Anda di halaman 1dari 36

ASPEK FISIK

Geologi
Topografi
Hidrologi
Klimatologi
Vegetasi
GEOLOGI
Geologi berasal dari Bahasa Yunani. Geo berarti bumi, logos berarti ilmu pengetahuan.

Geologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala yang berkaitan
dengan proses terbentuknya bumi, keberadaan bumi, serta fenomena lainnya yang barkaitan
dengan bentukan-bentukan alam.

Cakupannya sangat luas sehingga dikelompokkan lagi menjadi cabang ilmu pengetahuan yang
lebih rinci, yaitu : geologi struktur, geologi pertambangan, geologi minyak, geologi teknik,
petrologi, mineralogi, vulkanologi, seismologi, stratigrafi, geofisika, geokimia, geologi sejarah,
palaentologi, geomorfologi, dan geologi lingkungan.

Di antara cabang ilmu geologi tersebut, yang mempunyai tautan erat dengan perencanaan
wilayah adalah geologi lingkungan.

Lautan geologi dan perencanaan pada lingkup makro :


Lebih banyak berhubungan dengan materi bumi yang ada di dalam perut bumi; yaitu batuan
dan mineral.
GEOLOGI –
VULKANOLO
GI – PROSES
TERBENTUKNY
A BATUAN
DAN
MINERAL
LINGKUP MAKRO : BATUAN
Batuan adalah materi alam yang menjadi penyusun utama dari materi bumi. Batuan dapat
Digolongkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu :

Batuan beku atau igneous rock adalah batuan yang terjadi dari pembekuan materi yang kental
yang berasal dari dalam bumi (magma). Magma panas yang bergerak dari dalam perut bumi ke
permukaan bumi makin lama makin dingin dan akhirnya membeku.
Pemanfaatan batuan beku :
 Batuan yang mempunyai kerapatan tinggi dan tidak porus : sangat baik untuk kebutuhan pekerjaan
di laut.
 Batuan yang tidak terpengaruh oleh asam : baik untuk digunakan di daerah industri.
 Batuan yang berat, keras dan mempunyai daya tahan besar : sesuai untuk pondasi bangunan,
pengeras jalan dan bahan lantai.
 Batuan yang mempunyai warna indah dan tidak porus : dapat digunakan untuk pelapis dinding
atau lantai.
 Batuan yang lunak dan ringan : dapat digunakan untuk untuk membuat patung.
 Batuan yang mempunyai BD sekitar 2,6 gram/cm2 : baik untuk bahan pekerjaan teknik berat.
Lanjutan...
Batuan endapan adalah batuan yang terjadi karena pengendapan materi hasil erosi., yang terjadi
melalui proses alam yang tiada henti-hentinya menggerus dan menghanyutkan bahan-bahan tanah
dan batuan dari satu tempat ke tempat lain. Hasil gerusan tersebut kemudian diakumulasikan di satu.

Berdasarkan tenaga yang mengangkut hasil pelapukan dan erosi, batuan sedimen digolongkan
menjadi tiga kelompok utama, yaitu :

 Sedimen aquatic, yaitu sedimen yang diendapkan oleh tenaga air. Contohnya adalah : gosong,
pasir, flood plain, natural levee, alluvial fan.
 Sedimen Aeolis, yaitu sedimen yang diendapkan oleh tenaga angin (Aeolis). Contohnya : tanah
loss, sand dunes, serir.
 Sedimen glacial, adalah sedimen yang diendapkan oleh gletser. Contohnya morena, drumlin.
Lanjutan…
Batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan dari bentuk asalnya dari batuan
yang sudah ada, baik batuan beku, batuan sedimen maupun batuan metamorf lainnya, sehingga
terjadi perubahan dari bentuk asalnya.
Berdasarkan proses metamorfosenya, batuan metamorf digolongkan :

