Anda di halaman 1dari 38

PRESENTASI KASUS

Parkinson dan
Penatalaksanaannya
Pembimbing :
Pembimbing: dr. Alfi Isra, Sp.S

Yulita Hera
112018058

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF


RSUD CENGKARENG
IDENTITAS PASIEN
• Nama : NY G
• Umur : 64 tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Status Perkawinan : Menikah
• Agama : Islam
• Suku Bangsa : Sunda
• Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
• Alamat : Jakarta
• No RM : 6692xx
Anamnesis

Auto dan alloanamnesis pada tanggal 02 Agustus


2019, pukul 11.05 WIB di Poli klinik saraf RSUD
Cengkareng

Keluhan Utama :
Tangan kiri pasien merasa bergetar sejak 2 tahun
SMRS
Riwayat penyakit sekarang
Pasien datang ke poli Klinik saraf RSUD Cengkareng pada tanggal 02 Agustus 2019,
pasien datang untuk kontrol, pasien datang dengan keluhan tangan bergetar sejak 2
tahun SMRS. Pasien mengatakan tangan yang bergetar hanya sebelah kiri saja,
sedangakan tangan kanan tidak. Getaran dirasakan pada pergelangan tangan saja, siku
dan bahu pasien tidak ikut bergetar. Keluhan bergetar dirasakan sepanjang hari dan
malah semakin meningkat saat tangan pasien istirahat dan tidak melakukan /
memegang apa – apa seperti benda. Aktivitas sehari – hari yang memerlukan gerakan
besar seperti makan, minum, mandi ,dan menulis masih bisa pasien lakukan.
Riwayat penyakit sekarang
Pasien masih dapat berjalan sendiri, tetapi pasien hanya dapat berjalan dengan
langkah pendek. Pasien masih dapat berdiri sendiri seperti saat bangun dari duduk
atau memulai berjalan tanpa bantuan orang. Pasien menagatakan masih bisa seperti
menulis dan bertanda tangan sendiri. Pasien saat dilakukan pemeriksaan fleksi dan
ekstensi pada lengan terasa kaku. Pasien tidak ada keluhan tersedak saat makan
maupun minum. BAK pasien tidak ada keluhan, hanya saja pasien merasa sudah 2 hari
ini tidak ada bab.
Riwayat penyakit sekarang
Keluhan tidur seperti kurang tidur tidak ada, pasien tidurnya cukup. Keluarga pasien
juga mengatakan tidak ada keluhan tangan bergetar saat tidur namun tangan pasien
sering bergerak dan tangan seperti mengepal, keluhan ini sudah dialami sejak 2
tahun yang lalu. Saat itu, pasien didiagnosa dengan parkinson kemudian menjalani
pengobatan rutin di RSUD Cengkareng. Pasien mengatakan keluhan tangan bergetar
lebih hebat dari pada saat ini. Pasien mengaku tidak ingat bagaimana mulainya
getaran tangan tersebut, pasien hanya mengatakan dia di kasih tau keluarganya kalau
tangannya terlihat suka gemetar seperti tremor. Pasien sekarang sedang menjalani
pengobatan parkinson, selama minum obat keluhan dirasakan berkurang
Riwayat Penyakit Dahulu

• Riwayat LBP sejak 3 tahun yang lalu


• Riwayat hipertensi tidak terkontrol sejak 2 tahun yang lalu
• Riwayat stroke 2 tahun yang lalu
• Diabetes Melitus, Sakit jantung, Asam urat, Trauma, Sakit kepala
sebelumnya, dan Kegemukan  di sangkal

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada yang memiliki keluhan serupa

