Anda di halaman 1dari 21

MATERI

Jabatan Fungsional
Penyuluh Kesehatan Masyarakat
(“JABFUNG PKM”)

Disampaikan dalam rangka Diklat Jabatan


fungsional Penyuluhan Kesehatan, Jenjang Ahli
, tgl 3 April 2017
di BPSDMD Prov Jawa Tengah
Dasar Hukum
1. UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok
Kepegawaian yg telah dirubah dg UU Nomor 43
Tahun 1999
2. PP Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jafung PNS
3. PP Nomor 32 Tahun 1996 tentang Nakes
4. Keppres Nomor 87 Tahun 1999 tentang rumpun
jabatan fungsional PNS
5. KepMenpan Nomor 58/Kep.M.PAN/8/2000
tentang Jabatan fungsional PKM.
Pengertian
• Jabatan fungsional adalah kedudukan yg
menunjukkan tugas, tanggung jawab,
wewenang dan hak seorang PNS dalam suatu
satuan organisasi yg dalam pelaksanaan
tugasnya didasarkan pada keahlian (profesi &
kompetensi) dan atau keterampilan tertentu
serta bersifat mandiri.
• Jabatan fungsional pada hakekatnya adalah
jabatan teknis yang tidak tercantum dalam
struktur organisasi, namun sangat diperlukan
dalam tugas-tugas pokok dalam organisasi
Pemerintah.

• Jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil terdiri


atas jabatan fungsional keahlian dan jabatan
fungsional keterampilan.
Tugas Pokok Jabfung PKM
• Melaksanakan kegiatan advokasi
• Melaksanakan kegiatan bina suasana
• Melaksanakan pemberdayaan masyarakat
• Melakukan penyebarluasan informasi kesehatan dalam
berbagai bentuk dan saluran komunikasi
• Membuat rancangan media baik media cetak, elektronik
maupun luar ruang
• Melakukan pengkajian/penelitian perilaku masyarakat yang
berhubungan dengan kesehatan
• Merencanakan intervensi dalam rangka mengembangkan
perilaku masyarakat yang mendukung kesehatan
Pengembangan Karir PNS
1. PP 16/1994
Jafung tertentu 2. KepPres
(Angka Kredit) 112 JF 87/1999
3. Per Menpan

Jab struktural
CPNS PNS (Manajarial) PP 100/2000 JO
Eselon I, II, III, dan IV PP 13/2002

Jafung Umum UU 8 / 1974


UU 43 / 1999
(Non angka Kredit)
Formasi PNS dalam jabatan
(Pasal 17 ayat 2 UU 43 / 1999)
PNS diangkat dalam jabatan dan pangkat

Jabatan
Jabatan
fungsional
struktural

Formasi Umum Khusus


Struktural (Non AK) (dg AK)

Eselon Formasi
I,II, III dan IV Per jenjang
Jabatan

112 JF
(Ahli & Terampil)
PROFESIONALISME
1. Dapat bekerja mandiri yaitu dg kemampuan yg telah dimiliki
mencari pekerjaannya sendiri dan mengembangkan kreativitas
dalam pekerjaaannya.

2. Mampu memecahkan masalah organisasi menurut jenjang atau


level pekerjaannya.

3. Mampu membuahkan karya sebagai karya individu

4. Mampu mengembangkan diri dengan kompetensi yang telah


dimiliki.
Jenjang Jabatan Fungsional & Pangkat
• Jabatan fungsional PKM terdiri atas Jabatan Fungsional
Terampil dan Jabatan Fungsional Ahli.
• I. JABATAN FUNGSIONAL TERAMPIL
NO, JABATAN, GOL/ RUANG, KETERANGAN
1, Pelaksana Pemula, II/a, Sekurang-kurangnya berijazah
Sekolah Lanjulan Tingkat Atas
2, Pelaksana, II/b-II/c-II/d
3, Pelaksana Lanjulan, III/a-III/b
4, Penyelia, III/c - III/d
• II. JABATAN FUNGSIONAL AHLI
NO, JABATAN, GOL/RUANG, KETERANGAN
1, Ahli Pertama, III/a-III/b, Sekurang-kurangnya berijazah
Sarjana (SI) atau D-IV
2, Ahli Muda, III/c - III/d
3, Ahli Madya, IV/a-IV/b-IV/c
4, Ahli Utama, lV/d - IV/e
Keuntungan & peluang
menjadi PF PKM
• Dpt meningkatkan kemandirian shg lebih
profesional dlm melaks tugas.
• Jenjang kepangkatan dpt naik tanpa dibatasi
o/ pendidikan
• Dimungkinkan mendapat tunjangan
fungsional sesuai peraturan
• Dimungkinkan mendapat pelatihan2 u/
meningkatkan keahlian/keterampilan.
Ciri-ciri pejabat fungsional