 Metamorf geothermal, terbentuk melalui proses geothermal, yaitu metamorphose yang terjadi
karena pengaruh panas bumi. Metamorfose ini banyak dijumpai di dalam batuan sedimen yang
tebal, seperti endapan di geosinklinal yang bisa mencapai ketebalan sampai puluhan ribu meter.
 Metamorf dinamo atau dynamic metamorphism adalah suatu perubahan batuan yang diakibatkan
oleh tekanan tinggi yang dihasilkan oleh gerak diastrophisme. Jenis ini banyak dijumpai di daerah
patahan dan lipatan yang luas, karena itu disebut regional metamorphism. Contohnya adalah
mudstone atau batu lumpur menjadi slate (batu tulis).
 Metamorf kontak adalah metamorfosa yang terjadi karena pengaruh intrusi magma yang panas.
Banyak sekali mineral bahan galian yang terjadi melalui proses metamorfosa, misalnya besi, timah,
tembaga, zink.
 Metamorf metasomatisme terjadi jika pada intrusi magma, batuan lebur kemudian bercampur
dengan magma membentuk mineral baru. Pada proses ini terjadi rekristalisasi yang membentuk
mineral baru yang sifatnya sudah berbeda dengan induknya.
LINGKUP MAKRO : MINERAL
Tanah (soil) adalah bagian teratas dari bumi yang berupa media tumbuh tanaman. Secara fisik terdiri
dari campuran partikel anorganik, bahan organik yang melapuk, air dan udara. Partikel anorganik
berupa bahan padatan yang terdiri dari sekumpulan beberapa jenis mineral.

Partikel yang lebih besar biasanya diselubungi oleh bahan koloid yang partikelnya jelas lebih halus.
Pada tanah berpasir ukurannya lebih jelas dan lebih dominan, sedangkan pada tanah liat ternyata
lebih banyak menunjukkan sifat koloid.

• Ditinjau dari ukuran, dikenal adanya faksi pasir, debu dan tanah liat. Pasir yang paling besar,
seringkali merupakan pecahan dari batuan, seperti kwarsa.
• Ditinjau dari kesuburan, tanah dapat dipandang sebagai suatu bahan yang tersusun dari partikel
batuan yang telah lapuk, yang bersama bahan organik air, udara, menjadi media pertumbuhan
tanaman.

Hubungannya dengan PWK : lokasi batuan dan mineral hanya dapat dilihat pada lingkup
perencanaan yang luas baik yang lokasinya berada di permukaan bumi maupun di perut bumi.
Semakin luas cakupan perencanaan, semakin luas dan semakin besar pula tautannya dengan
geologi, Yaitu mencakup kesesuaian lahan (lindung, budidaya, perkotaan, perdesaan), kemampuan
wilayah, kesesuaian komoditas.
Peta
Geologi Mud
Volcano di
Jawa Timur
dan Jawa
Tengah.
GURUN PASIR. ALAM YANG GERSANG-
ALAM YANG SEIMBANG : DARATAN, AIR, HUTAN,
TANPA AIR-TANPA PENGHIJAUAN.
BUKIT HIJAU.
PROFIL AIR DI PERMUKAAN
BUMI.
LINGKUP MIKRO : DAYA DUKUNG TANAH
Kondisi geologi wilayah berpengaruh terhadap kemungkinan bangunan yang akan didirikan di atasnya.
Jenis batuan yang ada menentukan besarnya kemampuan tanah dalam mendukung beban di
atasnya (sigma tanah). Hal ini akan menetukan jenis pondasi yang dipilih.

Besarnya daya dukung tanah berbeda-beda tergantung lokasinya.


Daya dukung dengan kedalaman rendah pada umumnya terdapat pada dataran tinggi,
pegunungan atau perbukitan.
Daya dukung dengan kedalaman tinggi pada umumnya terdapat pada dataran rendah termasuk
kawasan pantai.

