Anda di halaman 1dari 54

LIMBAH

• LIMBAH = SESUATU YANG DIBUANG ATAU TIDAK


DIINGINKAN KEHADIRANNYA
• LIMBAH terdiri dari:
– Limbah padat
– Limbah cair
– Limbah gas
– Limbah bising
– Limbah B3
• MASING-MASING MEMPUNYAI SIFAT DAN
KARAKTERISTIK YANG BERBEDA.
• OLEH SEBAB ITU PENANGANNYA JUGA
BERBEDA
• TOLAK UKUR DALAM PENGELOLAAN
LIMBAH ADALAH BAKU MUTU yang
ditetapkan oleh pemerintah, LSM dan
lembaga lain.
• MASING-MASING LIMBAH MEMPUNYAI
BAKU MUTU YANG SESUAI AGAR BADAN
PENERIMA TIDAK TERCEMAR
BERASAL DARI SATELIT BUATAN, ROKET PELUNCUR, ATAU
STASIUN ANGKASA YANG TIDAK LAGI BERFUNGSI
SAMPAH ANTARIKSA YANG BERASAL DARI SEBUAH SATELIT PECAH
BERANTAKAN MENJADI RIBUAN SERPIHAN SAAT BERADA DI ORBIT
LIMBAH PADAT (SOLID WASTE)
• Limbah Padat sering disebut SAMPAH
• SAMPAH (Tchobanoglous et.al., 1993): bahan buang
bukan cairan yang dihasilkan dari aktivitas domestik,
komersil, pertanian, pelayanan umum, pembangunan,
pertambangan, industri ataupun bahan buangan berasal
dari sutau proses alami yang mungkin terjadi.
• Sampah mempunyai bentuk bermacam-macam dan
masing-masing berbeda sifat/krakatersitiknya:
– Combustible (bahan yang mudah terbakar)
– Garbage (Bahan organik yang mudah membusuk
– Benda-benda dari metal, dari kayu atau bekas-bekas pekerjaan
bangunan
– Selain itu sifat sampah juga dibedakan oleh iklim, musim, sifat
hidup dan aktivitas manusia
PROBLEM SAMPAH
• Aktivitas manusia meningkat
• Pelayanan umum yang rendah
• Resiko pencemaran lingkungan
• Berserakan dimana-mana
• Memacetkan saluran air
• Mendatangkan banjir
• Menimbulkan kemacetan terhadap lalin akibat
truk sampah atau container yang tidak sesuai
tempatnya.
• Ancaman terhadap sarana dan prasarana lain
(pendangkalan sungai dll)
THE POTENTIAL RISK TO HEALT AND
ENVIRONMENT (LANGSUNG ATAU TIDAK
LANGSUNG)

• Terhadap kesehatan masyarakat:


– Inpeksi langsung bagi pekerja sampah
– Menularkan penyakit (akibat berkembangnya
bakteri, virus, diare, pes, malaria, dll),
• Terhadap lingkungan:
– Estetika:
• Kesan buruk/jelek
• Rasa jijik dan tidak nyaman untuk berkunjung
(terganggunya program pariwisata)
– Leachete:
• Pengotoran dari air sampah (lindi), mencemarkan tanah,
air permukaan/air tanah
• Udara:
– Bau yang tidak enak/tengik
– Debu dari pembakaran
– Gas methane
• Logam berat:
– Dari buangan industri
– Meracunani bdan air
– Mengganggu siklus makanan (food chain)
• Ancaman terhadap sarana dan prasarana
lain:
– Pengdangkalan sungai (saluran air)
– Jalan raya dan lain-lain
DAMPAK SAMPAH
• DAMPAK NEGATIF (Tchobanoglous et, al., 1977; Anon.,
1988; Chatib, 1988):
– Mempenaruhi kesehatan masyarakat
– Kesan tidak baik (estetika)
– Menimbulkan pencemaran terhadap air, tanah dan air
tanah
– Menimbulkan pencemaran udara akibat bau
– Menimbulkan bahaya terhadap pekerja samapah
terutama dari B3
– Mengancam sarana dan prasarana lainnya
DAMPAK SAMPAH …

• Dampak positif sampah ((Tchobanoglous et,


al., 1977; Anon., 1988; Chatib, 1988):
– Dapat dijadikan pupuk
– Dapat digunakan untuk menimbun tanah yang
legok atau perbaikan tanah
– Dapat dijadikan makanan hewan
– Sebagai energi alternatif (biogas dan lain-lain)
RIOL
Sampah dalam KOTA
selokan
Container sampah
PENGELOLALAAN SAMPAH

