Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS STUDI KELAYAKAN INVESTASI

DENGAN METODE
CAPITAL BUDGETING
STUDI KASUS : PROYEK JALAN TOL CIJAGO

Nita Permata
Shintya Bella Citra
Sigit Sugiarto
Pendahuluan

Salah satu kebijakan masalah transportasi untuk mengatasi kemacetan di wilayah perkotaan dan sekaligus
mendukung perkembangan daerah sekitarnya adalah dengan membangun jalan tol. Jalan tol adalah suatu jalan
alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas ataupun untuk mempersingkat jarak dari satu tempat ke tempat
lain.

Masalah biaya investasi jalan tol adalah masalah yang semakin lama relatif semakin tinggi, apabila menggunakan
dana pemerintah yang terbatas akan mengakibatkan biaya pemeliharaan dan pembangunan jalan yang lain akan
terbengkalai. Berdasarkan UndangUndang Republik Indonesia no. 13, pasal 17 tahun 1980, pemerintah sebagai
pemilik penyelenggara jalan tol menyerahkan wewenangnya kepada Badan Hukum Usaha Negara untuk
mengelola jalan tol yaitu PT. Jasa Marga (Persero).

Investasi jalan tol memiliki karakteristik sebagai investasi infrastruktur yang sangat kuat. Di samping memiliki
aset yang bersifat mengendap (sunk), investasi jalan tol memiliki karakteristik kebutuhan pendanaan yang sangat
tinggi yang harus disediakan di awal (high up-front capital requirement), rata-rata Rp. 50 sampai 70 milyar per
km di luar biaya pengadaan lahan untuk struktur jalan di permukaan tanah, dengan masa pengembalian yang
berjalan lambat dan lama antara 20 sampai 30 tahun
Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan investasi


proyek jalan tol Cijago pada saat perencanaan dengan menggunakan metode
Capital Budgeting serta menganalisis kelayakan investasi proyek jalan tol Cijago
pada masa sekarang dengan menggunakan metode Capital Budgeting. Jika proyek
dinyatakan tidak layak, maka akan dianalisis pada tahun ke-berapa proyek akan
dinyatakan layak.
Metode Penelitian

Metode penelitian dalam tesis ini secara sistematis


1. Penentuan topik penelitian
Adapun topik dalam penelitian ini adalah analisis investasi proyek dengan metode Capital Budgeting untuk Menilai
kelayakan invetasi.

1. Penentuan landasan teori


Dalam tahapan ini diuraikan landasan teori yang berhubungan dengan topik sebagai landasan dalam pelaksanaan
penelitian. Adapun landasan teori yang berkaitan dengan penelitian ini adalah Capital Budgeting.
1. Pengumpulan data
Jenis dan Sumber Data
a. Data primer merupakan data yang didapatkan dari sumber informasi pertama yaitu individu atau perorangan seperti hasil
wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Data ini diperoleh melalui wawancara dengan pihak-pihak yang berkaitan
dengan proyek jalan tol cijago tersebut.
b. Data sekunder merupakan data primer yang sudah diolah lebih lanjut dan disajikan oleh pihak pengumpul data primer
atau pihak lain misalnya seperti laporan keuangan/cash flow, tingkat suku bunga BI rate, dll. Data ini digunakan utuk
mendukung informasi primer yang diperoleh.
Analisis Data

Dalam tahapan ini akan dilakukan analisis terhadap proyek jalan Tol
Cijago. Untuk itu diperlukan suatu metode analisis sebagai berikut :
1. Membuat proyeksi cash flow proyek untuk periode 2011-2060
2. Hasil dari proyeksi cash flow proyek tersebut dievaluasi
menggunakan metode capital budgeting untuk menentukan nilai
net present value (NPV), Payback Period (PP), Internal Rate of
Return (IRR), dan Benefit Cost Ratio (BCR) untuk menentukan
kelayakan proyek.
Hasil dan pembahasan
BI rate merupakan suku bunga dengan tenor satu bulan yang
diumumkan oleh Bank Indonesia secara periodik yang
berfungsi sebagai sinyal (stance) kebijakan moneter. Secara
sederhana, BI rate merupakan indikasi level suku bunga jangka
pendek yang diinginkan Bank Indonesia dalam upaya mencapai
target inflasi.
Tabel 1 Discount Factor
No Tanggal BI RATE BI RATE AVERAGE

7 9 Januari 2006 12.75%


8 7 Februari 2006 12.75%
7 Maret 2006
9 2006 12.75%
5 April
10 9 Mei 2006 12.75%
11 6 Juni 2006 12.50%
6 Juli 2006
12 12.50%
8 Agustus 2006 11.83%
13 2006 12.25%
5 September
14 2006 11.75%
5 Oktober
2006
15 7 November 11.25%
2006
16 7 Desember 10.75%
17 10.25%
18 9.75%
Sumber : Bank Indonesia, 2013
Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata
untuk tahun 2011-2014. Untuk menentukan volume lalulintas harian rata-rata sampai dengan tahun 2060 penulis
menggunakan metode peramalan (forecasting) dengan bantuan program SPSS v.16.
SPSS adalah sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem
manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menumenu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang
sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya. SPSS banyak digunakan dalam berbagai riset
pemasaran, pengendalian dan perbaikan mutu (quality improvement), serta riset-riset pengetahuan.
Untuk hasil dari peramalan volume lalulintas harian rata-rata untuk 50 tahun kedepan untuk masing-masing golongan
kendaraan terdapat pada g Untuk hasil dari peramalan untuk 50 tahun kedepan untuk masing-masing golongan
kendaraan terdapat pada Gambar 2

Gambar 2 Hasil Peramalan LHR Golongan 1, 2, 3, 4, & 5


KESIMPULAN

1. Hasil capital budgeting menunjukkan studi kelayakan investasi proyek jalan tol Cijago pada saat perencanaan layak untuk
dilaksanakan karena memberikan hasil yang positif bagi perusahaan dengan nilai NPV sebesar Rp 104,928,242,940, hal
tersebut menunjukan bahwa investasi layak. Nilai payback period selama 15 tahun 4 bulan. Internal rate of return sebesar
12.69%, dimana nilai tersebut diatas dari nilai discount factor yang digunakan yaitu BI rate sebesar 11.83%. Nilai benefit
cost ratio sebesar 1.0205 > 1 menunjukan bahwa proyek investasi layak.
2. Dengan adanya perubahan harga pembebasan lahan, maka nilai investasi nya pun berubah karena harus menambah modal
kerja dan juga kredit kepada bank. Hal ini berdampak menjadi tidak layaknya investasi proyek jalan tol cijago dengan nilai
NPV sebesar Rp -1,194,434,622,739, nilai NPV yang negatif menunjukan bahwa investasi tidak layak. Nilai payback period
selama 16 tahun 11 bulan. Internal rate of return sebesar 10.66%, dimana nilai tersebut dibawah dari nilai discount factor
yang digunakan yaitu BI rate sebesar 11.83%. Nilai benefit cost ratio sebesar 0.8138 > 1 menunjukan bahwa proyek
investasi tidak layak.
3. Setelah proyek dinyatakan tidak layak akibat perubahan harga pembebasan lahan, berdasarkan analisis nilai investasi proyek
akan berada pada posisi layak pada tahun 2058 dengan nilai NPV sebesar Rp 43,913161,684. Nilai payback period selama
16 tahun 11 bulan. Internal rate of return sebesar 12.90%. Nilai benefit cost ratio sebesar 1.0294 > 1 menunjukan bahwa
proyek investasi layak.
Sekian dan TerimaKasih