Riwayat Kelahiran/Pertumbuhan/Perkembangan

Pasien lahir normal cukup bulan, riwayat pertumbuhan dan


perkembangan tidak terhambat.
PEMERIKSAAN FISIK
• Status Internus

Kesadaran : Compos mentis • Mata : Konjungtiva anemis -/- , sklera ikterik


-/-,
E4M6V5 (GCS 15)
Keadaan Umum : Tampak sakit
• Leher : Tidak didapatkan pembesaran KGB
sedang
BB : 60 kg • Jantung : BJ I-II, regular, Gallop (-), Murmur(-)
TB : 155 cm
Tanda Vital • Paru: SN vesikuler kedua lapang paru, Rhonki
Tekanan Darah : 162/76 mmHg (-)/(-), Wheezing(-)/(-)
TekanNadi : 71 x/menit
Pernafasan : 20 x/menit • Hepar : Tidak teraba membesar
Suhu : 36,5 ºC
• Lien : Tidak teraba membesar

• Ekstemitas: Akral hangat, edema (-), sianosis


(-), CRT <2’
PEMERIKSAAN FISIK
STATUS PSIKIATRI
Tingkah Laku : Wajar
Perasaan Hati : Biasa
Orientasi : Baik
Jalan Pikiran : wajar
Daya Ingat : baik

STATUS NEUROLOGIS
Kesadaran : Compos mentis, E4M6V5, GCS 15
Sikap Tubuh : baik
Cara Berjalan : baik, dengan berjalan dengan langkah pendek
Gerakan Abnormal :Tremor pada tangan kiri, rigiditas
PEMERIKSAAN FISIK
KEPALA
• Bentuk : Normosefalik
• Simetris : Simetris
• Pulsasi : Teraba pulsasi a. Temporalis dextra dan sinistra
• Nyeri tekan: Tidak ada
• Ekspresi : Tampak datar

LEHER
• Sikap : Lurus, simetris
• Gerakan : kanan, kiri baik
• Vertebra : Normal
• Nyeri tekan: Tidak ada
GEJALA RANGSANG MENINGEAL

Kanan Kiri
• Kaku kuduk : - -
• Laseque : - -
• Kerniq : - -
• Brudzinsky I : - -
• Brudzinsky II : - -
NERVUS CRANIALIS
N I. (Olfaktorius) Kanan Kiri

Subjektif Tidak dilakukan Tidak dilakukan


Daya Penghidu - -
N II. (Optikus)
Tajam pengelihatan Baik Baik

Lapangan pengelihatan Baik Baik

Melihat warna Baik Baik

Fundus okuli Baik Baik

N III, IV dan VI
Celah mata Ptosis - Ptosis -
Strabismus Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Nistagmus Tidak ada Tidak ada
Eksoftalmus Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan
Gerakan Bola mata
Lateral Baik Baik

Medial Baik Baik

Atas Medial Baik Baik

Bawah Medial Baik Baik

Atas Lateral Baik Baik

Bawah Lateral Baik Baik

Pupil
Ukuran +3 +3
Bentuk Bulat Bulat
Iso / anisokor Isokor Isokor
Posis Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Reflek Cahaya langsung + +
Reflek Cahaya Tidak langsung + +
N V. (Trigeminus)
Membuka mulut Baik Baik
Mengunyah Baik Baik
Menggigit Baik Baik
Sensibilitas
Refleks kornea Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Reflek Masseter + +
Reflek Zigomatikus + +
Reflek Bersin Tidak dilakukan Tidak dilakukan
N VII. (Facialis)
Mengerutkan dahi + +
Menutup mata + +
Memperlihatkan gigi + +
Bersiul Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Perasaan lidah bagian 2/3 depan Tidak dilakukan Tidak dilakukan

N VIII. (Vestibulokoklear)
Mendengar suara gesekan jari tangan Baik Baik

Suara detik jam Kurang Kurang


Weber Tidak dilakukan Tidak dilakukan
N IX. (Glossofaringeus)
Arcus pharynx Tidak dilakukan Tidak dilakukan
Posis uvula Di tengah Di tengah
Daya pengecapan lidah 1/3 Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Reflek muntah Tidak dilakukan Tidak dilakukan


