Anda di halaman 1dari 34

In 1 Kegiatan 1

Kebijakan Program Peningkatan


Kompetensi Pembelajaran
Waktu: 1 JP

Bimbingan Teknis Guru Sasaran


Tujuan
• Menjelaskan kebijakan Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran
Kecenderungan Empirik
• Terdapat kesenjangan yang tinggi antara kemampuan
Siswa Peserta UN dengan Standar Soal UN.
• Prosentase soal penalaran pada UN/USBN 2019 akan
ditingkatkan.
• Dari tahun 2000 sampai tahun 2015, skor siswa
Indonesia berkisar antara 370-400, sementara skor
rata-rata PISA 500.
• Soal-soal HOTS pada UN/USBN, PISA, TIMSS
menuntut siswa untuk berpikir, mengolah informasi,
membaca teks panjang.
• Kemampuan guru dalam implementasi Kurikulum
2013 (analisis SKL-KI-KD dan perumusan IPK) masih
rendah.
• Mind Set guru lebih fokus kepada pelaksanaan
assessment of learning (sumatif) dibanding
assessment for learning (formatif).
• Pelaksanaan PKB saat ini lebih cenderung membuat
guru pintar daripada membuat murid pintar
Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP)
Tujuan : meningkatkan Manfaat
kompetensi siswa melalui • Membiasakan guru untuk membuat
pembelajaran yang berorientasi pada
pembinaan guru dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari
merencanakan, melaksanakan, perencanaan, pelaksanaan hingga
sampai dengan mengevaluasi penilaiannya
pembelajaran yang berorientasi • Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat
tinggi sehingga dapat meningkatkan
pada keterampilan berpikir kompetensinya
tingkat tinggi (Higher Order • Memberikan acuan kepada kepala sekolah
Thinking Skills/HOTS). dalam pelaksanaan supervisi akademik
• Memberikan acuan kepada pengawas sekolah
dalam pelaksanaan supervisi akademik dan
manajerial.
Tujuan Program PKP Berbasis Zonasi
Meningkatkan kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam
merencanakan, melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi pembelajaran
yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order
Thinking Skills/HOTS).
Manfaat Program PKP Berbasis Zonasi
• Membiasakan guru untuk membuat pembelajaran yang berorientasi pada
keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan
hingga penilaiannya
• Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi sehingga dapat
meningkatkan kompetensinya
• Memberikan acuan kepada kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi
akademik
• Memberikan acuan kepada pengawas sekolah dalam pelaksanaan supervisi
akademik dan manajerial.
TUJUAN ZONA PKP
Mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.

Meningkatkan efisiensi dan efektifitas peningkatan kompetensi pembelajaran, di mana kegiatan


dilakukan secara terintegrasi dalam satu area wilayah dengan mempertimbangkan jarak, akses, dan
volume guru yang ikut serta.

Memudahkan dalam melakukan pemetaan kompetensi, kinerja, serta aktivitas guru.

Memudahkan dalam melakukan pembinaan terhadap program peningkatan kompetensi guru sesuai
dengan hasil pemetaan yang dilakukan.

Memudahkan dalam melakukan supervisi dan koordinasi peningkatan kompetensi pembelajaran.


Grand Desain Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran
IMPLEMENTASI
NAWA CITA KURIKULUM 2013
(GNRM)
PENINGKATAN KOMPETENSI
STANDAR PROSES
Permendikbud No. 22 Tahun 2016
PEMBELAJARAN TERINTEGRASI
PPK

1. UN/USBN
Mengembangkan sikap, 2. Uji Komptensi REVOLUSI INDUSTRI 4.0
pengetahuan dan keterampilan
PLB
sebagai pribadi SMK INDUNSTRI
Pencapaian SISWA SUKSES
PAUD
Perkembangan
Anak
1. Ujian Sekolah SMA PERGURUAN
2. Meningkatnya pemahaman SD TINGGI
TIMSS
SMP
1. UN/USBN 1. UN/USBN
2. meningkatnya pemahaman TIMSS, 2. meningkatnya pemahaman
PISA PISA
Alur Tahapan Implementasi Program PKP
Alur Implementasi Program
UNIT UTAMA KEMENDIKBUD
SEKJEN BALITBANG IRJEN

