Anda di halaman 1dari 36

ASUHAN PADA MASA NIFAS

NORMAL
ATIK NUR ISTIQOMAH
Masa nifas (puerperium)

Masa setelah plasenta lahir dan berakhir


ketika alat-alat kandungan kembali seperti
keadaan sebelum hamil dan berlangsung
sekitar 6 minggu.
Pengkajian Data Fisik
• Riwayat kesehatan
1. Keluhan saat ini.
2. Adakah kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan
sehari-hari  Pola makan, BAB, BAK, kebutuhan
istirahat, mobilisasi.
3. Riwayat persalinan ini  Komplikasi, laserasi
atau episiotomi.
4. Obat/suplemen yang di konsumsi saat ini, 
Tablet besi.
5. Perasaan ibu saat ini yang berkaitan dengan
kelahiran bayi dan penerimaan terhadap peran
baru sebagai orang tua.
6. Adakah kesulitan dalam pemberian ASI dan
perawatan bayi sehari-hari.
7. Bagaimana perencanaan menyusui nanti (ASI
eksklusif atau tidak), perawatan bayi dilakukan
sendiri atau dibantu orang lain.
8. Bagaimana dukungan dari suami dan keluarga
terhadap ibu.
9. Pengetahuan ibu tentang nifas.
• Pemeriksaan Fisik
Berfokus pada masa nifas :
1. Keadaan umum, kesadaran.
2. Tanda-tanda vital: TD, suhu, nadi dan
pernapasan.
3. Payudara : Pembesaran, puting susu
(menonjol/mendatar, adakah nyeri dan lecet
pada puting), ASI sudah keluar, adakah
pembengkakan, radang atau benjolan abnormal.
• Abdomen: TFU, kontraksi uteri.
• Kandung kemih kosong/penuh.
• Genetalia dan perineum: Pengeluaran lochea
(jenis, warna,jumlah, bau), odema, peradangan,
keadaan jahitan, nanah, tanda-tanda infeksi pada
luka jahitan, kebersihan perineum, hemorrhoid
pada anus.
• Ekstrimitas bawah: Pergerakan, gumpalan darah
pada otot kaki yang menyebabkan nyeri, edema,
human”s sign, varises.
• Pengkajian psikologis dan pengetahuan ibu.
ADAPTASI PSIKOLOGIS IBU DALAM
MASA NIFAS
• Adaptasi gangguan emosi, intelektual dan
tingkah laku pada seorang wanita yang
mengalami gangguan-gangguan psikologis
dengan berbagai gejala atau sindroma  post
partum blues
• Beberapa penyesuaian dibutuhkan oleh
wanita dalam menghadapi aktifitas dan peran
barunya sebagai seorang ibu
• Dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan,
ibu akan mengalami fase-fase sebagai berikut:

• Fase taking in
– yaitu periode ketergantungan yang berlangsung
pada hari 1 – 2 setelah melahirkan. Pada saat itu
fokus perhatian ibu terutama pada dirinya sendiri
• Fase taking hold
– fase/periode yang berlangsung antara 3-10 hari
setelah melahirkan. Pada fase ini ibu merasa
khawatir akan ketidakmampuannya dan rasa
tanggung jawabnya dalam merawat bayi, perasaan
yang sangat sensitive sehingga mudah tersinggung
dan gampang marah
• Fase letting go
– fase menerima tanggung jawab akan peran
barunya yang berlangsung sepuluh hari setelah
melahirkan
Merumuskan Diagnosa/Masalah
Aktual/Masalah Potensial

