Anda di halaman 1dari 39

Penganggaran Perusahaan

Pertemuan Ke 3

ANGGARAN KOMPREHENSIF
(MASTER BUDGET)

Asep Kuswara, S.E., QIA.,M.Ak., Ak., C.A.


JENIS-JENIS ANGGARAN

RUANG LINGKUP

ANGGARAN PARSIAL ANGGARAN KOMPREHENSIF


Ruang lingkupnya terbatas, mis: angga Ruang lingkupnya menyeluruh
ran untuk bid.produksi,keuangan Karena kegiatannya meliputi
semua aktivitas perusahaan

FLEKSIBELITAS

Anggaran Tetap Anggaran Kontinyu


( fixed Budget ) ( Continous budget )

Periode waktu

Anggaran jangka pendek Anggaran jangka panjang


(1 tahun) (lebih dari 1 tahun)
Memahami Anggaran Komprehensif

Anggaran komprehensif, yaitu anggaran perusahaan


yang disusun dengan ruang lingkup yang menyeluruh
yang mencakup seluruh aktivitas perusahaan. Untuk
menunjukan bagaimana menyusun dan memadukan
masing-masing anggaran terpisah sehingga membentuk
anggaran induk.

3
Manfaat Anggaran Komprehensip

1. Adanya pendekatan secara sistematis terhadap


kebijaksanaan manajemen
2. mempermudah diadakannya evaluasi tujuan
akhir perusahaan secara kuantitatif
3. membantu fungsi pengawasan yang lebih
dinamis terhadap pelaksanaan kebijaksanaan-
kebijaksanaan manajemen
Isi Anggaran Secara
Komprehensif (Keseluruhan)
 Forecasting anggaran
Anggaran yang berisi taksiran (forecast)
tentang kegiatan dalam periode tertentu dan
taksiran tentang keadaan keuangan perusahaan
pada suatu saat tertenu di periode yang akan
datang.

 Variabel anggaran
Anggaran yang berisi tentang tingkat perubahan
biaya khususnya biaya yang termasuk kelompok
biaya semi variabel, yang berhubungan dengan
adanya perbuhan produktivitas perusahaan
Lanjutan : Isi Anggaran Secara Komprehensif

 Analisis statistik dan matematika


Analisis yang dipergunakan untuk membuat
taksiran serta untuk mengadakan penilaian
(evaluasi) dalam rangka mengadakan
pengawasan kerja, semua analisis perlu
dilampirkan dalam anggaran yang disusun
 Laporan anggaran
Laporan tentang reaslisasi pelaksanaan anggarn
yang dilengkapi dengan barbagai analisis
perbandingan antara anggaran dan realisasinya,
sehingga dapat diketahui apabila ada
penyimpangan
Pedoman penyusunan anggaran
komprehensif

 Menngadakan spesifikasi terhadap tujuan luas


perusahaan
 Mempersiapkan rencana-rencana pendahuluan
secara keseluruhan
 Menyusun rencana jangka pendek dan rencana
jangka penjang
Komponen-Komponen Di Dalam Penyusunan
Anggaran Komprehensif

1. Rencana Subtantif (Subtantive Plan)


Merupakan rencana yang mencerminkan tujuan apa yang
ingin dicapai oleh suatu perusahaan baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang, strategi yang dipakai
serta asumsikannya.
2. Rencana Keuangan (Finansial Plan)
Financial Plan merupakan penjabaran segala hal yang
direncanakan tersebut menjadi suatu anggaran yang
memiliki perspektif keuangan. Dengan kata lain, financial
plan merupakan usaha untuk mengkuantitaskan segala
tujuan, rencana dan kebijaksanaan perusahaan.
Rencana
Anggaran
Jangka Panjang

Pengelompokan
Rencana
Keuangan Rencana
Operasional
Rencana
Anggaran
Jangka Pendek
Anggaran
Keuangan
Rencana Operasional

Merupakan rencana seluruh kegiatan-kegiatan


perusahaan untuk mencapai tujuannya. Umumnya
tujuan perusahaan adalah mendapatkan keuntungan.

