Anda di halaman 1dari 17

ANALISIS PAPARAN

KEBISINGAN DAN GETARAN


PADA INDUSTRI KONVEKSI
KELOMPOK 1
IKM C 2016
DEFINISI
• Getaran adalah gerakan bolak-balik dalam suatu interval waktu tertentu.
Getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang berhubungan
dengan gerak tersebut.
• Kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari
alat-alat proses poduksi dan atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat
menimbulkan gangguan pendengaran. Kebisingan di tempat kerja adalah semua
bunyi-bunyi atau suara-suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-
alat produksi di tempat kerja. (Kepmenaker no. 51 tahun 1999)
NAB Kebisingan
Nilai Ambang Batas kebisingan merupakan nilai yang mengatur tentang tekanan
bising rata-rata atau level kebisingan berdasarkan durasi pajanan bising yang
mewakili kondisi dimana hampir semua pekerja terpajan bising berulang-ulang
tanpa menimbulkan gangguan pendengaran dan memahami pembicaraan normal
Hal yang diperhatikan dalam menginterpretasikan
NAB kebisingan adalah sebagai berikut:
• NAB kebisingan merupakan dosis efektif pajanan kebisingan dalam satuan dBA
yang diterima oleh telinga (organ pendengaran) dalam periode waktu tertentu
yang tidak boleh dilewati oleh pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung
telinga.
• Apabila seorang pekerja terpajan bising di tempat kerja tanpa menggunakan alat
pelindung telinga selama 8 jam kerja per hari, maka NAB pajanan bising yang
boleh diterima oleh pekerja tersebut adalah 85 dBA.
• Pengukuran tekanan bising lingkungan kerja industri dilakukan dengan
menggunakan sound level meter mengikuti metode yang standar.
• Pengukuran dosis efektif pajanan bising dilakukan dengan menggunakan alat
monitoring pajanan personal (noise dosimeter).
NAB Getaran
Nilai Ambang Batas pajanan getaran pada tangan dan lengan sebagaimana
tercantum pada Tabel 5 merupakan nilai rata-rata akselerasi pada frekuensi
dominan (meter/detik2) berdasarkan durasi pajanan 8 jam per hari kerja yang
mewakili kondisi dimana hampir semua pekerja terpajan getaranberulang-ulang
tanpa menimbulkan gangguan kesehatan atau penyakit.
Hal yang diperhatikan dalam menginterpretasikan NAB
getaran tangan dan lengan adalah sebagai berikut:
• Pengukuran getaran tangan dan lengan dilakukan dengan menggunakan vibrasi
meter sesuai metode yang standar.
• NAB getaran tangan dan lengan nilai merupakan nilai rata-rata akselerasi
pajanan getaran tangan dan lengan dalam satuan meter/𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘 2 yang diterima
oleh tangan dan lengan pekerja dalam periode waktu tertentu yang tidak boleh
dilewati.
• Nilai Ambang Batas untuk durasi pajanan getaran tangan dan lengan selain yang
tercantum pada Tabel 5, dapat dihitung dengan rumus:
Pengendalian Getaran
Strategi pengendalian getaran di tempat kerja akan diarahkan pada menghilangkan
atau mengurangi sumber getaran, yaitu sebagai berikut.
• Mengganti mesin yang banyak getaran dengan yang sedikit getarannya.
• Memperbaiki pir kendaraan dan tempat duduk untuk mengurangi getaran.
• Mengurangi getaran mesin dengan menggunakan alas karet.
• Memperhatikan betul perawatan dan reparasi yang tepat pada mesin.
• Kenakan giliran kerja dan waktu istirahat yang diatur baik
Jenis Getaran
Terdapat dua jenis getaran yang dijelaskan sebgai berikut.
– Getaran karena gerakan udara. Menurut Gierke dan Nixon yang dikutip oleh
J.F.Gabriel (1996:96), getaran udara juga disebabkan melalui udara sehingga akan
mencapai telinga. Getaran dengan frekuensi 1-20 Hz tidak akan menyebabkan
gangguan vestibulur yaitu gangguan orientasi, kehilangan keseimbangan dan mual-
mual. Akan tetapi dapat menimbulkan nyeri pada telinga, nyeri dada, dan biasa terjadi
getaran seluruh tubuh.
– Getaran karena getaran mekanis, mengakibatkan resonansi atau turut bergetarnya alat-
alat tubuh. Getaran mekanis dapat diartikan sebagai getaran-getaran yang ditimbulkan
oleh alat-alat mekanis yang sebagian dari getaran ini sampai ke tubuh dan dapat
