Anda di halaman 1dari 34

BAB 4

MANAJEMEN WAKTU PROYEK

Berry Yuliandra, MT
PENDEFINISIAN AKTIVITAS
PROYEK
Pendefinisian Aktivitas Proyek Meliputi:
Menggunakan
template aktivitas Aktivitas-Aktivitas
pengerjaan dari spesifik untuk
dokumen-dokumen menghasilkan
Menggunakan teknik
proyek terdahulu deliverable
Dekomposisi

Perbedaan Penggunaan
Teknik Dekomposisi pada
Pembuatan WBS dan
Pendefinisian Aktivitas
Aktivitas
WBS
Proyek Proyek
Hasil akhir Hasil akhir
dekomposisi dekomposisi
adalah adalah daftar
Pembuatan Work Breakdown
Structure
Dekomposi Delivera
Proyek si bles

Pendefinisian Aktivitas
Proyek
Delivera Dekomposi Aktivitas
bles si Kerja
GANTT CHART
Gantt Termasuk kategori
Chart Teknik non-matematis
Kelebiha
n: Sejara
Sederhana h
dan Diciptakan oleh Henry L.
Kekuranga
mudah Gantt pada tahun 1903
n:
dibaca Dipublikasikan pertama
Tidak kali dalam bukunya yang
menggamb diterbitkan tahun 1919
arkan berjudul “Organizing for
hubungan Work” Gantt Chart bisa digunakan
antar apabila:
Fungsi:
aktivitas 1.Aktivitas-aktivitas proyek telah
Diagram dideskripsikan secara jelas.
perencanaan 2.Hubungan antar aktivitas/ urutan
untuk pelaksanaan aktivitas telah
menjadwalkan diketahui.
pemakaian 3.Estimasi waktu pengerjaan untuk
sumber daya dan setiap aktivitas telah diketahui.
alokasi waktu
CONTOH GANTT CHART
Pendahulu Waktu
Aktivitas
Langsung (jam)
A Perencanaan - 20
B Membeli perlengkapan A 30
C Penggalian dan inspeksi A 100
D Memotong kayu B 30
E Mengelompokkan kayu C, D 20
F Perakitan dan pengecatan E 10
PROJECT NETWORK
Project
Network
Pendah
Kelebihan: Waktu
Aktivita ulu
• Menggambarkan s Langsun
(Periode
hubungan )
g
keterkaitan antar A - 1
aktivitas secara
B - 1,5
grafis
• Mudah dibaca dan C A 2,5
dipahami D B 4,5
E C, D 2,5
F D 2,5
G E 1
Merupakan dasar
bagi Critical Path
Method (CPM)
dan Program Hubungan keterkaitan
Evaluation and antar aktivitas-aktivitas
Review Technique proyek digambarkan
(PERT) melalui Project Network
awal (aktivitas yang
tidak memiliki 1. Aliran
pendahulu Project
langsung), maka Network 2. Sebuah aktivitas
sebuah node dimulai dari hanya dapat
bayangan kiri ke kanan dimulai jika
ditambahkan seluruh aktivitas
sebagai titik pendahulunya
permulaan Project telah selesai
Network.
Aturan
Dasar 3. Sebuah aktivitas
Node bayangan harus diberi kode
tersebut dianggap Project identifikasi yang
memiliki waktu Netwo bersifat unik
pengerjaan = 0. rk
Hal yang sama juga 4. Nomor kode
berlaku
6. untuk
Pernyataan identifikasi suatu
aktivitas akhir
kondisional (seperti aktivitas harus
“if” dan sebagainya) lebih besar dari
tidak diizinkan aktivitas
5. Looping pendahulunya
tidak diizinkan
ELEMEN-ELEMEN PROJECT
NETWORK
Activity on Arrow
Pendekatan (AoA)
untuk
menggambar Activity on Node
kan Project (AoN)
Network
Fungsi
Eleme
Bentuk
n AoA AoN

