Anda di halaman 1dari 21

KEGAWATAN

 Definisi : Suatu keadaan yang menimpa seseorang,


yang dapat menimbulkan proses mengancam jiwa,
sehingga perlu pertolongan tepat, cermat dan cepat.
Bila tidak, maka orang tersebut dapat mati atau
menderita cacat.
 Penyebab: Bidang Medik atau Trauma.

 Kegawatdaruratan Medis / Kegawatdaruratan Trauma


KEGAWATDARURATAN MEDIS
 Adalah: Keadaan Kritis yang disebabkan
berbagai penyakit yang tidak termasuk
trauma.
 Penyebab yang sering: kuman
(mikroorganisme), perubahan fungsi organ,
atau benda asing, seperti racun.
 Jadi, bila ada Kelainan Tanda Vital, tanpa
tanda trauma  Kegawatdaruratan Medis.
Hubungan Kegawatdaruratan
Medis dan Trauma
 KEGAWATDARURATAN MEDIS   K. TRAUMA
Contoh:
 Pengendara motor, serangan jantung 
menabrak mobil. (K. Medis  K. Trauma)
Sebaliknya:
 Cedera kepala  TD tinggi tiba-tiba.
( K.Trauma  K.Medis)
 Pada K.Medis, 90% diagnosis ditentukan
oleh anamnesis yang benar, dan hanya 10%
oleh pemeriksaan jasmani.
 Pada K.Trauma sebaliknya, hanya 10%
anamnesis dan 90% pemeriksaan fisik.
 Karena itu, Dengarkan keluhan penderita
atau keluarga, anggaplah bahwa semua
keluhan adalah benar.
Keluhan/Gejala penderita:

 Otak: kehilangan kesadaran, nyeri kepala.


 Sistem saraf: mati rasa, kesemutan.
 Jantung: berdebar-debar, nyeri daerah
tulang dada.
 Pernapasan: sesak, kebiruan.
 Perut: nyeri, mual dan muntah.
 Jangan terpaku pada organ darimana keluhan
berasal, sebagai contoh:
 Sesak dapat karena kelainan pernapasan atau karena
kelainan jantung.
 Kehilangan kesadaran tidak selalu karena kelainan
pada otak, syok misalnya dapat menyebabkan
kehilangan kesadaran.
 Mual muntah tidak selalu disebabkan kelainan pada
sistem pencernaan, stroke juga dapat disertai muntah,
Hepatitia akut, Gagal Ginjal.
Tanda-tanda K.Medis
 Bila ada Kelainan Tanda Vital: TD, N, T dan R, tanpa
adanya trauma  K. Medis.
Contoh :
 Pernapasan yang cepat, mungkin krn kelainan paru,
jantung atau syok. (Normal: 12 – 20 x/mnt)
 Denyut jantung yang tidak teratur, cepat, patut dicurigai
kelainan jantung. (normal: 60-100 x/menit)
 Kesadaran yang berubah: bingung, atau penurunan
kesadaran dapat disebabkan CVA (stroke).
 Suhu kulit yang dingin: syok.
 Pupil yang kecil : keracunan narkotika.
1. KERACUNAN
 Keracunan yang dimaksud di sini adalah
cedera atau kematian akibat racun.
 Akibat: Kesengajaan: spt kasus bunuh diri
atau Tidak sengaja seperti pada anak-anak
balita yang ingin tahu, tidak punya rasa
takut, atau memakan makanan tertentu
secara berlebihan seperti jengkol.
 Saat menemukan korban keracunan, mungkin kita
tidak segera mengenali gejala, tanda-tanda, apalagi
penyebabnya.
 Beruntung bila racun terlihat dengan jelas di TKP, krn
tidak semua keracunan diketahui jelas dan gejala dari
masing-masing racun berbeda.
 Penting dalam penanganan keracunan adalah
keamanan diri penolong dan pemberian ventilasi
buatan jangan dilakukan dari mulut ke mulut atau
dari mulut ke masker.
Klasifikasi Racun
Berdasarkan cara masuknya, dibagi 4 kelompok:
1. Melalui saluran cerna (ditelan).
2. Melalui saluran napas (dihirup).
3. Melalui kulit (diserap).
4. Melalui suntikan (ditusuk).