• TUJUAN PENGELOLAAN:
– Meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman
manusia di kota dan di desa yang dapat
mempengaruhi langsung atau memperbaiki dan
meningkatkan individu manusia
– Menyelamatkan investasi pembangunan prasarana
dan sarana sosial dan ekonomi seperti jalan dari
kerusakan akibat tidak terdapat atau kurangnya
sarana dan penyehatan lingkungan pemukiman
– Menyelamatkan berbagai sumber daya alam
terutama badan air dari kerusakan dan penurunan
kualitas yang diperlukan untuk memenuhi
kebutuhan manusia
Jembatan Siti Nurbaya
- Investasi besar
- Indah dan cocok untuk pariwisata
- Mendukung Pelabuhan Marina

- kurang diawasi,
- PKL sepanjang trotoar jembatan
- Parkir kendaraan pengunjung
- Potensi menghasilkan sampah
SISTEM PENGELOLAAN

• PENGELOLAAN INDIVIDU (SEDERHANA):


– Langsung dibuang , dibakar dll (biasanya
dilakukan dipemukiman/pedesaan)
• PENGELOLAAN PERKOTAAN (INSTITUSI):
– ADA 5 ASPEK SEBAGAI SUB SISTEM:
• Aspek insitusi
• Aspek legal
• Aspek pembiayaan
• Aspek teknk operasional
• Aspek partisipasi masyarakat
Aspek Aspek
pembiayaan
Institus
i

Aspek Manajeme
Aspek
Legal n Sampah
Teknis
Operasional

Aspek
peran
serta
masya-
rakat

Aspek dalam pengelolaan sampah


1. ASPEK INSTITUSI
• Aspek yang memegang peranan penting/besar menyangkut
masalah manajemen:
– Kejelasan status unit pengelolaan
– Struktur organisasi yang sesuai
– Fungsi
– Tanggung jawab dan koordinasi
• Mempunyai peranan pokok menggerakan, mengaktifkan dan
mengarahkan sistem pegelolaan sampah perkotaan

Masalahnya: penyediaan staf yang mampu (petugas yang terampil


dan disiplin serta memeiliki keluwesan dalam koordinasi dengan
instnasi terkait)
Organisasi pengelolaan:
a. Sebagai program dinas kebersihan:
- Pengumpulan dilaksanakan sendiri oleh petugas/karyawan kota,
adm dan teknis,
- Cara ini lebih baik, hanya untuk segi sanitasi yang kurang
diperhatikan,
- Pekerjaan lebih mudah dipahami karena direncanakan sendiri
b. Kerja berdasarkan konstrak:
- operasi dari pengumpulan sampah diusahakan /diberikan
oleh/kepada suatu usaha swasta keseluruhan berdasarkan
kontrak,
- Keuntungannya: tidak terpengaruh oleh kondisi politis kota,
cendwerung melaksanakan operasi dengan metoda yang berlaku
dalam bisnis
- Kerugian: keuntungan adalah tujuan utama bukan service atau
kesejahteraan masyarakat, sanitary control sulit dan jarang
dipenuhi, perhatian pada daerah tertentu jurang
Organisasi…
c. Perorangan yang diberi izin untuk
mengumpulkan sampah;
- scavenger operation, dimana badan-badan swasta
tertentu atau perorangan diberi izin untuk
melakukan pengumpulan sampah dalam suatu
areal/lokasi yang telah ditetapkan
- Sangat cocok untuk kota-kota atau peroragan
diberi kesempatan untuk ikut serta
2. ASPEK PENGATURAN (LEGAL)