Menggambarkan Menggambarkan
Node
kejadian/ event aktivitas proyek
Menggambarkan Menunjukkan
Arrow aktivitas proyek hubungan antar
aktivitas
Activity on Arrow Keterangan Activity on Node
(AoA) (AoN)
A dikerjakan sebelum B,
B dikerjakan sebelum C.
C hanya dapat mulai
dikerjakan setelah A dan B
diselesaikan.
B dan C hanya bisa mulai
dikerjakan jika A telah
diselesaikan.
C dan D hanya dapat
mulai dikerjakan jika A dan
B telah diselesaikan.
C hanya bisa mulai
dikerjakan jika A dan B
telah diselesaikan.
D hanya dapat mulai
dikerjakan setelah B
diselesaikan.
B dan C hanya bisa mulai
dikerjakan jika A telah
diselesaikan.
D hanya dapat mulai
Contoh 1 AoA
Pendah
2 C
Aktivita ulu A
s Langsu
ng 1 4
A -
B - B 3 D
C A
D B
AoN

A C

Sta
rt End

B D
AoA Contoh 2
C E
2 d 5 Pendah
A G Aktivita ulu
s Langsun
1 dummy 7 g
B A -
3 4 6 H
D F B -
C A
D B
E C, D
AoN F D
G E
H F
A C E G

S E
t n

B D F H
Pendahul
Kod u Contoh 3
Aktivitas
e Langsun
Maser merupakan mobil
g
A Mulai - sport yang dirancang
B Merancang A secara khusus
C Memesan aksesoris khusus B berdasarkan pesanan
D Membuat rangka B konsumen. Seorang
E Membuat pintu B analis mengungkapkan
F Memasang gardan, roda dan D
daftar tugas yang perlu
tangki gas
G Membuat badan luar B
dilakukan untuk
H Memasang gigi transmisi dan B membuat Maser.
kemudi Tentukanlah project
I Mencocokkan pintu ke bagian G, E network dari proyek ini
badan luar menggunakan
J Memasang mesin B pendekatan AoA dan AoN
K Mengetes dudukan mesin J
L Merakit chasis F, H, K
M Uji kelayakan chasis L
N Mengecat badan mobil I
O Membuat jaringan kabel N
P Mengatur interior N
Q Pengaturan atas aksesoris khusus C
R Mencocokan chasis dengan badan M, O, P, Q
dan aksesoris
S Pengujian di jalanan R
AoA
AoN
ESTIMASI WAKTU PELAKSANAAN
AKTIVITAS PROYEK

Estimasi waktu
pelaksanaan melibatkan
penilaian jumlah periode Akhir pekan
kerja yang dibutuhkan dianggap
untuk menyelesaikan periode kerja? Konstra
masing-masing aktivitas. in
Sebaiknya estimasi pekerja
Estim an
dilakukan oleh pakar atau Asumsi
asi
anggota tim pelaksana yang yang
Wakt
benar-benar memahami digunaka
u
sifat-sifat proyek tersebut. n
Data Kebutuha
histori n sumber
s Kemampu daya
an
sumber
Estimasi waktu Tanpa pengalaman,
Penilai pengerjaan estimasi waktu
an dipengaruhi banyak pengerjaan penuh
Pakar faktor: ketidakpastian dan
 Ketersediaan risiko
sumber daya, Juga disebut
 Produktivitas sebagai top-
sumber daya, down
Pendek ESTIMASI
 dsb. estimating
atan
Kualitati WAKTU
Analo
f AKTIVITA gi
Menghitung estimasi S
waktu pelaksanaan PROYEK
dengan serangkaian
Pendekatan Analogi
asumsi yang berbeda-
handal jika:
beda
 Aktivitas yang
dijadikan basis
Simul Menggunakan analogi mirip
asi durasi aktual dari dengan aktivitas
Mont aktivitas lain yang yang akan
e mirip sebagai basis diestimasi dalam
hal faktual, bukan
CRITICAL PATH METHOD
(CPM)
Asumsi utama
DuPont Coorporation dan CPM digunakan CPM:
Remington Rand dalam Waktu
Coorporation Manhattan pelaksanaan
mengembangkan CPM Project aktivitas proyek
untuk mengelola proyek diketahui dengan
perawatan pabrik
1940 1943 pasti, sehingga
hanya ada satu
faktor waktu
untuk setiap
Jalur Kritis adalah: aktivitas
Jalur waktu terpanjang yang
melalui project network
Terminologi Definisi
Earliest Start Waktu paling awal suatu aktivitas dapat dimulai,
(ES) dengan asumsi bahwa semua aktivitas pendahulu
langsungnya sudah selesai dikerjakan.
Earliest Waktu paling awal suatu aktivitas dapat diselesaikan.
Finish (EF)
Latest Start Waktu paling akhir suatu aktivitas dapat dimulai tanpa
(LS) menunda waktu penyelesaian keseluruhan proyek.
Latest Finish Waktu paling akhir suatu aktivitas dapat diselesaikan
Forward Pass
 Aturan Waktu Mulai Paling Awal

