Anda di halaman 1dari 17

OPERASIONAL GUDANG

Bilal Ahmadi, ST, MT


Warehouse Trade-Off

 Apa itu trade-off?


 Membandingkan dua hal yang bertentangan terhadap ukuran-ukuran
tertentu
 Dalam kegiatan mengelola gudang seringkali terjadi trade-off
 Penggunaan tenaga kerja atau otomasi mesin
 Pembangunan gudang baru atau sewa gudang
 Perlu menggunakan Warehouse Management System (WMS) atau tidak
 Penentuan jumlah dan lokasi gudang
 Analisis trade-off dalam pergudangan dilakukan dalam rangka
penggunaan sumber daya secara maksimal dan efisien untuk
memenuhi atau bahkan melebihi keinginan pelanggan
Contoh Warehouse Trade-off: Jumlah
Gudang

(Gwynne, 2014)
Trade-Off Gudang secara Umum

(Gwynne, 2014)
Tantangan Manajemen Gudang Saat Ini
 Sebuah survey oleh Intermec (2012) menyajikan hasil yang menarik
sebagai berikut:
 Hampir 3.000 jam kerja tiap tahunnya hilang akibat proses yang tidak
efisien
 Sekitar 80% manajer ditugaskan untuk menemukan cost saving pada
operasi gudang saat ini
 Secara rata-rata manajer ditugaskan untuk menemukan 20% cost saving di
dalam organisasi
 Mayoritas manajer menyebutkan area gudang berikut sebagai area yang
paling tidak efisien:
 Inventory control (53%)
 Picking (47%)
 Putaway dan replenishment (45%)
Organisasi Gudang

 Kompleksitas Operasional Gudang:

 Pergudangan identik dengan sebuah suasana yang penuh dengan


barang, prosedur, aturan dan “manusia”.

 Tanggung jawab yang besar terhadap kekayaan


perusahaan dan keselamatan kerja yang tinggi menuntut
karyawan warehouse dan logistik memiliki sedikit
perbedaan dibandingkan dengan karyawan setingkatnya di
bagian lainnya.
Contoh Struktur Organisasi Gudang

PT. Coca Cola Amatil Botling


Central Java (Sudarmadi, 2011)
Kualifikasi Karyawan Gudang

(Widianto, 2015)
Pengelolaan SDM Gudang
 Karyawan atau SDM gudang harus dikelola dengan baik agar tercipta
situasi kerja yang kondusif
 Perlu dibuatkan prosedur kerja yang jelas dan dipahami oleh setiap
karyawan
 Job Description (Deskripsi Pekerjaan) adalah:
Detail jabaran kerja yang harus dilakukan oleh sebuah posisi di dalam suatu
organisasi kerja yang mencakup hak dan kewajibannya yang berkaitan
dengan fungsinya didalam menjalankan tugas sehari-hari
 Standard Operating Procedure (SOP) adalah:
Cara menjalankan tugas (dengan baik dan benar) agar sesuai dengan Jobs
Description dan dapat dijadikan PATOKAN terhadap suatu proses kerja baik
yang berhubungan dengan sistem, operasional dan antar organisasi. Bentuk
turunan dari SOP adalah Instruksi Kerja/IK (Work Instruction/WI)
Contoh Job Description
Contoh SOP
Contoh SOP
Contoh SOP
Contoh
Instruksi Kerja
Jam Kerja Gudang

 Pengaturan jam kerja (termasuk pada area pergudangan) dapat bervariasi


tergantung dari peraturan yang ada
 Terdapat dua tipe jam kerja yang umum digunakan:
 Sistem 24/7
Pada sistem ini gudang beroperasi selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
Sistem shift klasik yang diadopsi adalah sebagai berikut:
Shift 1 : jam 06.00 – 14.00
Shift 2 : jam 14.00 – 22.00
Shift 3 : jam 22.00 – 06.00
Shift 4 : jam 09.00 – 17.00
Jam Kerja Gudang

 Beberapa perusahaan mengadopsi sistem shift baru, yakni 12 jam kerja untuk
4 hari kerja selama sepekan, sebagai berikut:
Jam Kerja Gudang

 Sedangkan apabila tidak memakai jam kerja 24/7, umumnya shift kerja yang
digunakan adalah sebagai berikut:
 Shift 1 : jam 06.00 – 14.00
 Shift 2 : jam 09.00 – 17.00
 Shift 3 : jam 14.00 – 22.00
 Dimungkinkan terjadinya variasi dari skema shift kerja diatas
 Jam puncak aktivitas, misalkan jam kedatangan barang di pagi hari ataupun
penyiapan pengiriman di sore hari, harus dipastikan memiliki sumber daya
yang memadai