Anda di halaman 1dari 55

LAPORAN KASUS

Atrial Fibrilasi
CHF
Vira Marselia Datu Doki
PEMBIMBING : dr. Sanggap Indra Sitompul, Sp.JP (K) - FIHA

8/29/2019 1
IDENTITAS
• Nama Pasien : Ny. A
• Jenis kelamin : Perempuan
• Umur : 65 tahun
• Alamat : Palangka Raya
• Agama : Islam
• Ruangan : ICVCU
• Pekerjaan : IRT
• Tanggal Masuk RS : 24-08-2019
• Nomor RM : 32.37.46

8/29/2019 2
Anamnesis

Keluhan Utama
• Nyeri dada menjalar sampai ke punggung
belakang

Keluhan Tambahan
• Sesak dimalam hari
Riwayat Penyakit Sekarang
• Pasien mengeluh nyeri dada sebelah kiri nyeri
dirasakan seperti ditusuk-tusuk dan menjalar
hingga ke punggung belakang yang dirasakan 1
jam SMRS. Keluhan tidak disertai dengan nyeri
ulu hati, mual (-) dan muntah (-). Pasien juga
merasakan mudah kelelahan bila melakukan
aktivitas rumah.
• Keluhan nyeri dada sudah pernah dirasakan
sekitar kurun waktu 3 bulan belakangan,
sebelumnya pasien hanya berobat kontrol ke poli
jantung.
Riwayat Penyakit Dahulu

• Hipertensi (+)
• DM (-)

Riwayat Penyakit
Keluarga
• Hipertensi (-)
• DM (-)
Riwayat • Pasien belum pernah mengonsumsi
Pengobatan obat untuk mengatasi keluhan.

Riwayat
Alergi •-

Riwayat Pasien adalah seorang ibu rumah tangga. Pasien


tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol.
psikososial
PEMERIKSAAN FISIK (I)
• Keadaan Umum : Tampak baik
• Kesadaran : Composmentis (E4 V5 M6)

Tanda Vital
• Tekanan Darah : 100/70mmHg
• Nadi : 102x /menit irreguler
• Respirasi : 20x/menit
• Suhu : 36,5 derajat Celcius

8/29/2019 7
Kepala • Norrmochepal

• Konjungtiva Anemis (-/-), Sklera Ikterik (-/-), Refleks


Mata Cahaya (+/+), Pupil Isokor

• Septum Deviasi (-/-),Sekret (-/-),Epistaksis(-/-), mukosa


Hidung hiperemis (-/-), konka normal

Telinga • Normotia, Serumen (-/-), hiperemis (-/-).

• Bibir Pucat (-),Bibir Kering (-), Sianosis (-),Gusi berdarah(-


Mulut ) Lidah kotor (-) Tonsil ( T1 / T1) Faring Hiperemis (-)

Leher • Pembesaran KGB (-), Pembesaran Kelenjar Tiroid (-)


Thorax
• Pulmo:
• Inspeksi: Dada simetris (+/+), Retraksi Dinding Dada
• Palpasi: Vocal fremitus sama kanan dan kiri
• Perkusi: Sonor pada kedua lapang paru
• Auskultasi: Vesikuler (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-)
• Jantung:
• Inspeksi: Ictus Cordis Terlihat, Thrill (-)
• Palpasi: Ictus Cordis Teraba (+) di ICS V linea Midclavicula sinistra
• Perkusi: -
• Auskultasi: S1S2 ireguler, Murmur (-), Gallop (-)

Abdomen
• Inspeksi : Datar, Distensi (-)
• Auskultasi : Bising usus (+) 6x/m
• Palpasi : Nyeri tekan (-) teraba massa (-)
• Perkusi : Timpani, Ascites : Shifting dullnes (-)
Ekstremitas Atas:

• Akral hangat, RCT< 2 detik, edema


(-), ikterik (-), sianosis (-)

Ekstremitas Bawah:

