Anda di halaman 1dari 15

Pengertian wanita dalam islam

 Wanita muslimah menurut islam adalah wanita yang


menganut agama islam dan menjalankan segala
kewajiban serta perintah Allah SWT yang terkandung
dalam agama islam. Dalam suatu pepatah disebutkan
bahwa wanita muslimah adalah perhiasan dunia dan ia
lebih mulia daripada bidadari di surga. Menjadi wanita
muslimah yang baik hendaknya menjadi cita-cita
setiap wanita karena wanita muslimah tentunya
disukai Allah SWT dan juga orang-orang disekitarnya.
Dalil al-Quran dan hadist tentang
wanita
Surah an-nisa ayat 1

‫ث ِم ْن ُه َما‬ َّ َ‫ق ِم ْن َها َز ْو َج َها َوب‬


َ َ‫اح َد ٍة َو َخل‬ ُ َّ‫يَا أَيُّ َها الن‬
ِ ‫اس اتَّقُوا َربَّ ُك ُم الَّذِي َخلَقَ ُك ْم ِم ْن نَ ْف ٍس َو‬
َ َّ ‫سا اء َواتَّقُوا‬
‫َّللا الَّذِي‬ َ ِ‫يرا َون‬ ‫اًل َكثِ ا‬ ‫ِر َج ا‬
)1( ‫علَ ْي ُك ْم َرقِيباا‬ َ ‫َان‬ َ َّ ‫ون ِب ِه َو ْاْل َ ْر َحا َم ِإ َّن‬
َ ‫َّللا ك‬ َ ُ‫سا َءل‬
َ َ‫ت‬
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb
kalian yang telah menciptakan kalian dari seorang diri,
lalu menciptakan darinya pasangannya dan
menyebarkan banyak laki-laki dan perempuan dari
(hasil percampuran) keduanya. Bertakwalah kepada
Allah yang sering kalian mintai dan takutlah kalian bila
kalian memutus tali silaturrahmi. Sesungguhnya Allah
itu mahamengawasi kalian.
 Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan
sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam :
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik
perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no.
1467)
 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian
yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih
sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di
mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan
meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya
berkata : “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR.
An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits
Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)
Kedudukan wanita dalam keluarga
 1.Kedudukan wanita sebelum islam
 masa sebelum datangnya islam adalah masa jahiliyah, masa yang
mempunyai pola kehidupan tersendiri. Wanita pada masa itu
menemui kehidupan yang rendah bersama bangsa-bangsa arab
maupun bangsa selain arab.hingga bangsa arab sangat membenci atas
kelahiran mereka. Sebagian mengubur para bayi wanita yang lahir
secara hidup – hidup. Mereka dibiarkan hidup tersiksa dibawah tanah,
namun sebagian meraka juga membiarkan wanita-wanita untuk
berlangsung hidup tetapi mereka tidak membiarkan hidup kecuali
dalam keadaan rendah dan dihinakan.
 Allah telah berfirman dalam hal ini :
 Artinya “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan
(kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya,
dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak,
disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia
akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan
menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. Ketahuilah, alangkah
buruknya apa yang mereka tetapkan itu.”( An Nahl : 58-59 )
 Artinya : dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup
ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh, ( At Takwir : 8-9 )
 2.kedudukan wanita dalam pandangan islam
 etelah datangnya islam, islam menjunjung tinggi kedudukan
wanita dari sebelimnya, membebaskan kedholiman yang
dilakukan oleh bangsa-bangsa jahiliyah. Allah Ta’ala berfirman
: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu
berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-
mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu
disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” ( Al
Hujrot : 13 )
 Di dalam ayat di atas Allah menserikatkan antara wanita dan
laki-laki di awal terbentuknya keturunan manusia, sebagaimana
Allah juga menserikatkan dalam masalah amal dan hukuman.
