Anda di halaman 1dari 45

PROSES KEPERAWATAN

OLEH :
Ns. Susana Surya Sukut, S.Kep
 Keperawatan adalah Ilmu dan kiat yang berkenaan dengan
masalah-masalah fisik, psikologis, sosiologis, budaya, dan
spiritual individu (Doengoes,2000)
 Keperawatan adalah Diagnosis dan penanganan respon
manusia terhadap sehat dan sakit (American Nurses
Association/ANA)

NENIQ/UNAIR
 Proses keperawatan adalah metode dimana suatu konsep
diterapkan dalam praktik keperawatan.
 Hal ini disebut sebagai problem-solving yang memerlukan ilmu,
teknik, dan keterampilan interpersonal dan ditujukan untuk
memenuhi kebutuhan klien dan keluarga.

NENIQ/UNAIR
STEPS OF NURSING PROCESS

ASSESSMENT

NURSING DIAGNOSIS

PLANNING

IMPLEMENTATION

EVALUATION
Proses Keperawatan adalah proses yang
terdiri dari 5 tahap :
1. Pengkajian Keperawatan
2. Identifikasi/analisis masalah (diagnosa keperawatan)
3. Perencanaan
4. Implementasi
5. Evaluasi
Tahap-tahap tsb berintegrasi terhadap fungsi intelektual
problem-solving dalam mendefinisikan suatu tindakan
keperawatan

NENIQ/UNAIR
 Proses keperawatan menyediakan pendekatan pemecahan
masalah yang logis dan teratur untuk memberikan asuhan
keperawatan sehingga kebutuhan pasien dipenuhi secara
komprehensif dan efektif

NENIQ/UNAIR
Pemecahan masalah: penggunaan proses
keperawatan sehari-hari
 Mahasiswa X merayakan hasil ujian semester dengan acara
makan malam dgn makanan yg sgt pedas. Si X terbangun
pada malam hari dgn sensasi terbakar di dada bagian tengah
(ulu hati). Si X masih muda, sehat dan tidak ada gejala lain
(Pengkajian). Si X memperkirakan nyeri tsb akibat dari
makanan pedas yang dimakan (identifikasi
masalah/diagnosa).

NENIQ/UNAIR
 Kemudian Si X menentukan bahwa dia perlu
untukmenghilangkan ketidaknyamanan tsb sebelum kembali
tidur (Perencanaan). Si X kemudian minum antasida cair
(Implementasi). Dalam beberapa menit si X merasakan
bahwa sensasi terbakar tsb hilang dan Si X kembali ke tempat
tidur tanpa keluhan lagi (Evaluasi).

NENIQ/UNAIR
 Hal tsb di atas merupakan suatu proses yang biasa anda
gunakan secara rutin untuk mengatasi masalah dalam
kehidupan anda yang dapat diterapkan dengan mudah pada
situasi perawatan pasien.

NENIQ/UNAIR
Keyakinan Filosofis Dasar dalam
Keperawatan
Ada bbrp keyakinan filosofis dasar yang essensial untuk praktik
keperawatan dan perlu diingat ketika menggunakan proses
keperawatan:
• Pasien adalah manusia yang mempunyai harkat dan martabat
• Ada kebutuhan dasar yang harus dipenuhi
• Bila kebutuhan tidak terpenuhi, muncul masalah-masalah
yang memerlukan intervensi oleh orang lain sampai individu
tsb dapat melanjutkan kembali tanggung jawab atas dirinya
sendiri.

NENIQ/UNAIR
 Pasien mempunyai hak untuk memperoleh perawatan
kesehatan dan asuhan keperawatan yang berkualitas yang
diberikan dengan perhatian, kasih sayang, dan kompetensi
dengan fokus pada kesehatan dan pencegahan.
 Hubungan perawat –pasien yang terapeutik adalah penting
dalam proses ini.

NENIQ/UNAIR
Implikasi
Penerapan proses keperawatan mempunyai implikasi atau
dampak thd :
1. profesi keperawatan
2. Pasien
3. Perawat.

