Anda di halaman 1dari 45

PROFESIONALME

DOKTER GIGI SPESIALIS


Yang bagaimana?

ROBERTO SIMANJUNTAK
CIRI PROFESIONALISME DOKTER GIGI

PENGABDIAN
INTEGRITAS
KEPEDULIAN
KEJUJURAN
SOPAN SANTUN
RASA HORMAT
BELAS KASIH

(KKI)
Roberto 2
PENGABDIAN
PROFESIONAL
1. Mampu melihat tanggungjawab sesuai profesi
yang diemban.
2. Mempersiapkan diri dengan baik dalam
menghadapi tantangan profesi yang semakin
maju dan kompleks.
3. Menjalankan tanggungjawabnya sesuai dengan
sifat dan karakteristik profesi.
4. Itulah sebabnya Dokter Gigi selalu diangkat
sumpah atau janji sebeleum terjun ke profesi
PROFESIONAL
BERINTEGRITAS
1. Terikat Hukum yang berlaku di Indonesia.
2. Terikat pada Undang-Undang.
3. Terikat Peraturan Pemerintah.
4. Terikat Peraturan Menteri Kesehatan.
5. Terikat Sumpah/Janji Dokter Gigi.
6. Terikat Etika Profesi.
7. Terikat Norma Masyarakat.
8. Terikat pada Mediko Legal.
CONTOH: LAFAL SUMPAH(2)
Bahwa saya, akan memelihara dengan
sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur
profesi dokter gigi,

 Martabat dan tradisi luhur sudah dirintis sejak jaman


Hippocrates dan kawan-kawan dan kita harus tetap
memeliharanya.
 Sebagai dokter gigi kita harus selalu menjaga etika dan
kesopanan kita di saat sedang menjalankan tugas sebagai
pelayan kesehatan masyarakat.
CONTOH: LAFAL SUMPAH(3)
• Saya, akan menjalankan tugas saya
dengan cara yang terhormat dan
bersusila sesuai dengan martabat
profesi dokter gigi,

• Sebagai dokter gigi kita harus menjaga sikap agar


selalu terhormat melalui prilaku yang baik.
• Sebagai dokter gigi, kita tidak boleh melakukan
tindak asusila kepada pasien.
CONTOH: LAFAL SUMPAH(4)
• Saya, akan merahasiakan segala
sesuatu yang saya ketahui sehubungan
dengan profesi saya sebagai dokter gigi,

• Sebagai dokter gigi kita wajib merahasiakan kepada


siapapaun juga, penyakit ataupun sesuatu yang kita
ketahui tentang pasien.

• Kecuali untuk kepentingan hukum.


CONTOH: LAFAL SUMPAH(7)
Bahwa saya, akan selalu
mengutamakan kesehatan penderita,

Sebagai seorang dokter harus mendahulukan


kepentingan pasien dibanding yang lain.

Contohnya, seorang dokter harus siap bersedia


melayani dan mengobati pasien kapan pun dan
dimana pun.
CONTOH: LAFAL SUMPAH(8)
Saya, dalam menunaikan kewajiban
terhadap pasien, akan berikhtiar dengan
sungguh-sungguh tanpa terpengaruh oleh
pertimbangan keagamaan, kebangsaan,
kesukuan, perbedaan kelamin, politik,
kepartaian, dan kedudukan sosial,

 Sebagai seorang dokter tidak boleh membeda-bedakan pasien dari


segi apapun.

 Contohnya, saat seorang dokter mendapatkan pasien yang berbeda


agama, status ekonomi lemah, ia harus tetap melayani pasien
dengan baik.
TANGGUNGJAWAB
PROFESI: MEDIKO LEGAL
1. Sebagai Dasar melakukan kegiatan medis.
2. Sebagai Perlindungan Hukum, baik bagi
dokter maupun bagi pasien.
3. Sebagai Peraturan Pelaksana dalam
menjalankan kegiatan medis.
4. Sebagai Pedoman Menjalankan Profesi
HAK PASIEN DALAM
UU No 29 TAHUN 2004
TENTANG PRAKTEK KEDOKTERAN

1. Hak untuk mendapatkan


penjelasan secara lengkap tentang
tindakan medis sebagaimana
dimaksudkan dalam pasal 45
ayat(3).
2. Hak untuk meminta pendapat
dokter atau dokter gigi lain.
HAK PASIEN DALAM
UU No 29 TAHUN 2004
TENTANG PRAKTEK KEDOKTERAN