Kemampuan tanah untuk jenis yang sifatnya endapan (batuan sedimen) berbeda dengan jenis batuan
gunung (vulkano).
Tanah sedimen biasanya dibentuk oleh endapan sungai atau pantai yang umumnya sangat subur.
Sedangkan batuan gunung dibentuk melalui proses pendinginan lava yang berlangsung sangat lama.
CONTOH SURABAYA (berdasarkan data Buku A1 Tahun 1987) :CONTOH SURABAYA (berdasarkan data
Buku A1 Tahun 1987) :

Daya dukung keseimbangan tanah dan kedalaman pondasi yang diperlukan jika membangun
gedung, dikategorikan :

o Lapisan tanah liat atas (La)


Daya dukung keseimbangan kecil, t = 0,5 kg/cm2; tidak cocok untuk konstruksi berat, diperlukan
pondasi dalam.
o Lapisan pasir (Pt)
Daya dukung keseimbangan t = 0,4 kg/cm2, untuk konstruksi berat diperlukan pengujian dari lapisan
padat.
o Lapisan tanah liat bawah (Lb)
Daya dukung keseimbangan tanah dari kecil sampai medium; tidak cocok untuk pondasi
langsung; t = 0,5 sampai 0,9 kg/cm2.
o Endapan alluvial lembah (Qal), endapan alluvial sungai (Qas), endapan alluvial
pondasi (Qap)
Daya dukung keseimbangan tanah kecil sampai medium; tidak cocok untuk pondasi langsung; t = 0,2
kg/cm2; untuk konstruksi berat diperlukan tiang pancang yang dipancang sampai kepadatan tanah
cukup.
o Campuran endapan alluvial (Qat)
Lapisan keras dengan daya dukung keseimbangan tanah > 150 kg/cm2; terdapat pada tanah alluvial
pantai dan biasanya didapati pada kedalaman 25-50 meter.
TANAH RAWA-RAWA : BAGAIMANAKAH DAYA DUKUNG TANAHNYA ? BISAKAH
DIBANGUN UNTUK GEDUNG ?
TOPOGRAFI

Kata topografi berasal dari Bahasa Yunani ; topos yang artinya tempat; dan graphia yang artinya
tulisan.

Topografi adalah gambaran mengenai keadaan permukaan bumi (Rubenstein; 1989).


Dalam arti yang lebih luas, topografi adalah studi tentang bentuk permukaan bumi dan obyek lain
seperti planet, bulan dan asteroid.
Topografi umumnya menyuguhkan relief permukaan bumi dalam bentuk tiga dimensi dan identifikasi
jenis lahan. Obyek topografi :
o Posisi suatu lokasi yang ditunjukkan dalam koordinat secara horizontal seperti garis lintang dan garis
bujur.
o Secara vertikal adalah ketinggian yang ditunjukkan dalam bentuk kontur suatu wilayah atau lokasi.

Peta topografi diperoleh melalui peta satelit dengan menggunakan penginderaan jauh.
Walaupun pengeinderaan jauh sudah sangat maju, survey secara langsung (ground check) masih
menjadi cara untuk menyediakan informasi yang lebih lengkap dan akurat mengenai keadaan suatu
lokasi.
PETA TOPOGRAFI YANG MENUNJUKKAN LINTANG BUJUR PETA TOPOGRAFI YANG MENUNJUKKAN KONTUR
KONTUR SIFAT-SIFAT KONTUR
Kontur adalah garis-garis yang Slope yang rata (bukan datar) ditandai
menghubungkan titik-titik yang sama dengan adanya adanya jarak garis
ketinggiannya di atas suatu bidang kontur yang sama.
referensi (titik ukur).
Slope makin curam dengan makin
Bidang ukur adalah bidang yang dekatnya garis kontur. Jika garis kontur di
digunakan untuk pedoman pengukuran bagian puncak slope lebih dekat dan
yang biasanya berada pada permukaan makin lebar pada bagian dasar, maka
laut rata-rata. slope itu cekung. Keadaan sebaliknya
menunjukkan slope itu cembung.
Interval kontur adalah jarak vertikal antara
setiap garis garis kontur, dan pilihan interval Pada lembah sungai, lekukan garis kontur
yang cocok bergantung pada kebutuhan menunjuk ke arah atas.
untuk apa peta kontur itu akan digunakan.
Interval yang biasa digunakan adalah 0,50; Pada punggung bukit, lekukan kontur
1,00; 2,00; 5,00; 10,00 meter; atau lebih. menunjuk ke arah bawah.

