Anda di halaman 1dari 36

GIGI YANG MENGALAMI KERUSAKAN PERLU……

PERAWATAN????
PENCABUTAN????

2
TUJUAN OPERATIVE DENTISTRY GIGI DESIDUI
• MENCEGAH ATAU MENGHILANGKAN RASA SAKIT
• MENCEGAH TERJADINYA INFEKSI
• MEMPERTAHANKAN GIGI DESIDUI SUPAYA SEHAT
SAMPAI WAKTUNYA TANGGAL
• UNTUK PENGUNYAHAN PADA GIGI POSTERIOR
• UNTUK ESTETIKA PADA GIGI ANTERIOR
3
FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN
DALAM MELAKUKAN RESTORASI GIGI DESIDUI
(1) UMUR ANAK;
(2) TINGKAT KEPARAHAN KARIES;
(3) KONDISI GIGI DAN TULANG PENDUKUNG;
(4) FAKTOR TANGGAL FISIOLOGIS;
(5) PENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN ANAK;
(6) PERTIMBANGAN RUANG DALAM LENGKUNG.

4
PREPARASI KAVITAS PADA GIGI DESIDUI
A. BEHAVIOR ANAK: OPERATOR HARUS MAMPU MEGUASAI/MENGENDALIKAN ANAK, SEHINGGA ANAK MENGIKUTI INSTRUKSI
ANJURAN OPERATOR SELAMA PERAWATAN.

B. MORFOLOGI GIGI DESIDUI


1. ANATOMI PERMUKAAN OKLUSAL LEBIH SEMPIT
2. RUANG PULPA RELATIF LEBIH LEBAR
3. TANDUK PULPA LEBIH MENONJOL
4. PERMUKAAN PROKSIMAL LUAS, SERVIKAL GIGI SEMPIT, KONTAK PROKSIMAL BERUPA BIDANG (FLAT).
5. STRUKTUR EMAIL DAN DENTIN LEBIH TIPIS.

C. WAKTUNYA TANGGAL
D. PENANGANAN (MANAGEMENT) ANAK YANG TEPAT DAN NYAMAN MERUPAKAN KUNCI KEBERHASILAN PERAWATAN OPDENT.

5
RESTORASI STAINLESS STEEL CROWN (SSC)

STAINLESS STEEL CROWN ATAU SSC MERUPAKAN RESTORASI UNTUK GIGI


MOLAR DESIDUI ATAU PERMANEN MUDA YANG SUDAH TIDAK
MEMUNGKINKAN DIRAWAT DENGAN TUMPATAN.

6
SSC….
• DEFINISI: MAHKOTA LOGAM YANG DIBUAT OLEH PABRIK DALAM BERBAGAI UKURAN DAN MEMPUNYAI
BENTUK ANATOMIS SESUAI GIGI ASLI.
• MATERIALNYA: MENGANDUNG 18% CHROMIUM DAN 8% NIKEL. CHROMIUM MENGURANGI KOROSI.
• DIPERKENALKAN OLEH HUMPHREY (1950) DALAM BIDANG KEDOKTERAN GIGI ANAK,
• SELAIN SEBAGAI RETAINER PADA BEBERAPA KASUS, SSC MENJADI BAHAN RESTORASI PILIHAN DALAM
PERAWATAN GIGI DESIDUI DENGAN KERUSAKAN GIGI YANG LUAS, KARENA DAPAT MENUTUPI SELURUH
MAHKOTA GIGI DAN MEMBENTUK KEMBALI ANATOMI GIGI
• LEBIH TAHAN LAMA DIBANDINGKAN RESTORASI LAINNYA.