• Berupa peraturan yang melibatkan wewenang dan


tanggung jawab badan pengelola serta partisipasi
masyarakat dalam memelihara kebersihan dan
pembayaran retribusi
• Menjaga pola/dinamika sistem agar dapat mencapai
sasaran secara efektif yaitu:
– Sebagai landasan pendirian instansi pengelolaan
persampahan
– Sebagai landasan pemberlakuan tarif
– Sebagai landasan ketertiban umum
3. ASPEK FINANSIAL
• Aspek sumber agar sistem tetap berjalan dengan baik
(dana pendukung), biaya operasional, pemeliharaan dan
rehabilitasi serta perluasan pelayanan yang diperlukan
sesuai dengan perencanaan
• Struktur biaya:
– Biaya investasi; pengadaan perangkat keras dan perangkat
lunak
– Biaya operasional:
• Unutuk gaji dan upah
• Transportasi (bahan bakar)
• Pendidikan dan latihan
• Administrasi kantor dan lapangan
• Utilitas lain
4. Aspek Peran Serta Masyarakat
Diperluan dalam:
– Masyarakat turut serta memelihara kebersihan dalam
lingkungan
– Masyarakat secara berkesinambungan membayar retribusi
– Masyarakat turut aktif dalam melaksanakan sub sistem
pengumpulan dll
– Masyarakat mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku seperti
menempatan wadah sampah yang memenuhi syarat kesehatan
MASALAHNYA:
- SIKAP MENTAL DAN PERTAMBAHAN PENDUDUK; SIKAP
PENDATANG BERBEDA DENGAN PENDUDUK SETEMPAT
- TERBATASNYA ANGGARAN DAN SARANA SERTA
PRASARANA
- BELUM TERPADU/TERINREGRASINYA DENGAN SEKTOR
LAIN
5. Aspek Teknik Operasional
• Aspek terpenting dalam pengelolaan sampah,
meliputi perhitungan produksi sampah (generation
rate), menentukan daerah pelayanan, penentuan cara
pengumpulan dan pengangkutan sampah serta
penentuan lokasi pembuangan akhir termasuk
perhitungan kebutuhan peralatan
• Ada 6 elemen fungsi yang saling mempengaruhi dan
saling terkait satu sam lain yaitu:
– Waste generation (timbulan sampah)
– Storage (pewadahan)
– Transfer and transport
– Processing and recovery
– Disposal (pembuangan akhir)
1. Waste generation (timbulan sampah)

Sumber sampah:
- sampah domestik; semua buangan yang
berasal dari permukiman, kota, pasar,
jalan, terminal, rumah sakit, dll.
- Sampah non domestik; sampah dari
pabrik, pertanian, perikanan, industri, dll
Sumber Tipe Fasilitas, aktiivitas Tipe sampah yg
Sampah dan lokasi yg dihasilkan
menghasilkan sampah
Rumah Rumah tangga, apartemen Sampah makanan, kertas
tangga plastik, sampah halaman,
kaca, dll
Komersil Pasar, restoran, swalayan, Kertas, karton, plastik,
kantor, hotel, bengkel dan kayu, sampah makanan,
percetakan kaca, logam, sampah B3
Institusi Sekolah, rumah sakit, Kayu, baja, beton, bata,
penjara, penjara, pusat sampah B3
pemerintahan
Konstruksi n Konsruksi baru, modeling, Kayu, baja, betom, bata,
pemugaran perbaikan bangunan sampah kering, sampah
bangunan B3, dll
Sumber Tipe Fasilitas, Tipe sampah yg
Sampah aktiivitas dan lokasi yg dihasilkan
menghasilkan sampah
Instalasi Pengolahan air minum n air Lumpur hasil pengolahan
pengolahan buangan, pengolahan limbah
industri

Limbah industri Konstruksi, pabrikasi, industri Sampah hasil proses industri,


kecil n besar, industri kimia, sampah kering, sampah B3
pembangkitan energi, dll

pertanian Penanaman, pemupukan dan Sampah pertanian, hasil


pemanenen pengolahan pertanian,
sampah kering
Gol sampah berdasarkan
kandungan (Sastrawijaya, 1981):
1. Garbage (sampah basah); mengandung bahan
organik, mudah membusuk dan mudah
didekomposisi serta menghasilkan leachete.
2. Rubbish (sampah kering); dominan
mengandung bahan organik, tidak mudah
membusuk, mudah didekomposisi dan tidak
mengandung air serta mudah terbakar.
3. Dust/ash (bahan halus); terdiri dari bahan
organik dan anorganik, berukuran sangat kecil
dan mudah berterbangan
Data sampah, timbulan sampah, generation
rate, komposisi dan karakteristik sampah
diperlukan:
1. Menentukan kebutuhan peralatan
pengumpulan dan pengangkutan
2. Menghitung luas lokasi tpa
3. Menentukan alternatif pengelolaan sampah
4. Menentukan jumlah tenaga kerja
5. Menentukan biaya untuk pengembangan
metoda dan cara pembiayaan
Timbulan Sampah berdasarkan
komponen sampah

No. Komponen sumber sampah satuan Volume (lt) Berat (kg)


