Anda di halaman 1dari 40

ERUPSI ALERGI OBAT

GHIYATA SYADZA BAHIRIAH


030.13.256
PEMBIMBING: DR. NURHASANAH SP.KK
DEFINISI
“reaksi alergik pada kulit atau daerah
mukokutan yang terjadi sebagai akibat
pemberian obat yang biasanya
sistemik”

2
EPIDEMIOLOGI

kejadian alergi obat adalah 2% dari total


pemakaian obat-obatan

usia paling muda pernah dilaporkan adalah


8 bulan dan usia tertua adalah 87 tahun.

Angka erupsi obat tertinggi disebabkn oleh


konsumsi antibiotik

Reaksi kulit yang tersering adalah


morbiliformis (91%) dan urtikaria (6%)

3
Patogenesis

4
GAMBARAN KLINIS

Erupsi
Urtikaria dan Fixed Drug
makulopapular/ Eritroderma
angioderma Eruption (FDE)
morbiliformis

Reaksi
Purpura Vaskulitis PEGA
fotoalergik

Eritema Eritema
SJS NET
Nodosum Multiforme

5
1 ERUPSI MAKULOPAPULAR/
MORBILIFORMIS

6
ERUPSI MAKULOPAPULAR/MORBILIFORMIS
 Disebut juga erupsi eksantematosa
 Paling sering dijumpai dan dapat diinduksi oleh hampir semua
obat
 Timbul generalisata dan simetris
 Terdiri atas : eritema, makula yang berkonfluens, dan atau
papul yang tersebar di wajah, telapak tangan, dan kaki.
 Membran mukosa tidak terkena
 Lesi muncul 1-2 minggu setelah inisial terapi
 Selalu diikuti gejala pruritus
 Terkadang terdapat demam,edema fasial/palpebra, malaise,
nyeri sendi
 Mekanisme reaksi tipe III dan IV
 Disebabkan penggunaan ampisilin, NSAID, sulfonamid dan
tetrasiklin

7
2 URTIKARIA DAN
ANGIODEMA

8
Merupakan reaksi vaskular di kulit dengan adanya
edema setempat yang pucat/ kemerahan

Timbul mendadak dan hilang perlahan selama 24 Jam

Diikuti gejala demam, malaise, vertigo

Predileksi : bibir, kelopak mata,genitalia eksterna,


punggung tangan dan kaki

Lesi berukuran milimeter hingga 10-20 cm

Disebabkan penisilin, asam asetilsalisilat, NSAID

Merupakan reaksi tipe 1 dan III

9
Disertai pembengkakan juga terjadi pada
dermis dan jaringan subkutan

Biasanya simetris

Edema pada glotis, laring dan lidah merupakan


kondisi berat dan mengakibatkan asfiksia

10
3 FIXED DRUG ERUPTION
(FDE)

11
Berupa eritema dan vesikel berbentuk
bulat atau lonjong dan biasanya numular

Predileksi: sekitar mulut, daerah bibir dan


penis

Lesi meninggalkan bercak


hiperpigmentasi yang lama

Obat yang paling sering: sulfonamide,


barbiturate, trimethropim dan analgesik

Merupakan reaksi tipe III dan IV

12
4 ERITRODERMA

13
Berupa eritema universal yang disertai skuama

Eritema di seluruh tubuh diikuti dekskuamasi pada


telapak tangan dan kaki

Merupakan reaksi tipe IV

Selain akibat obat, dapat pula merupakan perluasan


penyakit seperti psoriasis, limfoma hodgkin, leukimia

Disebabkan oleh sulfonamid, penisilin, barbiturat,


fenitoin

14
5 PURPURA

15
Perdarahan di dalam kulit berupa
kemerahanyang tidak hilang dalam
penekanan

Biasanya simetris

Predileksi di sekitar kaki/ tungkai bawah

Erupsi berupa bercak sirkumskrip berwana


merah kecoklatan

Biasanya disertai rasa gatal

16
6 VASKULITIS

17
Adalah radang pembuluh darah

Kelainan berupa palpable purpura


yang mengenai kapiler

Distribusi simetris pada ekstremitas


bawah dan daerah sakrum

Gejala disertai demam, malaise,


mialgia, anoreksia

Reaksi alergi tipe III

18
7 REAKSI FOTOALERGIK

19
Merupakan reaksi
hipersensitivitas tipe IV

Reaksi kulit diawali di


daerah yang terpajan sinar
matahari, kemudia meluas

Obat-obat yang
menyebabkan: fenotiazin,
klorpromazin, griseofulvin

20
8 PUSTULOSIS EKSANTEMATOSA
GENERALISATA AKUT (PEGA)