7
JENIS SSC
1. FESTOONE: DENGAN MEREK NI-CHRO PRIMARY CROWN, KELUARAN ION – 3M (USA).
ADALAH CROWN METAL YANG SUDAH DIBENTUK SESUAI ANATOMIS GIGI, BAIK KONTOUR
OKLUSAL, BUKAL / LINGUAL, PROKSIMAL DAN TEPI SERVIKAL. PENYELESAIAN PREPARASI SSC
JENIS FESTOONED INI TINGGAL MEMBENTUK / MENGGUNTING PERMUKAAN SERVIKAL MAHKOTA
TERSEBUT.
2 UNFESTOONED: DENGAN MEREK SUN – PLATINUM, KELUARAN SANKIN, JEPANG
ADALAH CROWN METAL YANG TELAH DIBENTUK PERMUKAAN OKLUSAL SAJA SEDANGKAN BAGIAN
BUKAL / LINGUAL DAN SERVIKAL HARUS DIBENTUK DENGAN TANG KHUSUS. KEDUA MACAM
BENTUK MAHKOTA HARUS DIMANIPULASI AGAR TETAP BAIK MARGINALNYA.

8
A : BENTUK UNFESTOONED, TEPI SERVIKAL MAHKOTA BELUM DIGUNTING.
B : BENTUK FESTOONED TEPI SERVIKAL SUDAH DIGUNTING DAN DIBENTUK CEMBUNG.
C : BENTUK FESTOONED TEPI SERVIKAL SUDAH DIGUNTING SESUAI DENGAN SERVIKAL GIGI.

9
INDIKASI SSC
1. GIGI MOLAR DESIDUI ATAU PERMANEN MUDA YANG SUDAH MENGALAMI KARIES YANG LUAS.
2. KARIES PROKSIMAL YANG MEMERLUKAN PREPARASI SAMPAI PERMUKAAN BUKAL DAN ATAU LINGUAL
3. GIGI YANG SUDAH MENGALAMI PERAWATAN ENDODONTIK MISALNYA PULPOTOMI ATAU PULPEKTOMI. KARENA
GIGI YANG SUDAH MENGALAMI PERAWATAN ENDODONTIK, STRUKTUR JARINGAN KERASNYA MENJADI RAPUH,
MUDAH PATAH SEHINGGA PERLU DILINDUNGI.
4. GIGI YANG MENGALAMI MALFORMASI, MISALNYA HIPOPLASIA, HIPOKALSIFIKASI, DENTINOGENESIS/
AMELOGENESIS IMPERFEKTA.
5. GIGI MOLAR YANG FRAKTUR
6. PASIEN-PASIEN YANG TIDAK DAPAT MENGONTROL KEBERSIHAN MULUT, MISALNYA PASIEN DISABLE
(HANDICAPED).

10
7. SEBAGAI ATTACHMENT PADA PERAWATAN SPACE MAINTAINER ATAU SEBAGAI RETENSI ALAT PADA
PARAWATAN DENGAN ALAT ORTHODONSI LEPASAN.
8. SEBAGAI PEGANGAN DARI SPACE MAINTAINER ATAU PROTESA.
9. PADA KASUS – KASUS BRUXISM YANG BERAT.
10. UNTUK MENGOREKSI SINGLE CROSSBITE ANTERIOR PADA GIGI SUSU

11
TEKNIK ATAU CARA
1. DILAKUKAN ANESTHESI LOKAL, UNTUK GIGI YANG MASIH VITAL
2. PEMBUANGAN JARINGAN KARIES DENGAN ROUND BUR KECEPATAN RENDAH.
3. PENGURANGAN PERMUKAAN OKLUSAL DENGAN BUR FISSURE. PENGURANGAN DIMULAI DARI DAERAH
GROOVE ± 1-1,5 MM. DIRATAKAN, SEHINGGA SEMUA DINDINGNYA SAMA (A).
4. PENGURANGAN PERMUKAAN PROKSIMAL, SEHINGGA TIDAK ADA KONTAK DENGAN GIGI SEBELAHNYA.
GUNAKAN FISSURE BUR KECIL, DINDING PARALEL ATAU SEDIKIT KONVERGEN TERHADAP AXIS GIGI, DIMULAI
DARI OKLUSAL KE ARAH GINGIVAL. JANGAN SAMPAI ADA ‘LEDGE” ATAU UNDERCUT (B).
5. PENGURANGAN PERMUKAAN BUKAL SAMPAI ± 1 MM SUBGINGIVAL (C).
6. PENGHALUSAN SUDUT-SUDUT YANG TAJAM (D).

