Anda di halaman 1dari 20

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK Laporan kasus

FAKULTAS KEDOKTERAN SEPTEMBER 2018


UNIVERSITAS PATTIMURA
Penyakit jantung rematik

Disusun oleh:
Efatha I. Rutumalessy
2017-83-017

Pembimbing:
dr. Robby Kalew, Sp.A

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK PADA BAGIAN ILMU


KESEHATAN ANAK RSUD DR. M. HAULUSSY
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON
2018
Tinjauan pustaka – gangguan napas
neonatus
Pemeriksaan kehamilan,
berat lahir, pemberian
dexamethasone untuk
pematangan paru

Asfiksia pada bayi


Tinjauan pustaka – gangguan napas
neonatus
Tinjauan pustaka – gambaran klinis

• Takipnea
• Retraksi dinding dada Indikasi gangguan
napas/distress pernapasan 
• Napas cuping hidung resusitasi segera
• Merintih atau grunting
• Sianosis
• Apneu atau henti napas
• letargi, sulit minum, hipotermi dan
hipoglikemia
Tinjauan pustaka – klasifikasi gawat napas

< 4 : tidak
terdapat gawat
napas

4-7: gawat
napas  CPAP

>7: ancaman
gagal napas
pemeriksaan
AGD, intubasi
Tinjauan pustaka – penilaian neonatus
TANDA 0 1 2
Appearance Biru, pucat Tubuh merah, Merah seluruh < 3 : asfiksia
(warna kulit) Ekstremitas ektremitas biru tubuh berat
biru
4-6: asfiksia
Pulse/hearth Tidak ada <100 >100 ringan sedang
rate kali/menit kali/menit
(denyut >7:tidak ada
jantung) asfiksia
Grimace Tidak ada Menyeringai Batuk, bersin,
(reflek) menangis
Activity Lemas Fleksi Gerakan aktif,
(tonus otot) ekstremitas fleksi
lemah ekstremitas
Respiration Tidak ada Tidak teratur, Tangis kuat,
(pernafasan) dangkal Teratur
Tinjauan pustaka – Resusitasi
Faktor Resiko
Resusitasi: usaha Faktor Ibu Faktor Janin Faktor Intrapartum
Ketuban pecah dini ≥ 18 jam
memberi ventilasi Kehamilan multiple Pola denyut jantung janin yang
meragukan pada CTG
adekuat, pemberian Perdarahan pada trimester 2 dan 3 Prematur (terutama usia gestasi Presentasi abnormal
<35 minggu)
oskigen dan curah Hipertensi dalam kehamilan Post matur (usia gestasi >41 Prolaps tali pusat
jantung yang cukup minggu)
Hipertensi kronik Besar masa kehamilan (large for Persalinan/kala 2 memanjang
untuk otak, jantung, gestational age)
dan organ vital Penyalahgunaan obat Pertumbuhan janin terhambat Persalinan yang sangat cepat
Konsumsi obat (seperti litium, Penyakit hemolitik autoimun Pendarahan antepartum (misal
magnesium, penghambat (missal anti-D, anti Kell, terutama solusio plasenta, plasenta previa,
adrenergic, narkotika) jika terdapat anemia/ hidrops vasa previa)
janinis)
Tujuan: membuat Diabetes mellitus Polihidramnion dan Ketuban bercampur mekonium
oligohidramnion
bayi baru lahir Penyakit kronik (anemia, PJB, Gerakan janin berkurang sebelum Pemberian obat narkotika untuk
stabil dalam waktu sianotik) persalinan mengurangi rasa nyeri pada ibu
dalam 4 jam proses persalinan
selambat- Demam Kelainan congenital yang Kelahiran dengan forceps
lambatnya 1 jam memengaruhi pernapasan, fungsi
kardiovaskuler, atau proses
sesudah lahir transisi lainnya.
Infeksi Infeksi intrauterine Kelahiran dengan vakum
Korioamnioitis Hidrops janin Penerapan anestesi umum pada
ibu
Sedasi berat Presentasi bokong Bedah saesar yang bersifat
darurat.
Kematian janin sebelumnya Distosia bahu
Tidak pernah melakukan
pemeriksaan antenatal
Prosedur
Resusitasi
Tinjauan pustaka – Resusitasi

Persiapan tindakan resusitasi pada neonatus Evaluasi pertama dalam resusitasi

Apakah bayi lahir aterm?