Garis kontur tidak bercabang.


DATA YANG DIBUTUHKAN PADA
PETA TOPOGRAFI TOPOGRAFI
Peta topografi menujukkan berbagai lokasi  Nama peta, lokasi, nama pemilik.
serta ketinggian berbagai bentuk  Skala yang benar, arah mata angin.
penampilan rupa bumi, baik yang alami  Batas pemilikan tanah dan GSB.
maupun buatan manusia, relief-relief dan  Fasilitas yang ada; daerah jalan (ROW)
tetumbuhan.  Lokasi berbagai strukur rdalam tapak,
basement, peil lantai pertama.
Peta topografi tergantung pada cakupan  Letak dan ukuran saluran pembuangan
wilayahnya, misal: regional dengan skala 1 air hujan, air kotor, dan lainnya.
: 50.000; kota dengan skala 1 : 25.000  Batas daerah hutan, pepohonan, lokasi,
sampai 1 : 40.000; lokal dengan skala 1 : jenis dan ukuran pohon yang
1.000. Demikian pula dengan interval diameternya lebih dari 10 cm.
ketinggiannya.  Unsur-unsur hidrologi: sungai, danau,
anak sungai rawa.
Jika dibutuhkan peta yang lebih detail  Lokasi tiang telepon,tiang lampu, hidran
untuk suatu wilayah yang belum disurvei, kebakaran.
perencana harus minta bantuan surveyor  Ketinggian permukaan jalan setiap
yang cukup handal untuk mendapat data interval: 10 m atau 25 m.
yang dibutuhkan.  Interval garis kontur: 25 cm, 50 cm, atau
1 meter.
SIFAT-SIFAT KONTUR
SIFAT-SIFAT KONTUR
Contoh
peta kontur
Kabupaten
jember
dibagi
administrasi
TAUTAN DENGAN TATA RUANG

Data topografi digunakan untuk menentukan aliran drainase, jaringan jalan,


wilayah potensial untuk kegiatan tertentu (kemiringan 5% potensial untuk
perumahan; di atas 40% untuk fungsi lindung).

Pada lingkup mikro (misalnya lingkup rencana teknik ruang kota), topografi
berpengaruh pada penentuan Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien
Daerah Hijau (KDH), perpetakan tanah (penentuan kapling).

Di kawasan pegunungan yang mempunyai perbedaan kontur besar, peta


topografi sangat membantu menentukan arah view yang indah ke dataran
rendah.
HIDROLOGI
Kata hidrologi berasal dari Bahasa Yunani, hydrologia yang artinya ilmu tentang air.

Hidrologi adalah cabang Geografi yang mempelajari pergerakan, distribusi dan kualitas air di
seluruh bumi, termasuk siklus hidrologi dan sumberdaya air.

Aspek-aspek yang masuk dalam kajian hidrologi adalah hidrometrologi (air yang berada di
udara dan berwujud gas); potamologi (aliran permukaan), limonologi (air permukaan yang
relatif tenang seperti danau, waduk); geohidrologi (air tanah); dan kriologi (air yang berwujud
padat seperti es dan salju); dan kualitas air.

Siklus hidrologi
Air yang berada di permukaan tanah maupun yang meresap ke dalam tanah terbentuk
melalui siklus hidrologi, yang merupakan sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer
ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan
transpirasi.
SIKLUS HIDROLOGI.
EVAPORASI, TRANSPIRASI –
PRESIPIRASI- INFILTRASI, PERKOLASI.
Hidrologi meliputi kondisi air tanah; resapan air asin; badan air yang terdri dari: sungai,
telaga, waduk, danau, drainase, wilayah genangan.

Kondisi air tanah, menggambarkan kedalaman air tanah pada suatu wilayah, yang
ditentukan oleh kedalaman aquafer. Dangkal atau dalamnya aquafer ditentukan oleh
berapa banyak lahan basah yang masih mampu menyimpan air hujan. Lahan basah yang
rusak karena dieksplorasi terus menerus atau diurug untuk bangunan, menyebabkan
menururnnya aquafer .