NENIQ/UNAIR
1. Profesi Keperawatan
 Scr profesional proses keperawatan menyajikan suatu lingkup
praktik keperawatan. Mll 5 langkah, keperawatan scr terus
menerus mendefinisikan perannya kepada pasien dan profesi
kesehatan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa keperawatan
tidak hanya melaksanakan rencana spt yang telah
diinstruksikan profesi lain.

NENIQ/UNAIR
2. Pasien
 Penggunaan proses keperawatan sgt bermanfaat bagi pasien
dan keluarga. Kegiatan ini mendorong mereka untuk
berpartisipasi scr aktif dlm keperawatan dgn melibatkan
mereka ke dlm 5 langkah proses.
 Klien menyediakan sumber untuk pengkajian, validasi
diagnosa keperawatan,dan menyediakan umpan balik untuk
evaluasi.

NENIQ/UNAIR/2019
3. Perawat
 Proses keperawatan akan meningkatkan kepuasan dalam
bekerja dan meningkatkan perkembangan profesionalisasi.
 Peningkatan hubungan antara perawat dengan klien dapat
dilakukan melalui penerapan proses keperawatan.
 Proses keperawatan memungkinkan suatu pengembangan dan
kreatifitas dlm penjelasan masalah klien
 Mencegah pekerjaan yg rutinitas, kejenuhan perawat, task
oriented approach

NENIQ/UNAIR/2019
Standar Praktek Keperawatan
Profesional
 Standar praktek keperawatan profesional mrpk pedoman bagi
perawat di Indonesia dlm melaksanakan asuhan keperawatan
melalui pendekatan proses keperawatan
 Standar praktek tsb dilaksanakan oleh perawat generalis,
maupun spesialis di seluruh tatanan pelayanan kesehatan di
rumah sakit, puskesmas maupun tatanan pelayanan kesehatan
lain di masy.

NENIQ/UNAIR/2019
Standar I: Pengkajian
 Perawat secara sistematis mengumpulkan, verifikasi, analisa, dan
mengkomunikasikan data tentang klien
 Pada tahap ini ada 2 langkah:
1. pengumpulan dan verifikasi data dari sumber
2. menganalisa data sebagai basis untuk tahapan berikutnya

17 NENIQ/UNAIR/2019
 Tujuan dari pengkajian: untuk menegakkan data dasar
tentang kebutuhan yang dipersepsikan pasien, masalah dan
respon terhadap masalah, pengalaman yang berhubungan,
kebiasaan yang berhubungan dengan kesehatan, tujuan, nilai-
nilai, gaya hisup, dan harapan thd pelayanan kesehatan.
 Informasi yang terdapat di dalam data dasar ini akan menjadi
basis bagi pengembangan diagnosa keperawatan dan
perencanaan asuhan keperawatan yang individual, yang
dievaluasi dan disempurnakan sesuai kebutuhan sepanjang
masa perawatan pasien.

18 NENIQ/UNAIR/2019
 Perawat harus menerapkan prinsip berpikir kritis pada saat pengkajian
 Pada saat memulai pengkajian, perawat harus juga mensintesa
pengetahuan, pengalaman, standar, dan sikap perilaku secara simultan
 Pengetahuan: proses penyakit yang menyertai; tumbuh kembang
normal; psikologi normal; temuan pengkajian normal; promosi
kesehatan; keterampilan pengkajian; keterampilan komunikasi
 Pengalaman: dalam merawat pasien sebelumnya, memvalidasi
temuan pengkajian dan kemampuan melakukan teknik observasi
 Standar praktik (PPNI, Perawat Ginjal dsb)
 Sikap perilaku: tekun, adil, integritas, percaya diri

19 NENIQ/UNAIR/2019
Pengkajian: nurses play as a health detective
 Data collection (who, what, where, when, why and how)
Contoh:
Who: primary & secondary source
What: data subyektif dan obyektif
 Data analysis:
- validasi dan interpretasi data
- mengelompokkan data
- menetapkan data yang normal dan tidak
normal