Anggaran Anggaran
Proyeksi Pembantu
Laba/Rugi Proyeksi
Laba/Rugi
Anggaran Proyeksi Laba/Rugi

Dalam anggaran ini dihitung atau ditaksir


besarnya perkiraan laba, baik menurut bagian,
jenis produk, maupun laba yang merupakan
keseluruhan.
Anggaran Pembantu Proyeksi Laba/Rugi

Anggaran ini meliputi seluruh rencana kegiatan-


kegiatan yang mendukung penyusunan laporan
laba rugi (income statement)

1
Anggaran Penjualan

2
Anggaran Produksi
Anggaran Pembantu Proyeksi Laba/Rugi

Anggaran Penjualan

Anggaran penjualan mengambarkan tingkat pendapatan yang


bakal di terima sebagai akibat dilakukannya penjualan- o Jenis produk
penjualan di masa yang akan datang, rencana penjualan o Volume produk
menjadi unsur dasar dilakukanya penyusunan anggaran lain. o Harga produk
o Wilayah pemasaran
Merupakan titik awal penyusunan anggaran induk.
Dalam banyak hal hampir seluruh elemen lain anggaran
induk, termasuk produksi, pembelian, persediaan dan
biaya bergantung pada anggaran penjualan. Umumnya,
anggaran penjualan disertai dengan perhitungan
penerimaan kas yang diharapkan pada periode
anggaran mendatang. Perhitungan ini diperlukan untuk
membantu penyusunan anggaran kas tahun anggaran
yang berjalan.

14
Anggaran Pembantu Proyeksi Laba/Rugi

Anggaran Produksi

o Anggaran jumlah produk


Anggaran pdoduksi menggambarkan kegiatan produksi yang diproduksi
perusahaan untuk menunjang anggaran penjualan yang telah
disusun o Anggaran bahan mentah
o Anggaran biaya overhead
o Anggaran biaya distribusi
o Anggaran biaya umum dan
administrasi
Setelah anggaran penjualan disusun, kebutuhan
produksi periode anggaran mendatang dapat
ditentukan dan disusun ke dalam bentuk anggaran
produksi. Produksi dalam jumlah yang memadai harus
tersedia untuk memenuhi kebutuhan penjualan,
ditambah untuk memenuhi persediaan akhir yang
dikehendaki.

16
Anggaran bahan baku langsung, setelah kebutuhan produksi dihitung
anggaran bahan baku langsung harus disusun untuk menunjukan bahan baku
yang diperlukan dalam proses produksi.

 Anggaran tenaga kerja langsung, anggaran ini disusun dari


anggaran produksi. Kebutuhan tenaga kerja langsung harus
dihitung sedemikian rupa sehingga perusahaan akan
mengetahui kalau jam kerja sudah tersedia cukup memadai
untuk memenuhi kebutuhan produksi.
Anggaran overhead pabrik, anggaran ini akan memberikan
skedul harga pokok produksi selain bahan baku langsung dan
tenaga kerja langsung. Untuk tujuan penyusunan anggaran, biaya
ini harus dirinci menurut perilaku biaya dan tarif overhead pabrik
yang ditentukan dimuka harus dihitung. Tarif ini akan digunakan
untuk membebankan overhead pabrik kesatuan produk periode
anggaran
Anggaran biaya penjualan dan administratif, anggaran ini
berisikan daftar biaya yang diantisipasikan selama periode
anggaran yang akan dikeluarkan untuk bidang selain bidang
produksi. Anggaran ini terbentuk dari beberapa anggaran
individual yang lebih kecil yang diajukan oleh berbagai orang
yang bertanggung jawab atas pengendalian biaya penjualan dan
administratif. Jika jumlah elemen biaya sangat banyak, maka
diperlukan anggaran tersendiri untuk fungsi penjualan dan
administratif
Anggaran Keuangan

Anggaran keuangan ini disusun sebagai akibat terjadinya


perubahan kekayaan, hutang, dan piutang perusahaan.

Anggaran
Anggaran
Pembantu
Proyeksi
Proyeksi
Neraca
Neraca
Anggaran Proyeksi Neraca

Anggaran proyeksi neraca mencerminkan perkiraan


semua aktiva dan pasiva yang akan dimiliki oleh
perusahaan pada akhir periode produksi

 Aktiva meliputi; aktiva tetap dan


aktiva lancar.
 Pasiva meliputi; utang jangka pendek,
utang jangka panjang dan modal
sendiri.
Anggaran Pembantu Proyeksi Neraca

Anggaran ini merinci masing-masing pos yang ada


dalam neraca, terutama pos-pos yang berhubungan
dengan masalah likuiditas perusahaan

1. Anggaran kas
2. Anggaran piutang
3. Anggaran utang
4. Anggaran penambahan modal
5. Anggaran penyusutan aktiva
Anggaran Kas, sekali anggaran operasi (penjualan, prodduksi
dan lain sebagainya) sudah ditetapkan, dapatlah disusun
anggaran kas dan anggaran keuangan yang lain. Seluruh
anggaran operasi termasuk anggaran penjualan mempunyai
beberapa bentuk pengaruh terhadap anggaran kas. Dalam hal
anggaran penjualan, pengaruh berasal dari rencana
penerimaan kas yang diterima dari penjualan. Dalam hal
anggaran yang lain, pengaruh berasal dari rencana
pengeluaran kas dalam anggaran itu sendiri.