 Aturan Waktu Selesai Paling Awal

Backward Pass
 Aturan Waktu Selesai Paling Akhir

 Aturan Waktu Mulai Paling Akhir

Waktu Slack
adalah:
Waktu dari suatu
aktivitas yang
masih bisa
diundur tanpa
menyebabkan
keterlambatan
penyelesaian
Aktivitas Kritis
proyek secara
atau adalah :
keseluruhan
Aktivitas yang
memiliki waktu
Pendah Wakt
Contoh 1 Kod ulu u
Aktivitas
e Langsun (Hari
Gunakan g )
CPM untuk A Mulai - 0
menentuka B Merancang A 8
n lintasan C Memesan aksesoris khusus B 0,1
D Membuat rangka B 1
kritis dari
E Membuat pintu B 1
Proyek F Memasang gardan, roda dan D 1
Maser tangki gas
berikut G Membuat badan luar B 2
H Memasang gigi transmisi dan B 3
kemudi
I Mencocokkan pintu ke bagian G, E 1
badan luar
J Memasang mesin B 4
K Mengetes dudukan mesin J 2
L Merakit chasis F, H, K 1
M Uji kelayakan chasis L 0,5
N Mengecat badan mobil I 2
O Membuat jaringan kabel N 1
P Mengatur interior N 1,5
Q Pengaturan atas aksesoris khusus C 5
R Mencocokan chasis dengan badan M, O, P, 1
Forward Pass

