Anda di halaman 1dari 42

1

Tutorial A-4

GRUP TUTORIAL A - 4

TUTORIAL 2
BLOK TROPICAL MEDICINE - 2
2
Tutorial A-4

1) M. Yusra Aqil ( 150100200 ) (Ketua)


2) Winda Sere ( 150100046 ) (Sekretaris)
3) Ruth Olivia ( 130100341 )
4) Saraya Khairunatama ( 150100006 )
5) Atikah Tsari ( 150100040 )
6) Nia Nanda ( 150100080 )
Anggota :
7) Jasen Ericko ( 150100086 )
8) Dian Nasution ( 150100123 )
9) Bulan Muqarramah ( 150100129 )
10) Alfredo Fransiscus ( 150100164 )
3
Tutorial A-4

LEMBAR 1
• Pasien datang dengan keluhan utama penurunan kesadaranyang dialami os dalam 7
hari ini, secara perlahan-lahan. Riwayat trauma kepala tidak dijumpai, riwayat
kejang disangkal keluarga, riwayat muntah menyembur disangkal. Lemah tangan
dan tungkai disangkal, riwayat stroke disangkal.
• Demam dijumpai sejak 2 minggu lalu, demam bersifat naik turun, menggigil tidak
dijumpai, berkeringat banyak setelah demam tidak dijumpai. Demam meningkat
pada sore dan malam hari. Riwayat mimisan, gusi berdarah dan BAB hitam tidak
dijumpai, riwayat bepergian ke daerah endemis malaria tidak dijumpai.
• Riwayat nyeri kepala dijumpai bersifat menekan diseluruh lapangan kepala dan
tidak berkurang dengan obat penghilang nyeri.
• Kaku pada leher dialami os sejak 7 hari ini. Pasien merupakan pasien rujukan dari
RS luar yang sudah menjalani perawatan selama 7 hari.
4
Tutorial A-4

LEMBAR 2
Kesadaran : Somnolen
TD: 110/70 mmHg, HR: 84x/i, RR: 22x/i, T: 39,2oC
Kulit: dalam batas normal, Kepala dan leher: Kaku kuduk (+)
Telinga: dalam batas normal, Hidung: dalam batas normal
Mata: dalam batas normal
Mulut: lidah pinggir hyperemis, permukaan lidah kotor keputihan
Thorax: dalam batas normal, Jantung: dalam batas normal
Abdomen: dalam batas normal, Pinggang: dalam batas normal
Inguinal: dalam batas normal, Extremitas: dalam batas normal

Neurologi:
Riwayat nyerikepala (+), kaku kuduk (+)
Reflex fisiologis (+), Reflex patologis (-)
5
Tutorial A-4

LEMBAR 3
Hasil Lab
Darah rutin : Hb : 12,6 g/dl, leukosit : 10.120/mm, trombosit : 318.000
mm/uL, Ht : 37%, MCV : 85 fL, MCH : 29,3 pg, MCHC : 34,3 g/dl, NEUT : 66,4%,
LYMPH : 18,6%, MONO : 12,1%, EOS : 2,6%, BASO : 0,13% Ureum :
30 mg/dl, Kreatinin : 0,5 mg/dl
AGDA
pH : 7,44, pCO2 : 35 mmHg, pO2 : 196 mmHg, HCO3 : 23,8 mmol/L, total
CO2 : 24,9 mmol/L, BE : 0 mmol/L, Saturasi O2 : 100%
Elektrolit
Natrium : 126 mmol/L, Kalium : 3,1 mmol/L, Klorida : 97 mmol/L
Bilirubin total 0,9 mg/dl
KGDadrandom : 106 mg/dL

Tubex : +6
CRP kualitatif : <0,7 mg/dL
CT malaria : vivax (-), falciparum (-)
6
Tutorial A-4

LEMBAR 3 (lanjutan)
Urinalisa :
Warna kuning jernih, glukosa (-), bilirubin (-), keton (-), berat jenis 1,015,
pH 7,0, nitrit (-), leukosit (-), darah (-), leukosit 0-1 LPB, eritrosit 0-1 LPB, epitel 0-1
LPB, cast (-), Kristal (-)
Analisa cairan otak (21/6/2018)
Warna jernih, LDH : 115 U/L, total protein : 20 mg/dl, jumlah leukosit :
0,176, jumlah eritrosit : 0, glukosa : 4 mg/dl, pH : 8, MN sel : 100%, PMNsel 0%
Kultur cairan otak :
Tidak ada pertumbuhan bakteri
Kultur darah :
Tidak ada pertumbuhan bakteri