20 NENIQ/UNAIR/2019
Sumber data

 Klien
 Keluarga
 Anggota tim kesehatan
 Rekam medik
 Record lainnya
 Literature review
 Pengalaman perawat

21 NENIQ/UNAIR/2019
 Jenis data
1. Data subyektif
Persepsi pasien tentang masalah
kesehatan mereka. Data ini biasanya
meliputi perasaan cemas,
ketidaknyamanan fisik atu stres mental
2. Data obyektif
hasil observasi atau pengukuran yang
dibuat oleh pengumpul data

22 NENIQ/UNAIR/2019
Metode pengumpulan data
 Interview: organized conversation
 Nursing health history: data related to level of wellness, past medical
history, family history, environmental history, psychosocial and
cultural history, and review of body systems
 Pemeriksaan fisik
 Hasil laboratorium dan tes diagnostik
(Potter & Perry, 2005, p.290)

23 NENIQ/UNAIR/2019
Pengelompokan data
 Dapat menggunakan pola kesehatan fungsional Gordon atau Hierarki kebutuhan
Maslow atau body system
 Pengelompokkan data berdasarkan pola kesehatan fungsional Gordon
1. Pola persepsi kesehatan-manajemen kesehatan
2. Pola Nutrisi-Metabolik
3. Pola Eliminasi
4. Pola Aktivitas-latihan
5. Pola Istirahat-Tidur
6. Pola Kognitif-perseptual
7. Pola Persepsi diri – Konsep diri
8. Pola Peran-Hubungan
9. PolaSeksualitas-Reproduksi
10. Pola Koping-Toleransi Stres
11. Pola Nilai-Keyakinan

24 NENIQ/UNAIR/2019
 Pengkajian masalah berarti mengumpulkan data,
mengestimasi, dan menilai kemaknaan data. Ini berarti ners
harus selalu berpikir, menganalisa data tentang klien untuk
membuat interpretasi yang akurat dan bermakna.
 Pengkajian membuat ners memahami masalah lebih jauh,
menilai keluasan masalah dan mencari hubungan antar
masalah. Inilah inti dari berpikir kritis dan pemecahan masalah
klinis
 Pengkajian yang baik mengharuskan ners untuk
mengaplikasikan pengetahuan dan pengalaman dalam
melakukan observasi dan pengukuran yang dilakukan untuk
mengumpulkan data tentang klien.

25 NENIQ/UNAIR/2019
 Pengumpulan data yang tidak akurat, tidak lengkap, dan tidak sesuai
dapat menghasilkan identifikasi yang kurang tepat tentang kebutuhan
perawatan klien.
 Jenis dan jumlah data selalu berubah, oleh karena itu mengharuskan
ners untuk mengantisipasi dan memberi pertanyaan untuk
memastikan pengkajian yang akurat dan lengkap. Pola kesehatan
fungsional Gordon adalah suatu kerangka kerja yang dapat digunakan
untuk pengkajian yang komprehensif.
 Untuk menyusun keputusan keperawatan, perawat secara kritis
mengkaji klien, memvalidasi data, menginterpretasi informasi yang
dikumpulkan, memperhatikan tanda-tanda (cues) diagnostik dan
mengidentifikasi masalah klien

26 NENIQ/UNAIR/2019
Standar II :
Diagnosis Keperawatan
Diagnosis Keperawatan
adalah penilaian klinis perawat tentang respon klien
(individu, keluarga, kelompok, komunitas) terhadap proses
kehidupan dan/atau masalah kesehatan dalam memenuhi
kebutuhan dasar manusia yang mendasari intervensi
keperawatan (Lokakarya Diagnosa Keperawatan FIK UI,
Maret 1998)

NENIQ/UNAIR/2019
Proses Penegakan Diagnosis
Keperawatan

NENIQ/UNAIR/2019
 Perawat menganalisa data pengkajian untuk merumuskan
diagnosis keperawatan
 Kriteria Proses:
1. Proses diagnosis terdiri dari analisis, identifikasi masalah
dan perumusan diagnosis keperawatan.
2. Komponen diagnosis keperawatan tdr dr: Masalah (P),
Penyebab/Etiologi (E), dan tanda atau gejala (S) atau tdr
dr masalah dan penyebab/Etiologi saja (PE).
3. Bekerja sama dengan klien, dekat dgn klien, petugas
kesehatan lain untuk memvalidasi diagnosis keperawatan
4. Melakukan pengkajian ulang dan merevisi diagnosis
berdasarkan data terbaru.