3. Hak untuk mendapatkan


pelayanan sesuai dengan
kebutuhan medis.
4. Hak untuk menolak tindakan
medis.
5. Hak untuk mendapatkan isi rekam
medis.
• Pasal 44, Standar Pelayanan
• Pasal 45, Persetujuan Tindakan
• Pasal 46, Rekam Medis
• Pasal 47, Rekam Medis
• Pasal 48, Rahasia Kedokteran
• Pasal 49, Kendali Mutu dan Kendali Biaya
• Pasal 50, Hak dan Kewajiban Dokter dan Dokter Gigi
• Pasal 52, Hak dan Kewjiban Pasien
• Pasal 54, Pembinaan
• Pasal 55, Disiplin Dokter dan Dokter Gigi
TANGGUNGJAWAB
PROFESI: ETIKA
1. Sebagai dasar melakukan kegiatan medis
bagi pasien.
2. Sebagai dasar melakukan kegiatan medis
dengan teman sejawat.
3. Sebagai dasar melakukan kegiatan medis
untuk mempertimbangkan norma
masyarakat.
Prinsip-Prisip Dasar Bioetik
• Di dalam kaidah dasar bioetik terkandung
prinsip-prinsip dasar bioetik yang harus selalu
diperhatikan.
• Empat prinsip etik (beneficence, non-
maleficence, autonomy, dan justice) dapat
diterima di seluruh budaya, tetapi prinsip etik
ini dapat bervariasi antara satu kebudayaan
dengan kebudayaan yang lainnya3.
Beneficence-1
• Beneficence adalah prinsip bioetik
dimana seorang dokter/ dokter gigi
melakukan suatu tindakan untuk
kepentingan pasiennya dalam usaha
untuk membantu mencegah atau
menghilangkan bahaya atau hanya
sekedar mengobati masalah-masalah
sederhana yang dialami pasien.
Beneficence-2
• Lebih khusus, beneficence dapat diartikan
bahwa seorang dokter/ dokter gigi harus
berbuat baik, menghormati martabat manusia,
dan harus berusaha maksimal agar pasiennya
tetap dalam kondisi sehat. Point utama dari
prinsip beneficence sebenarnya lebih
menegaskan bahwa seorang dokter/ dokter gigi
harus mengambil langkah atau tindakan yang
lebih bayak dampak baiknya daripada buruknya
sehingga pasien memperoleh kepuasan
tertinggi.
Non-maleficence
• Non-malficence adalah suatu prinsip dimana
seorang dokter tidak melakukan suatu
perbuatan atau tindakan yang dapat
memperburuk pasien. Dokter haruslah
memilih tindakan yang paling kecil resikonya.
“Do no harm” merupakan point penting dalam
prinsip non-maleficence. Prinsip ini dapat
diterapkan pada kasus-kasus yang bersifat
gawat atau darurat.
Autonomy-1
• Dalam prinsip ini, seorang dokter/dokter
gigi wajib menghormati martabat dan
hak manusia, terutama hak untuk menentukan
nasibnya sendiri. Pasien diberi hak untuk berfikir
secara logis dan membuat keputusan sesuai
dengan keinginannya sendiri. Autonomy pasien
harus dihormati secara etik, dan di sebagain
besar negara dihormati secara legal. Akan tetapi
perlu diperhatikan bahwa dibutuhkan pasien
yang dapat berkomunikasi dan pasien yang
sudah dewasa untuk dapat menyetujui atau
menolak tindakan medis.
Autonomy-2

• Melalui informed consent, pasien menyetujui


suatu tindakan medis secara tertulis. Informed
consent menyaratkan bahwa pasien harus
terlebih dahulu menerima dan memahami
informasi yang akurat tentang kondisi mereka,
jenis tindakan medik yang diusulkan, resiko, dan
juga manfaat dari tindakan medis tersebut6.
Justice-1
• Justice atau keadilan adalah prinsip berikutnya
yang terkandung dalam bioetik. Justice adalah
suatu prinsip dimana seorang dokter/dokter gigi
wajib memberikan perlakukan yang adil untuk
semua pasiennya. Dalam hal ini, dokter/dokter
gigi dilarang membeda-bedakan pasiennya
berdasarkan tingkat ekonomi, agama, suku,
kedudukan sosial, dsb.
Justice-2
• Diperlukan nilai moral keadilan untuk
menyediakan perawatan medis dengan adil
agar ada kesamaan dalam perlakuan kepada
pasien7. Contoh dari justice misalnya saja:
dokter/dokter gigi yang harus menyesuaikan
diri dengan sumber penghasilan seseorang
untuk merawat orang tersebut, tanpa harus
mengorbankan kualitas perawatannya.
Justice-3
• Untuk menentukan apakah diperlukan nilai
keadilan moral untuk kelayakan minimal
dalam memberikan pelayaan medis, harus
dinilai juga dari seberapa penting masalah
yang sedang dihadapi oleh pasien.
• Dengan mempertimbangkan berbagai aspek
dari pasien, diharapkan seorang dokter dapat
berlaku adil.
APA ITU
PROFESIONALISME?

