Anda di halaman 1dari 9

KEPUTUSAN KLINIK YANG BERKAITAN

DENGAN KEGAWATDARURAN MATERNAL DAN


NAONATAL
Kelompok IV

Adelia Irawan P00324017002


Alma sulistiani P00324017004
Masyita Purwanti P003240170
Reska P003240170
Wd Feby Rusmina P003240170
Respon cepat terhadap suatu
kegawatdaruratan.
KAJI TANDA BAHAYA PERTIMBANGAN
jalan napas dan perhatikan adanya : · Anemia berat
pernapasan · Sianosis · Gagal jantung
(kebiruan) · Pneumonia
· Distress · Asma
(pernapasan)
periksa :
· Kulit : pucat
· Paru-paru :
ronchi dan wheezing

Sirkulasi (tanda syok) Periksa : Syok


· kulit: dingin dan
lembab
· denyut nadi :
cepat(110 atau lebih)
dan lemah
tekanan darah : rendah
(sistolik kurang dari
90mmHg)
Prinsip dasar penanganan
kegawatdaruratan
1. Menghormati hak pasien
Setiap pasien harus diperlakukan dengan rasa hormat, tanpa memandang status
sosial dan ekonominya
2. Gentleness
Dalam melakukan pemeriksaan ataupun memberikan pengobatan setiap langkah
harus dilakukan dengan penuh kelembutan
3. Komunikatif
Petugas kesehatan harus berkomunikasi dengan pasien dalam bahasa dan kalimat
yang tepat, mudah dipahami, dan memperhatikan nilai norma kultur setempat.
4. Hak Pasien
Hak-hak pasien harus dihormati seperti penjelasan informed consent, hak
pasien untuk menolak pengobatan yang akan diberikan dan kerahasiaan status
medik pasien.
5. Dukungan Keluarga (Family Support)
Penanganan dasar dan awal
kegawatdaruratan
1. Tetap tenang, berpikir secara logis dan fokuskan pada kebutuhan ibu
2. Jangan meninggalkan ibu sendirian.
3. Laksanakan tanggung jawab hindari kebingungan dengan menunjuk orang lain
untuk bertanggung jawab.
4. Berteriak minta bantuan
5. Jika ibu tidak sadar. Kaji jalan napas, pernapasan dan sirkulasinya.
6. Jika dicurigai terjadi syok, segera mulai terapi walaupun tidak ada tanda syok,
tetap kirkan tentang syok saat mengevaluasi ibu lebih lanjut karna statusnya dapat
memburuk dengan cepat.
7. Atur posisi ibu berbaring miring kiri dengan meninggikan kakinya. Longgarkan
pakaian yang ketat.
8. Bicara pada ibu dan bantu agar tetap tenang. Tanyakan tentang apa yang terjadi dan
gejala yang dialami.
9. Lakukan pemeriksaan dengan cepat yang meliputi pemeriksaan TTV dan warna
kulit.
Penanganan lanjut kegawatdaruratan
Prinsip penanganan kasus kegawatdaruratan
a. Pastikan jalan napas bebas
b. Pemberian oksigen
c. Pemberian cairan intravena
d. Pemberian tranfusi darah
e. Pasang kateter kandung kemih
f. Pemberian antibiotika
g. Obat pengurang rasa nyeri
h. Penanganan masalah utama
i. Rujukan
Prinsip pencegahan, penentuan dan
penanganan syok.
1. Pencegahan syok.
Ingatlah prioritas keamanan pada saat memasuki daerah tugas :
a. Keamanan anda
Nampaknya egoistis, namun kenyataan adalah bahwa keamanan
diri sendiri merupakan prioritas utama
b. Keamanan lingkungan
Ingat rumus do no further harm karena ini meliputi juga
lingkungan sekitar penderita yang belum terkena cidera
c. Keamanan penderita
Betapapun ironisnya, tetapi prioritas terakhir adalah penderita
sendiri, karena penderita ini sudah cidera sejak awal.
Curigai atau antisipasi kejadian syok jika terdapat kondisi
berikut ini:
ü Perdarahan pada kehamilan muda
ü Perdarahan pada kehamilan lanjut atau pada saat
persalinan
ü Perdarahan pascasalin
ü Infeksi berat (seperti pada abortus septik,
korioamnionitis, metritis)
ü Kejadian trauma
ü Gagal jantung
2. Penentuan syok.

Kondisi berikut dapat menyebabkan terjadiya syok :


1. Dehidrasi (syok hipovolemik)
2. Serangan jantung (syok kardiogenik)
3. Gagal jantung (syok kardiogenik)
4. Trauma atau cedera berat
5. Infeksi (syok septik)
6. Reaksi alergi (syok anafilaktik)
7. Cedera tulang belakang (syok neurogenik)
8. Sindroma syok toksik.
3. Penanganan syok

Penanggulangan syok dimulai dengan tindakan umum yang


bertujuan untuk memperbaiki perfusi jaringan;
memperbaiki oksigenasi tubuh; dan mempertahankan suhu
tubuh. Tindakan ini tidak bergantung pada penyebab syok.
Diagnosis harus segera ditegakkan sehingga dapat diberikan
pengobatan kausal. Segera berikan pertolongan pertama
sesuai dengan prinsip resusitasi ABC. Jalan nafas (A = air
way) harus bebas kalau perlu dengan pemasangan pipa
endotrakeal. Pernafasan (B = breathing) harus terjamin,
kalau perlu dengan memberikan ventilasi buatan dan
pemberian oksigen 100%.