• Akral hangat, RCT< 2 detik, edema


(-), ikterik (-), sianosis (-)
Pemeriksaan Laboratorium
Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan Satuan
Hematologi
Hemoglobin 10.6 12.0-16.0 g/dl
Leukosit 5.77 4.00-12.00 103/uL
Eritrosit 3.63 3.50-5.20 106/uL
Trombosit 344 185-402 103/uL
Hematokrit 35,5 35-49 %
GDS 73 mg/dl 70-200 mg/dL
Enzym
SGOT -
10-31 U/L
SGPT -
9-36 U/L
Faal Ginjal
Ur - 21-53 mg/dl
CR 0.76 0.7-1.5 mg/dl
Elektrolit
Natrium - 135-147 mmol/L
Kalium - 3.5-5.0 mmol/L
Chlorida - 94-106 mmol/L
Ca - 0.98-1.2 mmol/L
EKG
DIAGNOSIS KERJA
AF
CHF

8/29/2019 14
TATALAKSANA
Furosemid IV 2x1
Ranitidine IV 2x1
Beta-one 2,5 mg
Simarc 2 mg
Spirolakton 25 mg

8/29/2019 15
PROGNOSIS
Ad Bonam.

8/29/2019 16
TINJAUAN PUSTAKA
Atrial Fibrilasi
Congestive Heart Failure (CHF)
DEFINISI

• Gagal jantung kongestif adalah suatu


keadaan patofiologis dimana jantung tidak
mampu memompa darah untuk
memenuhi kebutuhan metabolisme
jaringan, terjadi sejak lama.
Faktor Resiko

• Faktor resiko mayor meliputi usia, jenis kelamin, hipertensi, hipertrofi pada
LV, infark miokard, obesitas, diabetes.

• Faktor resiko minor meliputi merokok, dislipidemia, gagal ginjal kronik,


albuminuria, anemia, stress, lifestyle yang buruk.

• Sistem imun, yaitu adanya hipersensitifitas.

• Infeksi yang disebabkan oleh virus, parasit, bakteri.

• Toksik yang disebabkan karena pemberian agen kemoterapi, NSAID, kokain,


alkohol.

• Faktor genetik seperti riwayat dari keluarga.


Etiologi

Penyakit Jantung  Sindroma Koroner Akut


Iskemik  Komplikasi mekanik pada miokard infark akut
 Infark ventrikel kanan

Penyakit katup  Stenosis katup


Jantung  Regurgitasi katup
 Endokarditis
 Diseksi aorta

Miopati  Post-partum kardiomiopati


 Aritmia akut
Tanda dan gejala
Manifestasi klinis
Klasifikasi
Diagnosis
Kriteria Mayor: Kriteria Minor:
• Dispnea nokturnal paroksimal • Edema pergelangan
atau ortopnea kaki bilateral
• Distensi vena leher • Batuk pada malam
• Rales paru hari
• Kardiomegali pada hasil rontgen • Dyspnea on ordinary
• Edema paru akut exertion
• S3 gallop • Hepatomegali
• Peningkatan tekanan vena pusat > • Efusi pleura
16 cmH2O pada atrium kanan • Takikardi ≥
• Hepatojugular reflux 120x/menit
• Penurunan berat badan ≥ 4,5 kg
dalam kurun waktu 5 hari sebagai
respon pengobatan gagal jantung
Anamnesis
• Ortopneu
• PND
• Gejala GIT : Anorexia, mual, kembung, nyeri
KKA
• Gejala Serebral : kebingungan, disorientasi,
gangguan tidur dan emosi
• Edema
Pemeriksaan fisik
• Keadaan umum dan tanda • Pemeriksaan JVP dan Leher
vital : :
1. Tekanan darah sistolik bisa Pada tahap awal gagal
normal atau tinggi, jantung, tekanan vena
2. Tekanan nadi bisa jugularis bisa normal saat
berkurang. istirahat, tapi dapat secara
abnormal meningkat saat
diberikan tekanan yang cukup
lama pada abdomen (refluk
hepatojugular positif)
Pemeriksaan fisik
• Pemeriksaan paru • Pemeriksaan Abdomen
1. Ronkhi 1. Hepatomegali
2. Vocal fremitus melemah 2. Ascites
• Pemeriksaan Jantung 3. Jaundice
1. Murmur (+) • Pemeriksaan
2. Gallop (+) Ekstremitas
1. Edema perifer (tungkai,
genital)
2. Bersifat simetris
Pemeriksaan Penunjang
• Laboratorium
1. darah rutin
2. urine rutin
3. elektrolit (Na & K)
4. ureum & kreatinin
5. SGOT/SGOT
6. BNP
• Foto Thorax • EKG
1. Kardiomegali (CTR >50%) 1. Q patologis,
2. Edema paru 2. hipertrofi ventrikel kiri dengan
3. Efusi pleura strain,
3. right bundle branch block
(RBBB),
4. left bundle branch block
(LBBB),
5. AV blok,
6. perubahan pada gelombang T
7. Gangguan irama jantung
seperti takiaritmia
supraventrikuler (SVT) dan
fibrilasi atrial (AF)
Echocardiography
• Ukuran dan bentuk ventrikel
• Ejeksi fraksi ventikel kiri (LVEF)
• Gerakan regional dinding jantung, synchronisitas
kontraksi ventrikular
• Remodelling LV (konsentrik vs eksentrik)
• Hipertrofi ventrikel kiri atau kanan (Disfunfsi
Diastolik : hipertensi, COPD, kelainan katup)
• Morfolofi dan beratnya kelainan katup
• Mitral inflow dan aortic outflow; gradien tekanan
ventrikel kanan
• Disfungsi Sistolik • Disfungsi Diastolik

