Anda di halaman 1dari 3

• Dalam serangkaian kasus hanya lima pasien yang menderita demam

berdarah, pemberian kalsium karbonat oral dan vitamin D3


dilaporkan menghasilkan peningkatan klinis. Jumlah trombosit dan
gambaran klinis membaik secara spontan pada demam berdarah;

• Dalam studi kasus terkontrol dari 10 pasien dengan fitur klinis


demam berdarah di setiap lengan, peningkatan yang signifikan
dalam jumlah trombosit diamati setelah pemberian kalsium
karbonat oral. Peningkatan klinis yang signifikan, dengan waktu
yang lebih singkat untuk menunda dan pemulihan klinis juga
terlihat pada kelompok pengobatan. [22] Secara keseluruhan, tidak
ada bukti kuat tentang manfaat bahwa suplementasi kalsium
bermanfaat pada demam berdarah, meskipun bukti terbatas
menunjukkan bahwa itu adalah area yang membutuhkan penelitian
lebih lanjut.
Penurunan kolesterol
• Lipoprotein berperan dalam proses patofisiologi respon imun tubuh selama
terjadinya proses infeksi. Adanya perubahan profil lipoprotein dalam darah
disebabkan oleh induksi sitokin-sitokin selama proses infeksi berlangsung.
• Seperti yang terjadi saat infeksi bakteri dimana lipoprotein termasuk VLDL yang
memiliki kandungan kolesterol paling tinggi, akan mengikat endotoksin dan
dengan demikian akan menetralkan efek toksik endotoksin tersebut, maka pada
infeksi virus juga terjadi interaksi yang sama seperti halnya interaksi pada
mikroorganisme dan lipoprotein. Lipoprotein juga akan mengikat virus
dan mengurangi efek toksiknya.
• Pada penelitian eksperimental sebelumnya, diketahui bahwa metabolisme lipid
memiliki keterkaitan dengan produksi sitokin. Interaksi antara sitokin dan
lipoprotein bersifat dua arah, lipid terlibat dalam regulasi kadar sitokin dan
dengan demikian dapat mengubah respon kekebalan host. Di sisi lain, sitokin
diketahui memiliki kemampuan untuk mengubah metabolisme lipid dan IL-1
menurunkan kadar kolesterol serum, mungkin dengan mempengaruhi enzim
hydroxymethylglutaryl (HMG) koenzim A reduktase (CoA). Kadar kolesterol total
dalam plasma, high density lipoprotein, dan low- density lipoprotein menurun
secara bermakna pada pasien DBD yang berat, dibandingkan dengan pasien DBD
derajat ringan dan pada kontrol tanpa indikasi infeksi virus Dengue.
Pemeriksaan enzim SGPT &
SGOT

 ALT (SGPT) Alanine aminotransferase atau serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT)
adalah petanda yang paling sering digunakan pada toksisitas hepar. SGPT merupakan suatu
enzim hepar yang berperan penting dalam metabolisme asam amino dan glukoneogenesis.
Enzim ini mengkatalisa pemindahan suatu gugus amino dari alanin ke α-ketoglutarat untuk
menghasilkan glutamat dan piruvat. Kadar normal berada pada kisaran 5-10 U/L. Peningkatan
kadar enzim terjadi pada kerusakan hepar. Pengukuran kadar enzim ini merupakan tes yang
lebih spesifik untuk mendeteksi kelainan hepar karena terutama ditemukan dalam hepar.

AST (SGOT) Aspartate aminotransferase or serum glutamic oxaloacetate transaminase (SGOT)


adalah enzim hepar yang membantu produksi protein. Enzim ini mengkatalisa transfer suatu
gugus amino dari aspartat ke α-ketoglutarat menghasilkan oksaloasetat dan glutamat. Selain di
hepar, enzim ini juga ditemukan pada organ lain seperti 11 jantung, otot rangka, otak, dan
ginjal. Kerusakan pada salah satu dari beberapa organ tersebut bisa menyebabkab peningkatan
kadar pada enzim dalam darah. Kadar normal ada pada kisaran 7-40 U/L. Enzim ini juga
membantu dalam mendeteksi nekrosis sel hepar, tapi dianggap petanda yang kurang spesifik
untuk kerusakan sel hepar sebab enzim ini juga bisa menggambarkan kelainan pada jantung,
otot rangka, otak, dan ginjal. Rasio serum AST dengan ALT bisa digunakan untuk membedakan
kerusakan hepar dari kerusakan organ lain.