• Kemungkinan masalah yang dialami ibu


adalah:
1. Masalah nyeri
2. Masalah infeksi
3. Masalah cemas, perawatan perineum,
payudara, ASI eksklusif.
4. Masalah kebutuhan KB, gizi, tanda bahaya,
senam, menyusui.
Infeksi Puerperium
Hematoma Vulva
Endometritis
Abses Mamae
Thromboplebitis
Kemungkinan masalah potensial yang dialami
ibu adalah :
1. Gangguan perkemihan
2. Gangguan BAB
3. Gangguan hubungan seksual
Merencanakan Asuhan Kebidanan
• Evaluasi secara terus-menerus
Pantau kondisi ibu meliputi 
– Setiap 15 menit pada jam pertama
– Setiap 30 menit pada jam kedua.
• Bidan tidak boleh meninggalkan ibu pada 2 jam pertama
karena pada fase ini berbagai kemungkinan
patologi/komplikasi dapat timbul. Perhatikan adanya tanda-
tanda bahaya pada ibu maupun bayi.
– Fase 6 – 8 jam, 6 hari, 2minggu, 6 minggu pasca
persalinan, sebaiknya tidak di interprestasikan secara
kaku
6 Jam Masa Nifas
• Mencegah perdarahan masa nifas
• Memberikan konseling  Bagaimana mencegah
perdarahan
• Pemberian ASI awal
• Melakukan hub. antara ibu & bayi
• Menjaga bayi tetap sehat dg mencegah hipotermi
• Penolong persalinan tetap tinggal dg ibu & bayi
untuk 2 jam pertama atau sampai ibu dan bayi
stabil
6 Hari Masa Nifas
• Memastikan involusio uterus berjalan normal
• Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi
atau perdarahan abnormal
• Memastikan ibu mendapatkan cukup
makanan, cairan & istirahat
• Memastikan ibu dapat menyusui dengan baik
dan memastikan tidak ada penyulit
• Memberikan konseling tentang asuhan pada
bayi
6 Minggu Masa Nifas

• Menanyakan kepada ibu tentang penyulit-


penyulit yang ibu dan bayi alami

• Memberikan konseling untuk KB secara


mandiri
Tanda-tanda yang perlu diperhatikan
pada saat masa nifas, antara lain :
6 Jam masa nifas
Komponen-komponen pemeriksaan fisik dan
penilaian adalah :
– Keadaan umum
– Tanda-tanda vitalnya
– Fundus
– Lokia
– Kandung kemih
Parameter Penemuan Penemuan
normal Abnormal
Keadaan Umum Letih Terlalu letih

