Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN

PERIANESTESI PADA NY. S DENGAN


DIAGNOSA ILLEUS OBSTRUKTIF YANG
DILAKUKAN TINDAKAN LAPARATOMI
DENGAN ANESTESI UMUM
Disusun oleh :

Azizah Zul Fathi


Dita Octaviani
Isnatun Khoirullisa
Nurina Azmi Hidayati
Veni Rachmatunisa
TUJUAN
1. Untuk mengetahui gambaran mengenai pengkajian
asuhan keperawatan perianestesia pada pasien
Laparatomi dengan general anestesi

2. Untuk mengetahui gambaran mengenai diagnosa


keperawatan yang timbul pada asuhan keperawatan
perianestesia pada pasien Laparatomi dengan general
anestesi

3. Untuk mengetahui gambaran mengenai perencanaan


keperawatan, implementasi dan evaluasi pada asuhan
keperawatan perianestesia pada pasien Laparatomi
dengan general anestesi
Konsep Teori General Anestesi
(GA) dan Illeus Obstruktif
 General anestesi adalah suatu keadaan tidak sadar yang
bersifat sementara yang diikuti oleh hilangnya rasa nyeri
diseluruh tubuh akibat pemberian obat anestesia.

 Obstruksi usus dapat didefinisikan sebagai gangguan


(apapun penyebabnya) aliran normal isi usus sepanjang
saluran usus.

 Obstruksi usus biasanya mengenai kolon sebagai akibat


karsinoma dan perkembangannya lambat.
Patofisiologi
Penatalaksanaan Bedah dan Medis
1. Obstruksi Usus Halus
 Tindakan pembedahan terhadap obstruksi usus halus
tergantung penyebab obstruksi. Penyebab paling umum
dari obstruksi seperti hernia dan perlengketan. Tindakan
pembedahannya adalah herniotomi.

2. Obstruksi Usus Besar


 Tindakan lain yang biasa dilakukan adalah reseksi bedah
utntuk mengangkat lesi penyebab obstruksi. Kolostomi
sementara dan permanen mungkin diperlukan.
ASUHAN KEPERAWATAN
Pengkajian
Identitas Pasien
Nama : Ny. S
Umur : 74 th
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Suku bangsa : Jawa/indonesia
Alamat : Grojokan, Kotagede
No RM : 62 98 73
Diagosa pre operasi : Ileus Obstruksi
Tindakan operasi : Laparatomy
Tanggal operasi : 04 Oktober 2018
Dokter bedah : dr.T
Dokter anestesi : dr. A
Anamnesa
 Keluhan utama: Pasien mengatakan pusing.
Pasien mengatakan nyeri pada perut bagian
kanan.
P : nyeri bertambah saat beraktivitas
Q : nyeri seperti tertusuk-tusuk
R : nyeri pada perut bagian kanan
S : score nyeri 6
T : terus-menerus
 Riwayat penyakit sekarang: ± 7 hari sebelum masuk
rumah sakit, pasien mengeluh mual, muntah, demam,
nyeri perut bagian kanan, sering buang air besar. ± 3 hari
sebelum masuk rumah sakit, Pasien mengeluh perut
semakin membesar, nyeri terus-menerus, mual-muntah,
sering buang air besar.

 Riwayat penyakit dahulu: Pasien mengatakan pernah


dilakukan tindakan operasi Abses Mandibula.

 Riwayat penyakit keluarga : Pasien mengatakan tidak ada


anggota yang mempunyai riwayat penyakit hipertensi,
diabetes mellitus, jantung, dan sebagainya.
Pemeriksaan Fisik (DATA FOKUS)
a. Kesadaran umum dan tanda vital
Kesadaran : Compos Mentis BB :
68 kg
GCS : E4.V5.M6 TB :
171 cm
IMT : 23,25 kg/m2
RR : 21 x/mnt N : 84
x/mnt
 Thorak : bentuk normal, tidak ada
benjolan atau tumor
 Abdomen
-Inspeksi : Dinding perut cembung, tidak ada jejas.
-Auskultasi : Bising usus (+) 14x/menit
-Palpasi : Hepar tidak teraba, nyeri tekan pada perut bagian
kanan
-Perkusi : Timpani pada kuadran kiri atas

 Ekstremitas
-Atas : tidak ada kelemahan otot atau kontraktur
dan kekuatan kanan sama dengan kiri, tangan kiri terpasang
cairan infus RL 20 tpm.
-Bawah : tak ada kelemahan otot, odema (-)

 Psikologis
Pasien mengatakan pernah dilakukan tindakan operasi Abses
Mandibula tetapi tetap masih merasa cemas, karena daerah
yang dioperasi berbeda.
Pemeriksaan Hasil Nilai Normal