22
Anggaran Laporan rugi / laba, anggaran ini dapat
disusun dari data yang sudah disusun dari no. 1 sampai
no. 7. Anggaran ini merupakan salah satu skedul utama
dalam proses anggaran. Anggaran ini merupakan
dokumen yang menyatakan bagaimana operasi yang
menguntungkan diantisipasikan akan terjadi dimasa
mendatang. Setelah anggaran ini disusun, maka
berfungsi sebagai standar untuk dapat mengukur
prestasi perusahaan dimasa mendatang.

Anggaran neraca, anggaran ini disusun atas dasar


neraca awal tahun berjalan yang disesuaikan dengan
data dalam anggaran lain.

23
 Menyusun Anggaran Komprehensif (Master
Budget) membutuhkan waktu dan keteletian
yang tinggi. Anggaran Komprehensif terdiri
dari sebelas tabel Anggaran. Untuk
mempermudah pemahaman perhitungan dan
penyusunan Anggaran komprehensif, penulis
membuat sebuah skema yang dapat dipakai
untuk pemahaman anggaran-anggaran parsial
pada pertemuan berikutnya.
Ramalan
Anggaran Penjualan jangka
Penjualan Panjang

Anggaran Anggaran Anggaran Biaya


Persediaan Akhir Produksi Penjualan &
administrasi

Anggaran Anggaran Anggaran


bahan baku tenaga kerja Overhead
langsung langsung pabrik

Anggaran kas Anggaran modal

Anggaran
laporan
Anggaran laporan rugi Anggaran
laba
perubahan posisi
Neraca keuangan

25
1 Q PENJUALAN `
x P Jual = Total Penjualan

+ persediaan akhir produk


- persediaan awal produk

x Tarif TKL = BI. TKL 7


2 Q PRODUKSI
x Tarif BOP = BOP 8

x SUR

3 Q KEBUTUHAN BB x P beli = HARGA POKOK BB 5

+ persediaan akhir BB
- persediaan awal BB
4 Q PEMBELIAN BB x P beli = Total Pembelian

x P awal produk
6 PERSEDIAAN x P akhir produk

9 COGS = COGM + PERSEDIAAN AWAL - PERSEDIAAN AKHIR


HARGA POKOK BB + BI. TKL + BOP

10 Laporan L/R Laporan L/R 12

=
Penjualan + Saldo Awal Kas
(COGS) + Total Penerimaan
Laba Kotor - Total Pengeluaran
(Biaya Adm & Umum)
EBIT
(Bi. Bunga)
EBT
(Bi. Pajak)
11
EAT + Saldo Awal RE - Deviden
Contoh Soal :
Perusahaan industri A memproduksi barang X dan Y. barang tersebut dijual di daerah P
dan Q. Bahan yang dipergunakan adalah A, B, dan C. Rencana produksi kebutuhan
barang disusun sbb :
1. Rencana penjualan barang X di kota P 10.000 unit, dan di kota Q 4.000 unit.
2. Rencana penjualan barang Y di kota P 30.000 unit dan di kota Q 10.000 unit.
3. Harga per unit barang X Rp 15.000,00 dan barang Y Rp 12.000,00
4. Persedian bahan
Persediaan Persedian
Harga Harga
Awal Akhir
Bahan A 500 unit Rp 1,250 1.000 unit Rp 1,250
Bahan B 2.000 unit Rp 500 2.000 unit Rp 500
Bahan C 2.000 unit Rp 400 2.000 unit Rp 400
Produk Jadi Barang X 200 unit Rp 11,000 300 unit Rp 12,000
Produk Jadi Barang Y 400 unit Rp 7,000 200 unit Rp 8,000

Penilaian Persediaan menggunakan FIFO


5. Keperluan Bahan tiap unit barang yang diproduksi (Standard Usage Rate/SUR)
• Barang X membutuhkan Bahan A = 1 ; B = 2
• Barang Y membutuhkan Bahan B = 2 ; C = 2
6. Taksiran Biaya Kerja Per unit
Departemen Barang X Barang Y
Departemen Pemotongan Rp 3,000 Rp 2,500
Departemen Finishing Rp 4,500 Rp 2,500