TTV TD<140/90, Suhu < 38 C, TD> 140/90, Suhu 38 C,


nadi 60-100 x/m nadi > 100 x/m

Fundus uteri Kontraksi baik, penurunan Kontraksi lembek,


TFU Sesuai dg waktunya penurunan TFU tidak
sesuai dengan waktunya

Lokia Merah kehitaman (lokia Merah segar, bau busuk,


rubra), bau biasa, jumlah Perdarahan berat
perdarahan yang ringan/
sedikit

Kandung Kemih Bisa buang air Tidak bisa buang air


• 6 hari masa nifas
Tanda-tanda yang perlu dideteksi dan
diperhatikan pada saat ini adalah :
– Keadaan umum ibu
– Apakah ada demam
– Apakah ada perdarahan yang berlebihan
– Nyeri perut
– Pengeluaran lokia yang berbau busuk
• 6 minggu masa nifas
– komplikasi atau kelainan pada 6 minggu masa
nifas adalah :
– Involusio uteri apakah berjalan normal/ tidak
– Laktasi berjalan normal/ tidak
– Adanya tanda demam / infeksi
– Adanya tanda-tanda perdarahan sekunder
– Pada kunjungan 6 minggu ibu hendaknya
dikonseling secara cermat tentang kontrasepsi
pasca salin serta memberikan metode yang
menjadi pilihannya.
Keadaan Abnormal pada Masa Nifas
• Infeksi
Adalah Peradangan pada jalan lahir oleh sebab apapun yang
ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh > 38 C selama 2 hari
berturut-turut.
• Subinvolusi Uteri
Adalah Pengembalian keadaan uterus yang berlangsung lambat
• Perdarahan nifas sekunder
Adalah perdarahan yang terjadi setelah 24 jam pertama
• Flegmasia alba dolens
Adalah tromboflebitis yang mengenai 1-2 vena femoralis (minggu 1
& 2)
• Bendungan ASI
Adalah Pengeluaran ASI yang tidak ade kuat
• Mastitis
Adalah peradangan pada payudara (minggu 3 & 4).
• Gangguan rasa nyeri
Gangguan rasa nyeri pada masa nifas banyak dialami
meskipun pada persalinan normal tanpa komplikasi,
diantaranya:
– After pain atau kram perut  Kontraksi dan relaksasi
yang terus menerus pada uterus Banyak pada
multipara  Anjurkan untuk mengosongkan kandung
kemih, tidur tengkurap dengan bantal di bawah perut,
bila perlu diberi analgesic.
– Pembengkakan payudara.
– Nyeri perineum
– Konstipasi
– Hemorroid
– Diuresis.
• Mencegah Infeksi
Merupakan salah satu penyebab kematian ibu.
Infeksi yang mungkin terjadi adalah infeksi saluran
kencing, infeksi pada genetalia, infeksi payudara
(mastitis, abses), thromboplebitis, endometritis,
• Mengatasi kecemasan
Pada periode ini sering disebut “Masa Krisis”
perubahan perilaku, nilai dan peran.
– Bidan harus bersifat empati dalam memberikan
support mental pada ibu untuk mengatasi
kecemasan
– Libatkan suami dan keluarga untuk memberi
dukungan
– Health education sesuai kebutuhan
membangun kepercayaan diri dalam berperan
sebagai ibu.
• Memberikan kenyamanan pada ibu nifas.
• Membantu ibu untuk menyusui bayinya
• Memfasilitasi menjadi orang tua
– Keberhasilan dalam penyesuaian diri pada fase ini
akan mengurangi resiko terjadinya baby blues
• Persiapan pasien pulang
1. Pastikan ibu telah mengetahui Perawatan
perineum, gizi ibu menyusui, kebersihan diri,
perawatan payudara, istirahat dan pendidikan
kesehatan lainnya
2. Beritahu ibu untuk segera menghubungi bidan
bila terjadi tanda-tanda bahaya  Perdarahan
banyak, pengeluaran vagina berbau busuk, sakit
kepala hebat, demam tinggi, pembengkakan
wajah dan tangan, payudara merah panas dan
sakit, nyeri tungkai hebat
3. Beri suplemen zat besi
4. Diskusikan tentang rencana kontrasepsi pasca
persalinan.
5. Rencanakan kunjungan ulang untuk pasca salin
lanjutan Bisa home visit sesuai kesepakatan
• Anticipatory guidance
– Instruksi dan bimbingan dalam mengantisipasi
periode nifas dan bagaimana memberikan asuhan
sepanjang masa nifas tersebut. Kebutuhan ibu
nifas berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Dalam memberikan asuhan bidan harus
menyesuaikan diri
• Deteksi dini komplikasi pada ibu nifas
– Diperkirakan 60% kematian ibu (AKI) terjadi
setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas
terjadi dalam 24 jam pertama. Bidan dituntut
untuk dapat melaksanakan asuhan kebidanan
yang dapat mendeteksi dini komplikasi pada ibu
nifas.
Pelaksanaan asuhan kebidanan
• Pelaksanaan asuhan kebidanan dapat dilakukan
dengan tindakan mandiri atau kolaborasi.
• Perlu pengawasan pada masa nifas untuk
memastikan ibu dan bayi dalam kondisi sehat.
• Berikan pendidikan/penyuluhan sesuai dengan
perencanaan.
• Pastikan bahwa ibu telah mengikuti rencana yang
telah di susun  Diskusikan dengan ibu dan
keluarga sehingga pelaksanaan asuhan menjadi
tanggung jawab bersama.
Evaluasi Asuhan Kebidanan
• Evaluasi dan asuhan kebidanan diperlukan
untuk mengetahui keberhasilan
• Evaluasi dapat dilakukan saat ibu melakukan
kunjungan ulang