12
13
SELEKSI DAN ADAPTASI CROWN
1. UKUR JARAK/RUANG MESIODISTAL GIGI DENGAN SLIDING CALIPER
2. PILIH CROWN DENGAN LEBAR MESODISTAL YANG SESUAI

3. LETAKKAN SSC PADA PREPARASI GIGI. BERI TANDA PADA PERMUKAÄN BUKAL DAN LLNGUÀL PADA FREE GINGIVAL
MARGIN (A). KURANGI BAGIAN DIBAWAH TANDA ± 0,5 – 1 MM DENGAN GUNTING, SEHINGGA CROWN MASUK KE
SULCUS GINGIVA ± 1 MM.
4. HALUSKAN PERMUKAAN CROWN DENGAN STONE BUR DAN RUBBER WHEEL POLISH (B)
5. CRIMPING PADA TEPI-TEPI SSC (C)
6. PASANG, LIHAL TEPI-TEPI GINGIVAL, BILA SUDAH PAS, AMBIL SSC DAN LAKUKAN SEMENTASI.
7. CEK DENGAN ARTIKULATING PAPER, UNTUK MELIHAT BILA TERDAPAT TRAUMATIK OKLUSI.
8. BERSIHKAN EKSES/KELEBIHAN SEMEN PADA MARGIN DENGAN SONDE DAN DENTAL FLOSS (D)

14
PENGHALUSAN SSC
• PENGHALUSAN MERUPAKAN LANGKAH TERAKHIR DAN PENTING JIKA SSC TELAH
SESUAI.
• PERMUKAAN KASAR AKAN MENGIRITASI GINGIVA DAN MEMUDAHKAN PENUMPUKAN
PLAK.
• UNTUK TINDAKAN INI DAERAH MARGIN SSC DIASAH KE ARAH GIGI SUPAYA
PINGGIRNYA TIDAK MENGIRITASI GINGIVA, KEMUDIAN PINGGIR DIHALUSKAN DAN
DILICINKAN DENGAN STONE BUR ATAU RUBBER WHEEL.

15
16
PERTIMBANGAN KEBERHASILAN PENGGUNAAN SSC
• PEMBUANGAN KARIES DAN TERAPI PULPA YANG TEPAT
• PENGURANGAN STRUKTUR GIGI YANG OPTIMAL UNTUK RETENSI MAHKOTA YANG ADEKUAT.
• KURANGNYA KERUSAKAN GIGI TETANGGA SETELAH PEMBUANGAN KONTAK
INTERPROKSIMAL.
• PEMILIHAN UKURAN MAHKOTA YANG TEPAT UNTUK MENENTUKAN PANJANG LENGKUNG
GIGI.
• ADAPTASI MARGINAL YANG AKURAT DAN KESEHATAN GINGIVA.
• FUNGSI OKLUSAL YANG BAIK.
• PROSEDUR SEMENTASI YANG OPTIMAL.
17
BEBERAPA FAKTOR YANG DAPAT MENYEBABKAN KEGAGALAN SSC
•PREPARASI GIGI YANG TIDAK BAIK.
•ADAPTASI MAHKOTA YANG TIDAK BAIK DAN KEMUDIAN DISERTAI
DENGAN RETENSI YANG BURUK.
•METODE SEMENTASI YANG TIDAK TEPAT DENGAN MAHKOTA YANG
LEPAS ATAU MARGIN YANG TERBUKA.
•KEGAGALAN PERAWATAN PULPA.
•SEMENTASI
18
PREPARASI GIGI POSTERIOR
PENGUKURAN GIGI
• SEBELUM GIGI DIPREPARASI JARAK MESIO DISTAL DIUKUR DENGAN SLIDING CALIPER. PENGUKURAN INI
BERTUJUAN UNTUK MEMILIH BESARNYA SSC YANG AKAN DIPAKAI, SESUAI DENGAN BESARNYA GIGI.
PEMBUANGAN SELURUH JARINGAN KARIES
• DENGAN ROUND BUR PUTARAN RENDAH ATAU DENGAN MENGGUNAKAN EKSKAVATOR.
MENGURANGI PERMUKAAN OKLUSAL
• FISUR – FISUR YANG DALAM PADA PERMUKAAN OKLUSAL DIAMBIL SAMPAI KEDALAMAN 1 – 1,5 MM DENGAN
TAPERED DIAMOND BUR

