian oleh DBD di NTT pada tahun 2011 :
2,63 per 100.000 penduduk dan menjadi 0 pada tahun
2015.
PENDAHULUAN (1)
 Distribusi kasus DBD berdasarkan jenis kelamin (L : P =
52,38 % : 47,62%) pada tahun 2015  Tidak ada
perbandingan yang sinigfikan  DBD tidak dipengaruhi
oleh jenis kelamin.
 Komplikasi  Syok dengue, ensefalopati dengue,
perdarahan saluran cerna, koagulasi intravascular
diseminata  Kematian
BAB 2
LAPORAN KASUS
 Nama : Tn. ER
 Usia : 28 tahun
 Tanggal lahir : 7 Februari 1991
 Jenis kelamin : Laki-laki
 Alamat : Oebufu
 Agama : Kristen Protestan
 Suku : Sabu
 Status pernikahan : Belum Menikah
 Pekerjaan : Karyawan Swasta
 Pendidikan terakhir : S1
 MRS IGD : Minggu, 28 April 2019/Pukul 07.00 WITA
 MRS Ruangan : Komodo - Minggu, 28 April 2019/Pukul16.00 WITA
 Jaminan/Pembayaran : BPJS
 No. MR : 0-51-20-47
Keluhan Utama:

Demam sejak ± 2 hari Sebelum Masuk Rumah


Sakit
 Riwayat Penyakit Sekarang:
• Pasien datang dengan keluhan demam sejak 2 hari sebelum masuk rumah
sakit.
• Demam dirasakan langsung tinggi dan berlangsung terus menerus sampai
menggigil. Demam terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya keluhan batuk pilek.
Demam turun sebentar dengan penurun panas parasetamol yang dibeli
sendiri namun tidak sampai suhu normal, namun setelah itu demam kembali
tinggi.
• Pasien juga mengeluhkan pegal-pegal pada seluruh badan, nyeri pada
belakang bola mata, dan nyeri kepala seperti tertusuk-tusuk. Keluhan-
keluhan tersebut muncul bersamaan dengan demam dan tidak berkurang
dengan apapun.
• Nafsu makan baik, makan minum tidak terganggu. Pasien tidak merasa mual
atau muntah. Selama demam tidak ada bintik-bintik merah yang muncul di
kulit, tidak ada mimisan atau gusi berdarah. Pasien juga merasa lemas namun
masih bisa beraktivitas. BAK warna kuning dengan frekuensi seperti biasa
tanpa darah, BAB warna cokelat, konsistensi lembek terakhir 1 hari
SMRS.Diare (-).Tidak ada riwayat bepergian keluar daerah dalam 1 bulan
terakhir.
 Riwayat Penyakit Dahulu/Sebelumnya:
• Keluhan seperti ini baru pertama kali dirasakan. Pasien
tidak pernah sakit malaria atau mengkonsumsi obat
malaria.
 Riwayat Penyakit Keluarga:
• Tidak ada anggota keluarga yang pernah atau saat ini
memiliki keluhan yang sama seperti pasien.
 Riwayat Pengobatan:
• Sebelum berobat ke Rumah Sakit, pasien biasa meminum
obat Paracetamol jika demam muncul.
 Riwayat Kebiasaan:
• Merokok (-), alkohol (-), sirih pinang (-). Pasien tidak biasa
mengkonsumsi makanan di luar rumah, Pasien tinggal di
perumahan tanpa menggunakan kelambu dan tidak
menggunakan obat nyamuk.
 Riwayat Sosial-ekonomi:
• Pasien seorang karyawan swasta dengan penghasilan
Rp.2.500.000 per bulan, tinggal bersama orang tua dan
adiknya di rumah. Kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi
sendiri karena pasien sudah bekerja.
• Beberapa minggu lalu tetangga pasien sempat mengalami
demam tinggi dan dibawa ke Rumah Sakit, namun tidak
diketahui sakit apa.
 Tubuh: Demam (+), Lemas (+), Pegal-  Leher: Pembesaran kelenjar pada
pegal (+). leher (-), nyeri spontan (-), nyeri
 Kulit: Pucat (-), kuning (-), kebiruan (-). perabaan (-), nyeri tekan (-).
 Kepala: Pusing (-), nyeri kepala (+).  Jantung: Sesak napas (-), jantung
 Mata: Selaput lendir mata pucat (-/-), berdebar (-), nyeri dada(-).
mata kabur (-/-), mata kuning (-/-), nyeri  Paru: Sesak napas (-), batuk (-).