Urutan yang paling cepat menimbulkan efek


pada manusia adalah ditusuk, dihirup, ditelan,
dan diserap.
Gejala Keracunan

Beberapa gejala yang mungkin ada :


 Perubahan atau penurunan kesadaran.
 Kejang.
 Sakit kepala.
 Mual dan atau muntah.
 Nyeri perut.
 Diare.
 Nadi cepat atau melambat.
 Sesak napas.
 Tekanan darah normal atau rendah
atau tinggi.
 Pupil melebar atau mengecil.
 Cedera pada kulit.
 Keringat dingin.
Racun yang Ditelan
 Obat-obatan; makanan: singkong beracun, jengkol;
minuman: alkohol; insektisida : obat nyamuk: zat-
korosif seperti minyak tanah.
 Gejala: nyeri perut, muntah, dan diare.
 Tanda-tanda: bau mulut khas sesuai bahan beracun,
dan adanya bahan beracun di sekitar mulut korban
(kecuali obat-obatan).
 Gejala dan tanda sistemik muncul sesuai dengan jenis
racun.
Racun yg ditelan
Tindakan:
 Gunakan perlengkapan proteksi diri,
 Lakukan penilaian awal : untuk
menentukan perlunya dilakukan RJP,
 Penilaian sekunder : untuk mencari
kemungkinan penyebab dan bila mungkin
membawa tersangka racun untuk diperiksa,
 waspadai terjadinya syok.
Racun yg ditelan
 Pasien Tidak sadar: letakkan dalam posisi pulih
dan cek tanda vital secara berkala.
 Pasien Sadar: berikan 1-2 gelas air untuk
mengencerkan racun. ( susu dapat dipakai pada
keracunan logam berat). Berikan juga karbon aktif
(mis: norit) 20 tablet yang telah dilarutkan dalam 1
gelas air. (Dosis norit 1g/kgBB; 1 tablet norit=125mg
karbon aktif).
 Tindakan merangsang muntah dilarang keras, bila
korban tidak sadar dan penyebabnya zat korosif.
Racun yang Dihirup
 Penyebab: karbon monoksida, asap kebakaran,
obat-obatan (umumnya obat anestesi/
pembiusan), amonia, dan gas dari bahan kimia
atau industri lain.
 Gejala: batuk-batuk, suara serak, sesak napas, dan
rasa terbakar di dada. Gejala sistemik ditemui
sesuai dengan jenis racun.
 Tanda-tandanya sesuai jenis racun yang dihirup,
pd racun yang bersifat korosif (mis: H2S, Cl2, SO2)
terdapat tanda-tanda cedera inhalasi.
Racun yg dihirup
 Tindakan pertolongan jangan dilakukan bila
keadaan tidak aman dan perlengkapan proteksi
diri tidak memadai.
Bila dimungkinkan, segera pindahkan korban ke
tempat yang aman dan mulailah penilaian awal
dan pemberian oksigen konsentrasi tinggi dengan
non-rebreathing face mask.
Racun yang Diserap
 Racun yg melalui kulit: insektisida, herbisida,
pembersih, zat korosif yang terdapat pada cat,
maupun logam berat seperti timbal.
 Gejala biasanya ringan karena terjadi perlahan-
lahan dan dapat memberat pada paparan terus-
menerus.
 Gejala: menyerupai alergi bila ringan atau bahkan
luka bakar bila penyebabnya zat korosif. Mungkin
terdapat gejala dan tanda sistemik sesuai dengan
jenis racun.
Racun yg diserap
 Tindakan: gunakan perlengkapan proteksi
lengkap sehingga mampu melindungi kulit
penolong.
Jauhkan korban dari bahan beracun.
Lakukan penilaian awal dan pemberian RJP
bila perlu, tangani syok bila ada.
Racun yang Ditusuk
 Contohnya: lewat jarum suntik seperti narkoba,
gigitan binatang seperti bisa ular atau sengatan
lebah, atau luka tusuk seperti panah beracun.
 Gejala: pada lokasi tusukan terdapat nyeri,
bengkak, atau kemerahan, yang dapat diikuti mati
rasa setelah beberapa jam.
 Tandanya: terlihatnya bekas suntikan/ gigitan/
sengatan/ tusukan. Gejala dan tanda sistemik
dapat ditemui sesuai dengan jenis racun.
Penyebab Keracunan yang sering
Ditemukan di Indonesia:
1. Jengkol
2. Sianida
3. Insektisida
4. Narkoba (Narkotika dan Bahan
Adiktif lainnya)
5. Gigitan binatang
6. Karbon monoksida