Anda di halaman 1dari 28

OKTA FERA, S.Si,M.

Farm,Apt
DARI BAHASA YUNAN
PHARMACON = OBAT
LOGOS = ILMU

FARMAKOLOGI

Ilmu pengetahuan yang


mempelajari tentang segala
sesuatu mengenai obat.
DEFENISI

FARMAKOLOGI

Ilmu pengetahuan yang mempelajari


tentang sejarah, sumber, sifat fisika
dan kimia, komposisi, cara pembuatan
dan pencampuran, efek fisiologi dan
biokimia, mekanisme kerja, absorbsi,
distribusi, biotranformasi, ekskresi ,
interaksi dan penggunaan suatu obat.
SEJARAH
ZAMAN NENEK
MOYANG

AKAR TANAMAN BUNGA

BATANG BUAH
DAUN

SECARA EMPIRIS DIPAKAI


DALAM PENGOBATAN
BUTA SENJA  HATI SAPI DEMAM  EKSTRAK AKAR
DIPANGGANG,DIGERUS POHON WILLOW=ASPIRIN
FARMAKOLOGI

BERKEMBANG

FARMAKOGNOSI
FARMASETIKA
GALENIKA
FARMAKODINAMIK
FARMAKOKINETIK
TOKSIKOLOGI
FARMAKOLOGI KLINIK
FARMAKOLOGI EKSPERIMENTAL
FARMAKOTERAPI
ETHNOFARMAKOLOGI
FARMAKOLOGI MOLEKULER
 DSB
FARMAKOGNOSI TUMBUHAN OBAT

Ilmu yang mempelajari segala aspek dalam tanaman/tumbuhan


dan bahan hayati lain yang digunakan sebagai obat /bhn obat.

FARMASETIK MEMBUAT/MEMFORMULA OBAT

Ilmu yang mempelajari cara membuat, cara mencampur,


memformulasi, menyimpan dan menyediakan obat.

GALENIKA MEMBUAT SARI ALAMI


UNTUK SEDIAAN/BAHAN OBAT

Ilmu yang mempelajari cara membuat, menyimpan dan menye-


diakan sari alami yang digunakan sbg persediaan atau bahan obat.
FARMAKODINAMIK EFEK OBAT TERHADAP
FISIOLOGI DAN BIOKIMIA

Ilmu yang mempelajari tentang efek yang dihasilkan obat terha-


dap perubahan fisiologi dan atau biokimia berbagai organ tubuh,
serta mekanime kerjanya.

FARMAKOKINETIK NASIB OBAT DI DALAM TUBUH

Ilmu yang mempelajari semua aspek yang mencakup nasib obat


di dalam tubuh, yang meliputi absorbsi, distribusi, metabolisme
dan ekskresi nya (ADME).
TOKSIKOLOGI KERACUNAN

Ilmu yang mempelajari tentang keracunan oleh bahan kimia,


termasuk obat, bahan yang digunakan dalam rumah tangga,
industri maupun lingkungan hidup lainnya (insektisida,
pestisida, bahan pengawet, dsb).

FARMAKOLOGI EFEK OBAT


KLINIK PADA MANUSIA

Ilmu yang mempelajari tentang efek obat pada manusia, pema-


kaian obat yang rasional, pengembangan dan penilaian obat, dsb.
FARMAKOLOGI EFEK OBAT PADA
EKSPERIMENTAL HEWAN PERCOBAAN

Ilmu yang mempelajari tentang efek obat pada hewan percobaan.


Ini dilakukan sebelum pengujian lebih lanjut secara klinis.
Bertujuan untuk mencari obat baru, serta pengembangan suatu
produk obat. Dapat dilakukan secara in-vitro, in-situ / in-vivo.

PENGGUNAAN OBAT
FARMAKOTERAPI
UNTUK TERAPI

Ilmu yang mempelajari tentang penggunaan obat dalam


pencegahan dan pengobatan penyakit. Termasuk juga farmako-
dinamik dan farmakokinetik serta efek samping suatu obat.
PENGGUNAAN OBAT
ETHNOFARMAKOLOGI
SCR TURUN-TEMURUN

Ilmu yang mempelajari tentang penggunaan obat (umumnya


dari alam) yang digunakan secara turun-temurun (ethnis). Lebih
cenderung untuk mencari sumber obat/bahan baku obat yang
berasal dari alam melalui pendekatan ethnis dan paranormal.

FARMAKOLOGI OBAT PADA


MOLEKULER TINGKAT MOLEKUL

Ilmu yang mempelajari tentang aktivitas obat di tingkat molekul.