Resapan air asin ke daratan (intrusi air asin) pada umumnya dialami oleh wilayah yang
terletak di pantai yang datar dan rendah. Intrusi air asin antara lain disebabkan oleh
banyaknya pengambilan air dalam dengan pompa artesis; semakin habisnya hutan bakau
yang berfungsi sebagai penyangga masuknya air laut ke daratan.

Telaga, waduk, danau, sumber air; merupakan lahan basah yang menjaga keseimbangan
tata air suatu wilayah. Keseimbangan ekosistem akan terganggu jika kawasan tangkapan
airnya megalami kerusakan (misalnya akibat penebangan hutan pada arboretum; atau
eksplorasi tak terkendali terhadap air danau, telaga dan waduk.
LAHAN BASAH MERESAPKAN AIR KE DALAM
AKIBAT PEMBANGUNAN TAK TERKENDALI – AKUIFER
AKUIFER – AKUIFER TERISI. SUMUR MENDAPATKAN
MENURUN. SUMUR TIDAK MENDAPATKAN AIR.
AIR.
INTRUSI AIR ASIN. TERLIHAT AIR LAUT MEMASUKI DARATAN; AIR PARIT
ADA KESEIMBANGAN ANTARA AIR TAWAR DAN AIR MENJADI ASIN.
ASIN, KARENA LAHAN BASAH MASIH TERPELIHARA. JIKA
SUDUT SEMAKIN KECIL, MAKA AIR ASIN AKAN
MEMASUKI DARATAN MELALUI AIR SUMUR.
KLIMATOLOGI
Meliputi : curah hujan, arah angin, temperatur, kelembaban.

 CURAH HUJAN
Indonesia adalah daerah tropis yang mempunyai dua mucim berbeda, yaitu penghujan dan kemarau.
Musim hujan pada umumnya terjadi antara Oktober-April, sedang musim kemarau antara April-Oktober. Di
antaranya terdapat musim peralihan.
Misalnya Surabaya tahun 1987; musim hujan terjadi antara bulan Nopember-April, dan musim kemarau antara
Juni-Oktober. Bulan Mei merupakan bulan peralihan musim hujan dan kemarau.

Dalam klasifikasi Schimdt dan Ferguson, dikatakan bulan kering bila jumlah curah hujan rata-rata pada bulan
bersangkutan lebih kecil dari 60 mm, sedangkan jika lebih besar dari 100 mm dikatakan bulan basah (lihat tabel).

Menurut Schimdt dan Ferguson, dengan mengatahui jumlah bulan kewring dan basah dapat dihitung nilai Q
dengan rumus :

jumlah periode bulan kering


Q = ---------------------------------------------- x 100%
jumlah periode bulan basah

Dengan mengetahui nilai Q maka akan dapat diketahui tipe iklim suatu wilayah; dari
tipe A sampai tipe H (lihat diagram)
Tipe iklim menurut Schmidt dan Ferguson:

Tipe A : sangat basah; jenis vegetasinya adalah


hujan hutan tropis

Tipe B: basah; jenis vegetasinya adalah hutan


hujan tropis

Tipe C : agak basah; jenis vegetasinya adalah


hutan dengan jenis tanaman yang mampu
menggugurkan daunnya di musim kemarau.

Tipe D : sedang; jenis vegetasinya adalah


hutan musim.

Tipe E : agak kering; jenis vegetasinya adalah


hutan savanna

Tipe F : kering; jenis vegetasinya adalah hutan


savanna
Tipe G : sangat kering; jensi vegetasinya adalah
padang ilalang.

Tipe H : ekstrem kering; jenis vegetasinya


adalah padang ilalang.
ISOHJET : GARIS YANG MENGHUBUNGKAN TITIK-TITIK DENGAN
CURAH HUJAN YANG SAMA.
ANGIN
Angin adalah gerak udara yang sejajar dengan permukaan bumi (Tjasyono; 2004).

Udara bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Angin diberi nama sesuai
dengan dari arah mana angin dating; misalnya angin Timur adalah angin yang dating dari arah Timur;
angin laut adalah angin yang bertiup dari laut ke daratan; angin lembah adalah angin yang datang
dari lembah menaiki pegunungan.