ktu penyelesaian akhir proyek adalah 18 hari


Backward Pass
Perhitungan Waktu Slack Penentuan Jalur Kritis
Waktu Slack
Aktivit  Jalur kritis hanya terdiri
ES EF LS LF LS – LF –
as
ES EF dari aktivitas kritis
A 0 0 0 0 0 0 Aktivitas kritis : A, B, J,
B 0 8 0 8 0 0 K, L, M, R, S, T, U
C 8 8,1 10,4 10,5 2,4 2,4
D 8 9 12 13 4 4
E 8 9 10 11 2 2  Jalur kritis tidak terputus
F 9 10 13 14 4 4 dari aktivitas pertama
G 8 10 9 11 1 1
H 8 11 11 14 3 3
hingga terakhir
I 10 11 11 12 1 1 Jalur Kritis :
J 8 12 8 12 0 0 A-B-J-K-L-M-R-S-T-U
K 12 14 12 14 0 0
L 14 15 14 15 0 0
M 15 15,5 15 15,5 0 0
N 11 13 12 14 1 1
Catatan:
O 13 14 14,5 15,5 1,5 1,5 Jalur kritis bisa diidentifikasi
P 13 14,5 14 15,5 1 1 dengan cepat setelah proses
Q 8,1 13,1 10,5 15,5 2,4 2,4 two-pass selesaikan
R 15,5 16,5 15,5 16,5 0 0 dilakukan.
S 16,5 17 16,5 17 0 0 Cara cepat untuk
T 17 18 17 18 0 0
U 18 18 18 18 0 0
mengidentifikasi jalur kritis
adalah perhatikan nilai ES
dan LS serta EF dan LF.
Jika nilai ES = LS dan nilai EF
= LF, maka aktivitas tersebut
adalah aktivitas kritis dan
Lihat aktivitas G dan I pada Aktivitas Q yang memiliki waktu
Contoh. Masing-masing slack = 2,4 hari.
aktivitas memiliki waktu slack Pengunduran proses pengerjaan
= 1 hari. aktivitas ini tidak akan
Apakah hal ini berarti bahwa mempengaruhi proses pengerjaan
kedua aktivitas tersebut dapat aktivitas lain, selama pengunduran
diundur 1 hari? tersebut tidak melebihi waktu
Pengunduran aktivitas G
Jawabannya tidak slack-nya.
sejumlah slack-nya mengubah
aktivitas I menjadi aktivitas Waktu Slack
Waktu slack yang ada
kritis
sebelumnya dibagi secara
bersama oleh aktivitas G dan I.
Penggunaan waktu slack pada Slack Total Slack Bebas
aktivitas G akan menyebabkan
Waktu slack Waktu slack
aktivitas I kehilangan waktu
yang terbagi yang hanya
slack-nya
diantara lebih berkaitan/
dari satu dimiliki oleh
aktivitas aktivitas
Pemakaian waktu slack total di salah satu aktivitas akan tunggal
menyebabkan
aktivitas lain kehilangan waktu slack-nya.
Pemakaian waktu slack bebas tidak akan mempengaruhi waktu
pengerjaan aktivitas lainnya.
PROGRAM EVALUATION
AND REVIEW TECHNIQUE
(PERT)
SEJARAHpada
PERT dikembangkan Perbandingan CPM dan PERT
tahun 1957 oleh Booz Allen CPM PERT
Hamilton Inc. sebagai alat
bantu pengambilan Mengasumsikan Mempertimbangk
keputusan untuk waktu an kemungkinan
pelaksanaan variabilitas pada
mengefisienkan pelaksanaan
aktivitas waktu
Polaris Nuclear Submarine
diketahui dengan pelaksanaan
Project
pasti. kegiatan yang
Jenis Simb Keterangan disebabkan faktor
Waktu ol eksternal
Waktu a Waktu pelaksanaan aktivitas
Optimi jika semua hal berlangsung
s sesuai rencana.
Secara statistik hal ini berarti
bahwa terdapat peluang
sangat kecil bahwa waktu
pengerjaan aktivitas akan < a
Waktu m Perkiraan waktu penyelesaian Distribusi Peluang Beta
Realist kegiatan yang paling realistis.
is
Waktu b Waktu pelaksanaan aktivitas Dimana t
Pesimi jika pengerjaan dilakukan adalah
s berada dalam kondisi yang waktu
tidak diharapkan. aktivitas
Secara statistik hal ini berarti
Varians
Waktu
Penyelesaia Dimana:
n Aktivitas a = Waktu optimis
Gunakan hanya b = Waktu pesimis
Aktivitas Kritis Aki = Aktivitas
saja Kritis ke-i
Varians
Proyek

Standar
Deviasi
Proyek
Tambahkan asumsi:
 Total waktu penyelesaian proyek mengikuti Distribusi Normal
 Waktu pelaksanaan aktivitas bersifat independen secara statistik