DIRENTORAT JENDERAL BADAN BAHASA, Ditjen. DIKDASMEN,


GURU dan TENAGA KEPENDIDIKAN Ditjen PAUD DIKMAS, Ditjen KEBUDAYAAN

SATKER DINAS PENDIDIKAN KEPALA SEKOLAH /


(P4TK, LP3TK, LP2KS) SATKER (Provinsi – Kab./Kota) PENGAWAS SEKOLAH
(LPMP, BALAI, UPT)

Penyamaan Persepsi (Teori dan praktik) Transfer knowledge (Teori dan praktik) Zona Kelompok Kerja ZONASI

TIM NARA SUMBER INSTRUKTUR Online GURU
TIM PAKAR PENGEMBANG NASIONAL Prov/Kab/Kota
GURU INTI
Offline SASARAN
SEKOLAH

Diseminasi Program dan Paradigm shift Penjaminan Mutu (Online maupun onsite observation) SISWA PINTAR
• Implementasi
Paradigm shift, Transfer knowledge (Teori dan praktik)
• Pengendalian dan penjaminan Mutu
Pendampingan Akademis Online/Offline
• Monitoring dan Evaluasi oleh tim ditjen GTK.
DOSEN LPTK, DUDI, PRAKTISI Penjaminan Mutu (Online maupun onsite observation)
PENDIDIKAN
Cascade Model Implementasi
TIM • Tim Pengembang Pusat merupakan Tim yang dibentuk di lingkungan Ditjen GTK, yang terdiri
Widyaiswara dari PPPPTK, LPPPTK, dan LPPKS.
TIM PAKAR PENGEMBANG
• Tim Pengembang di dukung oleh Direktorat Teknis Ditjen GTK.
PUSAT
• Mengembangkan perangkat dan desain turunan kebijakan GTK
• TIM Pakar yang • Tim Narasumber Nasional merupakan Tim yang berada di Satker di lingkungan
ditunjuk oleh Ditjen NARASUMBER Ditjen GTK, seperti PPPPTK, LPPPTK, dan LPPKS.
GTK dalam NASIONAL • Selain di lingkungan Ditjen GTK, dapat juga melibatkan Widyaiswara LPMP, Dosen
merumuskan
LPTK dan Guru (KS/PS) terbaik yang akan membentu Satker.
kebijakan.
• TIM Pakar dipimpin
langsung oleh • Ditjen. Dikdasmen, Badan Bahasa, Ditjen Kebudayaan, Ditjen. Paud
Direktur Jenderal Dikmas menjadi peran utama dalam pengembangan Instruktur
INSTRUKTUR • Tim Instruktur merupakan Tim yang berada di Tingkat
Guru dan Tenaga
Kependidikan Provinsi/Kabupaten/Kota
• Tim Pakar
mengembangkan • Guru (KS/PS) Inti yang dipilih merupakan Guru
strategi GURU INTI (KS/PS) Terbaik dan berada pada Zonasi
implementasi pengelompokan Kelompok Kerja
(KS/PS) • Bersentuhan langsung kepada Guru (KS/PS) Sasaran
di Zonasi pengelompokan Kelompok Kerja

GURU • Guru (KS/PS) sasaran yang berada


SASARAN pada Kelompok Kerja di daerah.
• Guru (KS/PS) pada Zonasi yang
(KS/PS) masuk sasaran
NARA SUMBER NASIONAL

