Anda di halaman 1dari 36

1.

Agus Ahyari :
Merupakan proses kegiatan untuk mengadakan
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengkoordinasian dari produksi dan proses produksi.
2. Sukanto :
Merupakan usaha mengelola dengan cara optimal
terhadap faktor-faktor produksi atau sumber seperti
manusia,tenaga kerja, mesin dan bahan baku yang
ada.
3. Boone & Kurtz:
Merupakan pengelolaan orang dan mesin untuk
mengubah bahan menjadi barang jadi atau jasa
Manajemen produksi dan operasi merupakan
manajemen dari suatu sistem informasi yang
mengkonversikan masukan (inputs) menjadi
keluaran (outputs)yang berupa barang atau
jasa.
PROSES PRODUKSI: MENGUBAH INPUT
MENJADI OUTPUT

INPUT PROSES OUTPUT


• Sumber daya KONVERSI/ • Barang
TRANSFORMASI
• Bahan baku • Jasa
• Nilai Tambah
 Desain barang dan jasa
 Manajemen Kualitas.
 Desain proses dan kapasitas
 Strategi Lokasi
 Strategi Layout
 Sumber daya manusia dan desain pekerjaan
 Manajemen Persediaan
 Penjadwalan
 Pemeliharaan
Proses produksi terus-menerus (continuous
processes)
• suatu proses produksi yang mempunyai pola atau urutan
yang selalu sama dalam pelaksanaan proses produksi di
dalam perusahaan.

Proses produksi terputus-putus (intermitten


processes)
• suatu proses produksi dimana arus proses yang ada
dalam perusahaan tidak selalu sama.
ALIRAN GARIS

Proses produksi Aliran proses dari bahan mentah


dengan aliran input sampai menjadi produk akhir
sampai dengan dan urutan operasi-operasi yang
output yang selalu digunakan untuk menghasilkan
tetap produk atau jasa selalu tetap.
Soft Drinks
(Continuous,
then Discrete)

© 1995 Corel
Corp.

Light Bulbs
(Discrete)
© 1984-1994 T/Maker Co.
© 1995 Corel Corp.
Paper
(Continuous)
Kebaikan proses produksi terus-menerus adalah :
1. Biaya per unit rendah bila produk dalam volume
yang besar dan distandardisasi
2. Pemborosan dapat diperkecil, karena
menggunakan tenaga mesin.
3. Biaya tenaga kerja rendah.
4. Biaya pemindahan bahan di pabrik rendah karena
jaraknya lebih pendek.
Kekurangan proses produksi terus-menerus
adalah :
1. Terdapat kesulitan dalam perubahan produk.
2. Proses produksi mudah terhenti, yang
menyebabkan kemacetan seluruh proses
produksi
3. Terdapat kesulitan menghadapi perubahan
tingkat permintaan.
ALIRAN INTERMITEN

Proses produksi dengan Peralatan dan tenaga kerja


kumpulan/kelompok diatur dalam pusat-pusat
produk yang sejenis dan kerja menurut tipe
dengan waktu yang keterampilan atau peralatan
terputus-putus yang serupa
Bank
© 1995

Hospital Corel
Corp.