menimbulkan akibat-akibat yang tidak diinginkan pada tubuh kita. Getaran mekanis
dapat dibedakan berdasarkan pajanannya. Terdiri atas dua bentuk yaitu getaran tangan
(tool hand vibration) dan getaran seluruh tubuh (whole body vibration). (J.F.Gabriel,
1996:97)
Kondisi Lingkungan Kerja
• Kondisi lingkungan kerja pada Romanita Factory sudah baik dari segi
pencahayaannya, kebersihannya, penataan ruangnya, dan sebagainya.
• Seluruh lingkungan kerja terutama lingkungan kerja proses produksi terdapat
pencahayaan yang cukup tepat di atasnya.
• Seluruh lingkungan kerja proses produksi juga dilengkapi dengan AC dan
pengatur kelembaban.
• Penataan ruangannya pun sudah tertata dengan rapi. Setiap departemen sudah
terpisah dengan jarak tertentu sehingga tidak saling menyatu.
• Serta kebersihan setiap lingkungan kerja sangat terjaga.
Analisis Kondisi Lingkungan Kerja
• Pada proses pemotongan kain menggunakan mesin pemotong otomatis. Mesin
pemotong kain otomatis ini menghasilkan paparan getaran dan kebisingan.
• Proses penjahitan pakaian juga terdapat paparan getaran dan kebisingan yang
dihasilkan oleh mesin jahit.
• Proses merapikan pakaian juga terdapat paparan kebisingan.
• Alat yang digunakan untuk merapikan pakaian tidak hanya setrika, terdapat juga
alat lain yang digunakan berupa alat yang menghasilkan uap panas sehingga
pakaian tidak kusut dan lebih rapi.
Analisis Dampak Paparan pada Industri Konveksi
Pada industri konveksi Romanita, paparan yang dialami oleh
pekerja adalah paparan kebisingan dan paparan getaran. Paparan
kebisingan berasal dari mesin jahit, mesin pemotong kain dan
kancing yang menggunakan laser. Sedangkan paparan getaran juga
berasal dari mesin jahit dan mesin pemotong kain dan kancing
yang menggunakan laser. Pekerja Romanita bekerja selama 8 jam /
hari, dimana batas kebisingan dalam NAB adalah 85 dB. Sedangkan
untuk NAB getaran tangan dan lengan untuk 8 jam kerja per hari
adalah sebesar 5 meter/detik2. Jika melebihi batas yang
diperkenankan tersebut akan menimbulkan efek atau resiko bagi
kesehatan pekerja.
Tingkat kebisingan yang melebihi nilai ambang batas
dapat mendorong timbulnya gangguan pendengaran dan
risiko kerusakan pada telinga baik bersifat sementara
maupun permanen setelah terpapar dalam periode waktu
tertentu tanpa penggunaan alat proteksi yang memadai.
Paparan kebisingan juga dapat memunculkan gangguan
stress, percepatan denyut nadi, peningkatan tekanan darah,
kestabilan emosional, gangguan komunikasi dan penurunan
motivasi kerja. Sedangkan dampak dari paparan getaran yaitu
hand-arm vibration syndrome (HAVS) dan Carpal Tunnel
Syndrome. Bila pekerja terpapar getaran secara terus menerus,
efek getaran dapat menimbulkan gangguan atau kelainan
dalam peredaran darah dan saraf, kerusakan pada persendian
dan tulang, memengaruhi konsentrasi kerja dan mempercepat
kelelahan.
Hand-Arm Vibration Syndrome
(HAVS) atau white finger
phenomenon adalah istilah yang
digunakan untuk menggambarkan
cidera yang terjadi pada tangan dan
lengan yang disebabkan oleh
paparan berlebihan terhadap alat
getar. Jari jemari menjadi putih
diakibatkan oleh sirkulasi darah
yang buruk yang merusak
pembuluh darah dan jaringan.
Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
menimbulkan efek rasa geli, mati rasa, dan
tangann lemah yang bisa mengurangi
kemampuan bekerja di kondisi dingin atau
basah.
Pengendalian pada Industri Konveksi
• Melakukan perawatan mesin (maintenance) secara berkala.
• Memasang bahan penyerap bunyi (absorber) pada dinding ruangan.
• Perawatan mesin-mesin dapat dilakukan dengan mengganti semua komponen
mesin yang sudah tidak layak pakai, mengencangkan komponen yang sudah
longgar, dan memberi pelumas pada komponen yang stasioner.
• Mengurangi waktu pemaparan kebisingan dengan cara pengaturan waktu kerja
dan istirahat. Cara lain dapat dilakukan dengan melakukan pembagian shift
kerja dan pemberian jadwal cuti kerja.
• Menggunakan Alat Pelindung Telinga (APT) yang dapat berupa sumbat telinga
(earplug), tutup telinga (earmuff), atau helmet.
THANK YOU 