7. Tarif Biaya Overhead per unit

Departemen Barang X Barang Y


Departemen Pemotongan Rp 1,000 Rp 500
Departemen Finishing Rp 1,250 Rp 700

8. Biaya-biaya :
• Distribusi Rp 70.000.000,00 (termasuk biaya non cash Rp 10.000.000,00).
• Administrasi Rp 50.000.000,00 (termasuk non cash Rp 5.000.000,00).
• Kelebihan biaya lain-lain di atas pendapatan lain-lain (non cash) Rp
2.825.000,00.
• Rata-rata tarif pajak penghasilan 30%.
9. Saldo awal laba ditahan Rp 125.000.000,00
10. Dividen yang direncanakan akan dibayar selama tahun depan Rp 30.000.000,00
11. Rencana penerimaan kas :
• Penjualan tunai Rp 475.000.000,00
• Penerimaan piutang Rp 225.000.000,00
• Pendapatan lain-lain Rp 175.000,00
• Pinjaman dari bank Rp 10.000.000,00
• Penjualan saham treasuri Rp 15.000.000,00
12. Rencana pengeluaran kas
• Utang (anggap semua bahan dibeli kredit) Rp 105.000.000,00.
• Penambahan modal Rp 40.000.000,00
• Akrual dan penangguhan Rp 15.000.000,00
• Biaya lain-lain Rp 3.000.000,00
• Pembayaran wesel jangka panjang Rp 50.000.000,00
13. Saldo Awal Kas Rp. 360.000.000,00
14. Biaya Non Kas dalam budget biaya overhead Rp. 10.380.000,00
Pertanyaan :
1. Anggaran penjualan menurut produk dan daerah
2. Anggaran produksi menurut produk
3. Anggaran bahan baku langsung dalam unit menurut bahan dan produk
4. Anggaran pembelian menurut bahan
5. Anggaran harga pokok bahan baku
6. Skedul persediaan awal dan akhir
7. Anggaran tenaga kerja langsung menurut produk dan departemen
8. Anggaran biayaoverhead yang dibebankan menurut produk dan departemen
9. Ringkasan harga pokok produksi dan penjualan
10. Ringkasan labarugi
11. Ringkasan laporan laba ditahan yang direncanakan
12. Ringkasan rencana kas
1. Anggaran penjualan menurut produk dan daerah

Daerah
No. Penjualan Barang X Barang Y TOTAL
Unit Harga Jumlah Unit Harga Jumlah

1 Kota P 10.000 15.000 150.000.000 30.000 12.000 360.000.000 510.000.000

2 Kota Q 4.000 15.000 60.000.000 10.000 12.000 120.000.000 180.000.000

14.000 210.000.000 40.000 480.000.000 690.000.000

2. Anggaran produksi menurut produk


Keterangan Barang X Barang Y
Penjualan 14.000 40.000
Produk jadi Akhir 300 200
Jumlah 14.300 40.200
Produk Jadi awal 200 400
Rencana Produksi 14.100 39.800
3. Anggaran bahan baku langsung dalam unit menurut bahan dan produk
Bahan A Bahan B Bahan C
No Barang Produksi
SUR Kebutuhan SUR Kebutuhan SUR Kebutuhan

1 Barang x 14.100 1 14.100 2 28.200

2 Barang Y 39.800 2 79.600 2 79.600

14.100 107.800 79.600

4. Anggaran pembelian menurut bahan


Keterangan Bahan A Bahan B Bahan C
Kebutuhan Bahan 14.100 107.800 79.600
Persedian Akhir 1.000 2.000 2.000
Bahan Tersedia 15.100 109.800 81.600
Persediam awal 500 2.000 2.000
Rencana Pembelian 14.600 107.800 79.600
Harga Pembelian 1.250 500 400
Nilai Pembelian 18.250.000 53.900.000 31.840.000
5. Anggaran harga pokok bahan baku
Barang X Barang Y Jumlah
No. Bahan
Qty Price Jumlah Qty Price Jumlah Qty Jumlah
1 A 14.100 1.250 17.625.000 14.100 17.625.000
2 B 28.200 500 14.100.000 79.600 500 39.800.000 107.800 53.900.000
3 C 79.600 400 31.840.000 79.600 31.840.000
42.300 31.725.000 159.200 71.640.000 201.500 03.365.000