Machine
© 1995 Corel Corp. Shop
© 1995 Corel Corp.
Kelebihan proses produksi terputus-putus adalah :
1. Flexibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan produk
yang berhubungan dengan,
- process lay out
- mesin bersifat umum (general purpose machines)
- sistem pemindahan menggunakan tenaga manusia.
2. Diperoleh penghematan uang dalam investasi mesin yang
bersifat umum.
3. Proses produksi tidak mudah terhenti, walaupun ada kerusakan
di salah satu mesin.
Sedangkan kekurangan proses produksi terputus-putus adalah
1) Dibutuhkan scheduling, routing yang banyak karena produk
berbeda tergantung pemesan.
2) Pengawasan produksi sangat sukar dilakukan.
3) Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses cukup besar.
4) Biaya tenaga kerja dan pemindahan bahan sangat tinggi, karena
menggunakan tenaga kerja yang banyak dan mempunyai
tenaga ahli.
Lokasi merupakan salah satu kegiatan awal
yang harus dilakukan sebelum perusahaan
mulai beroperasi. Penentuan lokasi yang
tepat akan mempengaruhi kemampuan
perusahaan dalam; melayani konsumen,
mendapatkan bahan-bahan mentah yang
cukup, mendapatkan tenaga kerja dengan
mudah. dan memungkinkan diadakannya
perluasan usaha.
 Faktor utama yaitu;
1. letak sumber bahan baku,
2. letak pasar,
3. masalah transportasi,
4. supply tenaga kerja dan
5. pembangkit tenaga listrik.
 faktor bukan utama seperti,
1. rencana masa depan perusahaan,
2. kemungkinan adanya perluasan perusahaan,
3. kemungkinan adanya perluasan kota,
4. terdapatnya fasilitas-fasilitas pelayanan,
5. terdapatnya fasilitas-fasilitas pembelanjaan,
6. persediaan air,
7. investasi untuk tanah dan gedung,
8. sikap masyarakat,
9. iklim dan
10. keadaan tanah.
Layout atau tata letak merupakan satu keputusan
yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam
jangka panjang.
Dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan
tentang layout, diantaranya
 kapasitas,
 proses,
 fleksibilitas,
 biaya,
 kualitas lingkungan kerja,
 kontak konsumen dan
 citra perusahaan.
 untuk mencapai pemanfaatan peralatan
pabrik yang optimal,
 penggunaan jumlah tenaga kerja yang
minimum,
 kebutuhan persediaan yang rendah dan
 biaya produksi dan investasi modal yang
rendah
 Data yang diperlukan meliputi
 jumlah dan jenis produk,
 komponen produk,
 urutan pelaksanaan proses produksi,
 mesin dan peralatan informasi mesin,
 instalasi yang diperlukan,
 luas gedung
1. Jarak angkut yang minimum
2. Penggunaan ruang yang efektif
3. Keselamatan barang-barang yang diangkut
4. Fleksibel
5. Kemungkinan ekspansi masa depan
6. Biaya diusahakan serendah mungkin
7. Aliran material yang baik
Layout Produk
• berurutan sesuai dengan jalannya proses produksi dari bahan
mentah sampai menjadi barang jadi.
Layout Proses
• kesamaan proses atau kesamaan pekerjaan yang mempunyai
fungsi yang sama dikelompokkan dan ditempatkan dalam
ruang tertentu.
Layout Posisi Tetap
• susunan komponen untuk proses produksi diletakkan di dekat
tempat proses produksi dilaksanakan.
 Jasa pada dasarnya merupakan suatu yang
tidak berwujud, yang dapat memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen.
 Dalam memproduksi suatu jasa dapat
menggunakan bantuan suatu produk fisik
tetapi bisa juga tidak.
 Tidak ada inventarisasi untuk menimbun stok
 Personel yang terampil merupakan bagian
utama proses pelayanan
 Kualitas jasa sering didasarkan pada persepsi
pelanggan
 Jasa sering padat tenaga kerja
 Lokasi strategis adalah faktor yang penting
 Daya beli konsumen di area lokasi tersebut.
 Jasa dan citra yang cocok dengan kondisi demografis
konsumen di area lokasi.
 Persaingan di area lokasi
 Kualitas Persaingan.
 Keunikan lokasi yang dimiliki perusahaan dan
pesaingnya.
 Kualitas fisik dari fasilitas dan bisnis sekitar area
lokasi.
 Kebijakan operasional perusahaan.
 Kualitas manajemen.
Desain dan tata letak fasilitas jasa erat
kaitannya dengan pembentukan persepsi
pelanggan.
1. Sifat dan tujuan organisasi jasa
Sifat suatu jasa seringkali menentukan
berbagai persyaratan desainnya. Desain
fasilitas yang baik dapat memberikan
beberapa manfaat, diantaranya perusahaan
mudah dikenali dan desain eksterior bisa
menjadi ciri khas atau petunjuk mengenai
sifat jasa di dalamnya.
2. Ketersediaan Tanah dan Kebutuhan akan
Ruang/Tempat
Setiap perusahaan jasa yang membutuhkan
lokasi fisik untuk mendirikan fasilitas jasanya
perlu mempertimbangkan sejumlah faktor,
seperti kemampuan finansial, ketersediaan
tanah, peraturan pemerintah berkenaan
dengan kepemilikan tanah dan pembebasan
tanah dan sebagainya.
3. Fleksibilitas
Fleksibilitas desain sangat diperlukan apabila volume
permintaan sering berfluktuasi dan jika spesifikasi
jasa cepat berkembang, sehingga resiko keusangan
relatif besar. kondisi ini menyebabkan fasilitas jasa
harus dapat disesuaikan secara mudah dengan
memperhitungkan kemungkinan perkembangan di
masa datang.
4. Faktor estetis
Fasilitas jasa yang tertata secara rapi, menarik dan
estetis akan dapat meningkatkan sikap positif
pelanggan terhadap suatu jasa.
5. Masyarakat dan lingkungan sekitar
Masyarakat (terutama pemerhati masalah sosial
dan lingkungan hidup) dan lingkungan di sekitar
fasilitas jasa memainkan peranan penting dan
berpengaruh besar terhadap perusahaan.
6. Biaya konstruksi dan operasi
Kedua jenis biaya ini dipengaruhi desain fasilitas.
Biaya konstruksi dipengaruhi oleh jumlah dan
jenis bahan bangunan yang digunakan. Biaya
operasi dipengaruhi oleh kebutuhan operasional
fasilitas termasuk biaya pemeliharaan.
Uji nyali menginap di hotel
tebing Purwakarta yang
'tertinggi di dunia
Kantor PT Waskita Karya di lokasi proyek pembangunan Waduk
Gondang, Karanganyar.

Anda mungkin juga menyukai