•Kedudukan •Koordinasi •Tugas dan Fungsi •Penjaminan Mutu

• Tim Narasumber Nasional • Narasumber dipimpin • Transfer knowledge (Teori • Dilakukan pada saat
merupakan Tim yang langsung oleh Pejabat di dan praktik) terhadap proses pendampingan Tim
berada di Satker di lingkungan PPPPTK, Guru (KS/PS) Inti pada Pengembang ke
lingkungan Ditjen GTK, LPPPTK, dan LPPKS. pembelajaran berorientasi widyaiswara Satker
seperti PPPPTK, LPPPTK, • Selanjutnya akan bekerja kepada Keterampilan dengan metode observasi,
dan LPPKS. di bawah Koordinasi Berpikir Tingkat Tinggi. kuesioner, dan FGD
• Berada pada Wilayah Direktorat Jenderal GTK • Menjamin mutu • Pelaksana tingkat pusat
binaah provinsi sesuai • Selain dilingkungan Ditjen pembelajaran yang dari pengembang ke
dengan pemetaanya. GTK, dapat juga diberikan kepada Guru widyaiswara oleh tim
melibatkan Widyaiswara (KS/PS) Inti (baik secara Ditjen GTK (desain
LPMP, Dosen LPTK dan online maupun onsite instrumen, metodologi,
Guru (KS/PS) terbaik yang observation) dan analisis data)
akan membantu Satker. • Pelaksana kegiatan adalah
direktorat teknis
• Monitoring dan Evaluasi
oleh tim ditjen GTK.
INSTRUKTUR

•Kedudukan •Koordinasi •Tugas dan Fungsi •Penjaminan Mutu

• Tim Instruktur merupakan • Narasumber dipimpin • Transfer knowledge (Teori • Dilakukan pada saat
Tim yang berada di Satker langsung oleh Pejabat di dan praktik) terhadap proses pendampingan Tim
di lingkungan Badan lingkungan Satker. Guru (KS/PS) Inti pada Pengembang ke
Bahasa, Ditjen. • Selanjutnya akan bekerja pembelajaran berorientasi widyaiswara Satker
Dikdasmen, Ditjen Paud di bawah Koordinasi kepada Keterampilan dengan metode observasi,
Dikmas, Ditjen Direktorat Jenderal Terkait Berpikir Tingkat Tinggi. kuesioner, dan FGD
Kebudayaan. • Selain dilingkungan Ditjen • Menjamin mutu • Pelaksana tingkat pusat
• Berada pada Wilayah terkait, dapat juga pembelajaran yang dari pengembang ke
binaah provinsi sesuai melibatkan Widyaiswara diberikan kepada Guru widyaiswara oleh tim
dengan pemetaanya. Daerah, Dosen LPTK dan (KS/PS) Inti (baik secara Ditjen GTK (desain
Guru (KS/PS) terbaik yang online maupun onsite instrumen, metodologi,
akan membantu Satker. observation) dan analisis data)
• Pelaksana kegiatan adalah
direktorat teknis
• Monitoring dan Evaluasi
oleh tim ditjen GTK.
GURU INTI
•Kedudukan •Koordinasi •Tugas dan Fungsi •Penjaminan Mutu

• Dibawah Dinas Pendidikan • Guru (KS/PS) Inti dipimpin • Bersentuhan langsung • Dilakukan pada saat
setempat langsung oleh Pejabat di kepada Guru (KS/PS) proses pendampingan
• Sesuai Zonasi satker lingkungan Dinas Sasaran di Zonasi Guru (KS/PS) inti ke
• Guru Inti yang dipilih Pendidikan dan/atau pengelompokan Kelompok Kelompok Kerja dengan
merupakan Guru (KS/PS) Kepala sekolah Kerja metode observasi,
Terbaik dan berada pada • Selanjutnya akan bekerja • Transfer knowledge (Teori kuesioner, dan FGD
Zonasi pengelompokan di bawah Koordinasi dan praktik) terhadap • Pelaksana tingkat pusat
Kelompok Kerja PPPPTK, LPPPTK, atau Guru (KS/PS) sasaran dari widyaiswara ke guru
LPPKS. • Menjamin mutu (KS/PS inti oleh tim Ditjen
pembelajaran (baik secara GTK (desain instrumen,
online maupun onsite metodologi, dan analisis
observation) data)
• Pelaksana adalah Satker
• Monitoring dan Evaluasi
oleh tim ditjen GTK ke
Satker dengan
menggunakan sampling
GURU SASARAN
•Kedudukan •Koordinasi •Tugas dan Fungsi •Pengendalian Mutu