N X. (Vagus)
Denyut nadi Di teraba
Bicara Baik, disphoni (-), pelo (-)
Menelan Baik
N XI. (Asesorius)
Mengangkat bahu Baik Baik
Memalingkan kepala Baik Baik
Sikap Bahu Simetris Simetris
N XII. (Hypoglossus)
Menjulurkan lidah Simetris
Kekuatan lidah Baik
Atrofi lidah Tidak ada
Artikulasi Jelas
Tremor lidah Tidak ada
SISTEM MOTORIK

Trofi : Eutrofi Eutrofi


Eutrofi Eutrofi

Gerakan : Terbatas Terbatas


Terbatas Terbatas
Kekuatan : 5555 5555
5555 5555
Tonus : Normotonus Normotonus
Normotonus Normotonus
SISTEM REFLEKS
REFLEKS FISIOLOGIS
Refleks Tendon : Kanan Kiri
• Refleks Biseps : (+) (+)
• Refleks Triseps : (+) (+)
• Refleks Patella : (+) (+)
• Refleks Archilles : (+) (+)

Refleks Permukaan :
• Dinding perut : Simetris
• Cremaster : Tidak dilakukan
• Spinchter Anii : Tidak dilakukan
REFLEKS PATOLOGIS kanan kiri

• Hoffman Trommer : (-) (-)


• Babinski : (-) (-)
• Chaddock : (-) (-)
• Openheim : (-) (-)
• Gordon : (-) (-)
• Schaefer : (-) (-)
• Rosolimo : (-) (-)
• Mendel Bechterew : (-) (-)
• Klonus paha : (-) (-)
• Klonus kaki : (-) (-)
SISTEM SENSIBILITAS

Kanan Kiri
Taktil + +
Nyeri + +
Termi Tidak dilakukan Tidak dilakukan

KOORDINASI DAN KESEIMBANGAN

Tes Romberg : Baik


Tes Tandem : (-)
Tes Fukuda : Tidak dilakukan
Disdiadokinesis : Tidak dilakukan
Rebound phenomenon : Tidak dilakukan
Dismetri : baik
Tes telunjuk hidung : Baik
Tes telunjuk telunjuk : Baik
Tes tumit lutut : Baik
FUNGSI OTONOM
Miksi :
Inkontinensia : (-)
Retensi : (-)
Anuria : (-)

Defekasi
Inkontinensia : (-)
Retensi : (-)

FUNGSI LUHUR
• Fungsi bahasa : Baik
• Fungsi emosi : Baik
• Fungsi orientasi : Baik
• Fungsi memori : Baik
• Fungsi kognisi : Baik
Gerakan-gerakan abnormal
Tremor : Ada pada tangan kiri, gerakan seperti
mengepal
Miokloni : tidak ada
Khorea : tidak ada

• PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Belum dilakukan
RESUME
Perempuan 64 tahun datang ke poli klinik RSUD Cengkareng dengan keluhan
tangan sebelah kiri tremor selama 2 tahun SMRS. Tremor dirasakan pada
pergelangan tangan, dirasakan sepanjang hari dan semakin meningkat saat
tangan pasien istirahat. Pasien saat dilakukan pemeriksaan fleksi dan ekstensi
pada lengan terasa kaku. Pasien BAB sudah 2 hari tidak BAB, BAK normal.

Pada pemeriksaan fisik  didapatkan kesadaran CM, GCS 15, E4M6V5.


Tekanan darah 162/76 mmHg, nadi 71x/menit, respirasi 20x/menit, suhu
36,5°c. Pada wajah/ kepala ditemukan ekspresi wajah tampak datar.