1. Ejeksi fraksi ventrikel kiri berkurang <45%1. Ejeksi fraksi ventrikel kiri normal > 45-
2. Ventrikel kiri membesar 50%
3. Dinding ventrikel kiri tipis 2. Ukuran ventrikel kiri normal
4. Remodelling eksentrik ventrikel kiri
3. Dinding ventrikel kiri tebal, atrium kiri
5. Regurgitasi ringan-sedang katup mitral berdilatasi
6. Hipertensi pulmonal
4. Remodelling eksentrik ventrikel kiri.
7. Pengisian mitral berkurang
8. Tanda-tanda meningkatnya tekanan
5.Tidak ada mitral regurgitasi, jika ada
pengisian ventrikel minimal.
6.Hipertensi pulmonal*
7. Pola pengisian mitral abnormal.*
8.Terdapat tanda-tanda tekanan pengisian
meningkat.
TATALAKSANA CHF
NON FARMAKOLOGIS
• Perawatan mandiri dapat didefinisikan sebagai
tindakan-tindakan yang bertujuan untuk
mempertahankan stabilitas fisik, menghindari
perilaku yang dapat memperburuk kondisi dan
deteksi dini gejala-gejala perburukan
TATALAKSANA NON-FARMAKOLOGI

• Ketaatan pasien berobat


• Pemantauan berat badan
• Asupan cairan
• Pengurangan berat badan
• Kehilangan berat badan tanpa rencana
• Latihan fisik
FARMAKOLOGIS
• Bertujuan mengatasi permaslahan preload,
dengan menurunkan preload, meningkatkan
kontraktilitas juga menurunkan afterload.
Pemilihan terapi farmakologis ini tergantung
pada penyebabnya
TATALAKSANA FARMAKOLOGI

• DIURETIK
• ANGIOTENSIN-CONVERTING ENZYME INHIBITORS
(ACEI)
• PENYEKAT ß
• ANTAGONIS ALDOSTERON
• ANGIOTENSIN RECEPTOR BLOCKERS (ARB)
• HYDRALAZINE DAN ISOSORBIDE DINITRATE (H-
ISDN)
• DIGOKSIN
Komplikasi
• Syok kardiogenik
• Infeksi paru
• Gangguan keseimbangan elektrolit
PROGNOSIS
Beberapa faktor yang menentukan prognosis,
yaitu :
• Waktu timbulnya gagal jantung
• Timbul serangan akut atau menahun
• Derajat beratnya gagal jantung
• Penyebab primer
• Kelainan atau besarnya jantung yang menetap
• Keadaan paru
• Cepatnya pertolongan pertama
• Respons dan lamanya pemberian digitalisasi
• Seringnya gagal jantung kambuh
• Angka kematian dalam 1 tahun setelah
terdiagnosis mencapai 30 sampai 40% ,
sedangkan dalam 5 tahun 60 sampai 70%.
Kematian disebabkan karena perburukan klinis
menandakan yang kemungkinan disebabkan
karena artimia ventrikel.
• Berdasarkan klasifikasi NYHA kelas IV
mempunyai angka kematian 30 sampai 70%
sedangkan kelas II 5 sampai 10%
Fibrilasi atrium adalah takiaritmia supraventrikular yang khas,
dengan aktivasi atrium yang tidak terkoordinasi mengakibatkan
perburukan fungsi mekanis atrium.