 Pemeriksaan penunjang Darah Rutin

Hemoglobin 14.5 12.3-15.3 g/dl

Hematokrit 42.2 35 - 47%

Laboratorium: tanggal 07 Oktober 2018 Leukosit 11.8 44-11.3 ribu/ul

Trombosit 278 150-450 ribu/ul

Eritrosit 5,5 4,5 -6 juta/ul

Masa Perdarahan (BT) Pending 1- 3 menit

Masa Pembekuan (CT) Pending 5 - 8 menit

Kimia Klinik

Ureum 63 10 - 50 mg/dl

GDS 118 80-140 g/dl

Natrium 130 135-148 mmol/l

Kalium 4.4 3.7- 5.3 mmol/l

Chlorida 96 98-109 mmol/ l

Creatinin 1.4 0.6 – 1.2 mg/dl

SGOT 37 <31 U/l

SGPT 33 <32 U/I

Imunologi

HBSAg Non reaktif Non reaktif


Persiapan penatalaksanaan anestesi
 Persiapan Alat
-Persiapan alat general anestesi dengan teknik ETT: Laringoscope, stetoscope, ETT non
kingking ukuran 6,5 dan 7,0, OPA, Plester, Introducer, Connector, Suction, Spuit, Jelly,
obat-obat premedikasi dan induksi, EKG.
-Persiapan bedside monitor yaitu pulse oxymetri
-O2, N2O, sevoflurane
-Siapkan lembar laporan durante anestesi dan balance cairan
 Persiapan obat
a. Obat untuk Premedikasi
Fentanyl 100 mg
b. Obat Induksi
Propofol 100 mg
c. Obat pelumpuh otot
Rocuronium 20 mg
d. Obat Analgetik
Ketorolac 30 mg
e. Obat Antiemetik
Ondansetron 4 mg
f. Epidrin 50 mg
g. Cairan infuse
Kristaloid : RL 500 ml
 Persiapan pasien
a. Pasien tiba di IBS pukul 11.20 WIB
b. Serah terima pasien dengan petugas ruangan, periksa status pasien
termasuk informed consent, dan obat-obatan yang telah diberikan
diruang perawatan.
c. Memindahkan pasien ke brankar IBS
d. Memperkenalkan diri kepada pasien, mengecek ulang identitas pasien,
nama, alamat dan menanyakan ulang puasa makan dan minum, dan
alergi, serta berat badan saat ini.
e. Memeriksa kelancaran infus dan alat kesehatan yang terpasang pada
pasien.
f. Menanyakan keluhan pasien saat di ruang penerimaan IBS, dari pasien
mengatakan takut dan cemas menjalani operasi.
g. Melakukan pemeriksaan pulmo pasien
h. Melaporkan kepada dokter anestesi hasil pemeriksaan di ruang
penerimaan dari kolaborasi dengan dokter anestesi pasien dipindahkan
ke meja operasi.
 Penatalaksanaan anestesi
a. Penatalaksanaan anestesi di mulai dari memasang alat pelindung diri
(APD), alat monitor, EKG, memberitahu pasien akan di bius,
menganjurkan pasien untuk berdoa, memulai persiapan dengan
menyuntikkan obat premedikasi, menyuntikan obat induksi,
pengakhiran anestesi dan oksigenasi sampai dengan perawatan di
recovery room.
b. Pasien dipindahkan di meja operasi dilakukan pemasangan monitor
pulse oxymetri, saturasi oksigen , hasil pengukuran monitor :
c. TD: 118/78 mmHg, N: 85 x/mnt; SpO2: 99%; RR : 21 x/mnt,
pernapasan spontan.
1) Pemberian obat premedikasi
Pasien dilakukan pemberian obat premedikasi pukul 11.30 yaitu
Fentanyl 100 mcg. Setelah pemberian obat premedikasi dilakukan
observasi tanda-tanda vital.
ASUHAN KEPERAWATAN PERI
ANESTESI
A. Analisa Data
ASUHAN KEPERAWATAN PERI
ANESTESI
B. Diagnosa Keperawatan
1. Pre Anestesi
a. Nyeri akut berhubungan dengan cedera biologis ditandai dengan
pasien menyatakan nyeri perut selama 2 hari, pasien terlihat menahan
nyeri
P : nyeri perforasi gaster
Q : nyeri ditusuk
R : nyeri didaerah perut
S : skala 6
T : nyeri terus menerus
TD : 160/90 mmHg; N : 68 x/mnt; SpO2 : 98%; RR : 16 x/mnt

b. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan masalah pembiusan


dan operasi ditandai dengan pasien mengatakan pernah dilakukan
tindakan operasi Abses Mandibula tetapi tetap masih merasa cemas,
Pasien tampak gelisah, keringat dingin TD : 160/90 mmHg; N : 68
x/mnt; SpO2 : 98%; RR : 16 x/mnt
Rencana dan Implementasi
Keperawatan
Rencana dan Implementasi Keperawatan
KESIMPULAN
1. Obstruksi usus dapat didefinisikan sebagai gangguan (apapun penyebabnya)
aliran normal isi usus sepanjang saluran usus.
2. Setelah dilakukan pengkajian pre anestesi, didapatkan masalah keperawatan yang
kemudian diangkat menjadi diagnosa keperawatan, antara lain :
a. Nyeri akut berhubungan dengan cedera biologis ditandai dengan pasien
menyatakan nyeri perut selama 2 hari, pasien terlihat menahan nyeri
b. Cemas berhubungan dengan kurang pengetahuan masalah pembiusan dan
operasi ditandai dengan pasien mengatakan pernah dilakukan tindakan operasi
Abses Mandibula tetapi tetap masih merasa cemas, Pasien tampak gelisah,
keringat dingin TD : 160/90 mmHg; N : 68 x/mnt; SpO2 : 98%; RR : 16
x/mnt
THANK YOU 