NENIQ/UNAIR/2019
Kategori Diagnosis
1. Diagnosis Aktual
Menguraikan respon klien terhadap kondisi kesehatan atau proses
kehidupan yang nyata ada (disertai tanda dan gejala yang nyata).

2. Diagnosis Risiko
Diagnosis ini menggambarkan respon klien terhadap kondisi
kesehatan atau proses kehidupannya yang dapat menyebabkan klien
beresiko mengalami masalah kesehatan. Tidak ditemukan
tanda/gejala mayor dan minor pda klien, namun klien memiliki
faktor resiko mengalami masalah kesehatan.

3. Diagnosis Promkes
Diagnosis ini menggambarkan adanya keinginan dan motivasi klien
untuk meningkatkan kondisi kesehatannya ke tingkat yang lebih
baik atau optimal.
JENIS DIAGNOSIS KEPERAWATAN

NENIQ/UNAIR/2019
Standar III :
Perencanaan
 Perawat membuat rencana tindakan keperawatan untuk
mengatasi masalah dan meningkatkan kesehatan klien.
Kriteria Proses :
1. Perencanaan tdr dr penetapan prioritas masalah, tujuan,
kriteria hasil dan rencana tindakan keperawatan.
2. Bekerjasama dgn klien dlm menyusun rencana tindakan
keperawatan.

NENIQ/UNAIR/2019
3. Perencanaan bersifat individual sesuai dengan kondisi atau
kebutuhan klien
4. Mendokumentasikan rencana keperawatan

NENIQ/UNAIR/2019
Standar IV :
Implementasi
 Perawat mengimplementasikan tindakan yang telah
diidentifikasi dalam rencana asuhan keperawatan
 Kriteria Proses :
1. Bekerja sama dengan klien dalam pelaksanaan tindakan
keperawatan
2. Kolaborasi dengan profesi kesehatan lain untuk
meningkatkan status kesehatan klien

NENIQ/UNAIR/2019
3. Melakukan tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah
kesehatan klien.
4. Melakukan supervisi thd tenaga pelaksana keperawatan di
bawah tanggung jawabnya.
5. Menjadi koordinator pelayanan dan advokasi thd klien untuk
mencapai tujuan kesehatan
6. Menginformasikan kpd klien ttg status kesehatan dan fasilitas-
fasilitas pelayanan kesehatan yg ada

NENIQ/UNAIR/2019
7. Memberikan pendidikan pada klien dan keluarga mengenai
konsep, ketrampilan asuhan diri serta membantu klien
memodifikasi lingkungan yang digunakannya
8. Mengkaji ulang dan merevisi pelaksanaan tindakan
keperawatan berdasarkan respon klien.

NENIQ/UNAIR/2019
Standar V :
Evaluasi
 Perawat mengevaluasi kemajuan klien thd tindakan dalam
pencapaian tujuan dan merevisi data dasar serta
perencanaan.
Kriteria Proses
1. Menyusun perencanaan evaluasi hasil dari intervensi secara
komprehensif, tepat waktu dan terus menerus.
2. Menggunakan data dasar dan respon klien dalam mengukur
perkembangan ke arah pencapaian tujuan

NENIQ/UNAIR/2019
3. Memvalidasi dan menganalisis data baru dengan sejawat
dan klien
4. Bekerja sama dengan klien, keluarga untuk memodifikasi
rencana asuhan keperawatan
5. Mendokumentasikan hasil evaluasi dan memodifikasi
perencanaan

NENIQ/UNAIR/2019
Perhatian Utama Keperawatan di
Indonesia
1. Memahami dan menerapkan peran perawat.
2. Komitmen terhadap identitas keperawatan.
3. Perhatian terhadap perubahan dan trends pelayanan
kesehatan kepada masyarakat.
4. Komitmen dalam memenuhi tuntutan tantangan sistem
pelayanan kesehatan melalui upaya yang kreatif dan
inovatif.