• Dibawah Dinas • Guru (KS/PS)sasaran • Mengembangkan dan • Dilakukan pada saat


Pendidikan setempat dipimpin langsung oleh mengimplementasikan proses pembelajaran
• Sesuai Zonasi Sekolah Pejabat di lingkungan pembelajaran oleh (guru kelas, guru
• Guru sasaran yang Dinas Pendidikan berorientasi kepada bidang studi dan guru
dipilih merupakan Guru dan/atau Kepala Keterampilan Berpikir mata pelajaran)
(KS/PS) Terbaik dan sekolah Tingkat Tinggi. • Pengendalian dan
berada pada kelompok • Selanjutnya akan • menjamin mutu penjaminan mutu oleh
kerja pada suatau bekerja di bawah Guru pembelajarannya Siswa, KS, dan/atau PS
Zonasi. (KS/PS) Inti. bersama kepala sekolah dengan menggunakan
dan pengawas sekolah instrumen online,
• Berkomunikasi dengan dan/atau offline yang
Guru (KS/PS) inti dan disusun Tim Ditjen GTK
dapat pule ke • Target adalah Guru
Narasumber Nasional (KS/PS) dalam Zonasi
(baik secara online
maupun tatap muka)
KONSEP ZONASI
CONTOH.
ZONA SMA PROVINSI D. I. YOGYAKARTA
http://zonasi.data.kemdikbud.go.id/
Pola Sebaran Satuan Pendidikan Nominasi Pusat Zona Provinsi D. I.
Yogyakarta, dan Pola Sebaran 52 Zona di Prov. D. I. Yogyakarta.
Contoh : Zonasi Lintas Kab/Kota

Kab. Sleman

DIY

Kab. Gunung
Kidul
Beberapa KKG dalam Zonasi SD
Titik Pusat SMAN 3 Yogyakarta
Satu MGMP dalam Zonasi SMP
Titik Pusat SMAN 3 Yogyakarta
DESAIN PENJAMINAN DAN
PENGENDALIAN MUTU
PENGENDALIAN MUTU PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
2
PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN

KEGIATAN Jangka Pendek


PENDAHULUAN
UN/USBN, OSN,
2a SMPTN
Program Tahunan 1 3
Program Semester PERENCANAAN
EVALUASI KINERJA GURU
Analisis SKL-KI-KD PEMBELAJARAN
Perumusan IPK KEGIATAN
KEGIATAN INTI
PENUTUP AKSI, PISA,
2c 2b TIMSS
Jangka Panjang
SUMATIF FORMATIF
(Of Learning) (For Learning)
PENGENDALIAN MUTU PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
• Capaian Peserta Didik, Keterampilan berpikir sesuai dengan ranah kognitif, afektif,
Sebagai dan psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar
Transfer
Knowledge • Pengendalian Mutu, Guru mampu melaksanakan proses pembelajaran
berdasarkan gradasi dimensi pengetahuan dan proses berpikir.

PENGENDALIAN • Capaian Peserta Didik, Keterampilan peserta didik yang dikerahkan dalam
MUTU Sebagai memecahkan permasalahan yang muncul, mengambil keputusan, menganalisis,
Critical and menginvestigasi, dan menyimpulkan.
PELAKSANAAN Creative • Pengendalian Mutu, Guru mampu memebrikan proses pembelajaran yang
PEMBELAJARAN DI Thinking menjadikan peseserta didik kreatif dan dapat mengembangkan pemikirin kritis
KELAS peserta didik terhadap permasalahan yang dihadapkan.

