Anda di halaman 1dari 26

APPENDICITIS

Oleh :
dr. Suchi Mardikasurya

Pembimbing :
dr. H. Amir Ali Lubis
LAP O RAN KAS U S

IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. N
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 45 th
Alamat : Cipondoh Makmur
Agama : Islam
Tanggal Pemeriksaan : 16 Maret 2019
ANAMNESA

Keluhan Utama : Nyeri perut kanan bawah

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang ke UGD Puskesmas Cipondoh dengan keluhan nyeri perut kanan bawah sejak
dua hari yang lalu. Pada awalnya nyeri dirasakan di ulu hati, kemudian berpindah diperut
kanan bawah. Nyeri dirasakan terus-menerus dan tidak menjalar, nyeri dirasakan seperti
ditusuk-tusuk dan semakin lama semakin memberat. Nyeri dirasakan memberat saat perut
ditekan dan pasien bergerak, sehingga pasien susah beraktivitas. Pasien mengeluh nyeri
perutnya semakin memberat sejak tadi pagi.
Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan sejak 2 hari yang lalu, mual, muntah 1 kali yang
berisi makanan dan air, perut juga terasa kembung. Pasien mengalami demam sejak satu hari
sebelum datang ke UGD, demam dirasakan terus-menerus sepanjang hari.

Riwayat Pengobatan
Pasien tidak pernah berobat kemanapun terkait dengan keluhannya saat ini
Riwayat Penyakit Dahulu
- Riwayat keluhan serupa : Disangkal
- Riwayat hipertensi : Disangkal
- Riwayat diabetes mellitus : Disangkal
- Riwayat sakit jantung : Disangkal
- Riwayat sakit paru : Disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


- Riwayat sakit serupa : Disangkal
- Riwayat hipertensi : (+) Ayah pasien
- Riwayat diabetes mellitus : Disangkal
- Riwayat sakit jantung : Disangkal
- Riwayat sakit paru : Disangkal

Riwayat Pendidikan dan Sosial Ekonomi


Pendidikan : Sekolah Menengah Atas
Pekerjaan : Buruh
Perkawinan : Sudah menikah
Kebiasaan : Pasien jarang makan sayuran karna tidak suka
PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalisata
•Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
•Kesadaran : Compos mentis
•Vital Sign : TD = 130/80
HR = 90x/ i
RR = 20x/ i
T = 38,1o C
•Kepala : bentuk normocephal, rontok(-)
•Mata : konjungtiva anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), pupil isokor
•Hidung : Deformitas (-) , darah (-), sekret (-)
•Telinga : Deformitas (-/-), darah (-/-), sekret (-/-)
•Mulut : Sianosis (-), anemis (-),
•Leher : Pembesaran KGB (-)
•Thoraks : Bentuk dada simetris
Cor : BJ1, II reguler, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : vesikuler (+/+) , rhonki (-/-), wheezing (-/-)
•Abdomen : St. lokalisata
•Ekstremitas : akral hangat, edema(-), CRT < 2’’
Status Lokalisata (Abdomen)
Inspeksi : Bentuk simetris
Palpasi : supel, massa (-), nyeri tekan (+) kuadran kanan bawah (Mc.
Burney sign), nyeri lepas (+), psoas sign (+), obturator sign (+),
rovsing sign (+)
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) 12x/menit

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Hematologi
Rutin
DIAGNOSA KERJA : Appendicitis

PENATALAKSANAAN
•Amoxicillin 3x500mg
•Paracetamol 3x500mg
•Edukasi : menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien tentang
penyakit dan tindakan yang akan dilakukan
•Rujuk ke spesialis bedah untuk dilakukan USG dan appendectomy

PROGNOSIS : Dubia at bonam


T I N JAUAN PU S TAKA

A N A T O M I & F I S I O L O G I
E P I D E M I O L O G I

• Amerika Serikat 250.000 kasus setiap tahun


• Insidensi Appendicitis di negara maju > negara berkembang
• Appendicitis dapat ditemukan pada semua umur, namun pada anak kurang dari satu
tahun jarang dilaporkan
• Insidensi tertinggi pada kelompok umur 20-30 tahun. Insidensi pada laki-laki dan
perempuan umumnya sebanding, kecuali pada umur 20-30 tahun, insidensi laki-laki
lebih tinggi
E T I O L O G I

