Anda di halaman 1dari 10

Kelompok IV

Ketua : Rike Agustika Boldy (PO.62.20.1.17.342)


Anggota :Anggelina Natalia.D (PO.62.20.1.17.316)
Gusnadi (PO.62.20.1.17.327)
Natasya Aprilia M (PO.62.20.1.17.338)
Nindie Tresia ( PO.62.20.1.17.339)
Sindra ( PO.62.20.1.17.346)
Yesie Veronika ( PO.62.20.1.17.349)

POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA


D-IV KEPERAWATAN REGULER IV
2019
Pengertian Tantangan Profesi
Keperawatan
 Tantangan profesi keperawatan adalah profesi yang
sudah mendapatkan pengakuan dari profesi lain,
dituntut untuk mengembangkan dirinya untuk berpart
isipasi aktif dalam sistem pelayanan kesehatan agar
keberadaannya mendapat pengakuan dari masyarakat.
 Tantangan internal profesi keperawatan adalah mening
katkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga
kepe rawatan sejalan dengan telah disepakatinya
keperawatan sebagai suatu profesingakuan dari
masyarakat.
 Tantangan eksternal profesi keperawatan adalah
kesiapan profesi lain untuk menerima paradigma baru
yang kita bawa.
 Hak adalah tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang
merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan
keadilan, moralitas dan legalitas.
Tuntutan Profesi Keperawatan
Tuntutan profesi keperawatan adalah keyakinan bahwa
keperawatan merupakan profesi harus disertai dengan
realisasi pemenuhan karakteristik keperawatan sebagai
profesi yang disebut dengan professional.(Kelly &Joel,19 95).
Karakteristik profesi yaitu ;
1. Memiliki dan memperkaya tubuh pengetahuan melalui
penelitian
2. Memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang unik
kepada orang lain
3. Pendidikan yang memenuhi standar
4. Terdapat pengendalian terhadap praktek
5. Bertanggug jawab & bertanggung gugat terhadap
tindakan yang dilakukan
6. Merupakan karir seumur hidup
7. Mempunyai fungsi mandiri dan kolaborasi.
Hak Perawat
 Dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang
merupakan salah satu dari praktik keperawatan
tentunya seorang perawat memiliki hak dan kewajiban.
Dua hal dasar yang harus dipenuhi, yaitu Memperoleh
perlindungan hukum dan profesi sepanjang
melaksanakan tugas sesuai standar profesi dan Standar
Operasional Prosedur (SOP) merupakan salah satu hak
perawat yang mempertahankan kredibilitasnya dibidang
hukum serta menyangkut aspek legal atas dasar
peraturan perundang-undangan dari pusat maupun
daerah.
 Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari klien
dan atau keluarganya agar mencapai tujuan
keperawatan yang maksimal.
 Melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi dan
otonomi profesi.
Perawat berhak untuk dapat memperoleh penghargaan
sesuai dengan prestasi, dedikasi yang luar biasa dan atau
bertugas di daerah terpencil dan rawan.
Hak-hak perawat :
 Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan
tugas sesuai dengan profesinya.
 Mengembangkan diri melalui kemampuan spesialisasi
sesuai latar belakang.
 Menolak keinginan klien/pasien yang bertentangan
dengan peraturan perundangan serta standar profesi dan
kode etik profesi.
 Mendapatkan informasi lengkap dari klien/pasien yang
tidak puas terhadap pelayanannya.
 Meningkatkan pengetahuan berdasarkan perkembangan
IPTEK dalam bidang keperawatan/kebidanan/kesehatan
secara terus menerus.
 Diperlakukan adil dan jujur oleh rumah sakit maupun
klien/pasien dan atau keluarganya.
 Mendapatkan jaminan perlindungan terhadap risiko
kerja yang berkaitan dengan tugasnya.
 Diikutsertakan dalam penyusunan/penetapan kebijakan
pelayanan kesehatan di rumah sakit
 Diperhatikan privasinya dan berhak menuntut apabila
nama baiknya dicemarkan oleh klien/pasien dan atau
keluarganya serta tenaga kesehatan lain.
 Menolak pihak lain yang memberi anjuran/permintaan
tertulis untuk melakukan tindakan yang bertentangan
dengan perundang-undangan, standar profesi dan kode
etik profesi.
 Mendapatkan perhargaan imbalan yang layak dari jasa
profesinya sesuai peraturan/ketentuan yang berlaku di
rumah sakit.
 Memperoleh kesempatan mengembangkan karir sesuai
dengan bidang profesinya.
Tuntutan Profesi Keperawatan dalam Memenuhi Hak
Pasien
Hak-hak pasien :

Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan


peraturan yang berlaku di rumah sakit.
Pasien berhak atas pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur.
Pasien berhak memperoleh pelayanan medis yang bermutu
Pasien berhak memperoleh asuhan keperawatan dengan
standar profesi keperawatan
Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai
dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang
berlaku di rumah sakit.
Pasien berhak dirawat oleh dokter yang secara bebas
menentukan pendapat klinis dan pendapat etisnya tanpa
campur tangan dari pihak luar.
Pasien berhak meminta konsultasi kepada dokter
Pasien berhak atas “privacy” dan kerahasiaan penyakit yang
diderita termasuk data- data medisnya.
=> Pasien berhak mendapat informasi
=>Pasien berhak menyetujui/memberikan izin atas
tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan
dengan penyakit yang dideritanya
=>Pasien berhak menolak tindakan yang hendak dilakukan
terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta
perawatan atas tanggung jawab sendiri sesudah
memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya.
=>Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan
kritis.
=>Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai
agama/kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak
mengganggu pasien lainnya.
=>Pasien berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya
selama dalam perawatan di rumah sakit
=>Pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas
perlakuan perlakuan rumah sakit terhadap dirinya.
=>Pasien berhak menerima atau menolak bimbingan moril
maupun spiritual.