FOTO THORAX PA
Kesimpulan : dalam batas normal

EKG (12/6/2018) :
Sinus ritme, QRS rate 84x/menit, normo axis, P wave (+) normal,
QRS duration 0,6 detik, PR interval 0,12 detik, ST-T changes (-),
LVH (-), VES (-), Kesan: sinus ritme
7

LEARNING ISSUES
Tutorial A-4

1. Definisi, Etiologi, Faktor risiko


2. Patofisiologi
3. Patogenesis
4. Manifestasi Klinis
5. Diagnosis
6. Diagnosis Banding
7. Komplikasi (Sepsis)
8. Komplikasi (Meningitis)
9. Tatalaksana
10. Prognosis, Indikasi rujuk, Pencegahan dan Edukasi
8
Tutorial A-4

DEFINISI, ETIOLOGI,
FAKTOR RISIKO
9
Tutorial A-4

DEFINISI
Demam tifoid berat penyakit yang disebabkan
oleh bakteri Salmonella thyphi dan disertai dengan
komplikasi.
10
Tutorial A-4

ETIOLOGI

• Bakteri Salmonella thyphi


Famili Enterobacteriaceae
Bakteri batang gram negatif
Menyebar melalui fecal-oral
11
Tutorial A-4

FAKTOR RISIKO

• Produksi asam lambung rendah


• Konsumsi antasida berlebihan
• Sumber air dan sanitasi buruk
• Kurangnya higenitas pengolahan makanan
• Kurangnya perilaku hidup bersih
12
Tutorial A-4

PATOFISIOLOGI
13
Tutorial A-4
Infeksi S.typhi

Reaksi inflamasi Endotoksin

Gangguan
Di saluran Di hepar,
kardiovaskular
cerna Limpa

Gangguan
Pirogen Hepatomegali neuropsikiatrik
Bradikinin
endogen Splenomegali

Gangguan
Perasaan tidak Pernafasan
enak pada perut Demam
14
Tutorial A-4

PATOGENESIS
Demam Tifoid (Berat) Dengan Komplikasi
15
Tutorial A-4
16
Tutorial A-4
Patogenesis Meningitis 17
Tutorial A-4

Colonisation and Survival of bacteria


penetration of in blood and
nasopharyngeal transplatation via
Bacteria mucosal membranes
by bacteria circulation

Increased Multiplication in Invasion of central


permeabililty of subarachnoid space nervous system
BBB

Cerebral edema,
increased Meningitis
intracranial manifestastion
pressure2
18
Tutorial A-4

MANIFESTASI KLINIS
19
Tutorial A-4

1.Deman
Minggu ke 1: tidak spesifik
Demam terutama sore hari
Naik bertahap seperti anak tangga (stepladder)
Dapat disertai sakit kepala, nyeri otot, malaise,konstipasi, diare
Minggu ke 2: Suhu tubuh makin tinggi
Minggu ke 3: Demam Kontinua, Tinggi

2. Gangguan saluran cerna


Nyeri perut disertai nausea, diare, dan konstipasi
20
Tutorial A-4

3. Thypoid Tongue
4.Gangguan kesadaran
Berupa penurunan kesadaran
Pada kasus klinis berat: Koma
5. Hepatosplenomegali
6. Bradikardi Relatifor
7. Rose spot
21
Tutorial A-4

DIAGNOSIS
22
PENEGAKAN DIAGNOSIS Tutorial A-4

(ASSESSMENT)
1.Suspek demam tifoid (Suspect case)
• Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik didapatkan gejala demam,
gangguan saluran cerna dan petanda gangguan kesadaran.
Diagnosis suspek tifoid hanya dibuat pada pelayanan kesehatan
primer.

