Anda di halaman 1dari 29

dr.

Putra Anugrah S
SILOAM CLINIC BALIKPAPAN
PENYAKIT JANTUNG KORONER

Merupakan penyakit
dimana jantung tidak
dapat berfungsi karena
otot jantung rusak akibat
kekurangan pasokan
oksigen
PROSES TERJADINYA
SERANGAN JANTUNG
Growth of thrombus
Intraluminal thrombus

Blood Flow

Intraplaque thrombus Lipid pool


PENCETUS SERANGAN
JANTUNG
FAKTOR RISIKO
PJK
FAKTOR RISIKO
PJK
TIDAK DAPAT
DIMODIFIKASI:

● Faktor genetik
● Usia
● Jenis kelamin
● Ras

● Post menopause
FAKTOR RISIKO
PJK
Dapat dimodifikasi:

● Hipertensi
● Dislipidemia
● Diabetes melitus
● Merokok

● Obesitas
KLASIFIKASI TEKANAN DARAH
( USIA DIATAS 18 TAHUN )

BP Classification SBP mmHg DBP mmHg

Normal
<120 and <80
Prehypertension
120–139 or 80–89
Stage 1 Hypertension
140–159 or 90–99

Stage 2 Hypertension >160 or >100


Komponen Lipid Batasan (mg/dl) Klasifikasi

Kolesterol Total < 200 Yang diinginkan


200 – 239 Batas tinggi
> 240 Tinggi

Kolesterol LDL < 100 Optimal


100 – 129 Mendekati optimal

130 – 159 Batas tinggi


160 – 189 Tinggi
> 190 Sangat tinggi
Kolesterol HDL < 40 Rendah
> 60 Tinggi
< 150 Normal
Trigliserida
150 – 199 Batas tinggi
200 – 499 Tinggi
> 500 Sangat tinggi
PERBEDAAN KOLESTEROL HDL DAN LDL
BATASAN KADAR GULA
DARAH
Bukan DM Belum pasti DM DM
GD sewaktu: < 110 110-199 ≥ 200
GD puasa : < 110 110-125 ≥ 126
PENCEGAHAN PJK

- Pola hidup benar (olah raga, stop merokok)


- Kontrol TD (diet rendah garam, olah raga,
obat)
- Kontrol DM (diet rendah kalori, olah raga,
obat)
- Kontrol kolesterol(diet rendah lemak, olah
raga, obat
- Turunkan BB s/d BB ideal; (TB – 100) – 10%
DETEKSI DINI PJK

- Kenali gejala PJK


- Periksa faktor risiko PJK secara
berkala
- Periksa EKG (elektrokardiografi)
- Lakukan Treadmill test
DIAGNOSA PASTI
PJK

CT scan p.d. koroner


Kateterisasi jantung
PENANGANAN PJK

1. Dengan obat:
- Rawat jalan
- Rawat inap
2. Dengan tindakan
intervensi:
Pemasang stent / ring / cincin
(PTCA)
Operasi bedah pintas koroner
PEMASANGAN
STENT
PEMASANGAN
STENT
OPERASI BEDAH PINTAS KORONER
(CABG)
STROKE
Menurut WHO
Stroke (serebrovascular disease) adalah
kematian jaringan otak (infark serebral) yang
terjadi karena berkurangnya aliran darah
dan oksigen ke otak

Penyebab kematian no.3 di


Indonesia maupun di dunia
STOKE TERBAGI 2 :
1. Stroke Iskemik (non hemorragik)
Aliran darah ke otak terhenti krn adanya aterosklerosis
atau trombus yang telah menyumbat suatu pembuluh
darah.
83% pasien stroke mengalami stroke jenis ini

2. Stroke hemorragik
Pembuluh darah pecah sehingga aliran darah normal
terhambat dan darah merembes ke dalam suatu daerah di
otak dan merusaknya.
70% kasus stroke hemorragik terjadi pada penderita
hipertensi

FAKTOR RESIKO STROKE


1. Penyakit
HTN, DM, jantung
2. Keadaan tertentu
usia lanjut, perokok, suku bangsa tertentu, dll.
GEJALA & MANIFESTASI KLINIS
1.Hemiplagia
→ kelumpuhan lengan atau tungkai pada salah
satu sisi tubuh
2.Gangguan pendengaran
3.Gangguan penglihatan (diplopia)
4.Bicara cadel (disartria)
5.Inkontinensi kandung kemih
6.Ataksia dan pingsan
7.Koma
8.Kadang-kadang disertai oleh ketidakmampuan
mengendalikan emosi
Diagnosis stroke
1. Computed Tomography (CT scan)
2. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

PENATALAKSANAAN TERAPI STROKE ISKEMIK AKUT

1. rTPA (recombinant Tissue Plasminogen Activator)


hanya boleh untuk stroke iskemik < 3 jam dan CT Scan normal
ex : streptokinase i.v
2. Jika pasien menderita aritmia jantung
berikan juga digoksin + verapamil + amiodaron i.v
3. TD yang tinggi tidak boleh diturunkan secara mendadak (20%
dari TD sebelumnya)
ex : labetolol, Kaptopril, Nifedipin, dan Na. nitroprusid i.v
PENCEGAHAN
1.Pencegahan Primer
sebelum terjadi, ubah life style

2.Pencegahan Sekunder
a. Asetosal 80 – 320 mg/hari
b. Antikoagulan oral (Warfarin/dikumarol)
diberikan pada pasien AMI, fibrilasi atrium
dan kelainan katup
c. Px tidak tahan asetosal tunggal, dapat
diberikan :
- Tiklopidin 250 – 500 mg/hari
- Asetosal 80 mg + Cilostazol 50 – 100 mg/hari
- Asetosal 80 mg + Dipiridamol 75 – 150 mg/hari
SEHAT
&
KUAT
DI USIA
LANJUT
T e r i m a k a s i h