sekitar mata (+).
 Abdomen: Datar, benjolan pada
 Hidung: Pilek (-), bersin (-), hidung perut (-).
gatal (-/-).
 GI Tract: Mual (-), muntah (-), nyeri ulu
 Telinga: Gangguan pendengaran (-/-), hati (-), BAB normal.
rasa penuh di telinga (-/-), cairan dari
telinga (-/-).  Ginjal dan saluran kemih: Sulit
BAK (-), warna kuning jernih, darah (-),
 Mulut: Nyeri menelan (-), sariawan (-), urin berpasir (-), nyeri saat berkemih (-).
bercak putih pada lidah (-), nafas berbau
aneh (-).  Ekstremitas: Akral hangat, bengkak
(-/-).
 Tenggorokan: Nyeri tenggorokan (-),
suara serak (-), sulit menelan (-).
 Keadaan Umum: Tampak  Status Gizi:
sakit sedang • Berat badan : 60 Kg
 Kesadaran: Compos Mentis, • Tinggi badan: 165 cm
GCS E4M6V5 • IMT : 22,03
• Status gizi : Normal
 Tanda-Tanda Vital (IGD):
• TD : 120/80 mmHg
• Nadi : 100 kali/menit,
reguler, kuat angkat
• Pernapasan : 22 kali/menit
• Suhu : 38,7 oC
• VAS :6
 Kulit : Pucat (-), sianosis (-), ikterik (-).
 Kepala : Normocephal, rambut berwarna hitam, tidak mudah dicabut.
Bentuk wajah simetris.
 Mata : Konjungtiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil isokor (3
mm/3 mm), reflek cahaya langsung (+/+), refleks cahaya tidak langsung (+/+).
 Hidung : Rhinorea (-/-), pernapasan cuping hidung (-), deviasi septum (-),
epistaksis (-/-).
 Telinga : Otthorea (-/-). Deformitas daun telinga (-/-).
 Mulut : Sianosis (-), bibir tampak lembab, perdarahan gusi (-), mukosa
merah muda, lidah bersih.
 Leher : Pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-), nyeri spontan (-),
nyeri perabaan (-), nyeri tekan (-), trakea letak di tengah, pulsasi arteri karotis
teraba, bruit karotis (-).
 Thoraks : Bentuk toraks normal, tidak tampak pelebaran vena, tidak
tampak bekas luka, tulang kosta prominen.
 Jantung:
• I : Ictus Cordis tidak terlihat
• P : Ictus Cordis teraba pada ICS 5 linea midclavicularis sinistra, thrill tidak
teraba.
• P : Batas kanan jantung pada ICS 5 linea parasternalis dekstra. Batas kiri jantung
pada ICS 5 linea midclavicularis sinistra.
• A : S1-S2 tunggal, reguler, murmur (-), gallop (-).
 Paru-paru anterior:
• I : Pengembangan dada simetris saat statis dan dinamis, tidak tampak
penggunaan otot bantu pernapasan, tidak terdapat pelebaran sela iga, sela iga
mengambang, tidak tampak barrel chest.
• P : Taktil fremitus kanan dan kiri normal dan simetris, tidak terdapat nyeri tekan,
tidak teraba massa.
• P : Sonor pada kedua lapangan paru, batas paru hepar terletak pada ICS 8 linea
midclavicularis dextra
• A : Suara napas
 Vesikuler: Ronkhi: Wheezing:
+ + - - - -
+ + - - - -
+ + - - - -
 Paru-paru posterior:
• I : Pengembangan dada simetris saat statis dan dinamis
• P : Taktil fremitus kanan dan kiri normal dan simetris, tidak terdapat nyeri tekan,
tidak teraba massa
• P : Sonor pada kedua lapangan paru
• A : Suara napas
 Vesikuler: Ronkhi: Wheezing:
+ + - - - -
+ + - - - -
+ + - - - -
 Abdomen:
• I :Tampak datar, benjolan/massa (-).
• A : Bising usus (+), 10 kali/menit.
• P : Supel, benjolan/massa (-), nyeri tekan (-), hepatomegali (-), splenomegali (-),
ascites (-).
• P : Timpani, liver span 8 cm, shifting dullness (-)

 Ekstremitas:Akral hangat, CRT < 3 detik, edema:


• Rumple leed (+) - -
- -
D. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hitung Jenis
PEMERIKSAAN HASIL SATUAN
Eosinofil 2,0 %
HEMATOLGI
Basofil 0,9 %
Darah Rutin Neutrofil 58,6 %