Faktor Obstruksi

Faktor Bakteri

Kecenderungan Familiar

Faktor Ras dan Diet


P A T O F I S I O L O G I
P E N E G A K K A N D I A G N O S A

GAMBARAN KLINIS

• Nyeri di epigastrium atau region umbilicus


• Mual
• Anoreksia
• Demam ringan 37,5oC – 38,5oC
Suhu tinggi = perforasi
• Nyeri berpindah ke kanan bawah Mc.Burney
• Nyeri tekan, nyeri lepas dan adanya defans muskular.
PEMERIKSAAN FISIK

1. Inspeksi
• Tidak spesifik
2. Palpasi
• nyeripada regio iliaka kanan, bisa disertai nyeri tekan lepas
• defans muscular
• pada apendisitis retrosekal atau retroileal diperlukan palpasi dalam untuk
menentukan adanya rasa nyeri
3. Perkusi
• Pekak hati menghilang jika terjadi perforasi usus
4. Auskultasi
• Peristaltik normal / menghilang (pada peritonitis generalisata akibat apendisitis
perforasi)
5. Rectal Toucher
• Ampula kolaps
• Nyeri tekan pada jam 9 dan 12
• Abses -> terdapat massa yang menekan rektum
6. 7.
8. Alvarado Score

Dinyatakan appendicitis bila skor >7


PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Pemeriksaan darah
Leukositosis
Laboratorium • Pemeriksaan urin LED meningkat

• Foto polos abdomen


• USG
Radiologi • Barium enema
• CT-Scan

Laparaskopi
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Pemeriksaan darah
Untuk menyingkirkan diagnosa
Laboratorium • Pemeriksaan urin banding seperti ISK dan BSK

• Foto polos abdomen


• USG
Radiologi • Barium enema
• CT-Scan

Laparaskopi
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Pemeriksaan darah
Laboratorium • Pemeriksaan urin

Jika sudah komplikasi psoas


• Foto polos abdomen
• USG shadow tidak tampak, bayangan
Radiologi • Barium enema
• CT-Scan gas usus kanan bawah tidak
tampak, skoliosis ke kanan

Laparaskopi
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Pemeriksaan darah
Laboratorium • Pemeriksaan urin

• Foto polos abdomen Untuk menyingkirkan diagnosa


• USG
Radiologi • Barium enema banding seperti kehamilan
• CT-Scan
ektopik dan adnecitis

Laparaskopi
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Pemeriksaan darah
Laboratorium • Pemeriksaan urin

• Foto polos abdomen Untuk melihat danya komplikasi


• USG
Radiologi • Barium enema dari appendicitis pada jaringan
• CT-Scan
sekitarnya

Laparaskopi
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Pemeriksaan darah
Laboratorium • Pemeriksaan urin

• Foto polos abdomen Untuk melihat tanda-tanda


• USG
Radiologi • Barium enema appendicitis dan melihat
• CT-Scan
komplikasi seperti abses

Laparaskopi
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Pemeriksaan darah
Laboratorium • Pemeriksaan urin

• Foto polos abdomen


• USG
Radiologi • Barium enema
• CT-Scan

Bila pada saat melakukan


Laparaskopi tindakan ini didapatkan
peradangan appendiks, maka
pada saat itu juga dapat
langsung dilakukan
pengangkatan appendiks
D I A G N O S A B A N D I N G

1. Intususepsi
2. Divertikulitis
3. Gastroenteritis
4. Konstipasi
5. Infark omentum
6. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
7. Pelvic Inflammatory Disease (PID)
8. Kista Ovarium
P E N A T A L A K S A N A A N
1. Kegawatdaruratan
- Kristaloid pada pasien dengan tanda-tanda dehidrasi
- Analgesik dan antiemetik parenteral
- Antibiotik intravena pada pasien dengan tanda-tanda septicemia
dan yang akan di laparatomi
2. Antibiotik pre-operatif
- Mencegah infeksi luka pasca bedah
- Antibiotik spektrum luas
3. Operatif
- Appendectomy
K O M P L I K A S I
 Appendicular infiltrat
 Appendicular abses
 Perforasi
 Peritonitis
 Syok septik
 Mesenterial pyemia dengan Abses Hepar

P R O G N O S I S

Kematian dari appendisitis di Amerika Serikat terus menurun


9,9 per 100.000 pada tahun 1939, dengan 0,2 per 100.000 pada 1
986. Faktor utama dalam kematian adalah apakah terjadi
komplikasi, pengobatan sebelum bedah dan usia pasien lipat.
T E R I M A
K A S I H