2.Demam tifoid klinis (Probable case)


• Suspek demam tifoid didukung dengan gambaran laboratorium
yang menunjukkan tifoid.
23
DIAGNOSIS DEMAM TIFOID Tutorial A-4
(PEMERIKSAAN PENUNJANG)
1. Darah perifer lengkap beserta hitung jenis leukosis
2.Serologi
• IgM antigen O9 Salmonella thypi (Tubex-TF)®
• Enzyme Immunoassay test (Typhidot®)
• Tes Widal tidak direkomendasi
3. Kultur Salmonella typhi (gold standard)
Dapat dilakukan pada spesimen:
• Darah : Pada minggu pertama sampai akhir minggu ke-2
sakit, saat demam tinggi
• Feses : Pada minggu kedua sakit
• Urin : Pada minggu kedua atau ketiga sakit
• Cairan empedu : Pada stadium lanjut penyakit, untuk mendeteksi
carrier typhoid
4.Pemeriksaan penunjang lain sesuai indikasi klinis.
24
Tutorial A-4

DIAGNOSIS SEPSIS

The Third International Consensus Definitions for Sepsis


and Septic Shock (Sepsis-3)
“Sepsis should be defined as life-threatening organ
dysfunction caused by a dysregulated host response to
infection.”
25
Tutorial A-4
26
Tutorial A-4
27
Tutorial A-4
28
Tutorial A-4

DIAGNOSIS
BANDING
29
Tutorial A-4

1. Leptospirosis
2. Malaria
3. Tuberculosis
4. Demam dengue
5. Infeksi Saluran Kemih
6. Meningitis
30
Tutorial A-4

KOMPLIKASI
(Sepsis)
31
Tutorial A-4

Arti kata sepsis dalam bahasa Yunani adalah pembusukan.


Menurut kamus Kedokteran Dorland, sepsis adalah adanya
mikroorganisme patogen atau toksinnya di dalam darah atau jaringan lain.
Berdasarkan konsensus American College of Chest Physian and Society of
Critical Medicine ( ACPP/SCCM Consensus Conference ) tahun 1992,
sepsis didefinisikan sebagai respon inflamasi karena infeksi.

Respon inflamasi sistemik ditandai dengan manifestasi dua atau lebih


keadaan ( SIRS ) sebagai berikut :
1. Suhu lebih 38oC atau <36oC
2. Frekuensi denyut jantung > 90x / menit
3. Frekuensi pernapasan >20x / menit atau PaCO2 <32 mmHg
4. Hitung Leukosit >12.000 / mm3, <4.000 / mm3 atau ditemukan
>10 % sel darah putih muda
32
Tutorial A-4

KOMPLIKASI
(Meningitis typhosa)
33
Tutorial A-4

Meningitis typhosa adalah infeksi selaput otak yang disebabkan oleh


bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui darah.
Adapun penyebab lain meningitis typhosa adalah Salmonella Havana,
Salmonella oranienberg dan Eberthella typhosa.

Meningitis oleh karena Salmonella lebih sering didapatkan pada neonatus


maupun bayi dibandingkan pada anak, dengan gejala klinis sering tidak jelas
sehingga diagnosis sering terlambat.
34
Tutorial A-4

Manifestasi Klinis Meningitis oleh karena Salmonella typhosa :


 Demam
 Lemah dan malas, tidak mau minum, muntah-muntah
 Kesadaran menurun
 Kejang berulang
 High pitched cry
 Kaku kuduk
 Kelaian neurologis seperti: episthotonus, fontanella cembung,
refleks grasp menurun, refleks menghisap menurun
35
Tutorial A-4

TATALAKSANA
36
Tutorial A-4

1. Terapi suportif dapat dilakukan dengan :


• Istirahat tirah baring
• Menjaga kecukupan asupan cairan
• Diet bergizi seimbang , konsistensi lunak , cukup kalori dan
protein , rendah serat
• Konsumsi obat-obatan secara rutin dan tuntas
• Kontrol dan monitor tanda vital (TD, nadi , suhu dan kesadaran)
• Atasi simptomatik dan pemberian kortikosteroid (berat)
37
ANTIBIOTIK Tutorial A-4
38
Tutorial A-4
39
Tutorial A-4

PROGNOSIS,
INDIKASI RUJUK,
PENCEGAHAN
40
Tutorial A-4

PROGNOSIS INDIKASI RUJUK


Umumnya baik bila penanganan • Demam tifoid + tanda kegawatdaruratan
tepat dan tanpa komplikasi.
• Demam tifoid + komplikasi dan fasilitas
tidak mencukupi
41
Tutorial A-4

PENCEGAHAN

• Menghindari faktor risiko


• Menjaga kebersihan diri dan makanan
• Vaksin terutama di daerah endemik
42
Tutorial A-4

Sekian
dan
Terima kasih
Grup Tutorial A – 4