Anda di halaman 1dari 9

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT DI

FASE PRE OPERATIF, INTRA


OPERATIF, DAN POST OPERATIF
Disusun Oleh:
1. Afifatu Rohmah (P07120215002)
2. Anita Setyowati (P07120215007)
3. Ayuningtyas Dian Utami (P07120215010)
4. Citra Dewi Siswandi (P07120215012)
5. Eliza Mutiara Putri (P07120215015)
6. Halima Aulia Ita M (P07120215020)
7. Nuraini (P07120215029)
8. Septiyanti Suryaning Putri (P07120215036)
9. Theresia Sani Tratami (P07120215037)
10. Tya Kusumawati (P07120215038)
11. Umi Maisyaroh (P07120215039)
12. Winedhar Nur Afidah (P07120215041)
13. Yulianus Basutei (P07120215044)
 Peran menurut Soekanto (2009: 212-213) adalah proses dinamis
kedudukan (status). Apabila seseorang melaksanakan hak dan
kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, dia menjalankan suatu
peranan.

 Perawatan perioperatif adalah periode sebelum, selama dan


sesudah operasi berlangsung.

 Keperawatan perioperatif adalah istilah yang digunakan untuk


menggambarkan keragaman fungsi keperawatan yang berkaitan
dengan pengalaman pembedahan pasien. (Keperawatan medikal-
bedah : 1997)

 Perioperatif adalah suatu istilah gabungan yang mencakup 3 fase :


1. FASE PRA OPERATIF

 Prioritas pada prosedur pembedahan yang utama adalah inform


consent yaitu pernyataan persetujuan klien dan keluarga tentang
tindakan yang akan untuk mencegah ketidaktahuan klien tentang
prosedur yang akan dilaksanakan dan juga menjaga rumah sakit
serta petugas kesehatan dari klien dan keluarganya mengenai
tindakan tersebut.

 Pada periode pre operatif yang lebih diutamakan adalah persiapan


psikologis dan fisik sebelum operasi.
a. Persiapan Psikologi
Pasien dan keluarga yang akan menjalani operasi emosinya tidak
stabil.

Penyebabnya karena takut akan perasaan sakit, narcosa atau


hasilnya dan keeadaan sosial ekonomi dari keluarga.

Hal ini dapat diatasi dengan memberikan penyuluhan meliputi


penjelasan tentang peristiwa operasi, pemeriksaan sebelum operasi
(alasan persiapan), alat khusus yang diperlukan, pengiriman ke ruang
bedah, ruang pemulihan, kemungkinan pengobatan setelah operasi,
bernafas dalam dan latihan batuk, latihan kaki, mobilitas dan
membantu kenyamanan.
b. Persiapan Fisiologi
 Diet (puasa)
 Persiapan Perut
Pemberian leuknol/lavement sebelum operasi untuk mencegah
cidera kolon, mencegah konstipasi dan mencegah infeksi.
 Persiapan Kulit : Daerah yang akan dioperasi harus bebas dari
rambut.
 Hasil Pemeriksaan : Hasil laboratorium, foto rontgen, ECG, USG
dan lain-lain.
 Persetujuan Operasi / Informed Consent : Izin tertulis dari pasien
/ keluarga harus tersedia.
2. FASE INTRA OPERATIF

 Dimulai ketika pasien masuk ke bagian atau ruang bedah


dan berakhir saat pasien dipindahkan ke ruang pemulihan.
 Lingkup aktifitas keperawatan :
a. Memasang infus
b. Memberikan medikasi intravena
c. Melakukan pemantauan fisiologis menyeluruh sepanjang
prosedur pembedahan
d. Menjaga keselamatan pasien.
3. FASE POST OPERATIF

 Dimulai pada saat pasien masuk ke ruang pemulihan


dan berakhir dengan evaluasi tindak lanjut pada
tatanan klinik atau di rumah.
 Lingkup aktifitas keperawatan :
a. Mengkaji efek agen anestesi
b. Membantu fungsi vital tubuh
c. Mencegah komplikasi
PERAN PERAWAT PERIOPERATIF TAHAP PRA
OPERASI SAMPAI PASCA OPERASI
1. Perawat Administratif
Perawat administratif berperan dalam pengaturan manajemen
penunjang pelaksanaan pembedahan.
a. Perencanaan dan pengaturan staf
b. Identifikasi jenis pekerjaan
c. Penjadwalan staf
d. Kolaborasi penjadwalan pasien bedah
e. Perencanaan manajemen material dan inventaris
f. Manajemen kinerja.
2. Perawat Instrumen
 Perawat scrub atau di Indonesia dikenal sebagai perawat instrumen memiliki tanggung jawab
terhadap manajemen instrumen operasi pada setiap jenis pembedahan.

Peran dan tanggung jawab dari perawat instrumen adalah sebgai berikut :

a. Menjaga kelengkapan alat instrumen steril yang sesuai dengan jenis operasi.

b. Mengawasi teknik aseptik dan memberikan instrumen kepada ahli bedah sesuai kebutuhan
dan menerimanya kembali

c. Mengawasi prosedur untuk mengantisipasi segala kejadian

d. Melakukan manajemen sirkulasi dan suplai alat instrumen operasi.

e. Mengawasi semua aturan keamanan yang terkait benda-benda tajam,

f. Memelihara peralatan dan menghindari kesalahan pemakaian.

g. Mengkomunikasikan kepada tim bedah mengenai setiap pelanggaran teknik aseptik atau
kontaminasi yang terjadi selama pembedahan.

h. Menghitung kasa, jarum, dan instrumen. Perhitungan dilakukan sebelum pembedahan


dimulai dan sebelum ahli bedah menutup luka operasi.