Anda di halaman 1dari 16

KATETERISASI JANTUNG

Disusun oleh :
Theresia Sani Tratami
Tya Kusumawati
Umi Maisyaroh
Veni Rachmatunisa
Winedhar Nur Afidah
Pengertian

Kateterisasi jantung adalah istilah umum yang


digunakan untuk rangkaian prosedur memasukkan
kateter ke dalam bilik atau pembuluh darah jantung.
Pada saat kateter berada di posisi yang telah
ditentukan, maka alat tersebut dapat digunakan untuk
melaksanakan sejumlah prosedur pemeriksaan seperti
angiografi koroner (coronary angiography), angioplasti
(angioplasty) dan pemasangan katup buatan (balloon
valvuloplasty).
MANFAAT KATETERISASI JANTUNG

1. Menegakkan diagnosa pada kelainan jantung kongenital sianosis yang


kompleks
2. Mengevaluasi hemodinamika jantung, menilai efek dari anomali atau lesi
pada sistem kerdiovaskuler
3. Mengecek aliran darah dan oksigen diberbagai bagian jantung
4. Menilai kemampuan/ kekuatan otot jantung dalam memompa darah
keseluruh tubuh
5. Melihat kerja katup jantung
6. Mengobati serangan jantung
7. Mengobati penyakit jantung koroner
8. Mengoreksi kelainan jantung
9. Mengambil sample otot jantung bila ada tumor / infeksi jantung
10. Mengobati kelainan jantung bawaan
INDIKASI

Kelainan Jantung Bawaan


Kelainan Jantung Koroner
Disritmia
Kelainan Katup Jantung
Kelainan pembuluh darah Jantung
KONTRAINDIKASI

Ibu hamil usia kehamilan kurang dari 3 bulan


Perdarahan pada saluran pencernaan
Wanita dengan haid
RESIKO/EFEK SAMPING

1. Luka memar pada lokasi bekas dimasukkannya selang kateter


(tusukan)
2. Perdarahan
3. Trauma pembuluh darah
4. Infeksi
5. Reaksi alergi terhadap zat kontras (zat untuk melihat bagian-
bagian jantung)
6. Kerusakan ginjal apabila kateterisasi menggunakan zat
kontras
7. Serangan jantung
8. Stroke
PROSEDUR KATETERISASI JANTUNG

Prosedur dilakukan oleh Dokter Spesialis dengan menggunakan


alat Angiografi. Dengan pemberian zat kontras melalui kateter,
dokter dapat mengetahui secara tepat letak, luas, serta berat
atau derajat penyempitan pembuluh darah koroner. Prosedur
kateterisasi jantung biasanya dilaksanakan di Laboratorium
Kateterisasi Jantung oleh seorang dokter ahli jantung. Prosedur
ini juga dapat dipergunakan untuk menentukan kebutuhan
operasi jantung. Prosedur berlangsung selama 1-2 jam dengan
pasien dalam keadaan sadar.
Lanjutan....

Selama kateterisasi jantung, beberapa pemeriksaan lain


mungkin dilakukan dan pemeriksaan-pemeriksaan tersebut
meliputi:
1. Mengukur tekanan darah di ruang jantung
2. Mengukur jumlah denyut jantung
3. Mengukur tingkat oksigen darah dalam bilik jantung
4. Mengevaluasi fungsi otot jantung
Pemeriksaan dengan kateter dibagi menjadi dua

Kateterisasi jantung kanan

Kateterisasi jantung kiri


Kateterisasi Jantung Kanan

Cara ini dapat memeriksa vena cava superior dan vena


cava inferior, atrium kanan, ventrikel kanan dan arteria
pulmonalis. Cara ini dapat pula digunakan untuk
memeriksa keadaan jantung kiri secara tidak langsung,
yaitu dengan cara kateter ditembuskan melalui sekat
interatriorum (lewat foramen ovale) ke atrium kiri.
Lanjutan....

Jalan yang ditempuh kateter dengan cara ini ialah


melalui v. Femoralis atau v. Saphena v. Iliaka  v.
Cava superior  atrium kanan  ventrikel kanan 
arteri pulmonalis (kanan atau kiri). Bila foramen ovale
masih terbuka, kateter dapat dengan mudah
dimanipulasi ke atrium kiri dan ventrikel kiri. Manipulasi
dapat dengan mudah dilakukan pada bayi baru lahir.
Kateter dapat nuga dimasukkan melalui lubang-lubang
abnormal, misal pada VSD, pada lubang duktus pada
PDA.
Kateterisasi jantung kiri
Kateterisasi ini dapat melalui jantung kanan menembus
voramen ovale (bila masih terbuka) menuju jantung kiri. Kalau
memakai kateter balon maka kateter dapat dihanyutkan
kedalam aorta sehingga kateter dapat masuk ke aorta. Bila
voramen ovale sudah menutup, kateterisasi dapat melalui arteri
femoralis  aorta abdominalis  aorta thorakalis  arkus
aorta  valvula semilunaris aortae  ventrikel kiri. Bila pada
aorta terdapat koarktasio yang berat, kateter tidak dapat melalui
koarktasio ini. Oleh karena itu, dapat ditempuh melalui a.
Brakhialis kanan  a.aksilaris  a.subklavia kanan aorta
(disebalah proksimal koarktasio)  valvula semilunaris aortae
 ventrikel kiri. Pada bayi, dapat melalui a.aksilaris.
Lanjutan...

Pada waktu kateter masuk ke tempat-tempat tertentu, seperti


atrium, ventrikel , a.pulmonalis, diukur tekanan dan saturasi
oksigennya. Pengukuran tekanan bertujuan untuk mengetahui
hemodinamik jantung sehingga dapat menduga tempat lesi dan
untuk memantau letak kateter. Tekanan dalam grafik pantau
mempunyai tipe tertentu. Saturasi oksigen diukur dengan
mengambil sample darah dari tempat tertentu. Dengan melihat
saturasi oksigen dapat dengan mudah menduga adanya shunt
dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri
ANGIOGRAFI

Angiografi Koroner atau Arteriografi Koroner merupakan


prosedur kateterisasi yang paling umum dilakukan di
laboratorium kateterisasi jantung. Sebenarnya tindakan lanjut
dari kateterisasi jantung. Prosedur ini, yang dilakukan dengan
memberikan injeksi media kontras khusus (cairan) ke dalam
pembuluh arteri jantung dapat menunjukkan apakah pasien
mempunyai penyakit arteri koroner. Bahan kontras ini biasanya
mengandung molekul yodium organik. Sehingga dapat
menghasilkan peta shunt, stenosis, atau insufisiensi suatu
katup, dan lain lain. Dengan demikian angiografi dapat memberi
gambaran lekukan-lekukan jantung bagian dalam serta bentuk
dan struktur dari pembuluh-pembuluh darah besar.
ANGIOPLASTY

Angioplasty merupakan “peniupan”atau “balonisasi” bertujuan


untuk melebarkan penyempitan pembuluh darah koronerdengan
menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon.
Balondimasukkan dan dikembangkan tepat ditempat
penyempitan pembuluh darah jantung.
Dengan demikian penyempitan tersebut menjadi terbuka
sehingga aliran darah koronermenjadi lancar kembali. Untuk
menyempurnakan hasil peniupan ini, kadang diperlukan
tindakan lain yang dilakukan dalam waktu yang sama, seperti
pemasangan ring ataucincin penyanggah (Stent) untuk menjaga
patensi aliran darah tetap normal.
TERIMA KASIH