Anda di halaman 1dari 18

SIKLUS KREBS

KELOMPOK 03
PENGERTIAN
SIKLUS KREBS
(SIKLUS ASAM SITRAT/
SIKLUS TRIKARBOKSILAT)

Siklus krebs adalah salah satu reaksi yang terjadi dari rangkaian
reaksi metabolisme sel di dalam mitokondria yang membawa
katabolisme residu asetyl, membebaskan ekuivalen hidrogen,
yang dengan oksidasi menyebabkan pelepasan dan
penangkapan ATP sebagai pemenuh kebutuhan energi jaringan.

Siklus ini juga metabolisme utama dari berbagai senyawa


hasil metabolisme, yaitu hasil katabolisme karbohidrat,
hasil katabolisme lemak dan hasil katabolisme protein.
Asetil koenzim-A sebagai katabolisme lemak dan
karbohidrat. Oksaloasetat, fumarat dan alfa ketoglutarat
Sir Hans Adolf hasil katabolisme asam amino dan protein.
Krebs
FUNGSI SIKLUS KREBS

Sebagai jalur Metabolisme lein Menyediakan Menyediakan


akhir oksidasi yang prekursor- mekanisme
KH, Lipid dan menghasilkan prekursor pengendalian
Protein. KH, lipid CO2 misalnya penting untuk langsung atau
dan protein jalur pentosa sub unit yang tidak langsung
semua akan Untuk fosfat atau P3 Menghasilkan diperlukan dalam Sumber enzim- untuk lain-lain Merupakan alat
dimetabolisme mempertahanka (pentosa sebagian besar sintesis berbagai enzim tereduksi sistem enzim agar tenaga
menjadi asetyl- n kadar glukosa phospat CO2 molekul yang mendorong yang berlebihan
KoA. dalam keadaan pathway) atau Rantai Respirasi dapat digunakan
normal harper heksosa untuk sintesis
monofosfat lemak
Mekanisme Siklus Krebs