6. Skedul persediaan awal dan akhir


Persedian Awal Persedian Akhir
Elemen
Qty Price Jumlah Qty Price Jumlah
Bahan
A 500 1.250 625.000 1.000 1.250 1.250.000
B 2.000 500 1.000.000 2.000 500 1.000.000
C 2000 400 800.000 2.000 400 800.000
Sub Total 4.500 2.425.000 5.000 3.050.000
Produk dalam Proses
Produk Jadi
Barank X 200 11000 2.200.000 300 12000 3.600.000
Barang Y 400 7000 2.800.000 200 8000 1.600.000
Sub Total 5.000.000 5.200.000
Total 7.425.000 8.250.000
7. Anggaran tenaga kerja langsung menurut produk dan departemen

Pemotongan Finishing
No Barang Produksi Jumlah
SUR Kebutuhan SUR Kebutuhan
1 Barang x 14.100 3.000 42.300.000 4.500 63.450.000 105.750.000
2 Barang Y 39.800 2.500 99.500.000 2.500 99.500.000 199.000.000
141.800.000 162.950.000 304.750.000

8. Anggaran biayaoverhead yang dibebankan menurut produk dan departemen


Pemotongan Finishing
No Barang Produksi Jumlah
SUR Kebutuhan SUR Kebutuhan
1 Barang x 14.100 1000 14.100.000 1250 17.625.000 31.725.000
2 Barang Y 39.800 500 19.900.000 700 27.860.000 47.760.000
34.000.000 45.485.000 79.485.000
9. Ringkasan harga pokok produksi dan penjualan
KETERANGAN BARANG X BARANG Y JUMLAH
HARGA POKOK PRODUKSI
BAHAN
1 A 17.625.000 17.625.000
2 B 14.100.000 39.800.000 53.900.000
3 C 31.840.000 31.840.000
Sub Total 31.725.000 71.640.000 103.365.000
TENAGA KERJA LANGSUNG
1 Pemotongan 42.300.000 99.500.000 141.800.000
2 Finishing 63.450.000 99.500.000 162.950.000
Sub Total 105.750.000 199.000.000 304.750.000
OVERHEAD PABRIK
1 Pemotongan 14.100.000 19.900.000 34.000.000
2 Finishing 17.625.000 27.860.000 45.485.000
Sub Total 31.725.000 47.760.000 79.485.000
TOTAL HARGA POKOK PRODUKSI 169.200.000 318.400.000 487.600.000
PERSEDIAAN AWAL 2.200.000 2.800.000 5.000.000
PRODUCT AVAILABLE FOR SALE 171.400.000 321.200.000 492.600.000
PERSEDIAN AKHIR 3.600.000 1.600.000 5.200.000
HARGA POKOK PENJUALAN 167.800.000 319.600.000 487.400.000
10 .Ringkasan labarugi
KETERANGAN BARANG X BARANG Y JUMLAH
PENJUALAN
Kota P 150.000.000 360.000.000 510.000.000
Kota Q 60.000.000 20.000.000 180.000.000
Sub total 210.000.000 480.000.000 690.000.000
HARGA POKOK PENJUALAN 167.800.000 319.600.000 487.400.000
Laba Kotor 42.200.000 160.400.000 202.600.000
BIAYA - BIAYA
Distribusi 70.000.000
Administrasi 50.000.000
Kelebihan Biaya lain-lain 2.825.000
Total Biaya Operasi 122.825.000
Laba sebelum Pajak 79.775.000
Pajak 30% 3.932.500
Laba Setelah Pajak 55.842.500

11. Ringkasan laporan laba ditahan yang direncanakan

SALDO awal laba ditahan 125.000.000


Laba setelah pajak 55.842.500
Sub total laba ditahan 180.842.500
Deviden 30.000.000
SALDO akhir laba 150.842.500
12. Ringkasan rencana kas
Ringkasan Rencana Kas
SALDO AWAL KAS 360.000.000
PENERIMAAN
Penjualan Tunai 475.000.000
Penerimaan Piutang 225.000.000
Pndapatan Lain lain 175.000
Pinjaman dr Bank 10.000.000
Penjualan Saham 15.000.000 725.175.000
1.085.175.000
PENGELUARAN
Utang 105.000.000
Penambahan Kapital 40.000.000
Gaji 15.000.000
Biaya lain-lain 3.000.000
Pembayaran pajak 23.932.500
Pembayaran Wesel Jk Panjang 50.000.000
Deviden 30.000.000
Biaya distribusi 60.000.000
Biaya Adm 45.000.000
Upah Tenaga Kerja 304.750.000
Biaya Overhead 69.105.000 745.787.500
339.387.500