Hemoglobin 13,6 g/dL Limfosit 29,4 %


Monosit 7,4 %
Jumlah Eritrosit 5,61 106/uL
Jumlah Eosinofil 0,32 103/uL
Hematokrit 45 % Jumlah Basofil 0.04 103/uL

MCV, MCH, MCHC Jumlah Neutrofil 6,26 103/uL

MCV 81,0 fL Jumlah Limfosit 3,13 103/uL


MCH 28,0 Pg Jumlah Monosit 0,57 103/uL
Jumlah Trombosit 227 103/uL
MCHC 33,3 g/L

RDW-CV 14,3 % Malaria RDT Negatif


RDW-SD 40,5 fL NS1 Positif

Jumlah Leukosit 4,59 103/uL


2.8
Penatalaksanaan
 Diagnosis: Demam Berdarah Dengue
Grade I

 Penatalaksanaan:
 IVFD Ringer laktat 20 tpm
 Paracetamol 500 mg/8 jam
 Monitor DL (Hb, hematokrit, trombosit)/4 jam
 Monitor TTV dan tanda syok lain
 Anamnesis:  Demam terjadi karena
pelepasan pirogen dari dalam
• Demam langsung tinggi, leukosit yang sebelumnya telah
sejak 2 hari SMRS. terangsang oleh pirogen
eksogen yang berasal dari
• Demam dirasakan langsung mikroorganisme.
tinggi dan berlangsung terus  Demam yang tiba-tiba tinggi
menerus sampai menggigil. lebih sering disebabkan oleh
penyakit virus.
 Pada tipe demam yang terus-
menerus (demam kontinyu)
variasi suhu sepanjang hari
tidak berbeda lebih dari satu
derajat.
 Anamnesis:  Diagnosa Klinis Demam
Berdarah Dengue:
• KU: Demam langsung tinggi,
• 1). Fase demam selama 2-7
sejak 2 hari SMRS. hari, yang timbul mendadak,
• Pasien juga mengeluhkan tinggi, terus-menerus
pegal-pegal pada seluruh (kontinua);
badan, nyeri pada belakang • 2). Sakit kepala, mialgia,
bola mata, dan nyeri kepala artralgia, nyeri retroorbital;
seperti tertusuk-tusuk. • 3). Manifestasi perdarahan
naik yang spontan seperti
 Pemeriksaan Fisik: petekie, pupura, ekimosis,
• Suhu: 38,7oC epistaksis, perdarahan gusi,
hematemesis dan atau melena;
• Tes Rumple Leed (+) maupun berupa uji Torniquette
yang positif;
 Anamnesis:  4). Adanya kasus demam berdarah
dengue baik di lingkungan sekolah, rumah,
• KU: Demam langsung tinggi, atau di sekitar rumah,
• a. Hepatomegali,
sejak 2 hari SMRS. • b. Adanya kebocoran plasma yang
• Pasien juga mengeluhkan ditandai dengan salah satu berikut
peningkatan nilai hematokrit >20% dari
pegal-pegal pada seluruh pemeriksaan awal atau dari data populasi
menurut umur, ditemukan adanya efusi
badan, nyeri pada belakang pleura dan atau asites, hipoalbuminemia
bola mata, dan nyeri kepala dan hipoproteinemia,
c. Trombositopenia <100.000/mm3.
seperti tertusuk-tusuk. •

