Anda di halaman 1dari 17

LANSIA TANGGUH

DENGAN DIMENSI FISIK


DAN EMOSIONAL
2017

DORCE RANDAN,SH,MM
Widyaiswara BKKBN
Provinsi Sulawesi Selatan
 Lansia : usia 60 tahun ke atas (UU No. 13 tahun 1998
tentang Kesehatan)
 UU no 52 thn2009 pasal 47 ayat 1 ttg kebijakan
Pembangunan Keluarga
 Lansia : kemunduran fisik, biologik, mental, sosial
 Ciri penyakit Lansia : menahun, semakin berat, sering
kambuh
 Pembangunan Keluarga

 Meningkatkan kualitas SDM

 Lansia : sehat dan produktif


Perubahan Apa Saja Yang Terjadi
Pada Lansia?

Lansia mengalami perubahan


fisik, mental dan sosial
secara alamiah dengan
bertambahnya usia.
Perubahan fisik Perubahan mental

• Ditandai dengan • Ditandai dengan


penurunan aktivitas menyendiri, sulit tidur,
fisik, mudah lelah, kesedihan karena
pendengaran berkurang, ditinggal pasangan atau
penglihatan menurun, orang terdekat, mudah
rambut memutih, dan tersinggung, depresi dan
kulit kering dan keriput, demensia/pikun.
gigi geligi mulai tanggal
dan lainnya.
Perubahan sosial

Ditandai dengan kecenderungan


menyendiri, tidak punya gairah hidup
untuk berkumpul dengan teman
sebaya, keluarga besar, anak dan cucu
Perubahan kesehatan reproduksi apa
saja yang perlu diketahui lansia?

• Pada lansia dapat terjadi


perubahan fungsi seksual, pada
laki-laki disebut andropause, dan
pada perempuan disebut
menopause.
Apa saja yang perlu diperhatikan
dalam memelihara kesehatan
lansia??
Aktivitas Fisik :

Jalan kaki, berlari santai, naik


sepeda, berenang, latihan otot
dengan bola basket, latihan otot
kaki.
LANJUTAN

 Makanan sehat
Makan makanan yang sehat dan seimbang. Makan sering
dalam porsi sedikit. Banyak makan sayuran hijau atau
buah aneka warna. Protein nabati berupa tempe, tahu
minum air putih sebanyak 8-12 gelas/hari cukup tidur,
latihan pernapasan, menghindari asupan alcohol, tidak
merokok, pemeriksaan kesehatan berkala, perawatan
kesehatan lansia.
DIMENSI EMOSIONAL

Emosi merupakan reaksi dari apa


yang ada di pikiran kita.
Kondisi emosional adalah keadaan
psikologis yang meliputi aspek
kemampuan berpikir, perasaan
maupun sikap yang tampak melalui
perilaku yang dapat diamati.
Lima Tipe Kepribadian Lansia

1. Kepribadian konstrutif : realistis, menerima


kenyataan, percaya diri, objektif, sabar, bersyukur,
tenang.
2. Kepribadian mandiri : terpengaruh oleh
kejayaan masa lalu, mengalami tekanan tidak
memiliki otonomi (post power syndrom), ingin
menonjolkan diri.
3. Kepribadian tergantung : kurang percaya diri,
pasif, ragu, rentan merasa cemas bila ditinggal
orang dekat, sulit mengambil keputusan,
cenderung menarik diri.
tipe...(Lanjutan)

4. Kepribadian bermusuhan : menyalahkan


orang lain, tidak terima disalahkan, agresif,
merasa tidak puas, kurang bersyukur, suka
mengatur, mudah tersinggung
5. Kepribadian kritik diri (Self Hate
Personality) : pesimis, kurang bersemangat,
sulit menerima bantuan orang lain, merasa
tidak berguna, merasa menyusahkan orang
lain, merasa tidak disayang, merasa diri tidak
pantas, mudah sedih.
Gejala Psikologis pada Lansia
1. Perubahan pada aspek emosi/perasaan :
- perasaan diri,
- perasaan sosial,
- perasaan etis, estetis,
- perasaan intelek serta
- perasaan religius.

2. Perubahan sikap dan perilaku


a. Kemunduran psikomotorik : gerakan kaku dan
lamban.
b. Perubahan dalam hubungan sosial, cenderung
mencari orang-orang seusianya, mengurangi
partisipasi dalam hubungan sosial.
Gejala Psikologis ... (lanjutan)

c. Memimpikan dan berorientasi pada masa


lampau, dengan kenangan-kenangan yang
menyenangkan; kejayaan, keunggulan dan
keberhasilan
d. Merasa diri menjadi kurang menarik.
e. Menurunnya motivasi. Seringkali kurang
didukung oleh kekuatan fisik maupun psikologis
dukungan keluarga dan pasangan hidup sangat
berarti untuk terpelihara dan tumbuhnya rasa
percaya diri.
MENYIKAPI KEPRIBADIAN LANSIA

1. Memahami kondisik fisik dan


psikologis Lansia
2. Mampu berkomunikasi efektif
dengan Lansia
3. Banyak mengalah, tidak
menunjukkan perlawanan,
menghindari konflik
4. Mengajak Lansia untuk melakukan
sesuatu kegiatan, menjalankan
TERIMA KASIH