• Capaian Peserta Didik, Keterampilan peserta didik yang mampu memiliki keinginan
Sebagai kuat untuk dapat memecahkan masalah muncul pada kehidupan sehari-hari.
Problem • Pengendaian Mutu, Guru mampu mengajak peserta didik untuk memecahkan
Solving permasalahan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari sesuai konteks dalam
pembelajaran yang sedang berjalan.
DESAIN STRUKTUR PROGRAM
PEMBEKALAN NARA SUMBER NASIONAL
Waktu (JP) @ 60’
No. Materi
Teori Praktik
Umum 3 1
1. Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui 2
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.
2. Integrasi PPK dan GLN dalam Pembelajaran Berbasis Higher Order Thinking 1 1
Skills (HOTS).
Pokok 6 47
3. Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS (2 Unit
2 6
pembelajaran).
4. Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS. 2 6
5. Penilaian Berorientasi HOTS. 1 4
6. Penyusunan Rencana Pelaksanaan pembelajaran. - 8
7. Praktik Pembelajaran HOTS dalam bentuk Peer Teaching. - 15
8. Strategi Fasilitasi. 1 3
9. Pengenalan Kelas Pendampingan Online. 5
Penunjang 3
10. Rencana Tindak Lanjut. 1 -
11. Tes Awal dan Tes Akhir. 2 -
Jumlah 60
PEMBEKALAN INSTRUKTUR
Waktu (JP) @ 60’
No. Materi
Teori Praktik
Umum 3 1
1. Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui 2
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.
2. Integrasi PPK dan GLN dalam Pembelajaran Berbasis Higher Order Thinking 1 1
Skills (HOTS).
Pokok 6 47
3. Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS (2 Unit
2 6
pembelajaran).
4. Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS. 2 6
5. Penilaian Berorientasi HOTS. 1 4
6. Penyusunan Rencana Pelaksanaan pembelajaran. - 8
7. Praktik Pembelajaran HOTS dalam bentuk Peer Teaching. - 15
8. Strategi Fasilitasi. 1 3
9. Pengenalan Kelas Pendampingan Online. 5
Penunjang 3
10. Rencana Tindak Lanjut. 1 -
11. Tes Awal dan Tes Akhir. 2 -
Jumlah 60
PEMBEKALAN GURU INTI
Waktu (JP) @ 60’
No. Materi
Teori Praktik
Umum 3 1
1. Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui 2
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.
2. Integrasi PPK dan GLN dalam Pembelajaran Berbasis Higher Order Thinking 1 1
Skills (HOTS).
Pokok 6 47
3. Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS (2 Unit
2 6
pembelajaran).
4. Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS. 2 6
5. Penilaian Berorientasi HOTS. 1 4
6. Penyusunan Rencana Pelaksanaan pembelajaran. - 8
7. Praktik Pembelajaran HOTS dalam bentuk Peer Teaching. - 15
8. Strategi Fasilitasi. 1 3
9. Pengenalan Kelas Pendampingan Online. 5
Penunjang 3
10. Rencana Tindak Lanjut. 1 -
11. Tes Awal dan Tes Akhir. 2 -
Jumlah 60
STRUKTUR PROGRAM GURU SASARAN
No. Materi Jumlah JP
Umum 2
1. Kebijakan Program PKB melalui PKP Berbasis Zonasi 1
2. Integrasi PPK dan GLN dalam Pembelajaran Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) 1
Pokok 74
3. Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS 8
a. Unit Pembelajaran …..*)
b. Unit Pembelajaran …..*)
4. 36
Pengembangan Desain dan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Berorientasi HOTS
a. Pengembangan Pembelajaran Berorientasi HOTS
a. Penilaian Berorientasi HOTS
a. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
5. Praktik Mengajar 20
6. Laporan Best Practice 10
Penunjang 6
7. Pengenalan Kelas Pendampingan Online 4
8. Tes Awal dan Tes Akhir 2
Jumlah 82
POLA PEMBELAJARAN PROGRAM PKP BERBASIS ZONASI BAGI GURU SASARAN
Waktu (JP) @ 45’ Tagihan
No. Materi
Teori Praktik Bentuk Jml
1. In-1, Pertemuan Awal 6 5
 Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Peningkatan 1
Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi
 Integrasi PPK dan GLN dalam Pembelajaran Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) 1
 Pengenalan Kelas Pendampingan Online 4
 Tes Awal 1
 Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS 4
2. In-2, Pengembangan dan Reviu Desain dan Penilaian Pembelajaran Berorientasi HOTS unit ke-1 4 10 1
 Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS 4 Lembar Kerja 1
 Pengembangan dan Reviu Desain Pembelajaran Berorientasi HOTS unit ke-1 6
 Pengembangan dan Reviu Penilaian Berorientasi HOTS unit ke-1 4
3. On-1, Penyusunan RPP unit ke-1 dan Desain Pembelajaran unit ke-2 - 10 2
 Penyusunan RPP unit ke-1 4 RPP unit ke-1 1
 Pengembangan Desain Pembelajaran unit ke-2 6 Lembar Kerja 1
4. In-3, Reviu RPP unit ke-1 dan Desain Pembelajaran unit ke-2 - 10 1
 Reviu RPP unit ke-1 10 Instrumen telaah RPP dan soal 1
 Reviu Desain Pembelajaran unit ke-2 unit ke-1
5. On-2, Praktik Pembelajaran unit ke-1 - 10 2
 Praktik Pembelajaran dan Penilaian Berorientasi HOTS unit ke-1 (RPP unit ke-1) 10 Jurnal praktik pembelajaran unit 1
 Penyusunan RPP unit ke-2 ke-1 RPP unit ke-2 1
6. In-4, Refleksi Praktik Pembelajaran unit ke-1 dan Reviu RPP unit ke-2 - 10 2
 Refleksi Praktik Pembelajaran unit ke-1 2 Catatan Refleksi Unit ke-1 1
 Reviu RPP ke-2 6 Instrumen telaah RPP dan soal 1
 Penyusunan Laporan Best Practice 2 unit ke-2
7. On-3, Praktik Pembelajaran unit ke-2 dan Penyusunan Laporan Best Practice - 10 1
 Praktik pembelajaran unit ke-2 (RPP unit ke-2) 8 Jurnal praktik pembelajaran unit 1
 Penyusunan Laporan Best Practice 2 ke-2
8. In-5, Laporan Best Practice - 7 1
 Presentasi Laporan Best Practice 6 Laporan Best Practice 1
DESAIN PROGRAM GURU DALAM ZONASI
Pemanfaatan waktu (Weekend) Guru untuk hari belajar guru di luar jam
pelajaran di kelas, dengan Pola In-On-In