Berapa usia kehamilan?
Apakah tonus otot bayi baik?
Apakah warana ketuban jernih?
Apakah bayi menangis atau bernafas?
Berapa bayi yang dilahirkan?
Apakah terdapat faktor risiko untuk
dilakukannya resusitasi?
Tinjauan pustaka – Langkah awal Resusitasi (1)

• Termoregulasi  aspek penting


• neonatus di bawah radiant warmer
• Bayi < 1500gr  risiko tinggi hipotermia
• Hindari Hindari terjadi hipotermia
maupun overheating
• suhu bayi harus dipertahankan antara
36,5ºC- 37,5ºC
Tinjauan pustaka – Langkah awal Resusitasi (2)
Tidak ada mekonium 
Radient warmer 
menyeka hidung dan mulut
posisi sniffing position
dengan handuk/ suction
 bersihkan jalan
(M-N), suction tidak boleh
napas
terlalu keras  vagal
refleks

Ada mekonium? Bayi Usaha napas buruk dan


bugar? Usaha napas tonus lemah, nadi <100x/m
dan tonus baik?  dengan laringoskopi 
suction dengan bulb suction langsung pada
syringe / kateter trachea  pipa pengisap
penghisap  miringkan no 12/14. ETT untuk mulut
kepala bayi dan faring posterior
Tinjauan pustaka – Langkah awal Resusitasi (3,4)

Mengeringkan bayi •Memposisikan kepala


untuk mencegah bayi, membersihkan
kehilangan panas  sekret, mengeringkan
pakai kain hangat dan tubuh bayi  stimulasi
kering  kain basah  yang bayi bernapas
ganti dengan kain cukup
hangat dan kering yang
baru. Bayi prematur < •Tidak adekuat 
32 minggu  dibungkus stimulasi taktil. Hindari
dengan plastic polietilen stimulasi yang keras!
Tinjauan pustaka – Langkah awal Resusitasi (5)

Evaluasi Pergerakan dinding


dada harus baik,
pernapasan gasping tidak ada
Hitung laju nadi
dalam 6 detik
dikalikan 10, Warna Nilai
pastikan nadi Laju nadi adanya
>100x/m
kulit sinosis
Tinjauan pustaka – Ventilasi tekanan positif

Peak respiratory
pressure (PIP) adalah
20cmH2O - 25cmH2O

BCB Henti napas PIP


30cmH2O - 40cmH2O

PEEP: 5cmH2O

Ventilasi diberikan
sebanyak 40-60 kali
setiap menit

Nilai setelah
15 detik
Tinjauan pustaka –Penilaian resusitasi awal
Bila denyut jantung tidak > 100x/m maka dapat
dilakukan langkah koreksi pada ventilasi tahap awal
(MR SOPPA)
Tinjauan pustaka – Intubasi endotrakeal
• Indikasi:
– mengisap mekonium
– meningkatkan efektivitas ventilasi
– membantu koordinasi kompresi dada dan ventilasi
– memaksimalkan efisiensi pada setiap ventilasi
– memberikan obat epinefrin
– untuk ventilasi dan atau pemberian surfaktan

• 2.5 bila berat badan < 1000 gram


atau usia kehamilan 28 minggu
• 3.0 bila berat badan di antara 1000
dan 2000 gram atau usia kehamilan
di antara 28-34 minggu
• 3.5 bila berat badan > 2000 gram
atau usia kehamilan 34 minggu
• 4.0 tidak direkomendasikan
Tinjauan pustaka – Laryngeal mask airway

• Membantu ventilasi untuk bayi dengan UK


≥ 34 minggu dan berat 2000 gram
• ventilasi tekanan positif dengan masker tidak
efektif dan ETT tidak berhasil
• Perlu dilakukan pemasangan CO2 detector
untuk menilai ventilasi yang efektif.
Tinjauan pustaka – Kompresi dada
• Indikasi: 15-30 detik, denyut • Kompresi dada dilakukan
jantung < 60 kali/menit atau pada 1/3 bawah sternum
60-80 kali/menit dan tidak • Teknik  Menggunakan 2 ibu
meningkat setelah pemberian jari, dua jari tangan kanan
PPV dengan FiO2 100%. • 3:1  90 kompresi dan 30
• Ventilasi telah efektif ventilasi  evaluasi 30 detik
• Telah dilakukan pemasangan • Dihentikan bila denyut
ETT atau LMA jantung spontan >80x/m
Tinjauan pustaka – Obat untuk Resusitasi

• Indikasikan:
– denyut jantung < 60 kali/menit setelah ventilasi
yang adekuat selama 30 detik dan juga dengan 60
detik ventilasi adekuat dengan kompresi dada.

• Pemberian melalui ETT: dosis 0,1mg/kg (1


mL/kg) epinefrin 0,1mg/mL (1:10.000). Dosis
maksimum 0,3 mg (3mL)
• Pemberian melalui intravena dosis
0,01mg/kg epinefrin 0,1mg/ml (1.10.000)
diikuti dengan pembilasan dengan
menggunakan 3mL NaCl 0,9%
TERIMA KASIH