1 Rumah permanen per org/hari 2,25-2,50 0,35-4,00
2 Rumah semi permanen per org/hari 2,00-2,25 0,30-0,35
3 Rumah non permanen per org/hari 1,75-2,00 0,25-0,30
4 Kantor per org/hari 0,50-0,75 0,25-0,30
5 Toko/ruko per org/hari 2,50-3,00 0,15-0,35
6 Sekolah per mtr/hari 0,10-0,15 0,01-0,02
7 Jalan arteri sekunder per mtr/hari 0,10-0,15 0,02-0,10
8 Jalan kolektor sekunder per mtr/hari 0,10-0,15 0,10-0,05
9 Jalan lokal per mtr/hari 0,05-0,10 0,005-0,025
10 Pasar per mtr/hari 0,20-0,60 0,10-0,30
Timbulan Sampah berdasarkan
klarifikasi sumber
Sumber Sampah Timbulan Sampah No. Sumber Sampah Timbulan Sampah
(liter/unit/hari) (liter/unit/hari)
Rumah Tangga: Hotel:
- mewah 30 - mewah 130
- menengah 20 - menengah 80
- bawah 10 - bawah 50
Pertokoan: Rumah makan:
- Besar 60 - mewah 130
- Sedang 40 - menengah 70
- Kecil 30 - bawah 40
Perkantoran: Industri:
- Besar 80 - mewah 80
- Sedang 40 - menengah 60
- Kecil 30 - bawah 25
Rumah sakit: Sekolah:
- Besar 160 - mewah 80
- Sedang 80 - menengah 50
- Kecil 40 - bawah 30
Pasar: Fasilitas sosial:
- Besar 60 - mewah 60
- Sedang 30 - menengah 40
- Kecil 20 - bawah 30
2. Wadah sampah (Storage)
- wadah digunakan untuk menyimpan sementara
sampah sebelum diambil petugas
- Idealnya dalam kegiatan pewadahan diperlukan
pemisahan lebih awal dahulu
- Wadah ditempatkan pada tempat yang mudah diambil
petugas secara teratur dan higenis
- Wadah dipakai tergantung asal sampah:
- Sampah dari pemukiman; kantong plastik, bin
plastik
- Sampah dari pasar/toko; tong permanen, bin
plastik, bin pakai roda, gerobak, container (besar)
- Sampah dari perkantoran, hotel; bon plastik,
container
- Tempat-tenpat umum; container, tong sampah
tetap, tong sampah beroda
Faktor yang harus diperhatikan
dalam kegiatan pewadahan
- Jenis sarana perwadahan yang
digunakan
- Lokasi penempatan yang digunakan
- Kesehatan dan keindahan lingkungan
- Metode pengumpulan yang digunakan
3. Pengumpulan (collection):
• Kegiatan operasi dimulai dari tempat asal
sampah sampai ke penampungan sementera
(transfer) sebelum dibuang ke disposal (TPA)
• Cara pengumpulan:
– Door to door: mendatangi tiap rumah oleh petugas
dengan alat-alat: gerobak tangan, truk, dump truk,
compactor truck, lalu dibawa ke tpa
– Cara communal: pengumpulan dilakukan sendiri
oleh masing-masing rumah ke tps
Waktu dan frekuensi Pengumpulan:
• Tergantung pada dan dimana asal
sampah
– Siang hari; untuk sampah pemukiman, pabrik
– Malam hari; untuk sampah pasar, pusat bisnis