21
• Jarang terjadi
• Diduga disebabkan oleh alergi obat, infeksi akut
enterovirus, hipersensitivitas terhadap merkuri, dan
dermatitis kontak.
• Kelainan kulit berupa : pustul-pustul miliar non
folikular yang timbul pada kulit eritematosa dapat
disertai purpura, lesi menyerupai lesi target.
• Kelainan kulit timbul saat demam tinggi (38 derajat)
• Pustul-pustul cepat menghilang sebelum 7 hari yang
kemudia diikuti deskuamasi

22
9 ERITEMA NODOSUM

23
Jarang terjadi

Kelainan berupa nodus yang


nyeri dengan eritema diatasnya

Disertai gejala demam, malaise,


artritis

Predileksi di tungkai bawah

24
10 ERITEMA MULTIFORME

25
Erupsi mendadak dan rekuren
pada kulit dan kadang pada
Makula-eritema vesikobulosa selaput lendir denga gambaran
polimorfik
• Simetris • vesikobulosa lesi mula-
• Predileksi di punggung mula berupa macula,
tangan, telapak tangan, papul,dan urtika yang
bagian ekstensor dan kemudian timbul lesi
selaput lendir vesikobulosa di
• Bentuk lesi target, tengahnya
bagian tengah bagian
tengah berupa vesikel
atau eritema yang
keungu-unguan,
dikelilingi oleh lingkaran
konsentris yang pucat
dan kemudian lingkaran
yang merah

26
11 SINDROMA STEVENS
JOHNSONS

27
Merupakan sindrom yang mengenai
kulit, selaput lendir, orificium, dan mata.
Dengan keadaan yang bervariasi dari
ringan sampai berat. Kelainan kulit
berupa eritema, vesikel/bula, dapat
disertai purpura

28
eritema

Vesikel
Kelainan kulit
Bula

erosi

Mukosa mulut
Trias

Kelainan Lubang
selaput lendir genital

Hidung dan
anus

Mata konjungtivitis

29
12 NEKROSIS
EPIDERMAL TOKSIK

30
NET ialah penyakit berat, gejala terpenting
ialah epidermolisis generalisata (karena
sel sasarannya adalah epidermis), dapat
disertai kelainan pada selaput lender di
orifisium dan mata

NET disertai periode prodromal berupa


demam, rhinitis, konjungtivitis, yang
bertahan beberapa hari hingga minggu
yang dapat disertai dengan penurunan
kesadaran, selanjutnya lesi kulit
berkembang cepat, biasanya dalam 3
hari.

31
GAMBARAN KLINIS PADA KULIT

Tes
Rasa terbakar atau nyeri Nikolsky +
pada lesi eritma generalisata

Vesikel/bula disertai
purpura

Epidermolisis

32
PENEGAKKAN DIAGNOSIS

33
PEMERIKSAAN PENUNJANG
In Vivo In Vitro
 Uji tempel (patch 1. Yang diperantarai antibodi
test) a. Hemaglutinasi pasif
 Uji tusuk (prick b. Radio immunoassay
test) c. Degranulasi Basofil
 Uji provokasi d. Tes fiksasi komplemen
2. Yang diperantarai sel
a. Tes transformasi limfosit
b. Leucocyte migration inhibition test

34
ALGORITMA TATALAKSANA

Pengobatan Penatalaksanaan Penatalaksanaan


Kausal umum simptomatik

35
PENATALAKSANAAN KAUSAL

Dilaksanakan dengan menghindari obat tersangka (apabila obat tersangka telah dapat
dipastikan). Dianjurkan pula untuk rnenghindari obat yang mempunyai struktur kimia
dengan obat tersangka (satu golongan).

36
PENATALAKSAAN UMUM

Menjaga kondisi fisik pasien termasuk


Menjaga kondisi pasien dengan asupan nutrisi dan cairan tubuhnya.
selalu melakukan pengawasan Berikan cairan via infus bila perlu.
untuk mendeteksi kemungkinan Pengaturan keseimbangan
timbulnya erupsi yang lebih parah cairan/elektrolit dan nutrisi pneting
atau relaps setelah berada di fase karena pasien sukar atau tidak dapat
pemulihan menelan akibat lesi di mulut dan
tenggorok.

37
TATALAKSANA SIMTOMATIK
Sistemik
• Kortikosteroid (prednison)
• Antihistamin
Topikal
• Bedak salisilat 2% (keadaan kering: eritema atau urtikaria)
• Keadaan basah : kompres larutan asam salisilat 1%
• Kortikosteroid : hidrokortison 1%

38
PROGNOSIS

Pada dasarnya erupsi kulit karena obat akan menyembuh bila obat penyebabnya
dapat diketahui dan segera disingkirkan. Akan tetapi pada beberapa bentuk,
misalnya eritroderma, NET, dan sindrom Steven-Johnson, prognosis dapat
menjadi buruk bergantung pada luas kulit yang terkena.

39
40