Lebih mengkhususkan tentang interaksi molekul obat dengan
reseptor nya, hubungan aktivitas dengan strukrur obat (SAR =
Structure activity relationship).
Farmakologi bagi
Tenaga medis :
dokter, perawat, bidan

• Penggunaan obat-obat untuk tujuan


pengobatan, diagnosis dan pecegahan
penyakit.
• Oba-obatan dan zat kimia dalam kehidupan
manusia sehari-hari
• Penyalahgunaan dan penggunaaan salah
serta sedala akibatnya pada masyarakat
PRINSIP 5 T + W
• 1. TEPAT PASIEN
• 2. TEPAT OBAT
• 3. TEPAT DOSIS
• 4. TEPAT CARA/RUTE OBAT
• 5. TEPAT WAKTU PEMBERIAN
+
WASPADAI EFEK SAMPING
Apa itu
obat ???
Obat

• Drug (Inggeris)
• Droque (Perancis)
 Rempah kering

Dari segi Farmakologi :


Obat adalah substansi yang digunakan untuk
pencegahan, diagnosis dan pengobatan
penyakit pada manusia maupun binatang.
Obat
SK Menkes No.125/Kaab/B.VII/71/1971
• Obat adalah suatu bahan atau paduan
bahan-bahan yang digunakan dalam
mentapkan diagnosis, menancegah,
mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan
penyakit , luka, atau kelainan badaniah dan
rohaniah pada manusia atau hewan,
memperelok badan atau bagian badan
manusia.
Penggolongan obat
• Obat tradisional
ramuan yang diperoleh secara alamiah dari
binatang, tumbuhan atau mineral. Diolah secara
sederhana atas dasar pengalaman dan digunakan
dalam pengobatan tradisional secara turun temurun
(UU no 9 tahun 1960)

• Obat jadi
obat-obat paten atau merek dagang yang telah
tersedia di pasaran , dikemas dalam bebagai bentuk
sesuai dengan kegunaanya
Kerja suatu obat merupakan hasil
dari berbagai proses yang sangat
rumit.

Umumnya terdapat 3 fase :


• Fase farmasetika
• Fase farmakokinetika
• Fase farkodinamika
KERJA OBAT

PROSES YANG
RUMIT

Fase Fase Fase


Farma- Farmako- Farmako-
setika kinetika dinamika
FASE
FARMASETIKA

OBAT HANCUR
DAN MELARUT

MENEMBUS
MEMBRAN

MEMBERIKAN
EFEK
FORMULASI
OBAT

BENTUK
SEDIAAN DOSIS
OBAT OBAT

1. SERBUK 1. UMUR PASIEN


2. TABLET 2. ATURAN PAKAI
3. KAPSUL 3. PEMBERIAN
4. INJEKSI OBAT
5. SUPOSITORIA 4. DESINTEGRASI
6. OVULA 5. DISOLUSI
1. Fase farmasetika
• Meliputi memformula obat dengan bentuk yang
tepat, pemberian obat pada pasien, sehingga
obat mudah mengalami penghancuran
(desintegrasi) dan penglarutan (disolusi).
• Pada fase ini formula obat yang tepat amat
penting, sebab formula yang tepat akan
memberikan efek terapi yang optimal.
• Pada fase ini obat akan berubah menjadi
larutan agar dapat menembus membran
biologis.
Obat diformula dengan berbagai bentuk yang
disesuaikan dengan tujuan penggunaannya,
seperi : Bentuk sediaan dan dosis obat

Bentuk obat :
- Serbuk (kapsul, pulveres/puyer)
- Tablet (biasa, salut, buih, lapis dsb.)
- Cairan (sirup, sirup kering, suspensi, emulsi,
eliksir, potio, lotio, tetes mata, tetes hidung,
tetes telinga, dsb.)
- Injeksi : takaran tunggaL (ampul, infus),
Takaran berganda (vial)
- Supos, ovula
- dsb.
Dosis obat :
• Umur pasien (dewasa, anak-anak)
• Jumlah pemakaian (sekali/hari, 2 kali/hari, 3
kali/hari, dsb.)
• Waktu Pemakaian : sebelum makan, sesudah
makan, pagi hari, sebelum tidur dsb.
• Pemberian obat : oral, injeksi, sublingual, topikal
dsb.
• Desintegrasi :
lepasnya bahan katif dari bahan dasarnya spt
cepat atau lambat.
• Disolusi :
melarutnya senyawa obat untuk melintasi membran
biologis.
2. FASE FARKOKINETIKA

INVASI ELIMINASI

ABSORPSI
EKSRESI

DISTRIBUSI BIOTRANSFORMASI
2. FASE FARKOKINETIKA

• Bagian dari proses invasi  proses


yang berlangsung untuk pengambilan
suatu bahan obat ke dalam organisme.
( absorpsi, distribusi) diikuti dengan
eliminasi  suatu proses yang
menyebabkan penurunan konsentrasi
obat dalam organisme (biotransformasi
dan eksresi)
3. FASE
FARKODINAMIKA

RESEPTOR OBAT
INTERAKSI

EFEK OBAT
3. FASE FARKODINAMIKA

• Merupakan interaksi obat dengan reseptor


sehingga obat memberikan efeknya
• Tergantung pada :
• Bentuk sediaan obat dan bahan pembantu yang
digunakan
• Jenis dan tempat pemberian obat
• Kecepatan absorpsi dan distribusi
• Ikatan dan lokalisasi dalam jaringan
• Biotransformasi/metabolisme obat
• Kecepatan eksresi