Pemeriksaan neurologis  pasien berjalan langkah pendek, terdapat gerakan


abnormal pada tangan kanan tremor.
DIAGNOSIS
• Diagnosis Klinik : Tremor, rigiditas
• Diagnosis Topik : degenerasi substansia nigra (ganglia basalis)
• Diagnosis Etiologi : Parkinsone disease

PENATALAKSANAAN
Terapi Medikamentosa
• Leparson 3 x 1
• THP/Hexymer 3 x 1
• Amlodipin 1 x 10 mg

Terapi Non-Medikamentosa
• Kontrol rutin dokter spesialis saraf
• Edukasi pasien mengenai pengobatan penyakit dan prognosisnya
Prognosis
• Ad vitam : ad bonam
• Ad fungsionam : dubia
• Ad sacationam : ad malam
Parkinsonism

Parkinson’s
Disease / Degenerasi
ganglia basalis
(substantia
Penyakit nigra pars
kompakta)

Parkinson

Inklusi
sitoplasmik
eosinofilik
(Lewy bodies)
Etiologi / Faktor risiko
• Usia
• Ras (orang kulit putih)
• Genetik
• Lingkungan
• Toksin : MPTP, dll
• Penggunaan herbisida dan pestisida
• Infeksi
• Cedera kranio serebral
• Stress emosional
• Melanoma
Klasifikasi PD
Parkinsonisme Sindroma Parkinson
Parkinsonisme Idiopatik
Simptomatik Plus (Multiple System
(Primer)
(Sekunder) Degeneration)
• Bentuk sindrom • Pada parkinson yang • Pada kelompok
parkinson yang kronis sekunder atau parkinson plus, gejala
yang paling sering di simtomatik, parkinson hanya
jumpai ialah jenis penyebabnya merupakan sebagian
primer atau idiopatis, diketahui, beragam dari gambar penyakit
yang disebut juga kelainan atau penyakit keseluruhan. Dari segi
sebagai paralisis dapat menyebabkan terapi dan prognosis
agitans. sindrom parkinson, di perlu dideteksi jenis
antaranya dapat ini, yang misalnya
disebut : didapat pada penyakit
arteriosklerosis, wilson, huntington,
anoksia atau iskemia hidrosefalus
otak, obat- obatan, normotensif.
zat toksik, penyakit
infeksi di otak.
DISKUSI
Anamnesis
Pasien Ny G dengan jenis kelamin perempuan,
usia 64 tahun

Epidemiologi  Laki-laki > perempuan (3:2)


Insidensi dan prevalensi yang
lebih tinggi pada populasi umur > 60 tahun
RESTING TREMOR

Pasien merasakan tangan bergetar sebelah


kiri, getaran yang di rasakan di
pergelangan tangan saja. Keluhan
bergetar dirasakan sepanjang hari dan
malah semakin meningkat saat tangan
pasien istirahat dan tidak melakukan /
memegang apa – apa seperti benda
- Gejala pertama pada penyakit Parkinson
- Bermula pada satu tangan kemudian meluas pada
tungkai sisi yang sama
-Frekuensi berkisar antara 4-7 gerakan/menit
-Terutama timbul pada keadaan istirahat
-Berkurang bila ekstremitas digerakkan
RIGIDITAS

Pasien saat di lakukan pemeriksaan tonus otot


pada tangan pasien saat di fleksi dan ekstensi,
tangan pasien terasa kaku

Gerakan secara pasif oleh pemeriksa, dengan


melakukan fleksi-ekstensi secara berurutan,
maka akan dirasakan tonus otot seperti ‘roda
gigi’. Biasanya dikerjakan di persendian siku dan
lengan.
BRADIKINESIA

Pasien masih dapat berjalan sendiri, tetapi pasien


hanya saja berjalan dengan langkah pendek. Pasien
masih dapat berdiri sendiri seperti saat bangun
dari duduk atau memulai berjalan tanpa bantuan
orang. Pasien mengatakan masih dapat menulis
dan bertanda tangan sendiri

Selain tremor pasien juga mengalami beberapa


gejala klinis seperti berjalan dengan lambat
(bradikinesia), keluhan ini sesuai dengan teori yaitu
gerakan volunter menjadi lambat, dan memulai
sesuatu gerakan menjadi sulit selain itu didapatkan
berkurangnya gerakan asosiatif bila berjalan sulit
bangun dari kursi, sulit memulai berjalan, lambat
mengenakan pakian, lambat mengambil objek.
Eksperi muka atau mimik muka berkurang.
DIAGNOSIS
Klinis : Dua dari empat gejala : Tremor, rigiditas, dan
bradikinesia, ketidak stabilan postural

