Anda di halaman 1dari 7

Perjanjian Jual Beli dan

Sewa-Menyewa

Kelompok 5

 Ana Muslichatun
 Bayu Pamungkas
 Sekar Wulan
Definisi Sewa-Menyewa
Sewa-menyewa adalah suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu
mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya
kenikmatan dari sesuatu barang,

Perbedaan Sewa Tertulis dan Sewa Lisan


1. Jika sewa-menyewa itu 2. Sebaliknya, kalau sewa-
diadakan secara tertulis, maka menyewa tidak dibuat dengan
sewa itu berakhir demi hukum tulisan, maka sewa itu tidak
(otomatis) apabila waktu yang
berakhir pada waktu yang
ditentukan sudah habis, tanpa
ditentukan, melainkan jika pihak
diperlukannya sesuatu
yang menyewakan
pemberitahuan pemberhentian
untuk itu.hal ini sesuai dengan memberitahukan kepada si

ketentuan pasal 1570 KUHPdt. penyewa bahwa ia hendak


menghentikan sewanya
Kewajiban-kewajiban Kewajiban-kewajiban
pihak yang menyewakan pihak yang menyewakan

Berdasarkan pasal 1550 KUHPdt, Pihak Bagi si penyewa ada empat kewajiban
yang menyewakan mempunyai utama, ialah :
kewajiban : 1. Memakai benda sewaan dengan
 menyerahkan barang yang baik.
disewakan kepada penyewa; 2. Membayar uang sewa, sesuai
 memelihara barang yang disewakan dengan waktu yang ditetapkan
sedemikian hingga itu dapat dipakai 3. Mengembalikan benda sewaan
untuk keperluan yang dimaksudkan; setelah berakhirnya sewa
 memberikan kepada si penyewa menyewa.
kenikmatan tenteram dari barang 4. Tidak mengulang sewakan pada
yang disewakan selama pihak ketiga.
berlangsungnya persewaan.
Resiko dalam Sewa- Berakhirnya Sewa-
Menyewa Menyewa

Ada 2 resiko dalam Ada tiga alasan perjanjian


menjalankan sewa menyewa, sewa menyewa berakhir,
yakni: yakni:
 Keadaan memaksa dan  Jangka waktu sewa
resiko berakhir
 Resiko ditanggung oleh  Benda sewaan musnah
pemilik benda  Pembatalan sewa-
menyewa
Pengertian Jual-Beli
Menurut B.W jual beli adalah suatu perjanjian timbal balik dimana
pihak yang satu si penjual berjanji untuk menyerahkan hak milik
atas suatu barang sedang pihak yang lain si pembeli berjanji untuk
membayar harga yang terdiri atas sejumlah uang sebagai imbalan
dari perolehan hak milik tersebut.
Dasar Hukum Perjanjian Jual-Beli
Berdasarkan Pasal 1313 KUH-Perdata, disebutkan bahwa
perjanjian adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih
mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih.
Perbuatan di sini diartikan sebagai perbuatan hukum yang
bertujuan untuk menimbulkan suatu akibat hukum bagi pihak-pihak
yang saling mengikatkan dirinya dalam suatu perjanjian, dengan
kata lain perbuatan tersebut harus secara sadar dan memenuhi
syarat sahnya perjanjian karena akan menimbulkan perikatan untuk
melaksanakan suatu kewajiban dalam lapangan harta kekayaan bagi
mereka yang melakukan perjanjian tersebut.
Pasal 1338 semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku
sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya .
Kewajiban Penjual Kewajiban Pembeli

Bagi pihak penjual ada dua Bagi pihak penjual ada dua
kewajiban utama antara lain: kewajiban utama antara
1. Menyerahkan hak milik
lain:
atas barang yang diperjual
belikan 1. Pembayaran harga

2. Menanggung kenikmatan 2. Harga harus dalam bentuk


ketentraman atas barang mata uang
tersebut dan menanggun
terhadap cacat-cacat
barang yang dijual
belikanyang tersembunyi.