lokasi waktu garbase rubbis Refuse mudah


terbakar
Pemukiman/ru Siang hari 2 x minggu 1 x minggu 2 x minggu
mah tangga
Tiap hari
Tpt bisnis Malam hari Tiap hari Tiap hari
Pola pengumpulan
• Pola individual langsung:
– Sampah dikumpulkan dari sumber dan diangkut
langsung ke TPA tanpa melalui pemindahan.
• Pola individual tidak langsung:
– Sampah dikumpulkan dari sumber ke tempat
pemindahan lalu diangkut ke TPA
• Pola komunal langsung:
– Sampah dikumpulkan dari masing-masing wadah
komunal dan langsung diangkut ke TPA
• Pola komunal tidak langsung:
– Sampah dikumpulkan dari pewadahan komunal dibawa
ke lokasi pemidahan kemudian diangkut ke TPA
• Pola penyapuan jalan:
– Sampah dikumpulkan dengan penyapuan, biasanya
pada jalan-jalan protokol, lap parkir, lap rumput, dll)
4. Transfer sampah (pemindahan)
• Transfer sampah: tempat pemidahan atau tps
yaitu bangunan dimana sampah dipindahkan
dari gerobak tangan atau kontainer ke truk
pengangkut dan selanjutnya dibawa ke
disposal site (tpa)
– Tranfer dipo I:
• Bangunan /raung kantor
• Peralatan parkir
• Tenpat penyipman peralatan
• Memerlukan lahan  200 m2
– Tranfer station: berupa peralatan yang berada di pinggir jalan
(vol 6 m3) berupa bak terbuka (sering berserakan akibat
binatang dll)
– Container besar (vol 6-10 m3): ditempatkan dipinggir jalan
yang tidak mengganggu
Penempatan tipe tranfer tergantung
ketersediaan lahan:
- lahan luas cocok tranfer dipo I
- lahan sempit cocok container
- daerah elit; cocok door to door (langsung
dibawa ke tpa)
- daerah memanjang dipakai sistem comunal
TRANSPORT (PENGANGKUTAN)
Yaitu kegiatan yang dimulai dari tps ke tpa
Agar efektif dan ekonomis haruslah:
- pilih rute yang sependek mungkin dan paling
sedikit hambatannya;
- Gunakan truk berkapasitas (daya angkut)
maksimal;
- Gunakan kenderaan hemat bahan bakar
- Jumlah trip sebanyak mungkin
Sampah pada saluran air
Pelabuhan Marina
dan Batang Arau
Metoda transportasi dan jenis
kendaraan
Tergantung kepada sistem pengumpulan:
1. Sistem pengumpulan dgn trasfer/dipo:

Pool TD TPA

Kend keluar dari Pool terus ke transper dipo (TD),


Dari TD terus ke TPA, dari TPA ke TD untuk shift berikut,
Dari TD ke TPA lagi sampai shift terakhir dari TPA ke pool.
Jenis kendaraan: truk biasa atau dump truck
Metoda…
2. Sistem pengumpulan dengan container besar

pool C1 C2 C3 TPA
6. Processing and Recovery
Tujuan pengolahan:
- memanfaatkan kembali benda-benda yang memiliki nilai
ekonomi yang terbuang bersama sampah
- Untuk mendapatkan sistem operasional TPA yang lebih efisien
dgn oengurangi volume dan berat sampah
- Untuk memanfaatkan energi yang terdapat dalam sampah
Pengolahan dapat dilakukan:
- recycling (pemisahan)
- Composting (pengomposan)
- Incenerating (pembakaran)
- Griding dan baling (penggilingan dan pemanpatan)
- Pengembangan cacing
- Makanan ternak
Namun semua pengolahan tersebut masih ada residu
7. Disposal

Disposal adalah pembuangan sampah agar tidak


mencemarkan lingkungan dan terhindar dari
pemaparan (expose) terhadap manusia

Cara pembuangan akhir:


1. Pembuangan di tempat terbuka (open dumping)
2. Sanitary landfill (SLF)
3. Pembuangan di laut (dumping at sea)
pembuangan akhir