19
MENGURANGI PERMUKAAN PROKSIMAL
• SEBELUM MELAKUKAN PREPARASI, GIGI TETANGGA DILINDUNGI DENGAN PROSITEKTOR ATAU STEEL
MATRIK BAND. TEMPATKAN TAPERED DIAMOND BUR BERKONTRAK DENGAN GIGI PADA EMBRASUR BUKAL
ATAU LINGUAL DENGAN POSISI SUDUT KIRA – KIRA 20° DARI VERTIKAL DAN UJUNGNYA PADA MARGIN
GINGIVA. PREPARASI DILAKUKAN DENGAN SUATU GERAKKAN BUKOLINGUAL MENGIKUTI KONTOUR
PROKSIMAL GIGI. UNTUK MENGURANGI RESIKO KERUSAKAN PADA GIGI TETANGGA AKIBAT POSISI BUR
YANG MIRING, MAKA SLICING DILAKUKAN LEBIH DAHULU DARI LINGUAL KE ARAH BUKAL ATAU SEBALIKNYA,
BARU KEMUDIAN DARI OKLUSAL KE GINGIVAL.

20
MENGURANGI PERMUKAAN BUKAL DAN LINGUAL
• DENGAN TAPERED DIAMOND BUR PERMUKAAN BUKAL DAN LINGUAL DIKURANGI SEDIKIT SAMPAI KE
GINGIVAL MARGIN DENGAN KEDALAMAN LEBIH KURANG 1 – 1,5 MM. SUDUT – SUDUT ANTARA KE-2
PERMUKAAN DIBULATKAN

21
PERLINDUNGAN PULPA
•PEMBUANGAN JARINGAN KARIES YANG TELAH MENCAPAI DENTIN
CUKUP DALAM SEBAIKNYA DITUTUPI DENGAN KALSIUM
HIDROKSIDA ATAU BAHAN PULP CAPPING, YANG BERFUNGSI
MELINDUNGI PULPA TERHADAP IRITASI.

22
PERHATIKAN
• OKLUSI GIGI GELIGI.
• JIKA GINGIVA TERLIHAT PUCAT BERARTI
SSC MASIH KEPANJANGAN DAN PERLU
PEMOTONGAN BAGIAN SERVIKALNYA.
23
RESTORASI POLYCARBONATE CROWN (PCC)
• MERUPAKAN RESTORASI UNTUK GIGI ANTERIOR DESIDUI.
• POLYCARBONATE CROWN MEMPUNYAI ESTETIS YANG BAIK, SEHINGGA DAPAT JUGA DIPERGUNAKAN
SEBAGAI RESTORASI SEMENTARA PADA GIGI ANTERIOR PERMANEN.
• SECARA KLINIS INDIKASI POLYCARBONATE CROWN (PCC) SAMA DENGAN SSC.
• SALAH SATU INDIKASI UNTUK RESTORASI DENGAN POLYCARBONATE CROWN, YAITU GIGI ANTERIOR
YANG SUDAH MENGALAMI KERUSAKAN PADA BEBERAPA PERMUKAAN.

24
TEKNIK PREPARASI
1. ANESTESI LOCAL SECARA INFILTRASI PADA BAGIAN LABIAL DAN PALATAL.
2. PENGAMBILAN JARINGAN KARIES DENGAN STEEL ROUND BUR (A)

3. RETRAKSI GINGIVA DENGAN BENANG RETRAKSI


4. PENGURANGAN PERMUKAAN MESIAL DAN DISTAL DENGAN FISSURE BUR, PARALEL DENGAN AXIS PANJANG GIGI 1 - 1,5
MM SAMPAI SUBGINGIVAL
4. PENGURANGAN PERMUKAAN LABIAL DAN PALATAL 1 - 1,5 MM SUBGINGIVAL

5. INCISAL DIKURANGI 1 - 1,5 MM


6. RETENSI
• DENGAN MENGGUNAKAN INVERTED BUR DBUAT ARTIFISIAL GROOVE ( ± 0,25 MM) DIDAERAH 1/3 GINGIVAL,
MENGELILINGI GIGI (C). BILA SUDAH TERDAPAT KAVITAS DISEBELAH MESIAL DAN DISTAL, MAKA RETENSI GROOVE
TIDAK DIPERLUKAN.

