Anda di halaman 1dari 29

1

2
3
Dua Sistem Pada AC

Pada prinsipnya ada 2 sistem pada AC, :


a.AIR TO AIR SYSTEM
(sistem udara penuh/ sistem langsung)
• Pada sistem ini udara luar didinginkan secara langsung
dengan refrigeran/bahan pendingin yang ada pada alat AC,
baru didistribusikan ke dalam ruangan.
• Pada bangunan besar/bangunan tinggi, sistem ini jarang
sekali digunakan sebab dianggap tidak efisien karena ducting
(pipa udara) harus dipasang sepanjang posisi vertikal maupun
horizontal pada keseluruhan gedung.

4
.

b.WATER TO AIR SYSTEM


(sistem air udara/ sistem tidak langsung)
• Disebut sistem tidak langsung karena udara didinginkan
dengan menggunakan media air dingin(cold water)
• Pada sistem ini, pengkondisian udara dibantu dengan air
yang diproses dingin (cold water). Disini ducting (pipa
udara) terpisah pada setiap lantai berupa ducting
horisontal.
• Sistem ini paling banyak digunakan pada bangunan-2
besar dan tinggi, dengan refrigerator sebagai pendingin
air yang akan digunakan sebagai pendingin udara yang
akan disupply ke ruang-ruang.
5
6
7
8
9
Chiller = pendingin

10
11
12
13
14
15
16
AC-Window

.
.

Gambar 5.20 Komponen-komponen AC-


Gambar 5.19 Aliran udara pada AC-
Window
Window 17
Gambar 5.21 Instalasi AC-Split

18
AC Central Air Water System

• Published by isnanto at 15:38 under Sistem Gedung,


sistem AC and tagged: ac, sistem AC,
ac central air water system
• URAIAN SYSTEM.
AIR - WATER SYSTEM adalah suatu sistem AC dimana
proses pendinginan udara didalam suatu ruang tertutup
diproses oleh AHU ( Air Handling Unit ) yang
ditempatkan pada ruang lain yang terpisah dan FCU
sekaligus didalam ruangan yang akan didinginkan.
Jadi merupakan penggabungan pemakaian FCU & AHU.

19
PERALATAN UTAMA & FUNGSI.

1. CHILLER.
Adalah mesin refrigerasi yang berfungsi untuk mendinginkan air
pada sisi evaporatornya. Air dingin yang dihasilkan selanjutnya
didistribusikan ke mesin penukar kalor ( AHU, FCU / Fan Coil Unit).
 Jenis chiller didasarkan pada jenis compressornya:
a. Reciprocating
b. Screw
c. Centrifugal
 Jenis chiller didasarkan pada jenis cara pendinginan
condensornya :
a. Air Cooler
b. Water Cooler

20
.

• 2. AHU dan FCU.


Adalah suatu mesin penukar kalor, dimana udara panas
dari ruangan dihembuskan melewati coil pendingin
didalam AHU sehingga menjadi udara dingin yang
selanjutnya didistribusikan ke ruangan.
• 3. COOLING TOWER ( khusus untuk chiller jenis Water
Cooler ).
Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan
air yang dipakai pendinginan condenssor chiller dengan
cara melewat air panas pada filamen didalam cooling
tower yang dihembus oleh udara sekitar dengan blower
yang suhunya lebih rendah.

21
.

4. POMPA SIRKULASI.
Ada dua jenis pompa sirkulasi, yaitu :
a. Pompa sirkulasi air dingin ( Chilled Water Pump
). Berfungsi mensirkulasikan air dingin dari Chiller
ke Koil pendingin AHU / FCU.
b. Poma Sirkulasi air pendingin ( Condenser Water
Pump).
Pompa ini hanya untuk Chiller jenis Water
Cooled dan berfungsi untuk mensirkulasikan air
pendingin dari kondensor Chiller ke Tower dan
seterusnya.
22
DIAGRAM
SYSTEM

23
AC Portable

24
Pengujian Model Water Chiller System dengan Hidrokarbon
sebagai Refrigeran Primer
Nengah Suarnadwipa & Ketut Astawa
Jurusan Teknik Mesin, Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Badung
e-mail: nengah.suarnadwipa@me.unud.ac.id
_________________________________________________________________________

1.2. Tujuan Penelitian


Tujuan Penelitian ini adalah:
• Menganalisis kapasitas pendinginan AC split yang menggunakan
refrigeran R-22 dan AC split yang sudah dirancang menjadi
Water Chiller dengan hidrokarbon sebagai refrigeran primer.
• Menganalisis performansi AC split menggunakan refrigeran R-22
dan AC split yang sudah dirancang menjadi Water Chiller dengan
hidrokarbon sebagai refrigeran primer.
• Mengetahui sistem Water Chiller hasil rancangan dapat
menggantikan fungsi AC split sebelumnya berdasarkan unjuk
kerjanya (kapasitas pendinginan dan koefisien performansi).