Siklus krebs yang merupakan tahapan kedua dari proses


respirasi seluler setelah proses glikolisis. Hasil dari
glikolisis dibutuhkan dalam siklus krebs. Karena glikolisis
terjadi di dalam sitoplasma dan siklus krebs dalam
mitokondria, maka hasil glikolisis harus terlebih dahulu
masuk ke dalam mitokondria melalui proses
dekarboksilasi oksidatif. Hasil dari dekarboksilasi oksidatif
adalah molekul asetil ko-A, NADH, dan CO2. Satu
molekul glukosa akan diubah menjadi dua molekul asam
piruvat dalam glikolisis, artinya proses dekarboksilasi
oksidatif untuk untuk satu molekul glukosa akan
menghasilkan 2 molekul asetil ko-A, 2 NADH, dan 2 CO2.
Hasil inilah yang akan digunakan dalam siklus krebs
(a) Tahapan Siklus Krebs
Siklus krebs memiliki tahapan yang kontinu. Jika telah mencapai
tahap akhir, maka terus berulang dari tahap awal kembali.
1. Tahap I Pembentukan Sitrat
Pada tahap pertama ini, asetil ko-A akan berikatan dengan oksaloasetat membentuk sitrat. Reaksi
pada tahap pertama ini dibantu dengan enzim sitrat sintase.
2. Tahap II Isomerase Sitrat
Selanjutnya, sitrat yang telah terbentuk pada tahap pertama disusun kembali untuk membentuk isomer
isositrat oleh enzim acontinase. Pada reaksi ini molekul air dihapus dari asam sitrat dan kemudian
dimasukkan kembali ke lokasi lain. Transformasi terjadi dari perpindahan gugus OH dari posisi 3 ke 4
pada reaksinya dan menghasilkan isositrat.
3. Tahap III Isositrat Dehidrogenase
Isositrat diubah menjadi α-ketoglutarat oleh enzim isositrat dehidrogenese. Reaksi ini melepaskan CO2dan
menghasilkan NADH. Enzim isositrat dehidrogenase mengkatalisis oksidasi dari gugus -OH pada posisi 4 dari
isositrat untuk menghasilkan perantara yang kemudian memiliki molekul karbon dioksida dihapus dari untuk
menghasilkan α-ketoglutarat. Oksidasi isositrat menjadi α-ketoglutarat kemudian membentuk senyawa antara
oksalosuksinat yang berikatan dengan enzim isositrat dehidrogenase dengan NAD sebagai koenzim.
4. Tahap IV α-Ketoglutat Dehidrogenase Kompleks
α-ketoglutarat teroksidasi, karbon dioksida akan dihapus, dan koenzim A ditambahkan untuk membentuk
senyawa 4-karbon suksinil-KoA. Selama oksidasi ini, NAD+ direduksi menjadi NADH2. Enzim yang
mengkatalisis reaksi ini adalah α-ketoglutarat dehidrogenase. Oksidasi αketoglutarat menjadi suksinat melalui
pembentukan suksinil ko-A, merupakan reaksi yang irreversibel dan dikatalisis oleh enzim α-ketoglutarat
dehidrogenase. Suksisnil ko-A adalah senyawa tioester yang berenergi tinggi. Selanjutnya suksinil ko-A
melepaskan ko–A dengan dirangkaikan dengan reaksi pembentuk energi GTP dari GDP. GTP yang terbentuk
dipakai untuk sintesis ATP dari ADP dengan enzim nukleosida difosfat kinase. Pembentukan GTP dikaitkan
dengan reaksi deasilasi suksinil ko-A ini disebut “fosforilasi tingkat substrat”.
5. Tahap V Suksinat Thikonase
Ko-A dihapus dari suksinil-KoA untuk menghasilkan
suksinat. Suksinat dioksidasi menjadi fumarat oleh
enzim suksinat dehidrogenase dengan FAD sebagai
koenzim. FAD berperan sebagai gugus penerima
hydrogen. Energi yang dilepaskan digunakan untuk
membuat guanosin trifosfat (GTP) dari guanosin
difosfat (GDP) oleh fosforilasi tingkat substrat. GTP
kemudian dapat digunakan untuk membuat ATP.
Enzim suksinil-KoA sintase mengkatalisis reaksi ini
dari siklus asam sitrat.
6. Tahap VI Suksinat Dehidrogenase
Suksinat dioksidasi menjadi fumarat. Selama oksidasi ini, FAD direduksi menjadi FADH2. Enzim suksinat
dehidrogenase mengkatalisis pemindahan dua hidrogen dari suksinat. Reaksi reversibel penambahan satu
molekul H2O ke ikatan rangkap fumarat, menghasilkan malat yg dikatalisis oleh fumarase.
7. Tahap VII Hidrasi
Hidrasi menambahkan atom hydrogen pada ikatan ganda karbon yang ada pada fumarat menjadi L-malat
dikatalisis oleh enzim fumarase (fumarat hidratase). Fumarase berlanjut ke proses penataan ulang dengan
menambahkan hidrogen dan oksigen kembali ke substrat yang telah dihapus sebelumnya.
8. Tahap VIII Regenerasi Oksaloasetat
Senyawa awal dari siklus asam sitrat oleh dehidrogenase malat. Selama oksidasi ini, NAD+ direduksi menjadi
NADH2. L-malat dioksidasi menjadi oksaloasetat oleh enzim L-malat dehidrogenase yg berikatan dengan NAD
(reaksi endergonik) atau laju reaksi berjalan ke kanan,karena reaksi berikut kondensasi oksaloasetat denga asetil
ko-A yaitu reaksi eksergonik yang irreversible.
(b) Hasil Siklus Krebs
Hasil akhir dari siklus krebs berupa 2 molekul asetil ko-A. Jika
diuraikan maka, ATP yang berjumlah 2 molekul, FADH2 yang
berjumlah 2 molekul menghasilkan 4 ATP, NADH yang berjumlah 6
molekul menghasilkan 18 ATP dan juga CO2 dengan jumlah 2
molekul. Juga dihasilkan 8 molekul hydrogen yang direaksikan
dengan oksigen membentuk air. Hasil dari siklus krebs ini
digunakan dalam tahapan transport electron seperti FADH2 dan
NADH.
Thank You