NENIQ/UNAIR/2019
NENIQ/UNAIR/2019
 Pоlа Nаfаѕ tidаk efektif

 Definisi : Pertukaran udara inѕрirаѕi dаn/аtаu ekspirasi tidаk


аdеkuаt
 Fаktоr yang bеrhubungаn :
 - Hiperventilasi
 - Pеnurunаn еnеrgi/kеlеlаhаn
 - Perusakan/pelemahan muѕkulоѕklеtаl
 - Obesitas
 - Kеlеlаhаn otot реrnаfаѕаn
 - Hiроvеntilаѕi ѕindrоm
 - Nуеri
 - Kecemasan
 - Diѕfungѕi Neuromuskuler
 - Injuri tulang bеlаkаng
 DS
 - Dуѕрnеа
 - Nafas pendek
 DO
 - Pеnurunаn tеkаnаn inѕрirаѕi/еkѕрirаѕi
 - Pеnurunаn pertukaran udаrа permenit
 - Menggunakan оtоt реrnаfаѕаn tambahan
 - Orthорnеа
 - Pеrnаfаѕаn рurѕеd-liр
 - Tаhар еkѕрirаѕi berlangsung ѕаngаt lаmа
 - Penurunan kараѕitаѕ vitаl respirasi < 11- 24x/menit
 NOC
 § Rеѕрirаtоrу status : Vеntilаtiоn
 § Rеѕрirаtоrу ѕtаtuѕ : Airway patency
 § Vitаl ѕign Status
 Sеtеlаh dilаkukаn tindakan kереrаwаtаn selama3 x 24 jam,
Pasien menunjukan keefektifan pola nараѕ, dibuktikаn
dеngаn :
 Kriteria Hasil :
1. Mendemonstrasikan batuk еfеktif dаn suara nаfаѕ yang
bеrѕih, tidаk аdа sianosis dаn dуѕрnеu (mаmрu
mengeluarkan ѕрutum, mampu bernafas dengan mudah,
tidak аdа pursed liрѕ)
2. Menunjukkan jаlаn nafas yang paten (kliеn tidаk mеrаѕа
tеrсеkik, irama nаfаѕ, frеkuеnѕi реrnаfаѕаn dаlаm rеntаng
normal, tidak ada suara nаfаѕ аbnоrmаl)
3. Tаndа Tаndа vitаl dalam rentang nоrmаl (tеkаnаn darah,
nadi, реrnаfаѕаn)
 NIC
1. Pоѕiѕikаn раѕiеn untuk memaksimalkan ventilasi
2. Pasang mауо bila perlu
3.Lakukan fiѕiоtеrарi dada jikа реrlu
4. Keluarkan ѕеkrеt dеngаn batuk atau ѕuсtiоn
5. Auskultasi ѕuаrа nafas, саtаt adanya suara tambahan
6. Berikan brоnkоdilаtоr ……….
7. Berikan реlеmbаb udаrа Kаѕѕа bаѕаh NаCl Lеmbаb
8. Atur intаkе untuk саirаn mеngорtimаlkаn keseimbangan.
9. Monitor respirasi dаn ѕtаtuѕ O2
10. Bersihkan mulut, hidung dan ѕесrеt trаkеа
11. Pertahankan jаlаn nаfаѕ уаng раtеn
12. Obѕеrvаѕi adanya tаndа tanda hipoventilasi
13. Mоnitоr adanya kесеmаѕаn раѕiеn tеrhаdар оkѕigеnаѕi
14. Monitor vitаl sign
15. Infоrmаѕikаn pada раѕiеn dаn kеluаrgа tеntаng tеknik rеlаkѕаѕi untuk mеmреrbаiki pola nаfаѕ
16. Ajarkan bagaimana bаtuk ѕесаrа efektif
17. Monitor pola nаfаѕ