25
4.1 Kesimpulan
Dari pengujian dan pembahasan yang telah dilakukan maka
dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Laju pendinginan terbesar yang dihasilakan pada sistem
AC split 1958 Watt. Laju pendinginan yang dihasilkan pada
sistem water chiller adalah 1832 Watt. Laju pndinginan
yang dihasilkan sistem water chiller lebih rendah 6%.
2. COP terbesar yang dihasilkan pada sistem AC split 5,29,
sedangkan pada sistem water chiller 4,19. COP sistem
water chiller lebih rendah 20,7% dibandingkan AC split.
3.Sistem water chiller yang menggunakan refrigeran primer
hidrokarbon hycool-22 dapat menggantikan sistem AC
Split dengan baik

26
PENGUJIAN REFRIGERAN HYCOOL HCR-22 PADA AC SPLITE
SEBAGAI PENGGANTI FREON R-22
Arijanto1), Ojo Kurdi 2)

Abstrak
Rusaknya lapisan ozon dan efek pemanasan global antara lain disebabkan oleh penggunaan bahan yang
mengandung unsur Chlor (Cl) dan salah satunya adalah ditimbulkan oleh refrigeran dari golongan CFC
(Chloro Fluoro Carbon) yang mempunyai beberapa unsur Cl. Unsur chlor ini akan mengikat ozon (O3), dengan
chlor sebagai katalisator, ozon akan terurai dan menjadi semakin tipis yang akhirnya membentuk lubang.
Menipisnya lapisan ozon mengakibatkan terjadinya degradasi lingkungan, keterbatasan sumber air bersih,
kerusakan rantai makanan di laut, musnahnya ekosistem terumbu karang dan sumber daya laut lainnya,
menurunnya hasil produksi pertanian yang dapat menganggu ketahanan pangan, dan bencana alam lainnya.
Mata rantai dampak penipisan lapisan ozon berikutnya adalah terjadinya pemanasan global (global
warning). Gas karbon dioksida (CO2) memiliki kontribusi paling besar sekitar 50 persen, diikuti
chloroflourcarbon (CFC) 25 persen, gas methan 10 persen, dan sisanya gas lain terhadap pemanasan global.
Pemanasan global juga menyebabkan mencairnya lapisan es di Benua Antartika. Akibatnya, muka air laut
global naik sampai 25 cm di akhir abad ke-20. Sehingga terjadi ketidakseimbangan iklim, dimana di suatu
tempat terjadi bencana kekeringan, dan di tempat lainnya terjadi bencana banjir.
Salah satu alternatif untuk menjaga lingkungan digunakan refrigeran hidrokarbon pengganti yang terdapat
berbagai merk antara lain, Safe, Rossy, Artek, Hycool, Musicool dan masih banyak lagi, pada pengujian ini
dipilih refrigeran Hycool HCR-22 yang akn diuji pada AC Splite dan ternyata cukup memuaskan karena
performansi dan prestasi mesin pendingin makin baik.
Kata kunci : Refrigeran hycool 27
TUJUAN PENELITIAN

Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini, adalah


1. Mengetahui kemungkinan penerapan refrigeran
hidrokarbon Hycool HCR-22 pada sistem refrigerasi
yang menggunakan AC split, sebagai refrigeran
pengganti R-22, tanpa dilakukan modifikasi apapun
pada konstruksi sistem.
2. Menganalisa performansi mesin pendingin AC split
dengan membandingkan fluida kerja R-22 terhadap
Hycool HCR-22. dengan memvariasikan massa
refrigeran.
28
KESIMPULAN

Dari analisis data perhitungan dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu :


1. Efek Refrigerasi ( RE ) R-22 lebih kecil 41,93% dibandingkan dengan HCR-22.
2. Koefisien Prestasi ( COP ) untuk R-22 nilai COP lebih besar dari HCR-22.
3. Daya Listrik ( P ) daya adalah besamya daya listrik yang masuk pada pesawat AC
tersebut yaitu untuk R-22 sebesar 535,06 Watt dan untuk HCR-22 sebesar 466,82
Watt. Hal ini berarti HCR-22 konsumsi daya listriknya lebih rendah 14,56%
dibandingkan dengan R-22..
4. Temperatur refrigeran HCR-22 dalam sistem cenderung sama dibanding dengan
sitem menggunakan R-22.
5. Tekanan refrigeran R-22 lebih tinggi dibanding dengan HCR-22, hal ini berarti HCR-
22 memberikan keuntungan yang lebih akan keawetan komponen-komponen AC
Split.
6. Perbandingan-perbandingan unjuk kerja seperti diatas adalah dalam pengisian
massa refrigeran terbaik, yaitu untuk R-22 adalah 800 gram dan HCR-22 adalah 300
gram.
7. Dilihat dari hasil unjuk kerja dan faktor - faktor teknik secara keseluruhan d maka
Refrigeran Hycool HCR-22 ini layak digunakan sebagai pengganti Refrigeran R-22.
29