1. Merupakan sesuatu yang menjadi karakter


yang ditunjukkan dengan jelas berdasarkan
knowledge, skill serta attitude atau perilaku.
2. Definisi yang benar-benar sesuai dengan
materi pendidikan Dokter Gigi Spesialis.
3. Bagaimana faktanya dilapangan?
Belum menjadi “reflex” yang baik
PROFESSIONALISM
BEHAVIOR
• Mengenai prilaku profesional
• Penting diajarkan dan diterapkan dalam kuliah
ilmu Kedokteran Gigi secara eksplisit.
• Mengedepankan perilaku profesionalisme yang
Humanistik yang ditunjukkan dalam pikiran,
perkataan dan tindakan.
• Hal ini pasti akan membangun kepercayaan
bagi para pasien.
PROFESSIONALISM BEHAVIOR EFFECT

• Perubahan prilaku yang biasa diamati.


• Mencerminkan standar-standar dan nilai-nilai
yang dibuktikan melalui aktivitas profesi.
• Dokter Gigi juga harus memiliki komitmen dan
tanggung jawab. Sehingga harus selalu siap
mengupdate “art”nya agar tidak terjadi regresi
atau kemunduran kemampuannya.
• Pendidikan Dokter gigi: lulus.
• Pendidikan Spesialis: kompeten
GOOD
PROFESSIONALISM BEHAVIOR

• Memiliki kemampuan intelektual yang baik,


• Memahami Peraturan/UU yang berlaku,
• Memiliki komitmen terhadap pelayanan,
• Menjunjung tinggi etika profesi,
• Meletakkan kepentingan pasien di atas
kepentingan pribadi atau dokter.
• Memiliki sikap rasa saling menghormati baik
terhadap pasien, maupun sejawat.
DEKADENSI (1):
KUALITAS PENDIDIKAN

1. Munculnya sarana pendidikan Dokter Gigi


Spesialis yang hanya berorientasi bisnis atau
komersial, dapat menurunkan standar
profesionalisme seorang lulusan.
2. Proses seleksi mahasiswa Spesialis yang lebih
melihat hasil tes akademik dan sumbangan
dan kurang menjadikan hasil tes psikologi
sebagai decision yang sangat menentukan.
DEKADENSI (2):
KUALITAS PROFESIONAL
Dua unsur penting profesional:
1. Unsur Keahlian, salah satu simbol profesi.
2. Unsur Panggilan, kurang dihayati.
Seorang profesional harus mampu memadukan
dalam diri pribadinya kecakapan teknik(keahlian)
untuk menjalankan pekerjaannya dengan
kematangan etik profesi. Harus seimbang!
Intelektualitas: Rahmat sekaligus amanah
VISI & MISI
YANG HARUS BERUBAH
1. Mensyukuri profesi memang baik, tapi itu
tidak cukup.
2. Jaga dan tingkatkan terus kemampuan,
sehingga pelayanan profesi tidak pernah
kalah dan tertinggal dengan tuntutan zaman
yang semakin kompleks.
3. Profesi Dokter Gigi Spesialis, bukan dipakai
hanya untuk membungkus kemapanan
hidup, tetapi lebih dipakai sebagai panggilan
keluar untuk melayani orang lain.
APA YANG HARUS
SELALU DIPERBAIKI?