• Lebih banyak bekerja & bersifat mandiri


• Kenaikan pangkat pjf didasarkan atas kinerja dan
diukur dg AK
• Jenjang pangkat tidak tergantung pada pendidikan
maupun eselonering.
• Pjf melaksanakan tugasnya berdasarkan
profesionalisme
• Pjf berhak atas tunjangan jafung yang ditetapkan
oleh pemerintah.
Persyaratan Pengangkatan
Persyaratan untuk pengangkatan pertama dalam
jabatan fungsional adalah:

• Berkedudukan sebagai pegawai negeri sipil,


• Memiliki ijazah sesuai dengan tingkat pendidikan dan
kualifikasi pendidikan yang ditentukan,
• Telah menduduki pangkat menurut ketentuan yang
berlaku,
• Telah lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang
ditentukan,
• Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam
DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 tahun
terakhir.
Kenaikan Jabatan
Pejabat fungsional dapat dipertimbangkan untuk
diangkat ke dalam jabatan yang setingkat lebih
tinggi apabila memenuhi syarat:

• Sekurang-kurangnya telah 1 tahun dalam jabatan


terakhir,
• Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk
kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi,
• Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan
dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik
dalam 1 tahun terakhir.
Kenaikan Pangkat
Pejabat fungsional dapat dipertimbangkan untuk
dinaikan kedalam pangkat yang setingkat lebih
tinggi apabila memenuhi syarat:

• Sekurang-kurangnya telah 2 tahun dalam pangkat


terakhir,
• Memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk
kenaikan jabatan yang setingkat lebih tinggi,
• Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan
dalam DP-3 sekurang-kurangnya bernilai baik
dalam 2 tahun terakhir.
PF PKM dibebaskan sementara dari
jabatannya, apabila :
• Dalam jangka 5 th sejak diangkat dlm pangkat
terakhir tidak dpt mengumpulkan AK
• Dalam jangka waktu 1 th sejak diangkat dlm
pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan
AK minimal 10 bg PKM penyelia (Penata Tk.I
/III d) dan 20 bg PKM Madya (Pembina Utama
muda / IV c)
• Ditugaskan diluar jabatan PKM
• Tugas belajar
PF PKM diberhentikan dari jabatannya, apabila

• Dalam jangka waktu 1 th sejak dibebaskan


sementara dari jabatannya.
• Dijatuhi hukuman disiplin PNS.
Pembebasan sementara dan pemberhentian
PEMBEBASAN PEMBERHENTIAN
SEMENTARA
P. Pemula IIb s/d Penyelia IIIc 5 th tidak dapat 6 th tidak dapat
Pertama IIIa s/d Madya IVb mengumpulkan AK yang mengumpulkan AK yg
ditentukan ditentukan
Terampil Setiap 1 th tidak dapat Tahun berikutnya AK belum
Penyelia III d mengumpulkan 10 angka terpenuhi
kredit dari kegiatan tugas
pokok
Ahli Setiap 1 th tidak dapat Tahun berikutnya AK belum
Madya IV e mengumpulkan 25 AK dari terpenuhi
kegiatan tugas pokok.
Semua Jenjang -Dijatuhi hukuman disiplin Djatuhi hukuman disiplin
penurunan pangkat. tingkat berat kecuali
- Diberhentikan penurunan pangkat
sementara sbg PNS Telah mencapai batas usia
- Ditugaskan secara penuh pensiun PNS
diluar unit JF
- Cuti diluar tanggungan
negara.
Jenjang pangkat fungsional kesehatan
Jenjang utama  Pembina Utama IV e  1050
 Pembina Utama Madya IV d  850

Jenjang Madya  Pembina utama muda IV c  700


 Pembina Tingkat I IV b  550
 Pembina IV a  400

Jenjang muda  Penata tingkat I III d  300


 Penata III c  200

Jenjang pertama  Penata muda tk.I III b  150


 Penata muda III a  100
Jenjang pangkat fungsional kesehatan

• Jenjang penyelia  Penata tk. I IIId  300


• Penata III c  200

• Jenjang pelaksna lanjutan  Penata muda tk. I III b  150


•  Penata muda III a  100

• Jenjang pelaksana Pengatur tk. I Iid  80


•  Pengatur IIc  60
•  Pengatur muda tk. I II b  40

• Jenjang pelaksana pemula  Pengatur muda II a  25


Butir kegiatan Jafung PKM

Ak unsur Utama.

• Penilaian AK dari keg pendidikan


• Penilaian AK dari keg pelatihan
• Penilaian AK dari keg pelayanan/pek.
• Penilaian AK dari pengemb profesi
• Menterjemahkan/menyadur karya tulis
AK dari Unsur Penunjang

• Penilaian AK dari keg mengajar/melatih pada


diklat.
• Penilaian AK dari keg menjadi angg Orprof
• Penilaian AK jafungkes dari keg menjd angg tim
penilai jafungkes.
• Penilaian AK jafungkes dari memperoleh gelar
kesarjanaan lainnya
• Penilaian AK jafungkes dari keg memperoleh
penghargaan/tanda jasa.