Anda di halaman 1dari 13

CHLAMYDIA

AND C

GONORRHEA
Kelompok 2
 Chlamydia dan gonorea adalah dua infeksi bakteri
menular seksual yang paling umum dilaporkan di Amerika
Serikat setiap tahun dengan lebih dari 2 juta kasus
 Organisme yang menginfeksi chlamydia trachomatis dan
Neisseria gonorrheae.
 Infeksi didapat melalui hubungan seks (vaginal, anal, atau
oral) dengan pasangan yang terinfeksi.
 Kelompok risiko termasuk remaja, dewasa muda, dan
orang Amerika keturunan Afrika.
 Gejala sensasi terbakar saat buang air kecil disertai
eksudat putih, kuning, atau hijau pada pria.
 Infeksi dubur dapat menyebabkan gatal, nyeri,
pendarahan, dan buang air besar yang menyakitkan.
 Infeksi oral dapat menyebabkan faringitis.
Chlamydia

• Infeksi Chlamydia sebagai suatu penyakit menular seksual (STI =


Sexually Transmitted Infection) dapat melibatkan beberapa organ,
yaitu cerviks, urethra, salping, uterus dan epidydimis. Infeksi
Chlamydia dapat menimbukan pelvic inflammatory disease (PID) yang
dapat menyebabkan infertilitas dan kehamilan ektopik yang bisa
berakibat fatal.
• Di Amerika berbagai laporan infeksi Chlamydia merupakan satu
penyebab tersering terjadinya infertilitas pada wanita.
Gejala-Gejala Infeksi
Chlamydia
Pada umumnya infeksi Chlamydia, biasanya tanpa
gejala, atau pada orang yang terinfeksi dan
memperhatikannya, dapat diketahui gejala-gejala
tertentu dalam beberapa minggu atau bulan, tergantung
keparahan dari infeksinya (severity) dan pengobatan yang
dilakukannya. Bila tidak tertangani dengan baik, gejalanya
bisa berbeda-beda.
Gejala-gejala ini dapat berupa:
a. Pada wanita pre-pubertas: adanya vaginal discharge dan berbau
(vaginitis)
b. Pada wanita post pubertas: adanya discharge dan bau yang berasal
dari cerviks yang terinfeksi.
c. Pada wanita dewasa: hampir 80% tidak ada gejala
(asimptomatik). Gejala dapat timbul dalam 3 minggu setelah
terinfeksi,
d. Pada pria: rasa terbakar/panas sewaktu buang air kecil, discharge
yang mild, sticky, milky atau mucus-like dari penis, sakit dan
pembengkakan testis (yang bila tidak diobati dapat menimbulkan
infertilitas). Infeksi pada pria ini sering disebut Non-Spesifik Uretritis
(NSU)
Gonorrhea
Gonore adalah salah satu penyakit menular seksual paling umum
yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae (Irianto, 2014)
yang dapat menginfeksi baik pria dan wanita yang mengakibatkan
infeksi pada alat kelamin, rektum dan tenggorokan

Bakteri Neisseria gonorrhoeae bersifat gram negatif, yang terlihat di


luar atau di dalam sel polimorfonuklear (leukosit), tidak tahan lama di
udara bebas, cepat mati pada keadaan kering, tidak tahan suhu di atas
39° C dan tidak tahan terhadap zat desinfektan (Jawas & Murtiastutik,
2008).
Manhart et al. (2004) dalam penelitiannya
menjelaskan beberapa faktor resiko penularan infeksi
gonore antara lain:
1) Usia muda (18-39 tahun)
2) Berganti-ganti pasangan seksual
3) Homoseksual
4) Status sosial ekonomi yang rendah
5) Mobilitas penduduk yang tinggi
6) Tidak menggunakan kondom
7) Seks anal
8) Memiliki riwayat penyakit menular seksual
Gejala Klinis Gonorrhea
Irianto (2014) menjelaskan bahwa gejala infeksi gonore
mungkin muncul 1 sampai 14 hari setelah terpapar,
meskipun ada kemungkinan untuk terinfeksi gonore
tetapi tidak memiliki gejala. Pada wanita, muncul cairan
vagina yang banyak dengan warna kuning atau kehijauan
dengan bau yang menyengat. Pada pria, muncul cairan
putih atau kuning (nanah) keluar dari penis. Pada
umumnya penderita juga akan mengalami sensasi
terbakar atau nyeri saat buang air kecil dan cairan yang
keluar dari penis.
 Komplikasi dari infeksi ini sangat serius terutama
pada wanita. Kerusakan tuba fallopi dapat terjadi,
mengarah pada kehamilan ektopik dan kemandulan.
 Walaupun jarang terjadi, infeksi ini juga dapat
mengakibatkan epididimitis pada pria.
 N. Gonorrhea bisa menimbulkan infeksi menyebar di
kulit,sendi dan sistem lainnya. C. Trachomatis
mengakibatkan lymphogranuloma venereum (LGV),
yang banyak ditemukan pada wanita di Afrika, Asia
Tenggara, dan India.
 Bakteri ini menyebabkan ulser pada kelamin disertai
dengan pembengkakan kelenjar getah bening.
Kedua bakteri ini dapat diwariskan pada bayi selama
persalinan.
 Pasien dengan infeksi clamydia dan gonorrhea
beresiko tinggi terkena HIV, dan memang,
kebanyakan pasien HIV-positif umumnya memiliki
infeksi bakteri ini.
 Diagnosa dari infeksi ini dilakukan dengan menyeka
pada bagian yang terkena infeksi dan melakukan
kultur atau identifikasi material genetik. Tersedia
juga pengujian dengan cara yang lebih cepat yaitu
dengan menggunakan teknik amplifikasi seperti
pemeriksaan PCR atau DNA
Pengobatan
Koinfeksi klamidia dengan gonore sangat sering dijumpai,
sehingga dianjurkan pengobatan untuk kedua iinfeksi
• Biasanya dengan menggunakan sefalosporin parenteral
ditambah dengan aziitromisin oral atau doksisilin
• Infeksi yang kebal dengan terapi standar memerlukan
tes untuk membantu menentukan terapi pengobatan
lebih lanjut
Terima Kasih