Anda di halaman 1dari 15

Journal Reading

Prevalensi dan Faktor Risiko Anemia pada


Anak usia di bawah 5 tahun di Rumah Sakit Anak

Nerissa Alviana, S.Ked


NIM. 2017-84-043

Konsulen:
dr. Rahmi Meitia Ambon, M. Kes, Sp.A
Pendahuluan

 Anemia adalah suatu masalah kesehatan masyarakat global


(Estimasi WHO  1,62 Miliyar penderita anemia, 47,4% usia pras-sekolah )

 Anemia memiliki dampak bervariasi pada perkembangan fisik, atensi anak,


ingatan dan prestasi akademik yang buruk.

 Informasi berbasis populasi anemia pada anak di bawah 5 tahun mungkin


tersedia; Namun, data pada masalah dan faktor terkait di rumah sakit anak
masih langka.
Tujuan

 Penelitian ini dilakukan untuk menilai Proporsi anak-anak, berusia


antara 6 bulan hingga 5 tahun mengalami anemia dan faktor risiko
anemia defisiensi besi diantara anak-anak dengan anemia.
Metode

Kriteria Inklusi Kriteria Ekslusi

• Anak-anak dalam kelompok • Anak-anak dengan anemia


usia 6 bulan hingga 5 tahun; hemolitik dan perdarahan
• Anak-anak dengan kadar diatesis
hemoglobin kurang dari 11 • Anak-anak dengan
g/ dl; penyakit kronis
• Anak-anak dengan kadar • Anak-anak dengan anemia
feritin serum kurang dari akibat leukemia, anemia
12μg / L aplastik.
Analisis statistik

 Entry data  spreadsheet Ms. excel dan


 Analisis  SPSS 20.0.1 dan graph pad prism versi 5.
 Chi-square atau Fischer exact test, Z test (standar deviasi normal)
digunakan untuk menguji perbedaan yang signifikan antara
keduanya proporsi.
Hasil

Proporsi anemia antara anak


usia 6 bulan- 5 tahun 77,8%

137 (26,6%)  Anemia ringan


234 (46,8%) Anemia Sedang 72% anemia defisiensi besi
8 (3,6%)  Anemia berat
Tabel 1: Distribusi usia anak-anak dengan anemia defisiensi
zat besi
Tabel 2: Distribusi riwayat penyakit sebelumnya dalam studi
anemia defisiensi besi pada anak.
Tabel 3: Distribusi morfologi tipe anemia pada anak-anak
yang diteliti.
Diskusi

 Proporsi anemia pada kelompok populasi balita dalam beberapa referensi >70%
 Rasio penderita laki-laki > perempuan
 Bukti klinis pucat tidak selalu dapat digunakan untuk mendiagnosis anemia
 Riwayat diare berulang yang berkorelasi dengan penelitian
 Fakta nutrisi yang memadai paling penting untuk erythropoiesis normal
 Status ekonomi rendah berkorelasi dengan sejumlah faktor resiko anemia pada anak
Keterbatasan Penelitian

 Ukuran sampel dalam penelitian ini kecil


 Diperlukan tindak lanjut jangka panjang dalam pasien kekurangan zat besi untuk
pencatatan jangka panjang hasil perkembangan saraf.
 Penyakit yang mendasari mungkin menjadi faktor penyebab anemia defisiensi besi pada
pasien studi; diagnosis etiologis terperinci tidak dibuat karena kurangnya fasilitas
penunjang.
Kesimpulan

 Kekurangan zat besi dalam diet dan nutrisi penting lainnya adalah satu-satunya
penyebab paling penting anemia pada anak-anak usia ini.

 Diare adalah gejala utama yang terkait pada lebih dari setengah kasus yang diteliti

 Rekomendasi/ saran ketentuan untuk air minum yang aman, meningkatkan fasilitas
kebersihan, Periodic dewarming measure, Suplemen besi untuk semua anak prasekolah
dan penekanannya diberikan dalam program RCH (Reproductive and Child health)
untuk suplementasi zat besi untuk wanita hamil sangat penting.
Terima Kasih….