Sebagaimana firman Allah : “Barangsiapa yang mengerjakan
amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya
kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan
kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah
mereka kerjakan.” ( An Nahl : 97 )
Beberapa kedudukan wanita dalam islam
 1.kedudukan wanita dalam keluarga
a.Sebagai seorang istri
 Allah memerintahkan kepada para suami untuk
memperlakukan istrinya dengan baik seperti
dijelaskan dalam surah An-Nisa’ ayat 19 :
 “Dan bergaullah dengan mereka (para istri) dengan
cara yang baik”.
Berikut merupakan kewajiban wanita sebagai istri:
-wajib taat dan patuh pada suami
-wajib menghormati pada suami
-wajib memberi pelayanan yang baik pada suami
-wajib menjaga nama baik dan menutup aib suami
-wajib menjadikan suami sebagai pemimpin rumah
tangga
 B. sebagai seorang ibu
Bentuk kewajiban seorang ibu terhadap anak-anak:
-kewajiban memberikan ASI selama dua tahun
-memberikan kasih sayang secara sempurna
-membri makanan yang bergizi
-Kewajiban memberi jaminan kesehatan
 C. sebagai seorang pendidik
Sebagai seorang pendidik utama terhadap anak anaknya
dalam keluarga. Seorang wanita wajib untuk hal hal
berikut ini:
-mengenalkan anak kepada membaca dan menulis
-memberikan tekadan dan perilaku yang baik pada anak
anak
-membimbing segala bentuk kesulitan anak anak
dengan penuh kesabaran
-mendidik anak sesuai tingkat perkembangannya
 2. kedudukan wanita dalam urusan ekonomi
Didorong oleh adanya pemenuhan kebutuhan keluarga,
terutama dalam kebutuhan pendidikan masa depan
anak, tidak jarang seorang wanita ikut bekerja
membantu seorang suami. Sehingga tidak sedikit
seorang wanita yang bekerja di kantor,di perusahaan,
bekerja swasta dan jenis pekerjaan lainnya. Keadaan
demikian masih dibenarkan oleh ajaran islam,
sepanjang seorang wanita dalam keluarga tidak
kehilangan fitrahnya sebagai seorang ibu.
 Kedudukan wanita dalam hukum waris
 Walaupun hak wanita adalah sebagian dari hak laki-
laki dalam penerimaan harta waris,tetapi hak tersebut
memiliki kedudukan yang kuat dan tidak dapat
dibatalkan oleh seorang laki-laki. Firman Allah swt.
dalam surah An-Nisa ayat 7 berikut.
 Artinya:
“Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan
ibu bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak
bagian (pula) dari harta peninggalan ibu bapak dan
kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut
bahagian yang telah ditetapkan. (QS. An-Nisaa’: 7)
 Kedudukan wanita dalam memperoleh pendidikan
dan ilmu pengetahuan
Tidak ada perbedaan antara seorang laki-laki dengan
seorang perempuan dalam memperoleh pendidikan dan
ilmu pengetahuan. Bahkan ajaran Islam memberikan
perlindungan yang kuat antara laki-laki dengan
perempuan dalam memperoleh pelayanan pendidikan.
Hukumnya wajib bagi laki-laki dan perempuan dalam
menuntut ilmu.
 Kedudukan wanita dalam memutuskan tali
pernikahan
Walaupun dimurkai Allah swt. Memutuskan pernikahan
hukkumnya halal apabila keutuhan rumah tangga udak
dapat dioertahankan .hak ini memutuskan tali
pernikahan dapat dilakukanoleh suami disebut cerai.
Dan bisa juga dari permintaan istri yang disebut khuluk.
Jadi perempuan dan laki laki mempunya hak yang sama
dalam memutuskan tali pernikahan. Tetapi tidak
dengan alasan yang bertentangan.
 Kedudukan wanita dalam dunia politik
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebagian mereka adalah awliya’ bagi sebagian yang lain.
Mereka menyuruh untuk mengerjakan yang ma’ruf,
mencegah yang munkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan
Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana”(At-Taubah:71). Ayat tersebut merupakan ayat
yang seringkali dikaitkan dengan hak-hak politik kaum
perempuan sebagai gambaran tentang kewajiban
melakukan kerjasama antar lelaki dan perempuan dalam
berbagai bidang kehidupan yang dilikiskan dengan
kalimat peintah menyuruh untuk mengerjakan perkara
ma’ruf dan mencegah kemunkaran.