In atrial
fibrillation, the
Normally, heart
upper chambers
contracts and
of the heart (the
relaxes to a
atria) beat
regular beat.
irregularly
(quiver) instead
of beating
effectively to
If a clot breaks off, enters the bloodstream and move blood into
lodges in an artery leading to the brain, a the ventricles.
stroke results

Pedoman Tatalaksana FA Perki 2014 American Heart Association 2016


Epidemiologi
• Fibrilasi atrium (FA) → aritmia paling sering (1-2%)

• Framingham Heart Study (1948) dalam periode 20 tahun → 2,1%


(♂) dan 1,7% (♀)

• MONICA (multinational MONItoring of trend and determinant in


CArdiovascular disease) di Jakarta → 0,2%, rasio ♂:♀ = 3:2

• RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita → 7,1% (2010); 9,0%


(2011); 9,3% (2012) dan 9,8% (2013)

Pedoman Tatalaksana FA Perki 2014


Patofisiologi FA

Wijffels MC, et al. Circulation 1995;92:1954-68


Konsekuensi Klinis FA
• Konduksi atrioventrikular
• Perubahan hemodinamik:
– hilangnya kontraksi atrium yang terkoordinasi
– tingginya laju ventrikel
– ketidakteraturan respon ventrikel
– ↓ aliran darah miokard
– perubahan jangka panjang (kardiomiopati atrium dan
ventrikel)
• Tromboemboli:
– abnormalitas aliran darah
– abnormalitas endokard
– unsur darah
Klasifikasi FA
Kategori FA tambahan
• FA sorangan (lone): tanpa penyakit struktur
kardiovaskular dan usia di bawah 60 tahun
• FA non-valvular: tidak terkait dengan penyakit
rematik mitral, katup jantung protese atau
operasi perbaikan katup mitral
• FA sekunder: akibat kondisi primer lain yang
menjadi pemicu FA, seperti infark miokard akut,
bedah jantung, perikarditis, miokarditis,
hipertiroidisme, emboli paru, pneumonia atau
penyakit paru akut lainnya. Sedangkan FA
sekunder yang berkaitan dengan penyakit katup
disebut FA valvular
Berdasarkan kecepatan laju respon ventrikel
(interval RR) maka FA dapat dibedakan menjadi
FA dengan respon ventrikel cepat

Laju ventrikel >100x/menit


FA dengan respon ventrikel normal

Laju ventrikel 60-100x/menit


FA dengan respon ventrikel lambat

Laju ventrikel <60x/menit


Evaluasi Klinis
Skor simtom → skor EHRA (European Heart Rhythm Association)

Camm AJ, et al. Guidelines for the management of atrial fibrillation. ESC 2010;12:1360-420.
Penegakan Diagnosis (1)
Penegakan Diagnosis (2)
Tatalaksana FA
• Pencegahan Stroke
– Prevalensi stroke pada pasien FA
– Penaksiran risiko stroke dan risiko perdarahan
– Terapi anti-trombotik
• Kendali Laju
• Kendali Irama
DAFTAR PUSTAKA
1. Dickstein K, Cohen-Solal A, Filippatos G, et al. ESC Guidelines for the diagnosis
and treatment of acute and chronic heart failure 2008. Eur Heart J 2008;29:2388–442.
2. McMurray JJ V, Adamopoulos S, Anker SD, et al. ESC Guidelines for the
diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure 2012: The Task Force for
the Diagnosis and Treatment of Acute and Chronic Heart Failure 2012 of the
European Society of Cardiology. Dev eloped in collaboration with the Heart. Eur
Heart J [Internet] 2013;32:e1–641 – e61. Available from:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22611136
3. Rydén L, Grant PJ, Anker SD, et al. ESC guidelines on diabetes, prediabetes,
and cardiovascular diseases developed in collaboration with the EASD. Eur Heart J
2013;34:3035–87.
4. Piña I. Acute HF: Guidance on Reducing Readmissions [Internet]. 2013 [cited
2015 Feb 21];Available from: http://www.medscape.com/viewarticle/777325
5. Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung: Perhimpunan Dokter Spesialis
Kardiovaskular Indonesia 2015 Edisi I
Terima kasih