Secara klimatologis arah angin diamati dari 8 penjuru, tetapi dalam dunia penerbangan angin diamati
dari 16 arah. Kecapatan angin dinyatakan dalam satuan meter per detik, kilometer per jam, atau knot (1
kont = 0,5 meter per detik). Karena arah angin selalu berubah-ubah, maka dalam klimatologi 8 penjuru
angin mempunyai rentang derajat sebagai berikut :
Utara : 337,5˚ - 22,5˚
Timur Laut : 22,5˚ - 67,5˚
Timur : 67,5˚ - 112,5˚
Tenggara : 112,5˚ - 157,5˚
Selatan : 157,5˚ - 202,5˚
Barat Daya : 202,5˚ - 247,5˚
Barat : 247,5˚ - 292,5˚
Barat Daya : 292,5˚ - 337,5˚
DIAGRAM ARAH ANGIN
Arah angin bisa dibedakan berdasarkan musim kemarau dan musim hujan, siang dan malam hari,
kecepatan tertinggi atau terendah pada bulan tertentu, disesuaikan dengan kebutuhannya.

Misalnya Surabaya (berdasarkan data Buku A1 tahun 1987) :


 Pada pagi dan siang hari, angin bertiup dari Utara ke Selatan dengan kecepatan rata-rata 0,7
km/jam. Pada malam hari bertiup dari Selatan ke Utara dengan kecepatan rata-rata 0,81
km/jam.
 Kecepatan angin tertinggi 6 km/jam terjadi pada bulan Nopember-Februari, sedangkan
terendah adalah 0,36 km/jam pada bulan Mei dan Juni.
TEMPERATUR ATAU SUHU UDARA
Secara fisis suhu dapat didefinisikan sebagai tingkat gerakan molekul benda, makin cepat
gerakan molekul, makin tinggi suhunya. Suhu dapat juga didefinisikan sebagai tingkat panas
suatu benda. Panas bergerak dari sebuah benda yang mempunyai suhu tinggi ke benda yang
mempunyai suhu rendah.

Suhu harian rata-rata didefinisikan sebagai rata-rata pengamatan selama 24 jam (satu hari) yang
dilakukan tiap jam.

Suhu bulanan rata-rata adalah jumlah dari suhu harian rata-rata dalam satu bulan dibagi dengan
jumlah hari dalam bulan tersebut. Suhu tahunan rata-rata dihitung dari jumlah suhu bulanan rata-
rata dibagi dengan 12. Suhu tahunan rata-rata dapat juga dihitung dari jumlah suhu harian rata-
rata dalam satu tahun dibagi dengan jumlah hari dalam satu tahun. Keduanya memberikan hasil
yang sama.

Distribusi suhu udara dapat dinyatakan dengan isoterm, yaitu garis yang menghubungkan tempat-
tempat yang mempunyai suhu sama.
SUHU RATA-RATA BULANAN DALAM DERAJAT CELCIUS
TAUTAN KLIMATOLOGI DENGAN TATA RUANG

Dalam perencanaan tata ruang wilayah dan kota, data curah hujan dibutuhkan untuk
memperhitungkan dimensi saluran drainase.

Data arah angin dan kecepatan angin dibutuhkan untuk menentukan perletakan kawasan,
tapak atau bangunan, dari suatu kegiatan yang menimbulkan dampak pencemaran udara.

Data temperatur dibutuhkan sebagai salah satu kriteria untuk menentukan kesesuaian jenis
tanaman tertentu (tanaman pegunungan, dataran rendah, pantai), kegiatan tertentu
(pembibitan, rumah sakit khusus).

Data kelembaban dibutuhkan untuk menentukan kesesusian lokasi kegiatan tertentu (rumah
sakit, pembibitan).
Pada lingkup tapak dan bangunan, data kelembaban sangat mempengaruhi penghawaan
alami, orientasi bangunan, dan penentuan bahan bangunan.
ALAM YANG INDAH