Kriteria Diagnosis Menurut Hughes

Possible. Terdapat salah Probable, bila terdapat


satu dari gejala utama kombinasi dua gejala
sebagai berikut: utama (termasuk Definite, bila terdapat
kegagalan refleks kombinasi tiga dari
*Tremor istirahat postural) alternatif lain : empat gejala atau dua
*Rigiditas tremor istirahat gejala dengan satu
asimetris, rigiditas gejala lain yang tidak
*Bradikinesia simetris.
asimetris atau
*Hilangnya refleks bradikinesia asimetris
postural sudah cukup
PERJALANAN PENYAKIT
Hoehn and Yahr (1967)
Stadium I Stadium II Stadium III Stadium IV Stadium V
Gejala dan Gejala Gerak tubuh Gejala yang berat, Stadium kakhetik
tanda nyata masih dapat (cachactic stage),
bilateral, berjalan hanya
unilateral, kecacatan melambat, kecacatan total,
untuk jarak
ringan, tidak keseimbangan tidak mampu
minimal, tertentu, rigiditas
menimbulkan mulai terganggu dan bradikinesia, berdiri dan
kecacatan,
sikap/cara saat berjalan
tidak mampu berdiri
biasanya berjalan berjalan/berdiri, sendiri, tremor walaupun
terdapat terganggu disfungsi umum dapat berkurang dibantu
tremor sedang dibandingkan
unilateral stadium sebelumnya
Pemeriksaan Penunjang
• Magnetic Resonance Imaging (MRI)
– Untuk menyingkirkan diagnosis banding lain, seperti parkinsonisme
vascular, penyakit Wilson dan sindrom parkinsonisme atipikal
• Positron Emission Tomography (PET) dan Single-Photon Emission
Computed Tomography (SPECT)
– visualisasi bagian pre dan pascasinaps dari proyeksi nigrostriatal
– membedakan Penyakit Parkinson, parkinsonisme atipikal lain, tremor
esensial
• Ultrasonografi Transkranial
– gambaran hiperekoik di substansia nigra
TATALAKSANA
• Berdasarkan penatalaksanaan
– Leparson yang berisi Levodopa 100 mg dan Benserazide HCL
28,5 mg (DOPA decarboxylase inhibitor)
– THP/Hexymer yang merupakan obat golongan antikolinergik
– Hal ini sesuai dengan algoritme tatalaksana terapi parkinson
dimana pasien yang mempunyai ganguan fungsional dengan
tremor sebagai gejala utama dan usia diatas 60 tahun dapat
diberikan terapi dengan Levodopa
– Pasien menjalani terapi selama 2 tahun dan gejala tremor
pasien masih ada, maka pasien dapat diberikan pilihan terapi
berupa agonis dopamin (dalam kasus ini adalah Pramipexole)
bersamaan dengan Levodopa (Leparson). Selain 2 obat di atas,
dalam algoritma tatalaksana juga disebutkan, pasien juga dapat
diberikan tambahan antikolinergik, yang diberikan juga dalam
kasus ini berupa THP/Hexymer
– Kesimpulan = terapi cocok dengan algoritma
Prognosis
• Berdasarkan Prognosis
– Prognosis ad vitam =
• Bonam, pasien dapat tetap dalam menjalankan proses kehidupan dengan baik serta
penyakitnya tidak mengancam nyawa.
– Prognosis Ad fungsionam =
• Dubia, dikarenakan adanya gejala seperti tremor dan rigiditasi sehingga pekerjaannya
sehari – hari bisa terganggu, terbukti dengan keluhan pasien yang tremor dan jalan
langkahnya pendek
– Prognosis Ad sanationam =
• Ad malam, karena parkinson merupakan penyakit degeneratif yang progresif dan
bertambah seiring dengan usia sehingga kemungkinan kesembuhan/ bebas dari
penyakit tersebut sangat kecil