32
INTERPROFESIONAL
EDUCATION
(IPE)

APAKAH PERLU? 33
Six Domain Menurut WHO (1988)
1. Teamwork
2. Roles and Responsibilities
3. Communication
4. Learning and Critical Reflection
5. Relationship with, and Recognizing the need
of the Patient
6. Ethical Practice
KOMPILASI DOMAIN
Nilai & Etika Praktik
Interprofesional
Domain

Peran & Tanggung Jawab

Komunikasi Interprofesional

Tim & Kerjasama


Bekerja dengan individu dan profesi lain untuk dapat
menjaga suasana saling menghormati serta menggunakan
nilai-nilai bersama
Menempatkan kepentingan pasien dan
populasi sebagai center dari pelayanan
kesehatan
Menghargai kebebasan dan privasi pasien
pada pelayanan berbasis tim

Mendemonstrasikan standar perilaku dan


kualitas pelayanan kesehatan terbaik di
dalam kontribusi nya pada pelayanan
berbasis tim

Menciptakan kepercayaan dalam hubungan


dengan pasien, keluarga, dan tim anggota
tim lainnya
2. Peran & Tanggung Jawab
Menggunakan pengetahuan atas peran masing2 serta profesi
kesehatan lainnya untuk melakukan pemeriksaan & menentukan
kebutuhan perawatan secara tepat kepada pasien & populasi yg
dilayani

Menunjukkan peran & tanggung jawab


masing-masing kepada pasien, keluarga, serta
profesi lainnya secara jelas & tepat

Menjelaskan peran & tanggung jawab masing2


profesi kesehatan lainnya serta menunjukkan
bagaimana tim bekerja melayani pasien

Menggunakan pengetahuan, kemampuan, dan


keahlian yang dimilikinya sebagai profesi
kesehatan di dalam memberikan pelayanan
kepada pasien
3. Komunikasi Interprofesional
Melakukan komunikasi kepada pasien, keluarga, komunitas serta
profesi lainnya secara responsif dan bertanggung jawab guna
menunjang pendekatan tim di dalam memelihara kesehatan dan
memberikan pelayanan

Memilih dan menggunaan alat pendukung


komunikasi termasuk di dalamnnya sistem
informasi & teknologi komunikasi untuk
memfasilitasi diskusi & interaksi di dalam
kaitannya peningkatan fungsi tim

Mendengarkan secara aktif serta dapat


menggali ide dan pendapat anggota tim lainnya

Menggunakan bahasa yang tepat dan


bertanggungjawab pada situasi yang sulit,
percakapan yg penting maupun dalam konflik
interprofesional
4. Tim & Kerjasama
Mengaplikasikan nilai pada pengembangan hubungan dan prinsip
dinamika tim untuk dapat diimplementasikan secara efektif di dalam
tim yang berbeda-beda guna merencanakan & memberikan pelayanan
yg berorientasi kepada pasien secara aman, akurat, efektif, & efisien

Menunjukkan proses dari pembentukan tim, peran


dan praktiktik dari tim yg efektif

Mengembangkan kesepakatan yang berdasarkan


pada prinsip etika yg menjadi pedomana di dalam
etiap aspek dr pelayanan pasien dan kerjasama tim

Mengaplikasikan kepemimpinan guna menunjang


praktik kolaboratif dan efektifitas dari tim
APA YANG HARUS
SELALU DIJAGA PADA
PROFESI DOKTER?
MENJAGA KERAHASIAAN MEDIS
PASAL 48
1. Setiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan
praktikkedokteran wajib menyimpan rahasia
kedokteran.
2. Rahasia kedokteran dapat dibuka hanya untuk
kepentingan kesehatan pasien, memenuhi
permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka
penegakan hukum, permintaan pasien sendiri, atau
berdasarkan ketentuan perundang-undangan.
3. Ketentuan lebih lanjut mengenai rahasia
kedokteran diatur dengan Peraturan Menteri.
MENJAGA KUALITAS
PELAYANAN
Kendali Mutu dan Kendali Biaya
1. Setiap dokter atau dokter gigi dalam
melaksanakan praktik kedokteran atau
kedokteran gigi wajib menyelenggarakan
kendali mutu dan kendali biaya.
2. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan
sebagaimana dimaksud pada ayat(1) dapat
diselenggarakan audit medis.
3. Pembinaan dan pengawasan ketentuan
sebagaimana dimaksud pada ayat(1) dan
ayat(2) dilaksanakan oleh organisasi profesi.
• MERASA DIKEKANG PERATURAN
• ACUH TAK ACUH
• TERLINDUNGI SECARA SEBAGIAN
• AMAN
sorotan PENTING
INTEGRITAS: JUJUR, TANGGUH DAN BERBOBOT
FOKUS: TERARAH PADA HAL UTAMA
OPEN MIND: MUDAH MENERIMA
NEVER GIVE-UP: JANGAN MUDAH MENYERAH
CONFIDENT: PERCAYA DIRI KUAT
LOVING, TENDER & CARE: RASA SIMPATI,
PENUH PERHATIAN