25
26
PREPARASI GIGI ANTERIOR
• SEBELUM GIGI DIPREPARASI JARAK MESIO-DISTAL DIUKUR DENGAN
SLIDING CALIPER. TUJUANNYA UNTUK MEMILIH UKURAN PCC YANG AKAN
DIPAKAI, SESUAI DENGAN BESARNYA GIGI ASLI.
• PEMBUANGAN SELURUH JARINGAN KARIES DENGAN MENGGUNAKAN
EKSKAVATOR ATAU ROUND BUR PADA KECEPATAN RENDAH.

27
MENGURANGI PERMUKAAN PROKSIMAL
• SEBELUM MELAKUKAN PREPARASI PERMUKAAN PROKSIMAL, GIGI
TETANGGA DILINDUNGI DENGAN PROSITEKTOR ATAU STEEL MATRIK BAND.
• PERMUKAAN PROKSIMAL DIKURANGI 0,5 – 1,0 MM DENGAN BUR DIAMOND
TAPERED,
• DINDING PROKSIMAL BAGIAN DISTAL DAN MESIAL DIBUAT SEJAJAR.
• PERMUKAAN PROKSIMAL DIAMBIL JIKA MASIH BERKONTAK DENGAN GIGI
TETANGGA DIBUANG SAMPAI KONTAK TERSEBUT BEBAS.

28
MENGURANGI PERMUKAAN INSISAL
• BAGIAN INSISAL DIKURANGI 1 – 1,5 MM SEHINGGA CROWN SESUAI DENGAN PANJANG GIGI TETANGGA.
MENGURANGI PERMUKAAN PALATAL
• PREPARASI PERMUKAAN PALATAL 0,5 MM DAN DILAKUKAN JIKA PERMUKAAN TERSEBUT BERKONTAK
DENGAN GIGI ANTAGONIS. JIKA PADA KASUS OPEN BITE UNTUK GIGI ANTERIOR ATAS, PERMUKAAN
PALATAL TIDAK PERLU DIPREPARASI.
MENGURANGI PERMUKAAN LABIAL
• PERMUKAAN LABIAL DIPREPARASI 0,5 – 1,0 MM CUKUP DENGAN MEMBUANG KARIES DAN TIDAK
MEMBUANG UNDERCUT.
PENGHALUSAN PINGGIR – PINGGIR YANG TAJAM
• PINGGIR – PINGGIR YANG TAJAM BAGIAN PROKSIMAL MENGAKIBATKAN CROWN SUKAR BERADAPATASI
DENGAN GIGI. BAGIAN PINGGIR YANG TAJAM DARI PREPARASI HARUS DIBULATKAN/DIHALUSKAN

29
MENYIAPKAN CROWN DAN PEMASANGAN
1. CROWN DIBUAT DENGAN BERMACAM-MACAM UKURAN DENGAN BENTUK YANG
SPESIFIK UNTUK MASING-MASING PILIHAN UKURAN YANG SESUAI
2. BUAT 2 LUBANG PADA SISI LINGUAL ATAU PALATAI (A)
3. PERMUKAAN DALAM CROWN DIBUAT KASAR, SEBAGAI TAMBAHAN RETENSI MEKANIK
BAGI BAHAN SEMENTASI.
4. KONTROL PERDARAHANNYA SEBELUM DILAKUKAN SEMENTASI
5. ADUK SEMEN, MASUKKAN KE DALAM CROWN DAN PADA GIGI, PASANG CROWN, TEKAN
DENGAN JARI (B-C)
6. KELEBIHAN/EKSES SEMEN DIBERSIHKAN DENGAN SONDE (D)

30
PERLINDUNGAN PULPA
•SETELAH DILAKUKAN PEMBUANGAN JARINGAN KARIES
MENCAPAI DENTIN YANG DALAM, SEBAIKNYA DITUTUPI DENGAN
KALSIUM HIDROKSIDA ATAU BAHAN PULP CAPPING YANG
BERFUNGSI UNTUK MELINDUNGI PULPA TERHADAP IRITASI.

31
32
33
34
35
THANK YOU

36