IN (In service learning) : Dilaksanakan di kelompok


kerja dalam Zonasi, guru berkumpul dalam
komunitas pembelajarannya untuk membahas dan
meningkatakan kualitas pembelajaran dan
penilaian berorientasi HOTS.

ON (On the job learning) : Hasil pertemuan di


kelompok kerja dalam zonasi yang
diimplementasikan dalam proses pembelajaran di
kelas sesuai mata pelajarannya.

Catatan: Waktu pelaksanaan pembelajaran diatas tidak baku, artinya setiap aktivitas pembelajaran baik pelaksanaan In maupun On dapat
dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan antara peserta dan fasilitator sepanjang tidak mengganggu jam belajar siswa. Sebagai contoh,
pelaksanaan In-1 dan In-2 tidak harus dilakukan setiap hari sabtu, tapi dapat dilakukan 2 hari berturut-turut, yaitu sabtu dan minggu
Penilaian
• Penilaian Pembekalan NS/In/GI Penilaian Program PKP Zonasi di GS

NA = [{(NS x40%)+(NK x60%)}x 70%]+[TAx 30%] NA = [{(NS x40%)+(NK x60%)}x 60%]+[TAx 40%]

Peserta yang telah mengikuti Program PKP


Peserta Pembekalan Narasumber Nasional/Instruktur bagi guru sasaran dinyatakan lulus jika NA >
Nasional yang dapat ditetapkan sebagai Narasumber 70
Nasional/Instruktur Nasional minimal mendapat
predikat baik, sedangkan Peserta Pembekalan Guru
Inti yang dapat ditetapkan sebagai Guru Inti
mendapat predikat minimal cukup
Terima Kasih