 Pemeriksaan Fisik:  Adanya demam seperti di atas disertai


dengan 2 atau lebih manifestasi klinis,
• Suhu: 38,7oC ditambah bukti perembesan plasma dan
trombositopenia cukup untuk
• Tes Rumple Leed (+) menegakkan diagnosis Demam Berdarah
Dengue.
 Anamnesis:  Antigen NS1 dapat dideteksi
• Demam langsung tinggi, pada awal demam hari
pertama sampai hari ke
sejak 2 hari SMRS. delapan.
 Pemeriksaan Penunjang:  Sensitivitas NS1 berkisar
• Uji NS1 (+) 63% - 93,4% dengan
spesifisitas 100% sama
tingginya dengan spesifisitas
gold standard kultur virus.
 Hasil negatif antigen NS1
tidak menyingkirkan adanya
infeksi virus dengue.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
 Untuk menapis pasien tersangka demam dengue:
• Kadar hemoglobin, hematokrit, jumlah trombosit dan
hapusan darah tepi untuk melihat adanya limfositosis
relatif disertai gambaran limfosit plasma biru.
 Diagnosis pasti:
• Hasil isolasi virus dengue (cell culture) ataupun
• Deteksi antigen virus RNA dengue dengan teknik RT-PCR
(Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction)
 Anamnesis:  Demam berdarah Dengue
• Demam langsung tinggi, disebabkan oleh virus
Dengue, yang termasuk
sejak 2 hari SMRS. dalam genus Flavivirus,
 Pemeriksaan Penunjang: keluarga Flaviviridae.
• Uji NS1 (+)  Terdapat empat serotipe
yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-
3, dan DEN-4. Keempat
serotipe ditemukan di
Indonesia dengan DEN-3
merupakan serotipe
terbanyak.
 Vektor DD dan DBD di Indonesia adalah
 Anamnesis: nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor
utama dan Aedes albopictus sebagai
• Pasien tinggal di perumahan vektor sekunder.
tanpa menggunakan  Nyamuk Aedes aegypty hidup di habitat
perkotaan dan berkembang biak di
kelambu dan tidak tempat-tempat penampungan air buatan:
bak mandi, ember, vas bunga, tempat
menggunakan obat nyamuk. minum burung, dll.
 Penularan terjadi melalui gigitan nyamuk
• Beberapa minggu lalu Aedes betina yang terinfeksi.
tetangga pasien sempat  Penularan juga terjadi melalui darah yang
terinfeksi, organ, atau jaringan lain
mengalami demam tinggi (seperti sumsum tulang).
dan dibawa ke Rumah Sakit,  Pada kehamilan dapat terjadi penularan
dari ibu ke janin melalui mikrotransfusi,
namun tidak diketahui sakit dapat ditularkan melalui ASI
 Tidak ada bukti penularan seksual.
apa.
 Anamnesis:
• Demam langsung
tinggi, sejak 2 hari
SMRS.
 Pemeriksaan
Fisik:
• Suhu: 38,7oC
• Tanda-tanda syok (-)
 Pemeriksaan
Penunjang:
• Hematokrit dan
Trombosit DBN
• Uji NS1 (+)
DF/DHF Grade Tanda dan Gejala Laboratorium

DF I  Demam akut disertai dua atau lebih gejala  Leukopenia (Leukosit ≤5000
berikut: sel/mm3)
 Sakit kepala  Trombositopenia (trombosit
 Nyeri retro-orbital ≤150.000 sel/mm3)
 Myalgia  Peningkatan hematocrit ≥ 5-10%
 Arthralgia  Tidak ada bukti kebocoran
 Ruam plasma
 Manifestasi perdarahan
 Tidak ada bukti kebocoran plasma
DHF I Demam dan adanya manifestasi perdarahan (tes  Trombositopenia ≤100.000
tourniquet positif) dan terdapat kebocoran plasma sel/mm3
 Peningkatan hematocrit ≥ 20%
DHF II Seperti grade I ditambah dengan adanya perdarahan  Trombositopenia ≤100.000
spontan sel/mm3
 Peningkatan hematocrit ≥ 20%
DHF III Seperti grade I dan II ditambah dengan adanya  Trombositopenia ≤100.000
kegagalan sirkulasi sel/mm3
 Peningkatan hematocrit ≥ 20%
DHF IV Seperti grade III ditambah dengan adanya syok berat  Trombositopenia ≤100.000
dan tidak terdeteksi nadi dan tekanan darah sel/mm3
 Peningkatan hematocrit ≥ 20%
 Protokol penatalaksanaan DBD berdasarkan
 Penatalaksanaan: WHO 2009 membagi pasien menjadi 3
kategori: Kategori A, B dan C.
• IVFD Ringer Laktat 20 tpm  Kategori A: Pasien dengan dengue tanpa
tanda-tanda bahaya atau penyakit komorbid.
• Paracetamol 500 mg/8 jam Dapat rawat jalan. Pasien mampu mentoleransi
rehidrasi cairan peroral dengan baik dan BAK
setiap 6 jam sekali dan tidak ditemukan tanda
• Monitor DL (Hb, bahaya.
hematokrit, trombosit)/4 • Anjuran rehidrasi peroral seperti jus buah, dan
minuman lain yang mengandung elektrolit dan
jam glukosa untuk menggantikan cairan yang
hilang melalui demam dan muntah.
• Monitor TTV dan tanda  Berikan paracetamol 10 mg/ kgBB/ hari dan
tidak boleh lebih dari 3 gram/ hari pada
syok lain. dewasa. Pasien juga dapat dikompres hangat
apabila demam.
 Pasien dibawa ke RS apabila: tidak ada
perbaikan klinis, nyeri perut hebat, muntah
terus menerus, akral dingin dan lembab letargi
atau gelisah, perdarahan dan tidak BAK selama
4-6 jam.