- adanya opini yang salah dari pengelola,


masyarakat dalam sistem penanganan sampah;
bahwa proses penanganan samaph dianggap
berakhir apabila sampah sudah dibuang (sampai)
ke TPA;
- Seharusnya penanganan dan pembenahan
sampah di lokasi tpa harus mendapat perhatian
serius sehingga tidak menimbulkan dampak
terhadap lingkungan
Kriteria pemilihan lokasi TPA
1.Regional;
Digunakan untuk menentukan kelayakan zone meliputi
kondisi geologi, hidrologi, kemiringan tanah, jarak
tempuh, dll
2.Penyisih;
Digunakan untuk memilih lokasi terbaik berdasarkan
iklim, utilitas, lingk biologis, demografi, batas
administrasi, kebisingan, estetika, ekonomi, budaya, dll
3.Penetapan;
Digunakan oleh instansi berwenang untuk menyetujui
lokasi terpilih berdasarakn kebijakan setempat
open dumping:
adalah cara tertua di dunia dengan membuang seluruh
sampah begitu saja di tempat terbuka tanpa dilakukan
penutupan sehingga sering merugikan:
- mengakibatkan pengotoran aliran air
- Mendatangkan lalat, tikus dan insekta lain yang mudah
berkembang biak
- Bahaya kebakaran
Keuntungan:
- sangat baik terhadap tanah yang legok dan dpat
dimanfaatkan kembali spt lapangan golf, dsb
- Sangat cocok untuk daerah yang jauh dan teriosolir dari
kehidupan mansia
sanitary land fill (SLF)
• Metoda ini adalah pengembangan dari open dumping
dengan jalan memadatkan dan menutup sampah dengan
tanah setiap sel harian (lihat gambar)
• Untung rugi SLF:
– Sangat baik dari segi kesehatan (tidak membahayakan) karena
telah dirancang/direncanakan sedemikian rupa baik terhadap
tipe tanah yang dipakai, sistem draenase, arah angin, dll
– Mudah dalam melaksanakan.mengoperasikan dibandingkan dengan metode
kompos dan pembakaran karena tidak dilakukan pemisahan
– Dapat dilakukan di tengah kota atau di luar kota
– Biaya investasi kecil dibandingkan dengan metoda lain
– Kesulitan dalam mencari areal tanah yang dibutuhkan apabila lokasi barada
didalam kota, tetapi cocok untuk tanah yang legok dan dimanfaatkan dalam
jangka panjang
– Menambah biaya transportasi, apabila lokasi jauh di luar kota
– Memerlukan pemantauan secara terus menerus
jenis sanitary land fill
• Trench method;
– Penggalian seperti membuat parit dilakukan lebih dahulu, kemudian sampah
dimasukan kedalam parit hingga kedalaman tertentu, dipadatkan dan ditutup
dengan tanah galian tadi
– Panjang parit 50-100 m, lebar 5-7 m, kedalaman 1-2 m.
– Akhirnya membentuk sel harian
• Area method;
– Diterapkan pada kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk membuat parit
– Sampah hanya diletakan secara memanjang dan disusun berbanjar. Tebal
lapisan 35-75 cm
– Pemadatan dilakukan dengan mesin steel whell compactor
– Lapisan berikut dihamparkan diatas lapisan yg sudah dipadatkan setebal 35-
75 cm, hingga lapisan terakhir mencapai ketinggian 2-3 m
– Lapisan akhir dihamparkan tanah setebal 12-25 cm sebagai tanah penutup
jenis …
• Rump method;
– Sampah ditempatkan pada tanah miring atau legok hingga ketebalan tertentu
kemudian dipadatkan dan ditutupi dengan tanah lain yng diambil dari luar
lokasi
• Depreesion method;
– Pengisian sampah dimulai dari ujung lembah hingga mulut lembah
– Cara ini untuk menghindari terjadinya penggenangan air di belakang landfill
Milled Landfill;
- merupakan alternatif baru yang dikembangkan dimana sampah digiling
terlebih dahulu baru dilakukan pembuangan/penghamparan dengan metode
sebelumnya
- Metode in tidak membutuhkan tanah penutup harian, cukup penutupan pada
akhir saja
fasilitas di sanitary landfill
-jalan masuk ke lokasi (lokasi sebaiknya dipagar keliling)
-Jalan dalam lokasi; digunakan untuk penghamparan sampah berdasarkan
sel-sel harian
-Jembatan timbang; digunakan untuk mengetahui berat sampah yang
dibuang ke tpa, mengetahui tingkat pelayanan pengelolaan sampah,
penelitian dan pengembangan tpa.
-Tempat cucian kendaraan; mencegah terjadinya pengotoran jalan raya
setelah kenderaan beroperasi di lokasi tpa
-Tanah pelapis sel harian
-Pengolahan leachate;
- Kolam anaerobik; pengendapan terjadi disini secara anaerobik terutama
untuk mengurangi COD dan BOD
- Kolam fakultatif; pengendapan setelah anaerobik menjadi erobik
- Kolam maturasi; proses oksidasi terjadi sehingga memenuhi baku mutu air
buangan
fasilitas …
• Sistem draenase;
– Draenase berfungsi untuk mengurangi volume leachate akibat
dekomposisi sampah
• Sistem pengontrolan gas;
– Gas-gas akibat dekomposisi sampah dapat berupa gas NH3,
CH4, CO, SO4, H2S dll. Fasilitas ini diperlukan agar gas-gas ini
tidak mencemarkan udara sekitar tpa. Jika tidak dikelola gas-gas
dapat menimbulkan ledakan atau kebakaran
Tugas ke 2
• Meringkaskan bab 3 dan 4 buku
Integrated Solid Waste
Management (hal 37-98)
• Bukunya ada di perpustakaan
atau pinjam buku dosen di pasca
• Waktu hanya 2 minggu dari 27
Februari 2015