Peluang
Penyelesaia
n Proyek

Batas
Waktu
Proyek
CONTOH
Pendahul Waktu Waktu Waktu
u Optimi Realisti Pesimi
Kode Aktivitas
Langsun s s (Hari) s
g (Hari) (Hari)
A Mulai - 0 0 0
B Merancang A 4 8 12
C Memesan aksesoris khusus B 0,05 0,1 0,15
D Membuat rangka B 0,5 1 1,5
E Membuat pintu B 0,5 1 1,5
F Memasang gardan, roda dan D 0,5 1 1,5
tangki gas
G Membuat badan luar B 1 2 3
H Memasang gigi transmisi dan B 2 3 4
kemudi
I Mencocokkan pintu ke bagian G, E 0,5 1 1,5
badan luar
J Memasang mesin B 2 4 6
K Mengetes dudukan mesin J 1 2 3
L Merakit chasis F, H, K 0,5 1 1,5
M Uji kelayakan chasis L 0,3 0,5 0,7
N Mengecat badan mobil I 1 2 3
O Membuat jaringan kabel N 0,5 1 1,5
P Mengatur interior N 1 1,5 2
Q Pengaturan atas aksesoris khusus C 3 5 7
R Mencocokan chasis dengan badan M, O, P, Q 0,5 1 1,5
dan aksesoris
Pertanyaan:
a. Waktu penyelesaian yang diharapkan (t)
untuk masing-masing aktivitas?
b. Varians waktu penyelesaian untuk
masing-masing aktivitas?
c. Varians proyek keseluruhan?
d. Standar deviasi proyek?
e. Peluang bahwa proyek tersebut bisa
dilaksanakan dalam waktu 17 hari (1 hari
lebih cepat)?
f. Berapa lama waktu penyelesaian proyek
Maser yang seharusnya diberikan agar
terdapat peluang 99% produsen bisa
Waktu Penyelesaian yang Varians Waktu Penyelesaian
Diharapkan
Kod a m b t Kod a m b Varia
e e ns
A 0 0 0 0 A 0 0 0 0,000
B 4 8 12 8 0
C 0,05 0,1 0,15 0,1 B 4 8 12 1,777
D 0,5 1 1,5 1 8
E 0,5 1 1,5 1 C 0,05 0,1 0,15 0,000
F 0,5 1 1,5 1 3
G 1 2 3 2 D 0,5 1 1,5 0,027
H 2 3 4 3 8
I 0,5 1 1,5 1 E 0,5 1 1,5 0,027
J 2 4 6 4
8
K 1 2 3 2
F 0,5 1 1,5 0,027
L 0,5 1 1,5 1
8
M 0,3 0,5 0,7 0,5
G 1 2 3 0,111
N 1 2 3 2
O 0,5 1 1,5 1 1
P 1 1,5 2 1,5 H 2 3 4 0,111
Q 3 5 7 5 1
R 0,5 1 1,5 1 I 0,5 1 1,5 0,027
S 0,3 0,5 0,7 0,5 8
T 0,5 1 1,5 1 J 2 4 6 0,444
U 0 0 0 0 4
Varians Proyek

Standar Deviasi Proyek Peluang Proyek Diselesaikan


Dalam Waktu 17 Hari

hari
Berdasarkan Tabel Normal, nilai Z
yang diperoleh merujuk pada
peluang 0,2611. Maksud hal ini
adalah terdapat peluang sebesar
26,11% bahwa proyek Maser bisa
diselesaikan dalam waktu 17 hari
tu Penyelesaian dengan Peluang Tepat Waktu 99%
Untuk menjawab soal ini nilai Z yang berhubungan dengan
peluang 99% perlu diketahui terlebih dahulu. Berdasarkan Tabel
Normal, diketahui bahwa nilai Z yang paling mendekati peluang
0,99 adalah 2,33.

hari

Jadi, jika produsen Maser bisa membujuk konsumen untuk


menyetujui tenggat waktu produksi adalah 22 hari maka
Maser tersebut akan bisa diselesaikan tepat waktu (dengan
peluang sangat besar, yaitu 99%).